• (GFD-2025-24984) [KLARIFIKASI] WEF Tidak Merencanakan Pandemi Serangan Siber

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia atau WEF, Klaus Schwab.

    Narasi di media sosial menyebutkan, Schwab berbicara tentang cyber attack pandemic atau pandemi serangan siber.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Video Klaus Schwab bicara soal pandemi serangan siber disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.

    Dalam video, Schwab memang memperingatkan mengenai serangan siber skala besar.

    "Bersiaplah untuk cyber attack pandemic," tulis salah satu akun pada Jumat (3/1/2025).

    Sementara berikut narasi yang ditulis akun lainnya:

    Simak baik - baik apa yang diucapkan oleh ketua WEF

    Bersiaplah untuk menghadapi CYBER ATTACK PANDEMICYang akan mengakibatkan terhentinya sumber daya listrik dan juga internetInilah agenda selanjutnya mereka ingin terjadi huru hara di akhir zaman

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, menampilkan Klaus Schwab bicara soal pandemi serangan siber.

    Hasil Cek Fakta

    Klip Klaus Schwab bersumber dari acara Cyber Polygon pada Juli 2020.

    Salah satu video acara tersebut diunggah di kanal YouTube BI.ZON?.

    Acara tersebut mempertemukan pejabat senior dari organisasi global dan praktisi keamanan siber.

    Dalam pidato versi lengkapnya, Schwab memberi peringatan tentang risiko jika keamanan siber tidak ditanggapi dengan serius dan manfaat keamanan siber dalam skala global.

    Namun narasi yang beredar di media sosial menyalahartikan video seolah serangan siber adalah agenda global yang telah direncanakan.

    Sebelumnya, pemeriksa fakta Logically Facts telah meluruskan konteks dari video serupa.

    Pengguna media sosial keliru menarasikan video tersebut sebagai seruan penerapan ID biometrik digital yang wajib bagi pengguna internet di seluruh dunia.

    Padahal, Schwab atau WEF tidak mengemukakan gagasan tersebut.

    Kesimpulan

    Video Klaus Schwab memperingatkan mengenai keamanan siber disebarkan dengan konteks keliru.

    Ketua eksekutif WEF tersebut bicara mengenai manfaat keamanan siber dan risiko jika mengabaikannya dalam acara Cyber Polygon pada Juli 2020.

    Dia tidak menyampaikan rencana mengenai agenda serangan siber.

    Rujukan

  • (GFD-2025-24985) [HOAKS] Tautan Pendaftaran Layanan BPJS Kesehatan Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi pendaftaran layanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gratis bagi peserta mandiri dan yang belum terdaftar.

    Informasi tersebut disertai tautan yang diklaim untuk melakukan pendaftaran.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini pada Januari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Bagi pengguna BPJS MANDIRI yang mau pindah ke BPJS GRATIS dan juga yang belum punya BPJS, jangan lewatkan sekarang ada Bantuan dari pemerintah pembuatan BPJS GRATIS bagi seluruh rakyat Indonesia. Info penuh dan cara daftar klik

    Tautan yang disertakan berjudul "BANTUAN BPJS KESEHATAN".

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi dan tautan pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis adalah hoaks.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizzky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/1/2025).

    Rizzky meminta masyarakat berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan yang beredar di media sosial.

    Sementara itu, BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resmi, 4 November 2024, telah membantah adanya program peralihan kepesertaan mandiri ke penerima bantuan iuran (PBI).

    "Tidak ada kebijakan untuk peserta mandiri (PBPU) harus dialihkan ke kepesertaan yang bersifat gratis (PBI)" demikian imbauan BPJS Kesehatan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis yang beredar di Facebook adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi dan tautan pendaftaran tersebut adalah hoaks serta modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-24991) [KLARIFIKASI] Video Gempa Nepal pada 2015, Bukan Januari 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,1 melanda wilayah Tibet, China pada Selasa (7/1/2025) pagi. Kabar simpang siur terkait gempa itu pun muncul.

    Beredar sebuah video di media sosial yang diklaim sebagai kejadian gempa di Nepal yang belakangan terjadi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan narasi keliru.

    Video gempa di Nepal disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (7/1/2025):

    Gempa berkekuatan 7.1 Magnitudo mengguncang wilayah Tibet, China, serta sebagian Nepal dan India pada Senin pagi, 7 Januari 2024.

    Gempa bumi tersebut membuat bangunan-bangunan di Tibet hancur dan ambruk. Dilaporkan sementara korban meninggal 53 orang dan puluhan lainnya masih terjebak di reruntuhan.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar bukan bersumber dari kejadian gempa yang belakang terjadi.

    Versi panjang dari video yang beredar terdapat di kanal YouTube euronews, 30 April 2015.

    Adapun video tersebut merupakan rekaman CCTV di bundaran Tripureshwor Chowk, Kathmandu, Nepal.

    Rekaman serupa juga diunggah di The Guardian.

    Menurut media lokal di Nepal, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 5.630 orang.

    Sementara gempa yang melanda Nepal dan Tibet pada Selasa (7/1/2025) berkekuatan Magnitudo 7,1.

    Dilansir Associated Press, gempa yang mengguncang wilayah dataran tinggi di China barat dan wilayah Nepal tersebut merusak ratusan rumah dan menewaskan sedikitnya 126 orang di Tibet.

    Sementara, warga di timur laut Nepal yang merasakan gempa, belum melaporkan adanya korban cedera atau kerusakan.

    Kesimpulan

    Video rekaman CCTV di bundaran Tripureshwor Chowk, Kathmandu, Nepal saat terjadi gempa pada 2015 disebarkan dengan konteks keliru.

    Video tersebut tidak terkait dengan gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang melanda Nepal pada Selasa (7/1/2025).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25001) [HOAKS] Video Virus Zombi Mulai Menyebar di China pada 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/01/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video dengan narasi mengeklaim virus zombi mulai menyebar di China pada 2025.

    Narasi itu muncul pada periode Desember 2024 hingga awal Januari 2025. Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video soal virus zombi mulai menyebar di China muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Video memperlihatkan beberapa orang di dalam kereta panik saat melihat pria bernampilan seperti zombi. Pria tersebut tampak mengejar para penumpang.

    Video diberi keterangan demikian:

    Virus zombie sudah mulai menyebar di China 2025

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut virus zombi telah menyebar di China pada 2025

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, sampai saat ini tidak ditemukan informasi kredibel soal penyebaran virus zombi di China.

    Penelusuran lebih lanjut, Tim Kompas.com menemukan video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube @horrormaniax pada 26 Agustus 2022.

    Dalam keterangannya, video itu menampilkan wahana "Train to Apocalypse" di stasiun LRT Jakarta. Wahana itu disebut mirip film Train to Busan, film Korea Selatan yang dirilis pada 2016 dan mengisahkan serangan zombi.

    Seperti yang sudah diberitakan Kompas.com, pada 2022 masyarakat bisa mencoba pengalaman seolah dikejar zombi di wahana Train to Apocalypse di stasiun LRT Jakarta.

    Train to Apocalypse digelar dari 5 Agustus hingga 11 September 2022. Wahana kereta zombi ini melewati lima stasiun, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulo Mas, Equestrian, dan berakhir di Velodrome.

    Pengunjung wahana diatur beregu dengan maksimal beranggotakan 10 orang. 

    Dari pintu masuk, terdapat petugas berpakaian loreng kehijauan seperti tentara yang akan memberikan pengarahan kepada setiap kelompok yang akan memulai perjalanan.

    Untuk mencapai zona terakhir, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 20 menit lebih. Perjalanan berakhir bila rombongan sudah berhasil mencapai zona aman zombi. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan virus zombi mulai menyebar di China tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video itu adalah wahana "Train to Apocalypse" di stasiun LRT Jakarta pada 2022. Wahana itu menawarkan sensasi seperti dikejar zombi layaknya di film Train to Busan (2016) yang dibintangi Gong Yoo.

    Rujukan