• (GFD-2025-26022) [HOAKS] Artis Desy Ratnasari Meninggal Dunia karena Kecelakaan Mobil

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Artis Desy Ratnasari dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Kabar itu beredar di media sosial Facebook pada 27 Februari 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.

    Kabar Desy Ratnasari meninggal dunia karena kecelakaan mobil dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada 27 Februari 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Viral Bikin Gempar,, Detik – Detik Jenazah Alm Desi Ratnasari Diseruduk Mobil, Alm Di Antar Dirumah Hari Ini.. Khabar Duka Menyelimuti Dunia.. Semoga Khusnul khatimah..

    Screenshot Hoaks, artis Desy Ratnasari meninggal dunia karena kecelakaan mobil

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, narasi yang beredar di Facebook bersumber dari pemberitaan JPNN.com, 21 November 2018, berjudul "Detik-detik Desi Ratnasari diseruduk Mobil, Innalillahi...".

    Namun, Desi Ratnasari dalam berita tersebut bukan artis Desy Ratnasari, melainkan warga Kota Palangka Raya yang meninggal karena kecelakaan mobil pada 19 November 2018.

    Sementara itu, tidak ditemukan pemberitaan soal Desy Ratnasari mengalami kecelakaan mobil. Dia juga masih aktif mengunggah kegiatannya di Instagram.

    Unggahan terkini Desy Ratnasari tertanggal Rabu (5/3/2025), yakni sebuah video saat ia menyampaikan pendapat dalam sebuah forum selaku anggota Komisi I DPR.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar Desy Ratnasari meninggal dunia karena kecelakaan mobil adalah hoaks.

    Konten yang beredar merupakan narasi click bait untuk memancing rasa penasaran. Faktanya, Desy Ratnasari tidak mengalami kecelakaan mobil dan masih aktif berkegiatan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25951) Hoaks Tautan Bantuan Sosial PKH Tahun 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/03/2025

    Berita

    tirto.id - Informasi mengenai bantuan sosial (bansos) masih menjadi topik yang banyak dicari oleh masyarakat di media sosial. Sayangnya, informasi mengenai bansos yang beredar tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, beberapa di antaranya bahkan mengandung unsur penipuan.

    Salah satu bansos yang disalurkan ke masyarakat melalui Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah bantuan tunai kepada keluarga tidak mampu yang memiliki anggota keluarga seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas. Momen penyaluran PKH semacam ini biasanya jadi kesempatan bagi oknum tak bertanggung jawab untuk menyebarkan narasi-narasi miring disertai tautan-tautan tidak resmi.

    Akun Instagram “inf_obansos2024” misalnya, menyebarkan poster bansos PKH 2024 beserta tautan pendaftaran untuk mendapatkan bansos tersebut. Dalam poster tersebut disertakan nominal yang diklaim akan didapatkan masyarakat dari progam PKH ini, mulai Rp900 ribu hingga Rp3 juta.

    Untuk anak sekolah SD misalnya, diklaim akan mendapatkan PKH sebesar Rp900 ribu, lansia usia 60 tahun dan disabilitas berat sebesar RP2,4 juta dan balita, anak usia dini dan ibu hamil dikabarkan akan mendapatkan Rp3 juta. Jika ingin mendapatkan dan mencairkan bantuan tersebut, masyarakat diminta untuk mendaftarkan diri pada tautan yang disediakan.

    “Mau TAHU Cara Mudah Dapatkan Bansos PKH? Cukup Via HP Saja, Nama Kamu 5 Menit Bisa Jadi Kandidat Penerima PKH, Cek CARA Online di SINI👇👇 https://bantuanpkh.vendisy.uk/,“ bunyi keterangan unggahan tersebut pada Jumat (15/11/2024).

    Tirto juga menemukan unggahan serupa di akun lain yaitu, “bansos_bstpbntpkindonesia2024”, “bantuan_sosial_2024”, dan “info_bansosterbaru_2024” yang diunggah di media sosial dalam periode Oktober hingga Desember 2024.

    Sepanjang Jumat (15/11/2024) hingga Selasa (4/3/2025), atau selama hampir empat bulan tersebar di media sosial, salah satu unggahan tersebut telah memperoleh 116 tanda suka.

    Beberapa warganet yang berkomentar di unggahan tersebut nampak mempertanyakan kebenaran unggahan tersebut. Ada juga warganet yang mengingatkan bahwa unggahan itu berpotensi penipuan.

    Lalu, bagaimana kebenarannya?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang terdapat di tiap unggahan tersebut. Salah satu tautan tersebut mengarahkan kami ke halaman situs yang menampilkan poster dari Indonesia Baik soal bansos senilai Rp500 ribu, serta kolom formulir yang memintakan nama dan nomor telepon pengguna. Sisanya, beberapa tautan yang tertera nampak tidak bisa diakses.

    Halaman situs tersebut juga memuat beberapa logo badan atau kementerian, termasuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, sekarang menjadi Komdigi), dan lain sebagainya.

    Namun, logo-logo tersebut hanya gambar (beberapa dengan resolusi rendah) yang tidak bisa diklik. Dari keseluruhan halaman tersebut, bagian yang bisa diklik dan diisi hanya kolom nama dan nomor telepon.

    Kami kemudian mencoba melakukan pemindaian menggunakan URLScan. Hasil pemindaian menunjukkan, tautan halaman pendaftaran yang ada tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) yang bertanggung jawab terhadap pembagian bansos.

    Alamat IP situs tersebut terindikasi milik CLOUDFLARENET, US dan domain utama dari situs tautan tersebut adalah bantuanpkh.vendisy.uk. Domain atau alamat asal situs-situs tersebut bahkan tidak ada yang berakhiran .go.id, mengindikasikan situs tersebut tidak dikelola oleh pemerintah.

    Modus seperti ini biasanya digunakan untuk skema phising. Modus serupa pernah kami temukan dengan mengatasnamakan lembaga lain.

    Sejumlah akun yang menyebarkan klaim tersebut juga bukan merupakan akun instagram resmi milik Kemensos. Sebagai informasi, akun Instagram resmi Kemensos adalah (@kemensosri) terverifikasi resmi centang biru dan memiliki total pengikut sebanyak 730 ribu per awal Maret 2025.

    Kemensos lewat akun Instagram-nya sudah pernah menyatakan bahwa pihaknya tidak membuat situs ataupun tautan yang membuka pendaftaran bantuan sosial.

    “Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/BPNT dan PKH, adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diusulkan Pemerintah Daerah atau dapat mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos”, begitu bunyi keterangan dalam story Instagram Kemensos yang dimasukkan dalam highlight “HOAKS”.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan kalau unggahan yang menyertakan tautan pendaftaran dan pencairan bansos PKH yang tersebar di Instagram pada tahun 2024 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan di yang terdapat di unggahan mengarahkan ke situs dan akun media sosial yang tidak terkait sama sekali dengan Kemensos. Tautan semacam ini dikhawatirkan merupakan modus penipuan atau pencurian data pribadi atau phishing.

    Kemensos lewat akun Instagram resminya sudah pernah menyatakan bahwa pihak kementerian tidak membuat situs ataupun tautan pendaftaran bantuan sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25964) Video penangkapan mahasiswa pembakar foto Prabowo Gibran, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/03/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di X menarasikan penangkapan mahasiswa yang membakar foto Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subiantor dan Gibran Rakabuming Raka saat unjuk rasa.

    Pada Februari lalu, ribuan mahasiswa di Malang berdemo menolak efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor pendidikan. Mereka mencoret dan membakar spanduk bergambar Prabowo-Gibran.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Mahasewa yang jadi dalang pembak4r foto Prabowo Gibran di tangkap”

    Namun, benarkah video mahasiswa pembakar foto Prabowo Gibran saat demo ditangkap?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube Tribun News yang berjudul “13 MAHASISWA UNIKA SANTO THOMAS MEDAN Jadi Tersangka Buntut Tawuran Fakultas Teknik VS Pertanian” yang diunggah 9 Desember 2024.

    Dalam keterangannya, Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal menangkap 13 mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan buntut bentrokan sesama mahasiswa yang terjadi pada Kamis 5 Desember lalu di Jalan Melati Raya, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang.

    Sebanyak 13 orang mahasiswa terdiri dari laki-laki semua ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Saat pemaparan, mahasiswa itu tampak mengenakan baju tahanan berwarna kuning dan diborgol.

    Dengan demikian, video tersebut tidak sesuai dengan narasinya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-25967) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Berhadiah BCA

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/03/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah BCA, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Maret 2025.
    Klaim link pendaftaran undian  berhadiah BCA berupa tulisan sebagai berikut.
    "Khusu nasabah Bank BCA yang sudah mempunyai BCA Mobile/myBCA, festival berhadiah hadir lagi jangan lewatkan kesempatan anda untuk memenangkan hadiah undian Bank BCA Berhadiah, Ayo buruan daftar dan Raih hadiah menarik sebagai apresiasi dari Bank BCA ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal klik (𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿)Dibawah
    Bank BCA BELIMPAH HADIAH
    • 3 Unit Mobil Alphard
    • 3 Unit Mobil BMW
    • 3 Unit Mobil Pajero Sport
    • 3 Unit Mobil CR-V Turbo
    • 3 Unit Mobil Fortuner
    • 3 Unit Mobil X Pander
    • 3 Unit Mobil BRIO
    • 3 Unit Mobil Sigra
    • 15 Unit Motor Kawasaki KLX
    • 25 Unit Motor Scoopy
    • 15 Unit Motor Vespa
    • 25 Unit Hp iPhone 15 Promax
    • 15 Unit Rumah Gratis
    • 25 Unit Umroh Gratis
    Ayo buruan daftarkan nama anda agar menjadi pemenangnya.
    Untuk pengundian & pemenangnya akan diumumkan secara online di seluruh sosial media pada tanggal 15 Maret 2025."
    Unggahan tersebut mengarahkan masyarakat untuk mengakses link yang diklaim sebagai pendaftaran undian berhadiah.
    Berikut linknya.
    "https://urlshrt-2025.sbs/gebyar-bank-BCA/?fbclid=IwY2xjawI0rzZleHRuA2FlbQIxMQABHTjpvEqPQVmIvjKvVSaoNAxRF4QgvS2fCNaT-HgoCPAJR7z26PvP17GlVA_aem_DaYEkrqA267Cabm9Dv2MBg"
    Jika diklik link tersebut mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah data pribadi.
    Benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah BCA? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah BCA, dengan mengkonfirmasi informasi link pendaftaran undian berhadiah ke pihak BCA.
    EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera F. Haryn mengatakan, sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan.
    "BCA mengimbau nasabah setia untuk senantiasa berhati-hati terhadap pengumuman yangmengatasnamakan BCA," kata Hera saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Rabu (5/3/2025).
    Apabila mendapatkan informasi yang mencurigakan dan mengatasnamakan BCA, nasabah dapat menghubungi kantor cabang setempat atau melalui contact center Halo BCA 1500888 dan aplikasi haloBCA.
    "Jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti, PIN, password, dan OTP," tutup Hera.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah BCA tidak benar.
    EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera F. Haryn mengatakan, sehubungan beredarnya informasi di akun media sosial yang mengatasnamakan BCA lalu menawarkan undian dengan sejumlah hadiah mewah, dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan aksi penipuan.