• (GFD-2025-25504) [HOAKS] Elon Musk Ancam Tangguhkan Akun X Pengkritik Donald Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Pemilik X (Twitter) Elon Musk disebut akan menangguhkan akun-akun yang mengkritik Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Narasi itu menyertakan tangkapan layar unggahan akun X Elon Musk @elonmusk. Dalam unggahan itu, Musk mengatakan akan menangguhkan akun X yang mengkritik Trump.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Elon Musk akan menangguhkan akun X pengkritik Trump dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini, serta akun Threads ini.

    Akun-akun tersebut membagikan tangkapan layar unggahan akun X @elonmusk, yang mengatakan akan menangguhkan akun pengkritik Trump.

    Berikut isi tangkapan layar tersebut:

    Siapa pun yang memprotes Pemerintahan Trump akan ditangguhkan dari X.

    Semua keributan anti-Trump dapat disebarkan ke platform liberal seperti Threads, Reddit, BlueSky, Instagram, dan Facebook.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek akun X Elon Musk dan tidak menemukan unggahan seperti dalam tangkapan layar yang dibagikan di Facebook dan Threads.

    Selain itu, tidak ada pemberitaan dari media kredibel tentang ancaman Musk menangguhkan akun X yang mengkritik Trump, walaupun itu adalah isu yang sangat serius.

    Menurut pemeriksa fakta USA Today, unggahan tersebut terindikasi hasil fabrikasi.

    Ini terlihat dari tangkapan layar yang beredar hanya menampilkan gambar yang sama dan tidak disertai dengan penanda waktu atau metrik engagement. 

    Sementara itu, pemeriksa fakta Snopes hanya menemukan satu tangkapan layar yang memuat penanda waktu, yaitu tertanggal 29 Januari 2025 pukul 12.02.

    Namun, pencarian arsip tangkapan layar halaman X Musk antara 28 Januari-30 Januari tidak menemukan bukti bahwa ia pernah posting tentang penangguhan akun anti-Trump.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Elon Musk akan menangguhkan akun X pengkritik Trump adalah hoaks.

    Tidak ditemukan unggahan semacam itu di akun X asli Elon Musk @elonmusk. Selain itu, tidak ada pemberitaan kredibel tentang ancaman Musk menangguhkan akun X pengkritkik Trump.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25464) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Gempa Terjadi di Dataran Tinggi Dieng

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim gempa terjadi di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 22 Januari 2025.
    Dalam video tersebut, terlihat sebuah jalanan mengalami retak. Tak haya itu, sejumlah tembok rumah warga juga tampak retak. Video itu kemudian dikaitkan dengan gempa yang terjadi di Deing, Banjarnegara pada 22 Januari 2025.
    "DIENG GEMPA," tulis salah satu akun Instagram.
    Konten yang disebarkan akun Instagram tersebut telah beberapa kali ditonton dan mendapat reaksi dari warganet.
    Benarkah dalam video itu merupakan suasana dataran tinggi Dieng saat diguncang gempa? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim gempa terjadi di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "video dieng gempa" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah mengenai video yang diklaim gempa terjadi di dataran tinggi Dieng. Satu di antaranya artikel berjudul "Beredar Vidio di Media Sosial Bencana Gempa Di Dieng, Kominfo Banjarnegara Pastikan Berita Itu Hoax" yang dimuat situs banjarnegarakab.go.id pada 29 Januari 2025.
    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa video yang diklaim terjadi gempa di dataran tinggi Dieng ternyata keliru. Video tersebut merupakan peristiwa bencana tanah bergerak dan longsor di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran.
    Lokasi tersebut menjadi lokasi bencana tanah longsor yang paling parah di Banjarnegara. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara Barijadi Jumpaedo meminta, kepada masyarakat untuk lebih selektif dan bijak dalam melihat tayangan bencana di media sosial.
    "Kami selalu menyampaikan update beriita terkait dengan perkembangan bencana di Banjarnegara, dan kami siarkan melalui media sosial, televisi maipun koran," kata Barijadi.
    Video identik juga ditemukan di akun TikTok Banjarnegara Terkini. Video tersebut merupakan kondisi terkini di Kali IReng, Pejawaran, Banjarnegara usai mengalami tanah longsor dan bergerak pada Selasa 21 Januari 2025.
    "Kondisi Terkini di Kali Ireng kec Pejawaran Banjarnegara yang mengalami Insiden Tanah Longsong dan Bergerak pada hari ini selasa (21/1).
    Terlihat banyak rumah sudah dalam kondisi rusak dan temboknya retak retak serta jalan yang amblas dalam.
    ** Demikian informasi sementara yang bisa disampaikan, bila ada tambahan, update terbaru ataupun koreksi bisa disampaikan melalui kolom komentar.
    Kiriman Warga Banjarnegara," tulis akun TikTok Banjarnegara Terkini pada 21 Januari 2025.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim gempa terjadi di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan peristiwa tanah bergerak di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran pada 21 Januari 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25467) [HOAKS] Foto Piala Oscar di Antara Puing Kebakaran Los Angeles

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Piala Oscar terlihat berada di antara puing atau sisa-sisa kebakaran Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada 7 Januari 2025.

    Piala dari penghargaan film bergengsi dari Academy Award itu diklaim milik aktor dan sutradara Robert Redford, yang dimenangkan pada 1980.

    Namun setelah ditelusuri Tim Cek Kompas.com, foto tersebut merupakan konten manipulatif.

    Foto Piala Oscar di antara puing kebakaran Los Angeles disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Ada juga sejumlah akun berbahasa Inggris yang mengaitkan Oscar itu dengan Robert Redford, misalnya akun ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun berbahasa Indonesia pada 16 Januari 2025:

    Dari Sini kita belajar begitu murahnya dunia ..dan tidak berarti apabila maut telah mengintai.Terlihat sebuah patung Oscar yang ditinggal pemiliknya dirumah yg hangus terbakar ..

     

    Hasil Cek Fakta

    Robert Redford memenangkan Oscar pada 1981, bukan 1980 sebagaimana disampaikan sejumlah unggahan.

    Berdasarkan informasi di situs Oscar, Redford menjadi sutradara terbaik atas film Ordinary People.

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek gambar yang beredar dengan tools pendeteksi gambar artificial intelligence (AI) bernama Was It AI.

    Hasilnya menunjukkan, gambar Piala Oscar di antara puing kebakaran Los Angeles kemungkinan besar dibuat dengan kecerdasan buatan.

    Sebelumnya, pemeriksa fakta Politifact dan AFP telah menelusuri gambar serupa.

    Keduanya mengidentifikasinya sebagai gambar yang dihasilkan AI.

    Dilansir dari Entertainment Weekly, foto itu bahkan juga diunggah oleh aktris Isabella Rossellini di akun Instagram-nya.

    Ada juga akun Instagram populer yang menyatakan bahwa foto itu pernah di-share oleh Robert Redford. Sejak itulah kesalahpahaman bermula. 

    Akan tetapi, perwakilan Robert Redford sudah membantah kabar itu.

    "Itu palsu," ujarnya. "Dia tinggal di Santa Fe (New Mexico), Itu bukan Oscar miliknya."

    Kesimpulan

    Gambar Piala Oscar di antara puing kebakaran Los Angeles merupakan konten manipulatif.

    Was It AI mengidentifikasinya sebagai gambar yang dihasilkan AI. Selain itu, Robert Redford memenangkan Oscar pada 1981, bukan 1980.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25468) [HOAKS] Shin Tae-yong Resmi Latih Timnas Indonesia U20 Gantikan Indra Sjafri

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/02/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah unggahan mengeklaim pelatih sepak bola asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), kembali bekerja untuk tim nasional Indonesia.

    Menurut unggahan, STY resmi dikontrak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk melatih timnas Indonesia U20 menggantikan Indra Sjafri.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Shin Tae-yong resmi dikontrak PSSI untuk melatih timnas U20 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini pada 2 Februari 2025.

    Akun tersebut membagikan foto Shin Tae-yong dan diberi keterangan teks:

    Timnas Indonesia U-20 Sudah Resmi Kontrak Shin Tae-yong Gantikan Inda Sjafri.

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Shin Tae-yong dikontrak PSSI untuk melatih timnas Indonesia U-20

    Hasil Cek Fakta

    Setelah Shin Tae-yong dipecat sebagai pelatih timnas senior Indonesia pada 6 Januari 2025, tidak ditemukan informasi valid pelatih asal Korea Selatan itu kembali dikontrak oleh PSSI.

    STY telah pulang ke negara asalnya pada 26 Januari 2025. 

    Adapun, saat ini timnas Indonesia U20 masih ditangani oleh Indra Sjafri.

    Dikutip dari BolaSport,  Indra Sjafri tengah mempersiapkan timnas U20 untuk mengikuti Piala Asia U20 2025.

    Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji menyebut, Indra Sjafri telah memilih 23 pemain yang akan dibawa ke China untuk mengikuti Piala Asia U20 2025.

    Di Piala Asia U-20 2025, timnas Indonesia U20 tergabung di dalam Grup C bersama Uzbekistan, Irak, dan Yaman. Turnamen itu akan dimulai pada 12 Februari 2025. 

    Kesimpulan

    Narasi soal Shin Tae-yong resmi dikontrak PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia U20 tidak benar atau hoaks.

    Timnas Indonesia U20 dilatih oleh Indra Sjafri dan tengah bersiap mengikuti Piala Asia U-20 2025 di China.

    Shin Tae-yong sendiri telah pulang ke Korea Selatan usai kontraknya tidak diperpanjang oleh PSSI. 

    Rujukan