• (GFD-2025-25925) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Petugas Haji 2025 Bergaji Rp 20 Juta Melalui Website Ini

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran untuk petugas haji tahun 2025 dengan gaji Rp 20 juta. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 24 Februari 2025.
    Berikut isi postingannya:
    "Pendaftaran Seleksi petugas Haji 2025 Resmi di bukaGaji 20jta plus bisa Naik Haji Gratis. Yuk daftarkan diri anda selain dapat gaji anda juga bisa ibadah haji Gratis!!! Cara Pendaftaran Silahkan Klik link di bawah"
    Postingan itu disertai tautan yang mengarah pada website tertentu.
    Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran untuk petugas haji tahun 2025 dengan gaji Rp 20 juta?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan postingan itu merupakan hoaks yang berulang.
    Cek Fakta Liputan6.com kemudian menelusuri dengan melihat website yang disertakan dalam postingan. Namun dalam website tersebut justru meminta pengguna untuk memasukkan nama dan juga nomor telegram yang aktif.
    Ini merupakan indikasi penipuan dan juga pencurian data. Sangat berbahaya jika kita memasukkan data pribadi pada website yang tidak jelas.
    Selain itu website mencurigakan seperti itu juga bisa membuat kita terhubung dengan pinjaman online ilegal.
    Di sisi lain pendaftaran petugas haji yang dilakukan oleh Kementerian Agama hanya melalui website https://haji.kemenag.go.id/petugas/. 
    Kemenag juga menegaskan pendaftaran dan pelaksanaan seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) gratis dan tidak dikenakan biaya. Pendaftaran dan pengumuman petugas haji sendiri sudah ditutup sejak 6 Desember 2024 lalu.
    Kementerian Agama juga melakukan bantahannya pada 31 Januari 2025 melalui akun Instagram resminya, @kemenag_ri.
    "Assalamu’alaikum #TamuAllah,
    Beredar hoaks yang membuka rekrutmen petugas haji dan umrah. Perlu diketahui, rekrutmen petugas haji sudah selesai dilakukan dan Kementerian Agama tidak membuka pendaftaran petugas umrah. jadi kepada para #TamuAllah dimohon untuk berhati-hati yaa
    Selalu update informasi melalui kanal media resmi Kemenag dan Informasi Haji"

    Kesimpulan


    Postingan tautan pendaftaran untuk petugas haji tahun 2025 dengan gaji Rp 20 juta adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-25929) Salah, Video Temuan Uang Dikaitkan Kasus Korupsi Pertamina

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2025

    Berita

    tirto.id - Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, produk kilang PT Pertamina (Persero) subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat.

    Di tengah ramainya pembicaraan tentang kasus ini, beredar di media sosial, sebuah unggahan dalam bentuk video, yang menampilkan penemuan tumpukan uang dalam brankas, yang disebut berkaitan dengan kasus korupsi Pertamina.

    Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang penyidik berkemeja merah sedang melakukan penggeledahan. Sekelompok orang berseragam merah itu diduga adalah penyidik Kejaksaan Agung. Hal ini terlihat dari logo bertuliskan Pidsus Kejaksaan, yang ada di sisi lengan seragam yang dikenakan orang-orang tersebut.

    Video itu diunggah oleh akun TikTok bernama “wandikhan70” (arsip) pada Jumat (28/2/2025). Terdapat keterangan teks dalam unggahan yang mengaitkan video penemuan tumpukan uang dalam brankas, dengan bukti kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina.

    “Ini lah berangkas tempat penyimpanan uang hasil penjualan Pertalet di oplos menjadi Pertamax,” tulis keterangan dalam video tersebut.

    Sepanjang Jumat (28/2/2025) hingga Minggu (2/3/2025), atau selama dua hari tersebar di TikTok, unggahan ini telah memperoleh 25,4 ribu tanda suka, lebih dari tiga ribu komentar, dan telah dibagikan ulang sebanyak lebih dari lima ribu kali.

    Unggahan yang sama juga tersebar di platform Threads.

    Lantas, benarkah brankas uang yang ditemukan dalam video tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina?

    Hasil Cek Fakta

    Pertama-tama, Tirto menonton video yang disertakan dalam unggahan dari awal hingga akhir. Hasilnya, kami tidak menemukan adanya bukti dalam video itu yang membenarkan klaim bahwa penemuan brankas uang itu terkait dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina.

    Penelusuran dilakukan dengan menggunakan fitur reverse image search di Google. Hasilnya, kami menemukan bahwa video tersebut identik dengan video yang pernah diunggah anggota DPR-RI Ahmad Sahroni di akun Instagramnya pada November 2024 lalu.

    Dalam keterangan unggahan, Ahmad Sahroni mempertanyakan kebenaran narasi yang diklaim penemuan tumpukan uang di ruang stafsus eks Menkominfo Budi Arie terkait kasus judi online.

    *Benar-benar Gila..!!*Ruangan staf khusus Budi Ari (Menkoinfo) pelindung judi online di grebek Polisi, telah ditemukan tumpukan uang yg jumlahnya sangat fantastis. Serius nih berita beneran gak siy ???” tulis Sahroni di akun Instagramnya, Minggu (10/11/2024).

    Tirto telah melakukan pemeriksaan fakta terkait klaim tersebut sebelumnya. Hasilnya, kami menemukan keterangan resmi dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang membantah bahwa video yang beredar tersebut merupakan penemuan tumpukan uang di ruang stafsus eks Menkominfo Budi Arie terkait kasus judi online.

    Mengutip laporan Tirto yang melansir Antara, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, mengatakan video yang diunggah Ahmad Sahroni merupakan kejadian di tempat lain dan dalam kasus berbeda.

    "Kami tidak melakukan penggeledahan di tempat itu," kata Harli, Senin (11/11/2024).

    Terpisah, mengutip pemberitaan Kompas, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Abdul Qohar menjelaskan, sekelompok orang berpakaian merah dalam video yang beredar memang merupakan penyidik Kejagung.

    Namun, konteks asli penggeledahan tersebut adalah saat penyidik Kejagung menyita uang di kantor PT Aset Pasifik terkait kasus dugaan korupsi PT Duta Palma. "Ketika yang dipakai seragam yang saya lihat itu, pada saat kita melakukan penggeledahan di PT Asset Pacific," kata Abdul, dikutip dari Kompas, Selasa (12/11/2024).

    Jadi, bisa dipastikan video yang disertakan dalam unggahan tersebut merupakan video lama yang tidak terkait dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina.

    Mengutip laporan Tirto, pada Jumat (28/2/2025) penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap hasil sitaan penggeledahan terkait dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina di tiga lokasi, yakni di daerah Jakarta dan Cilegon, Banten.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menuturkan bahwa untuk penggeledahan di PT Optima Terminal Merak, dilakukan penyitaan sejumlah dokumen.

    "Penyidik juga berhasil membawa, menyita setidaknya 95 bundel berupa dokumen yang terkait dengan berbagai administrasi persuratan dan kontrak," kata Harli di Komplekas Kejagung, Jakarta, Jumat (28/2/2025).

    Dia menyebutkan, penyidik juga menyita barang bukti elektronik berupa dua unit ponsel. Harli menyampaikan, barang bukti elektronik itu akan dianalisis dan dibaca apa isinya dan keterkaitan dengan perkara ini.

    Lebih lanjut, Harli mengungkap, penyidik juga menyita CCTV dari penggeledahan di rumah Riza Chalid.

    "Kemudian penyidik juga kemarin masih terus melakukan penggeledahan di salah satu rumah di Jalan Panglima Polim dan dari sana penyidik membawa menyita berupa DVR serta CCTV," ungkap Harli.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa video tersebut menampilkan penemuan brankas uang terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina.

    Konteks asli video tersebut adalah saat penyidik Kejagung menyita uang di kantor PT Aset Pasifik terkait kasus dugaan korupsi PT Duta Palma.

    Jadi, narasi dalam video tersebut yang diklaim merupakan penemuan brankas uang terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pertamina bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Rujukan

  • (GFD-2025-25930) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Oplos Pertalite Jadi Pertamax

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Instagram pada 26 Februari 2025.
    Dalam video tersebut, terlihat Riva yang mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung sedang memegang gelas berisi cairan berwarna hijau. Ia kemudian menuangkan cairan tersebut ke gelas lainnya yang berisi cairan berwarna biru. Video itu kemudian disebut-sebut sebagai cara Riva Siahaan mengoplos Pertalite menjadi Pertamax.
    "Oplos Pertalite Jadi Pertamax! Modus Korupsi Dirut Pertamina Patra Niaga," demikian narasi dalam video tersebut.
    Konten yang disebarkan akun Instagram tersebut telah 82.483 kali disukai dan mendapat beragam komentar dari warganet.
    Sebelumnya, penyidik Kejagung resmi menetapkan tujuh tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023. Salah satunya yaitu Riva Siahaan selaku Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga.
    Benarkah dalam video tersebut Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax? Berikut penelusurannya.
     
    Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
    Caranya mudah:
    * Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse
    * Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”
    * Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”
    * Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs pendeteksi artificial intelligence (AI), aidetectcontent.com.
    Hasilnya gambar tersebut memiliki probabilitas 61 persen dibuat oleh perangkat AI. Berikut gambar tangkapan layarnya.
    Penelusuran juga dilakukan dengan melihat tanda air pixverse.ai yang ada dalam video tersebut. Ternyata pixverse.ai merupakan platform pembuatan video AI.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sedang mengoplos Pertalite menjadi Pertamax ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa digital menggunakan perangkat AI.
  • (GFD-2025-25934) Cek fakta, uang pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur diluncurkan

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video menampilkan uang berwarna ungu dengan gambar Presiden Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur.

    Dalam unggahannya, dinarasikan Bank Indonesia dan Pemerintah melalui Presiden Prabowo menerbitkan uang dengan pecahan Rp25 ribu tersebut untuk mengabadikan guru bangsa.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Alhamdulillah, Pak Presiden Prabowo Subianto mengabadikan Guru Bangsa Gus Dur dalam pecahan Uang Rp.25.000, sebuah penghargaan uang unconditional, uncountable bagi Nahdliyyin.”

    Namun, benarkah uang Rp25.000 bergambar Gus Dur diterbitkan?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, dari laman resmi Bank Indonesia (BI) tidak ditemukan adanya uang baru pecahan Rp25.000 yang bergambar Gus Dur.

    Diketahui, sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan Pengelolaan Uang Rupiah mulai dari tahapan Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, sampai dengan Pemusnahan.

    Dilansir dari laman Kominfo, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI M Anwar Bashori menjelaskan, sampai saat ini BI belum mengeluarkan kebijakan adanya uang rupiah emisi baru pecahan Rp25.000 bergambar Gus Dur.

    Menurut Anwar, setiap uang pecahan baru yang dikeluarkan oleh BI akan diumumkan di media sosial dan situs resmi mereka.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan