KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial mengeklaim Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Robben Rico menjanjikan tunjangan kesehatan sebesar Rp 150 juta bagi 20 orang tenaga kerja Indonesia (TKI).
Bantuan itu diklaim diberikan usai rapat kerja antara Kemensos dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks dan informasinya keliru.
Video Robben Rico menjanjikan tunjungan kesehatan Rp 150 juta kepada 20 orang TKI salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Dalam video Robben mengatakan, untuk mendapat bantuan masyarakat diminta mengirim pesan lewat Facebook dengan mencantumkan nama lengkap dan tempat negara bekerja.
(GFD-2025-26760) [HOAKS] Video Sekjen Kemensos Janjikan Tunjungan Kesehatan Rp 150 Juta
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Saat dicek, di website dan media sosial resmi Kemensos, tidak ditemukan informasi soal pemberian tunjungan kesehatan bagi para TKI.
Ketika dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut, gerakan bibir Robben tampak tidak sinkron dengan perkataannya.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation untuk memastikan apakah konten tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Setelah dicek, video Robben Rico menjanjikan tunjangan kesehatan kepada TKI memiliki probabilitas 91,2 persen dihasilkan oleh AI.
Foto itu adalah momen ketika Robben menghadiri Rapat Usulan Pembentukan Peningkatan unit pelaksana Kemensos di ruang Rapat Sriwijaya Kementerian PANRB pada 14 Maret 2024.
Ketika dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut, gerakan bibir Robben tampak tidak sinkron dengan perkataannya.
Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation untuk memastikan apakah konten tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Setelah dicek, video Robben Rico menjanjikan tunjangan kesehatan kepada TKI memiliki probabilitas 91,2 persen dihasilkan oleh AI.
Foto itu adalah momen ketika Robben menghadiri Rapat Usulan Pembentukan Peningkatan unit pelaksana Kemensos di ruang Rapat Sriwijaya Kementerian PANRB pada 14 Maret 2024.
Kesimpulan
Video Sekjen Kemensos Robben Rico menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada 20 TKI merupakan hasil manipulasi. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video terdeteksi dihasilkan AI.
Sampai saat ini tidak ada informasi kredibel pemerintah memberikan tunjungan kesehatan Rp 150 juta kepada TKI.
Sampai saat ini tidak ada informasi kredibel pemerintah memberikan tunjungan kesehatan Rp 150 juta kepada TKI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61575789264241/videos/1170065747927786/?rdid=j1LvnPSzHzMyIHow
- https://kemensos.go.id/
- https://www.instagram.com/kemensosri/?hl=en
- https://kemensos.go.id/berita-foto/sekretariat-jenderal/rapat-usulan-pembentukan-peningkatan-unit-pelaksana-kemensos
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26761) [HOAKS] Nagita Slavina Meninggal Dunia pada 29 April 2025
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Selebritas Nagita Slavina dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (29/4/2025). Kabar itu dibagikan oleh sejumlah akun Facebook.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.
Kabar meninggalnya Nagita Slavina dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Selasa (29/4/2025), disertai foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit.
Berikut narasi yang dibagikan:
Virall Bikin Kejut Banyak Orang,, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,, Khabar Duka Artis Populer Nagita Slavina Menghembuskan Nafas Terakhirnya Hari Ini. Al Fatihah..
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar tersebut hoaks.
Kabar meninggalnya Nagita Slavina dibagikan oleh akun Facebook ini dan ini pada Selasa (29/4/2025), disertai foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit.
Berikut narasi yang dibagikan:
Virall Bikin Kejut Banyak Orang,, Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,, Khabar Duka Artis Populer Nagita Slavina Menghembuskan Nafas Terakhirnya Hari Ini. Al Fatihah..
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek kabar terkini Nagita Slavina melalui akun Instagram miliknya dan suaminya, Raffi Ahmad, @raffinagita1717 (terverifikasi).
Namun, tidak ditemukan informasi soal Nagita meninggal dunia. Istri Raffi Ahmad itu masih muncul dalam konten terbaru yang diunggah pada Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit adalah foto lama. Foto yang sama ditemukan di pemberitaan Liputan6.com, 5 April 2017.
Artikel itu memberitakan tentang Nagita yang jatuh sakit. Hal itu pertama kali diketahui dari unggahan Instagram @raffinagita 1717 dan dikonfirmasi oleh manajer Raffi Ahmad, Mira.
Mira menyebut bahwa Nagita tak sampai dirawat di rumah sakit. Namun, akibat sakit tersebut Nagita belum bisa bangun dari tempat tidurnya.
"Iya benar, Mbak Giginya sakit. Kalau dirawat sih enggak. Cuma dia barusan enggak bisa bangun dari tempat tidurnya," kata Mira.
Namun, tidak ditemukan informasi soal Nagita meninggal dunia. Istri Raffi Ahmad itu masih muncul dalam konten terbaru yang diunggah pada Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit adalah foto lama. Foto yang sama ditemukan di pemberitaan Liputan6.com, 5 April 2017.
Artikel itu memberitakan tentang Nagita yang jatuh sakit. Hal itu pertama kali diketahui dari unggahan Instagram @raffinagita 1717 dan dikonfirmasi oleh manajer Raffi Ahmad, Mira.
Mira menyebut bahwa Nagita tak sampai dirawat di rumah sakit. Namun, akibat sakit tersebut Nagita belum bisa bangun dari tempat tidurnya.
"Iya benar, Mbak Giginya sakit. Kalau dirawat sih enggak. Cuma dia barusan enggak bisa bangun dari tempat tidurnya," kata Mira.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar meninggalnya Nagita Slavina pada Selasa (29/4/2025) adalah hoaks.
Istri Raffi Ahmad itu masih muncul dalam konten terbaru yang diunggah oleh akun Instagram @raffinagita1717 pada Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit adalah foto lama. Foto yang sama ditemukan di pemberitaan Liputan6.com, 5 April 2017.
Istri Raffi Ahmad itu masih muncul dalam konten terbaru yang diunggah oleh akun Instagram @raffinagita1717 pada Selasa (29/4/2025).
Sementara itu, foto Nagita terbaring di ranjang rumah sakit adalah foto lama. Foto yang sama ditemukan di pemberitaan Liputan6.com, 5 April 2017.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0X9u3LsDwXKbRXrSrc1xKNvwS6xgo1z1CvZxWdbPPR1R5UKnNT4miDR2emLc9TKw1l&id=100066807327084
- https://www.facebook.com/groups/1607540079894716/?multi_permalinks=1630051994310191&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.instagram.com/raffinagita1717/
- https://www.instagram.com/raffinagita1717/reel/DJBCwLAP-Fb/
- https://www.liputan6.com/showbiz/read/2910764/jatuh-sakit-nagita-slavina-tak-bisa-bangun-dari-tempat-tidur
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26762) [KLARIFIKASI] Video Semana Santa di Guetamala, Bukan Pemakaman Paus Fransiskus
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial diklaim menampilkan prosesi pemakaman jenazah Paus Fransiskus di Vatikan.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan momen pemakaman Paus Fransiskus muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Dalam video tampak sejumlah orang sedang menggotong sebuah peti yang terbuat dari kayu. Berikut keterangan yang disampaikam:
selamat Jln pemimpin umat Katolik sedunia Bp paus Fransiskus
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video itu sudah beredar sebelum Paus Fransiskus dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025) di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.
Video itu identik dengan unggah akun TikTok @cucuruchoenguatemala.
Dalam unggahan terdapat tagar #semanasanta2025 dan #CucuruchoenGuatemala yang menunjukkan bahwa video itu merupakan perayaan Semena Santa di Guetamala.
Dikutip dari laman National Geographic, Semana Santa atau Pekan Suci di Guetemala merupakan acara tahunan yang dilakukan seminggu sebelum paskah.
Semana Santa di Guetamala memadukan praktik Katolik yang diperkenalkan oleh Spanyol dengan tradisi suku Maya yang telah berusia berabad-abad.
Pekan Suci Guatemala juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Adapun yang membedakan Semana Santa di Guetamala dengan negara lain yakni dalam hal skala, kesenian, dan tingkat keterlibatan masyarakatnya.
Prosesi tersebut menampilkan andas (kereta hias) kayu besar, dengan panjang mencapai 80 kaki dan berat sekitar satu ton yang menggambarkan tokoh-tokoh agama dan adegan-sengsara Yesus.
Andas tersebut dibawa oleh sekitar 100 cucurucho yang mengenakan tunik ungu panjang dan topi kerucut runcing. Para cucurucho berjalan dengan membawa andas sambil diiringi tabuhan drum.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan momen pemakaman Paus Fransiskus muncul di media sosial, salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Dalam video tampak sejumlah orang sedang menggotong sebuah peti yang terbuat dari kayu. Berikut keterangan yang disampaikam:
selamat Jln pemimpin umat Katolik sedunia Bp paus Fransiskus
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video itu sudah beredar sebelum Paus Fransiskus dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025) di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.
Video itu identik dengan unggah akun TikTok @cucuruchoenguatemala.
Dalam unggahan terdapat tagar #semanasanta2025 dan #CucuruchoenGuatemala yang menunjukkan bahwa video itu merupakan perayaan Semena Santa di Guetamala.
Dikutip dari laman National Geographic, Semana Santa atau Pekan Suci di Guetemala merupakan acara tahunan yang dilakukan seminggu sebelum paskah.
Semana Santa di Guetamala memadukan praktik Katolik yang diperkenalkan oleh Spanyol dengan tradisi suku Maya yang telah berusia berabad-abad.
Pekan Suci Guatemala juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Adapun yang membedakan Semana Santa di Guetamala dengan negara lain yakni dalam hal skala, kesenian, dan tingkat keterlibatan masyarakatnya.
Prosesi tersebut menampilkan andas (kereta hias) kayu besar, dengan panjang mencapai 80 kaki dan berat sekitar satu ton yang menggambarkan tokoh-tokoh agama dan adegan-sengsara Yesus.
Andas tersebut dibawa oleh sekitar 100 cucurucho yang mengenakan tunik ungu panjang dan topi kerucut runcing. Para cucurucho berjalan dengan membawa andas sambil diiringi tabuhan drum.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan momen pemakaman Paus Fransiskus tidak benar. Informasi dalam video itu keliru, sehingga perlu diluruskan.
Faktanya, video tersebut telah beredar sebelum pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu (26/4/2025). Video aslinya adalah perayaan Semana Santa atau Pekan Suci di Guetamala.
Faktanya, video tersebut telah beredar sebelum pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu (26/4/2025). Video aslinya adalah perayaan Semana Santa atau Pekan Suci di Guetamala.
Rujukan
- https://web.facebook.com/watch/?v=1564391427562334&rdid=eQthBh5XTqix6PRI
- https://web.facebook.com/reel/1409513933739899
- https://web.facebook.com/groups/136474176970746/permalink/1672431143375034/?rdid=uJcJ7hOSwgJmIvpN
- https://www.tiktok.com/@cucuruchoenguatemala/video/7494765839174864133
- https://www.nationalgeographic.com/travel/article/paid-content-everything-to-know-semana-santa-guatemala
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-26767) [KLARIFIKASI] Bendera Palestina Berkibar Saat Natal, Bukan Pemakaman Paus
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan kerumunan orang mengibarkan bendera Palestina di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan, tepatnya di depan Basilika Santo Petrus di Roma, Italia.
Momen itu dikaitkan dengan pemakaman Paus Fransiskus yang dinyatakan tutup usia pada Senin, 21 April 2025.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Video pengibaran bendera Palestina di prosesi pemakaman Paus Fransiskus disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (28/4/2025):
Bendera Palestina dikibarkan di pemakaman Paus Fransiskus.
Momen itu dikaitkan dengan pemakaman Paus Fransiskus yang dinyatakan tutup usia pada Senin, 21 April 2025.
Namun setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut disebarkan dengan konteks keliru.
Video pengibaran bendera Palestina di prosesi pemakaman Paus Fransiskus disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (28/4/2025):
Bendera Palestina dikibarkan di pemakaman Paus Fransiskus.
Hasil Cek Fakta
Video yang beredar telah ada di internet jauh sebelum Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025.
Video serupa ditemukan di akun X @paolomossetti yang diunggah pada 25 Desember 2023.
Keterangan video menyebutkan, video diambil di Lapangan Santo Petrus menjelang penyampaian pesan Natal oleh Paus Fransiskus.
Video dari momen serupa tetapi sudut pandang berbeda ditemukan di akun X @MiddleEastEye, 26 Desember 2023.
Peristiwa dalam video merupakan pengibaran bendera Palestina oleh kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus pada Senin, 25 Desember 2023.
Sambil menunggu Paus Fransiskus menyampaikan pesan Natal tahunannya, mereka menunjukkan solidaritas untuk warga Palestina.
Video serupa ditemukan di akun X @paolomossetti yang diunggah pada 25 Desember 2023.
Keterangan video menyebutkan, video diambil di Lapangan Santo Petrus menjelang penyampaian pesan Natal oleh Paus Fransiskus.
Video dari momen serupa tetapi sudut pandang berbeda ditemukan di akun X @MiddleEastEye, 26 Desember 2023.
Peristiwa dalam video merupakan pengibaran bendera Palestina oleh kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus pada Senin, 25 Desember 2023.
Sambil menunggu Paus Fransiskus menyampaikan pesan Natal tahunannya, mereka menunjukkan solidaritas untuk warga Palestina.
Kesimpulan
Video pengibaran bendera Palestina saat Natal 2023 disebarkan dengan konteks keliru.
Pengibaran bendera oleh kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus pada Senin, 25 Desember 2023 merupakan wujud solidaritas untuk warga Palestina.
Peristiwa itu tidak terkait dengan pemakaman Paus Fransiskus, yang dinyatakan tutup usia pada 21 April 2205.
Pengibaran bendera oleh kerumunan orang di Lapangan Santo Petrus pada Senin, 25 Desember 2023 merupakan wujud solidaritas untuk warga Palestina.
Peristiwa itu tidak terkait dengan pemakaman Paus Fransiskus, yang dinyatakan tutup usia pada 21 April 2205.
Rujukan
- https://www.facebook.com/aci.misako/videos/3718313925126971
- https://www.facebook.com/melkisedek.grace.2025/videos/1070374194995447/
- https://www.facebook.com/bundaathira/videos/979687417482236/?idorvanity=233747209748306
- https://www.facebook.com/susan.heru/videos/1185664549422997/
- https://www.facebook.com/masujik.ertelimo.ii/videos/737780238571971/
- https://www.facebook.com/azzahrah.azzahrah.7161953/videos/1203987408092650/
- https://www.facebook.com/isgita.ginting.orlando/videos/29239672255676322
- https://www.facebook.com/ferizandra.l/videos/674050225272065/
- https://x.com/paolomossetti/status/1739293682086396055
- https://x.com/MiddleEastEye/status/1739367155953442891
- https://t.co/5ezfNrCZRX
- https://twitter.com/MiddleEastEye/status/1739367155953442891?ref_src=twsrc%5Etfw
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1866/7928