• (GFD-2025-27006) [HOAKS] Modifikasi Cuaca adalah Upaya Terselubung Menyebarkan TBC

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikerjakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diklaim sebagai upaya penyebaran TBC.

    Narasi yang beredar di Facebook itu menyebutkan, bahan semai untuk modifikasi cuaca mengandung zat kimia yang membahayakan manusia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi yang mengeklaim modifikasi cuaca oleh BMKG adalah upaya terselubung untuk menyebarkan TBC dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (13/5/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Siap2 kalian bakal di TBC kan... HihihihiTapi kita mah ga usah takut, hadapi aja..

    Kan udah gua kasih tips sederhana tapi efektif..Mau gimana lagi, mereka akan bilang demi Menyelamatkan Rakyat..

    Kita mah nonton ajalah, drama manusia2 ber DNA babi, akan banyak ngeluh, menjerit, menderita dan menyesali perbuatannya.

    Dan jangan lupa, merekapun akan menyalahkan kita karena gara2 kita mereka Sakit..Konsep mereka kan tolol,

    mereka yg kedinginan, tp menyalahkan kita yg ga mau pake Jaket..Mereka yg sakit diracun, tapi bakal menyalahkan kita karena kita tidak mau ikutan diracun. Wkwkkw ---Tahun ini sampai tahun Kambing (2027), menurut hitungan Chinese Lunar Calendar, tahun Api yg Sangat "Membara" ,jadi kalian banyak2 lah minum dan jangan takut ngemut Garam ..---Yang bisa melakukan pengasapan , lakukanlah, terlebih lagi pada kandang ternakmu..Kalau ga bisa, beli hio, dupa/buhur , buat rumahmu.. Paling juga kalian dianggap DuKun.

    Narasi itu disertai grafis tentang Operasi Manipulasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah pada 2025. Tertera bahan semai untuk OMC, yaitu Nacl 10 ton dan CaO 5 ton.

    Kemudian, dicantumkan penjelasan tentang Kalsium oksida (CaO) yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan saluran pernapasan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BMKG untuk mengonfirmasi narasi yang mengeklaim modifikasi cuaca adalah upaya terselubung untuk menyebarkan TBC.

    Plt Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Endarwin menjelaskan, narasi yang beredar di Facebook itu adalah salah satu bentuk ketidaktahuan masyarakat terhadap proses atau mekanisme OMC sehingga timbul apriori dan akhirnya terjadi hoaks.

    Pada dasarnya bahan semai yang digunakan dalam OMC adalah sangat aman karena volumenya sangat kecil dibandingkan dengan volume awan yang akan disemai.

    Sifat bahan semai juga hanya sebagai inti kondensasi pertumbuhan awan sehingga dapat mempercepat proses terjadinya hujan.

    Selain itu, bahan semai larut di dalam awan dan karena konsentrasinya sangat kecil dibandingkan volume awan, maka pada akhirnya bahan semai tersebut dapat dikatakan menjadi relatif tidak ada.

    Menurut Endarwin, sangat tidak beralasan jika OMC dapat menyebabkan TBC seperti yang dituduhkan dalam narasi tersebut.

    "Karena bahan semai yang digunakan tidak melayang atau jatuh sampai permukaan Bumi, melainkan sudah lenyap bersama awan di ketinggian sekitar 10.000 kaki dari permukaan laut," kata Endarwin kepada Kompas.com, Kamis (15/5/2025).

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim modifikasi cuaca oleh BMKG adalah upaya terselubung untuk menyebarkan TBC merupakan hoaks.

    BMKG menjelaskan, bahan semai yang digunakan dalam OMC adalah sangat aman karena volumenya sangat kecil dibandingkan dengan volume awan yang akan disemai.

    Bahan semai yang digunakan tidak melayang atau jatuh sampai permukaan Bumi, melainkan sudah lenyap bersama awan di ketinggian sekitar 10.000 kaki dari permukaan laut.

    Sehingga, sangat tidak beralasan jika OMC dapat menyebabkan TBC seperti yang dituduhkan dalam narasi tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27007) [KLARIFIKASI] Kemenlu Bantah Narasi China Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video dengan narasi China akan membangun pangkalan militer di Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video perlu diluruskan karena informasinya tidak benar.

    Video yang mengeklaim China akan membangun pangkalan militer di Indonesia salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini pada Mei 2025.

    Video menampilkan pemberitaan di tvOne dengan keterangan:

    CINA BANGUN PANGKALAN MILITER DI RI?

    PENTAGON : CINA BERENCANA BANGUN JARINGAN LOGISTIK

    SELAIN KORUPTOR PARA CEBONG CHINA SUDAH SIAPKAN PASUKAN UNTUK KUASASI INDONESIA !!

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan video itu sudah beredar sejak 2020 dan diunggah oleh kanal YouTube tvOne News ini.

    Video memberitakan soal Departemen Pertahanan (Pentagon) Amerika Serikat yang menyebut China akan membangun pangkalan militer di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

    Rencana China tersebut disinyalir dilakukan untuk mendukung proyek membangun jaringan logistik raksasa di kawasan Asia-Pasifik.

    Namun, hal itu kemudian dibantah oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Retno Marsudi yang menjabat menteri luar negeri saat itu menegaskan, Indonesia tidak akan menjadi pangkalan militer negara mana pun, termasuk China.

    "Wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," kata Retno pada 4 September 2020. 

    Dikutip dari Antara, pada 16 April 2025, Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat juga menegaskan, Indonesia  tidak akan pernah mengizinkan pembangunan pangkalan militer asing untuk tujuan apa pun di wilayahnya. 

    Kendati begitu, komitmen itu bukan berarti merupakan langkah untuk membatasi kerja sama militer.

    Indonesia akan tetap menerima dan mengizinkan pesawat atau kapal militer negara lain dalam misi damai untuk berkunjung. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim China akan membangun pangkalan militer di Indonesia adalah informasi keliru yang perlu diluruskan.

    Adapun video tersebut merupakan pemberitaan pada 2020 dan telah dibantah oleh Kemenlu. Menlu Indonesia saat itu, Retno Marsudi menegaskan, Indonesia tidak akan menjadi pangkalan militer negara mana pun, termasuk China. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27009) [HOAKS] Video Prabowo Meresmikan Perusahaan Pinjol

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video di media sosial dengan narasi Presiden Prabowo Subianto sedang meresmikan perusahaan pinjaman online (pinjol).

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan Prabowo meresmikan perusahaan pinjol salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Prabowo sedang memotong pita dan diberi keterangan demikian:

    10 Mei 2025

    PAK PRABOWO TELAH MERESMIKAN PINJAMAN ONLINE BMT AL-FALAH

    Menimal pinjaman 5jt-500jt tanpa bunga (0%) tanpa riba

    Melayani seluruh indonesia

    AYO AJUKAN SEKARANG

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang diklaim menampilkan Prabowo meresmikan perusahaan pinjol

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 17 Januari 2024.

    Dalam keterangan unggahan, video itu adalah momen ketika Prabowo meresmikan kantor Partai Gerindra Sumatera Selatan (Sumsel).

    Seperti diberitakan RMOL Sumsel,  Prabowo meresmikan kantor kantor DPD Partai Gerindra Sumsel di Jalan Soekarno Hatta Palembang pada 9 Januari 2024. 

    Prabowo didampingi oleh Ketua DPD Gerindra Sumsel, Kartika Sandra Desi beserta pengurus.

    Dia juga didampingi Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Maju (TKD KIM) Prabowo-Gibran Provinsi Sumsel, Mawardi Yahya.

    Dalam acara itu Prabowo melakukan pemotongan pita serta menandatangani batu prasasti peresmian. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Prabowo meresmikan perusahaan pinjol tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video asli memperlihatkan Prabowo meresmikan kantor DPD Partai Gerindra Sumsel di Jalan Soekarno Hatta Palembang pada 9 Januari 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27010) [KLARIFIKASI] Tidak Benar Kasus TBC Merebak Sejak Rencana Uji Klinis Vaksin Diumumkan

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Penyakit TBC diklaim kembali merebak di Indonesia sejak rencana pemerintah menjalin kerja sama dengan Gates Foundation untuk uji klinis vaksin TBC diumumkan.

    Pengembangan vaksin TBC tersebut didanai oleh Gates Foundation, yayasan amal yang didirikan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu perlu diluruskan.

    Narasi yang mengeklaim, kasus TBC di Indonesia merebak setelah rencana uji klinis vaksin TBC dibagikan oleh akun Facebook ini pada Rabu (14/5/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Tiba tiba hama TBC melanda...apa benar itu..semoga kita semua d lindungi Alloh SWT..hati2..jaga pola makan mu dan anak2mu..hati2 dengan racun d luar rumah..mau dari air atau makanan...jaga keluargamu dari semua ini...

    Hasil Cek Fakta

    Narasi tersebut mengutip pemberitaan Tirto.id yang dipublikasikan di akun Instagram resmi media tersebut pada Rabu (14/5/2025).

    Dalam pemberitaan itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Ani Ruspitawati, mengatakan saat ini terdapat 274 Rukun Warga (RW) di Jakarta berstatus siaga penyakit TBC.

    Pemetaan 274 RW dengan status siaga TBC itu menjadi bagian dari pengendalian kasus penyakit TBC di Jakarta yang saat ini angkanya sudah sangat tinggi.

    Pemberitaan tersebut tak berselang lama setelah Presiden Prabowo Subianto pada 7 Mei 2025 mengumumkan rencana uji klinis vaksin TBC yang didanai Gates Foundation di Indonesia.

    Kendati demikian, tidak benar bahwa penyakit TBC merebak setelah rencana itu diumumkan.

    Dikutip dari situs TB Indonesia yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TBC adalah penyakit yang telah sejak lama ditemukan di Indonesia.

    TBC di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Catatan tertua TBC di Indonesia ditemukan pada salah satu relief Candi Borobudur pada abad ke-8 Masehi.

    Sejak periode Hindia Belanda juga ada beberapa catatan terkait kegiatan TB.

    Misalnya, perkumpulan Centrale Vereniging Voor Tuberculose Bestrijding (CVT) dibentuk pada 1908, dan pada 1939 didirikan 15 sanatorium untuk perawatan pasien TBC paru dan 20 consultatiebureau yang memberi penyuluhan dan pengobatan.

    Setelah Indonesia merdeka, didirikan Lembaga Pemberantasan Penyakit Paru-paru (LP4) di Yogyakarta. Lembaga tersebut disebarluaskan hingga ke 53 lokasi.

    Bahkan, pahlawan besar Indonesia, Jenderal Soedirman, meninggal dunia pada 1950 karena penyakit TBC yang dideritanya.

    Sementara itu, diberitakan Kompas.id, data Kemenkes menunjukkan bahwa kasus TBC di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2021.

    Kasus TBC di Indonesia diestimasikan mencapai 1.060.000 kasus. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2021 yang sebanyak 969.000 kasus dan 2020 sebanyak 824.000 kasus.

    Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia, setelah India dengan jumlah kasus tuberkulosis mencapai 2,95 juta.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim kasus TBC di Indonesia merebak setelah rencana uji klinis vaksin TBC diumumkan perlu diluruskan.

    TBC adalah penyakit yang telah sejak lama ditemukan di Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak.

    Rujukan