• (GFD-2025-26992) Cek Fakta: Link Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar tautan yang dinarasikan sebagai link rekrutmen guru sekolah rakyat yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026. Yuk cek faktanya lebih dulu.



    Diketahui, tautan itu disertakan dalam unggahan sebuah akun facebook bernama Yosi Arsyani, Selasa (22/4/2025) lalu.



    Berikut narasi unggahan akun tersebut:



    ”Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2025 Resmi Dibuka! Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Sekolah untuk Rakyat, sebuah program pendidikan khusus yang tidak hanya bertujuan memberikan akses belajar yang lebih luas tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya para pendidik, untuk berperan aktif. proses rekrutmen untuk tenaga pengajar Guru Sekolah Rakyat resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi para guru berdedikasi untuk mengabdikan diri dan membawa perubahan positif.”



    Sejak diunggah hingga Jumat (16/5/2025) postingan tersebut telah mendapatkan 20 komentar dan dibagikan hingga 67 kali.



    Penelusuran…

    Hasil Cek Fakta



    Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kebenaran dari tautan yang dinarasikan sebagai link rekrutmen guru Sekolah Rakyat dengan mengekliknya.



    Hasilnya, link tersebut tidak mengarah ke situs resmi milik Kementerian Sosial maupun instansi pemerintah lainnya.



    Pengunjung diminta untuk mengisi nama lengkap dan nomor telepon yang terhubung ke Telegram.



    Berikut hasil tangkap layar dari link yang ditautkan dalam postingan tersebut.



    Tangkap layar dari link yang ditautkan dalam postingan dengan narasi rekrutmen guru Sekolah Rakyat. (Dok. Murianews)



    Tautan tersebut patut diwaspadai. Biasanya, tautan atau link yang mengarahkan pengunjung untuk mengisi data diri serta nomor ponsel menjadi salah satu modus phising maupun penipuan atau kejahatan online lainnya.



    Sementara itu, poster bergambar pria dan wanita berseragam guru yang turut disematkan dalam unggahan tersebut diketahui berasal dari akun Instagram bernama nyalanesia.



    Namun, poster itu tak berkaitan dengan perekrutan guru Sekolah Rakyat, melainkan bagian dari kegiatan rekrutmen relawan literasi daerah.



    Melalui informasi resmi yang tersedia di situs Kemensos, proses seleksi calon peserta didik dan guru Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada April 2025 lalu.



    Salah satu tautan resmi untuk mendaftar sebagai tenaga pengajar dapat diakses melalui: https://bit.ly/GuruSekolahRakyat.



    Link itu merujuk pada rekrutmen guru Sekolah Rakyat di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).



    Kesimpulan…

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil penelusuran itu, maka konten dengan tautan di facebook yang dinarasikan sebagai link rekrutmen guru Sekolah itu merupakan disinformasi dengan jenis fabricated content alias konten palsu.



    Link tersebut tidak mengarah ke situs resmi milik Kementerian Sosial maupun instansi pemerintah lainnya. Pengunjung diminta untuk mengisi nama lengkap dan nomor telepon yang terhubung ke Telegram.



    Tautan tersebut patut diwaspadai. Biasanya, tautan atau link yang mengarahkan pengunjung untuk mengisi data diri serta nomor ponsel menjadi salah satu modus phising maupun penipuan atau kejahatan online lainnya.
  • (GFD-2025-26993) Cek Fakta: Klarifikasi Menkes Budi Gunadi soal Pabrik Vaksin TBC M72 Berada di Singapura

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang pabrik vaksin tuberkulosis M72 berada di Singapura beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 Mei 2025.
    Akun Facebook tersebut mengunggah foto pertemuan antara pemilik Microsoft Bill Gates dengan Presiden Prabowo Subianto. Dalam gambar itu terdapat narasi bahwa vaksin TBC berada di Singapura.
    "Bill Gates Pilih Indonesia untuk Uji Coba Vaksin TBC, Pabriknya Dibangun di Singapura," demikian narasi dalam gambar tersebut.
    "Nanti kalau rakyat menolak ujicoba Vaksin TBC, maka oknum pejabat yang paling punya Negara akan koar², "kalau nggak mau jd ujicoba Vaksin TBC, jangan tinggal di negara ini...!"
    Rakyat yg dikorbankan, tapi negara S'pore yg makmur. Apa mereka takut klu bangun pabrik di sini diganggu sama preman berkedok Ormas itu ya? 😁😎😏😐
    Saran saya uji coba VAKSIN TBC berikan ke 58℅ Pemilih bapak Prabowo Terlebih dahulu. Jika dirasa sudah aman dan Zero Accident barulah bisa diberikan ke yang lain..." tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 17 kali direspons dan mendapat 16 komentar dari warganet.
    Benarkah klaim tentang pabrik vaksin TBC M72 berada di Singapura? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tentang pabrik vaksin TBC M72 berada di Singapura. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pabrik vaksin tbc singapura" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Tanggapi Isu Pabrik Vaksin TBC M72 di Singapura, Menkes Budi: Hoaks" yang dimuat situs Liputan6.com pada 12 Mei 2025.
    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin membantah isu yang menyebut bahwa pabrik vaksin tuberkulosis M72 berada di Singapura.
    "Salah besar enggak ada pabrik vaksin (M72) di Singapura, hoaks, pabrik vaksinnya ini masih dibikin di Amerika, perusahaannya kalau nggak salah GSK, GlaxoSmithKline," ujar Budi usai peluncuran nasional gerakan bersama penguatan desa dan kelurahan siaga tuberkulosis, di Jakarta Timur pada Jumat (9/5/2025) pagi.
    Budi pun ingin mendorong produksi vaksin tuberkulosis alias TBC (TB) agar dapat diproduksi di Indonesia. Mengingat, kandidat vaksin M72 tengah diuji coba fase tiga di Tanah Air.
    "Nah dengan kita clinical trial, kita akan menunjuk Bio Farma, kita minta mendampingi supaya bikinnya jangan di Singapura, jangan di tempat lain, bikinnya di sini," ujar Budi.
    Seperti diketahui, Indonesia menjadi tempat uji klinis fase tiga vaksin tuberkulosis M72. Menurut Budi, sudah ada 2.000 lebih orang yang disuntik vaksin besutan Bill Gates itu.
    "Sekarang Indonesia menjadi tempat clinical trial tiga vaksin M72. Sudah jalan, 2000-an lebih sudah disuntikkan. Itu dilakukan oleh peneliti-peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad)," katanya.
     

    Kesimpulan


    Klaim tentang pabrik vaksin TBC M72 berada di Singapura telah diklarifikasi oleh Menkes Budi Gunadi. Menurutnya, pabrik vaksin M72 berada di Amerika Serikat.
     
  • (GFD-2025-26996) [HOAKS] 47.000 Anak di India Lumpuh akibat Vaksin Polio

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebanyak 47.000 anak di India diklaim lumpuh akibat pemberian vaksin polio. Narasi ini muncul dalam unggahan di media sosial.

    Narasi yang beredar pada Mei 2025 tersebut menyebutkan bahwa vaksin yang disponsori oleh pendiri Microsoft sekaligus filantropi, Bill Gates.

    Pengguna media sosial lantas mengampanyekan penolakan vaksin TBC karena takut bernasib sama seperti India.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

    Informasi mengenai 47.000 akan India lumpuh akibat vaksin polio disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Rabu (14/5/2025):

    India menuntut Yayasan Gates ke Pengadilan!!

    47.000 ANAK-ANAK DI INDIA MENDERITA CACAT DAN LUMPUH PERMANEN, AKIBAT LANGSUNG DARI VAKSIN POLIO BILL GATES!!

    Hasil Cek Fakta

    Narasi mengenai vaksin polio yang disponsori Bill Gates di India tampaknya berasal dari sebuah laporan yang diterbitkan Indian Journal of Medical Ethics pada 2012.

    Laporan tersebut memuat peningkatan kasus lumpuh layu akut non-polio (NPAFP) yang berbanding lurus dengan dosis polio oral yang diterima.

    Yayasan Gates Foundation mendanai program pemberantasan polio.

    Kasus NPAFP memang meningkat pada pertengahan 2000-an di India, kendati demikian bukan berarti vaksin polio menjadi penyebab utamanya.

    BBC News melaporkan, polio hanyalah salah satu dari banyak penyebab, di samping virus dan bakteri lain juga bertanggung jawab atas peningkatan tajam kasus lumpuh layu akut di India.

    Otoritas kesehatan India juga melaporkan, pemantauan kasus polio saat itu jauh lebih baik dibanding dekade sebelumnya.

    Terdapat dua vaksin polio yang umum digunakan, yakni Vaksin Polio Oral (OPV) yang diteteskan ke mulut dan Vaksin Polio Inaktif (IPV) yang diberikan melalui suntikan.

    Untuk menyempurnakan vaksin yang kini dipakai di seluruh dunia, memerlukan proses panjang.

    Salah satu tahap pengembangan vaksin yang dilakukan yakni uji klinis di India dengan membandingkan imunogenisitas bOPV, tOPV dan OPV monovalen.

    BOPV menawarkan perlindungan terhadap virus polio tipe 1 dan 3. Sedangkan tOPV melindungi terhadap ketiga jenis virus polio, meliputi tipe 1, 2, dan 3.

    Kemudian, OPV monovalen hanya melindungi terhadap satu jenis virus polio.

    Sebagai virus, polio masih ada dan berkembang. Salah satu cara untuk mengatasinya yakni memperluas cakupan vaksinasi.

    Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) telah menyatakan vaksin polio aman dan efektif menurunkan risiko terjangkit virus, terutama di daerah-daerah dengan cakupan vaksinasi rendah.

    Pada Juli 2021, hanya 2 kasus virus polio liar yang tercatat secara global, masing-masing di Afghanistan dan Pakistan.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai 47.000 akan India lumpuh akibat vaksin polio merupakan hoaks.

    Kasus lumpuh layu akut non-polio memang meningkat pada pertengahan 2000-an di India, kendati demikian bukan berarti vaksin polio menjadi penyebab utamanya.

    Polio hanyalah satu dari banyak penyebab, selain virus dan bakteri lain yang bertanggung jawab atas peningkatan kasus.

    Rujukan

  • (GFD-2025-26997) [SALAH] Israel Pakai Bom Buatan Turkiye untuk Menyerang Gaza

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 16/05/2025

    Berita

    Akun Facebook “Mas Dhar” pada Selasa (5/4/2025) membagikan foto tangkapan layar [arsip] berisikan informasi berbahasa Arab dengan klaim bahwa Israel meluncurkan roket ke Gaza yang bertulisan "Buatan Turkiye - 2024".
    Berikut narasi dalam tangkapan layar tersebut (yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
    “Dalam adegan yang mengejutkan dan memilukan, pendudukan Zionis meluncurkan roket ke Gaza dengan tulisan "Made in Türkiye - 2024", pada saat Türkiye dikenal karena sikap mendukungnya terhadap Gaza. Ironi yang menyakitkan adalah bahwa senjata dari negara yang menyatakan solidaritasnya digunakan saat ini untuk mengebom orang-orang yang tidak bersalah, menambah luka baru dalam ingatan pengepungan dan pengkhianatan.”
    “Türkiye memasok Israel dengan 5.000 jenis amunisi.”
    Pengunggah dalam takarir juga menambahkan narasi:
    “🇹🇷🇮🇱Benar2 membingungkan orang2 awam... Ankara (Turki) secara terang2an dan terbuka menyatakan dukungannya terhadap Gaza, akan tetapi tentara penjajah zionist menyerang wilayah Palestina dengan bom bertanda “Buatan Turki – 2024”.”
    Hingga Rabu (14/5/2025) unggahan tersebut telah disukai 37 pengguna, menuai 3 komentar, dan dibagikan ulang 13 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta kompas.com.

    Pusat Komunikasi dan Pemberantasan Disinformasi Turkiye telah membantah narasi mengenai bom buatan Turkiye yang dipakai Israel untuk menyerang Gaza.

    “Turkiye tidak memiliki perdagangan amunisi langsung atau tidak langsung dengan Israel di bidang industri pertahanan,” tulis badan tersebut melalui akun X resminya “dmmiletisim” pada Februari 2024 lalu.

    Industri pertahanan Turkiye PUN tidak memakai tanda “made by Turkey” untuk produk-produknya.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Israel pakai bom buatan Turkiye untuk menyerang Gaza” merupakan konten palsu (fabricated content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan