KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi rekaman yang diklaim sebagai suarajuru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom.
Dalam rekaman itu, Sebby mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menuntut kemerdekaan Papua Barat.
Namun, setelah ditelusuri rekaman suara itu merupakan hasil manipulasi.
Rekaman suara Sebby Sambom meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB untuk kemerdekaan Papua Barat salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan rekaman suara serta foto Sebby Sambom. Unggahan diberi keterangan sebagai berikut:
"Kepada adik adik mahasiswa semua, mulai sekarang kalian stop ikut aksi aksi AMP dan KNPN untuk perjungan west papua, mulai sekarang kalian fokus belajar untuk majukan papua".
(GFD-2025-27106) [HOAKS] Jubir OPM Minta Mahasiswa Tidak Ikuti Aksi Tuntut Kemerdekaan Papua Barat
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com di Google Search, tidak ditemukan informasi valid Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, suara Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB memiliki probabilitas 83,9 persen dihasilkan Artificial Intelligence (AI).
Sebelumnya di media sosial juga muncul video manipulasi yang mengeklaim Sebby Sambom mengatakan TPNPB-OPM telah menyerah dan menghentikan perlawanan.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Adapun konflik bersenjata antara OPM dengan TNI saat ini masih berlangsung. Masyarakat sipil di Papua juga turut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Dikutip dari Kompas.id, Komnas HAM dan Komisi XIII DPR mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di Papua.
Pemerintah juga diminta menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan membuka ruang dialog antara pihak yang bertikai.
Konten hoaks terkait Papua berpotensi menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya mencapai perdamaian dan membuka ruang dialog.
Dengan demikian, kabar ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek keaslian suara tersebut menggunakan Hive Moderation.
Setelah dicek, suara Sebby Sambom mengimbau mahasiswa untuk tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB memiliki probabilitas 83,9 persen dihasilkan Artificial Intelligence (AI).
Sebelumnya di media sosial juga muncul video manipulasi yang mengeklaim Sebby Sambom mengatakan TPNPB-OPM telah menyerah dan menghentikan perlawanan.
Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini.
Adapun konflik bersenjata antara OPM dengan TNI saat ini masih berlangsung. Masyarakat sipil di Papua juga turut menjadi korban dalam peristiwa itu.
Dikutip dari Kompas.id, Komnas HAM dan Komisi XIII DPR mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di Papua.
Pemerintah juga diminta menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan konflik tersebut dengan membuka ruang dialog antara pihak yang bertikai.
Konten hoaks terkait Papua berpotensi menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya mencapai perdamaian dan membuka ruang dialog.
Dengan demikian, kabar ini perlu diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Kesimpulan
Rekaman suara Sebby Sambom meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi AMP dan KNPB merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek menggunakan HIve Moderation, suara Sebby Sambom terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Sampai saat ini konflik antara OPM dan TNI masih berlangsung di Papua. Sejumlah pihak mendesak pemerintah membuka ruang dialog untuk menyelesaikan konflik bersenjata itu karena masyarakat sipil juga turut menjadi korban.
Konten hoaks terkait Papua perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya perdamaian dan proses dialog.
Setelah dicek menggunakan HIve Moderation, suara Sebby Sambom terdeteksi dihasilkan oleh AI.
Sampai saat ini konflik antara OPM dan TNI masih berlangsung di Papua. Sejumlah pihak mendesak pemerintah membuka ruang dialog untuk menyelesaikan konflik bersenjata itu karena masyarakat sipil juga turut menjadi korban.
Konten hoaks terkait Papua perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi yang mengganggu upaya perdamaian dan proses dialog.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/r/19CcvPxbzh/
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/05/19/164500782/-hoaks-juru-bicara-opm-menyatakan-menyerah-dan-hentikan-perlawanan
- https://www.kompas.id/artikel/dpr-komnas-ham-desak-pemerintah-buka-ruang-dialog-untuk-akhiri-konflik-di-papua
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27113) [HOAKS] Undian Berhadiah atas Nama Bank Aceh
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar informasi adanya undian berhadiah mobil, sepeda motor, ponsel, TV, sepeda gunung, dan uang tunai yang mengatasnamakan Bank Aceh.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi undian berhadiah mengatasnamakan Bank Aceh dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Promo Akhir Tahun
khusus Nasabah Bank Aceh Syariah Yang Sudah Gunakan Action Mobile Bank Aceh . Ayo buruan daftar dan menangkan Grand prize seperti :
- Mobil- Motor- Smartphone
- TV- Sepeda gunung-uang tunai milyaran rupiah,
Masih banyak keuntungan lainnya.. Info lebih lanjut tentang pendaftaran (GEBYAR CMS Corporate Bank Aceh Syariah / Action Mobile) silahkan klik menu (Daftar) yang telah disediakan......
Screenshot Hoaks, undian berhadiah mengatasnamakan Bank Aceh
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.
Informasi undian berhadiah mengatasnamakan Bank Aceh dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Mei 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Promo Akhir Tahun
khusus Nasabah Bank Aceh Syariah Yang Sudah Gunakan Action Mobile Bank Aceh . Ayo buruan daftar dan menangkan Grand prize seperti :
- Mobil- Motor- Smartphone
- TV- Sepeda gunung-uang tunai milyaran rupiah,
Masih banyak keuntungan lainnya.. Info lebih lanjut tentang pendaftaran (GEBYAR CMS Corporate Bank Aceh Syariah / Action Mobile) silahkan klik menu (Daftar) yang telah disediakan......
Screenshot Hoaks, undian berhadiah mengatasnamakan Bank Aceh
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek kebenaran informasi undian berhadiah tersebut di laman media sosial resmi Bank Aceh.
Melalui akun Instagram @bankacehofficial, Bank Aceh mengingatkan nasabah untuk mewaspadai penipuan mengatasnamakan pihak bank.
Modus penipuan ini termasuk pemberitahuan pemenang undian, hadiah, atau permintaan memasang aplikasi melalui WhatsApp.
Nasabah diimbau untuk tidak mengeklik tautan mencurigakan, tidak sembarangan mengunduh aplikasi, serta segera melaporkan ke Call Center Bank Aceh di 1500845 atau kantor cabang terdekat jika menerima pesan mencurigakan.
"Bank Aceh tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti PIN, OTP, password, atau informasi penting lainnya melalui kanal apa pun," demikian imbauan Bank Aceh, 16 Mei 2025.
Melalui akun Instagram @bankacehofficial, Bank Aceh mengingatkan nasabah untuk mewaspadai penipuan mengatasnamakan pihak bank.
Modus penipuan ini termasuk pemberitahuan pemenang undian, hadiah, atau permintaan memasang aplikasi melalui WhatsApp.
Nasabah diimbau untuk tidak mengeklik tautan mencurigakan, tidak sembarangan mengunduh aplikasi, serta segera melaporkan ke Call Center Bank Aceh di 1500845 atau kantor cabang terdekat jika menerima pesan mencurigakan.
"Bank Aceh tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti PIN, OTP, password, atau informasi penting lainnya melalui kanal apa pun," demikian imbauan Bank Aceh, 16 Mei 2025.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi undian berhadiah mengatasnamakan Bank Aceh yang beredar di Facebook adalah hoaks.
Informasi tersebut disebarkan bukan oleh akun media sosial resmi Bank Aceh. Selain itu, Bank Aceh telah mengimbau nasabah untuk mewaspadai penipuan mengatasnamakan pihak bank.
Modus penipuan ini termasuk pemberitahuan pemenang undian, hadiah, atau permintaan memasang aplikasi melalui WhatsApp.
Informasi tersebut disebarkan bukan oleh akun media sosial resmi Bank Aceh. Selain itu, Bank Aceh telah mengimbau nasabah untuk mewaspadai penipuan mengatasnamakan pihak bank.
Modus penipuan ini termasuk pemberitahuan pemenang undian, hadiah, atau permintaan memasang aplikasi melalui WhatsApp.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02Cyhr9ahRZoq3tSEgGYqFvEFve6bnRbxnU3cFrjsrBr3Dt12CiBKgwNDJx37wZsz8l&id=61576161267460
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0eipuKgLHfmsGhzaM2VfwmqoTBWs6hZCPahfSFpWv7A47aSW8BC85U9rQA9fJahJFl&id=61576161267460
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid024JaFZtdia1oLGx7KkFFfUn9XSTi2vLPQy8V7gN48f3xDzrHGqENyBiXC7m8o1Bgkl&id=61576328190935
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid04APFKuvnNf9NgdByXLrdzuB6uTLiySnr9HnG2bja4AqtjrYR4nYxpCteEuhPJN83l&id=61574624081162
- https://www.instagram.com/bankacehofficial/p/DJsjLvAybV0/?img_index=2
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27114) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Momen Jet Tempur Pakistan Tembak Pesawat India
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan pesawat tempur Pakistan menembak jatuh pesawat tempur India.
Video itu beredar setelah kedua negara terlibat konflik bersenjata pada April 2025. Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan pesawat tempur Pakistan menembak jatuh pesawat tempur India dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Selasa (20/5/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Detik detik jet tempur Pakistan jatuh kan Rafale India
Solidaritas, tanpa batas
Kami gak akan diam ktk saudara kami membutuhkan bantuan,kalian menyerang kami datang membalas serangan
Video itu menampilkan sudut pandang jet tempur yang menembaki pesawat lawannya hingga terbakar dan jatuh.
Video itu beredar setelah kedua negara terlibat konflik bersenjata pada April 2025. Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi video perlu diluruskan.
Video yang diklaim menunjukkan pesawat tempur Pakistan menembak jatuh pesawat tempur India dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini, pada Selasa (20/5/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
Detik detik jet tempur Pakistan jatuh kan Rafale India
Solidaritas, tanpa batas
Kami gak akan diam ktk saudara kami membutuhkan bantuan,kalian menyerang kami datang membalas serangan
Video itu menampilkan sudut pandang jet tempur yang menembaki pesawat lawannya hingga terbakar dan jatuh.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.
Hasilnya, video yang sama telah diunggah kanal YouTube @xingxing-u7h pada 27 Maret 2025. Artinya, video itu telah beredar sebelum India menyerang Pakistan pada 7 Mei 2025.
Pada pojok kanan atas video YouTube itu tertera keterangan bahwa visual tersebut bukan kejadian asli, melainkan berasal dari gim video dan bersifat hiburan.
Sementara itu, Gemini (asisten AI Google) mengidentifikasi visual itu berasal dari gim video Ace Combat 7: Skies Unknown yang rilis pada 2019.
Pesawat tempur yang ditampilkan adalah F-4 Phantom II. Pesawat itu tersedia sebagai konten yang dapat diunduh (downloadable content/DLC).
Hasilnya, video yang sama telah diunggah kanal YouTube @xingxing-u7h pada 27 Maret 2025. Artinya, video itu telah beredar sebelum India menyerang Pakistan pada 7 Mei 2025.
Pada pojok kanan atas video YouTube itu tertera keterangan bahwa visual tersebut bukan kejadian asli, melainkan berasal dari gim video dan bersifat hiburan.
Sementara itu, Gemini (asisten AI Google) mengidentifikasi visual itu berasal dari gim video Ace Combat 7: Skies Unknown yang rilis pada 2019.
Pesawat tempur yang ditampilkan adalah F-4 Phantom II. Pesawat itu tersedia sebagai konten yang dapat diunduh (downloadable content/DLC).
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan pesawat tempur Pakistan menembak jatuh pesawat tempur India perlu diluruskan.
Visual tersebut bukan kejadian asli, melainkan berasal dari gim video. Video itu telah beredar sebelum konflik India-Pakistan pecah pada 7 Mei 2025.
Visual tersebut bukan kejadian asli, melainkan berasal dari gim video. Video itu telah beredar sebelum konflik India-Pakistan pecah pada 7 Mei 2025.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/720683293722544
- https://www.facebook.com/groups/535388030531857/?multi_permalinks=1924152774988702&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/groups/109585976390673/?multi_permalinks=1600164913999431&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/groups/615336831897056/?multi_permalinks=9620177444746238&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.youtube.com/shorts/c2_O9L1ta9o
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27115) [HOAKS] Video Dedi Mulyadi Berikan Bantuan Rp 20 Juta
Sumber:Tanggal publish: 22/05/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial menghadirkan narasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha dan membayar utang senilai Rp 20 juta.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Video Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang senilai Rp 20 juta salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Dalam video, Dedi mengatakan bahwa bantuan akan diberikan kepada warganet yang sudah mengikuti dan membagikan video tersebut.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan rekayasa artificial intelligence (AI).
Video Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang senilai Rp 20 juta salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Dalam video, Dedi mengatakan bahwa bantuan akan diberikan kepada warganet yang sudah mengikuti dan membagikan video tersebut.
Hasil Cek Fakta
Saat dicek, di media sosial Dedi Mulyadi tidak ditemukan konten soal pembagian bantuan modal usaha dan bayar utang senilai Rp 20 juta.
Setelah ditelusuri, video itu identik dengan unggahan aku TikTok @dedimulyadiofficial pada 7 Januari 2025.
Dalam video aslinya, Dedi tidak menjanjikan bantuan Rp 20 juta. Ia mengomentari soal penanganan kasus penembakan bos rental mobil oleh dua anggota TNI AL di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.
Menurut Dedi, seharusnya kronologi kejadian dijelaskan oleh kepolisian bukan bukan TNI AL. Hal itu diperlukan supaya transparan dan obyektif.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan Rp 20 juta menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah konten dihasil oleh AI atau bukan.
Setelah dicek suara Dedi Mulyadi dalam video memiliki probabilitas 98,3 persen dihasilkan AI.
Setelah ditelusuri, video itu identik dengan unggahan aku TikTok @dedimulyadiofficial pada 7 Januari 2025.
Dalam video aslinya, Dedi tidak menjanjikan bantuan Rp 20 juta. Ia mengomentari soal penanganan kasus penembakan bos rental mobil oleh dua anggota TNI AL di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.
Menurut Dedi, seharusnya kronologi kejadian dijelaskan oleh kepolisian bukan bukan TNI AL. Hal itu diperlukan supaya transparan dan obyektif.
Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan Rp 20 juta menggunakan Hive Moderation. Tools tersebut dapat mendeteksi sebuah konten dihasil oleh AI atau bukan.
Setelah dicek suara Dedi Mulyadi dalam video memiliki probabilitas 98,3 persen dihasilkan AI.
Kesimpulan
Video Dedi Mulyadi menjanjikan bantuan modal usaha dan bayar utang senilai Rp 20 juta merupakan hasil manipulasi. Konten itu hoaks dan perlu diluruskan.
Dalam video aslinya, Dedi membahas soal kasus penembakan bos rental mobil oleh dua anggota TNI AL di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.
Dalam video aslinya, Dedi membahas soal kasus penembakan bos rental mobil oleh dua anggota TNI AL di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025.
Rujukan
Halaman: 1792/7938