• (GFD-2025-27395) [KLARIFIKASI] Gambar Pesawat Jatuh dan Terbakar di India Ini Dibuat dengan AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Kecelakaan tragis menimpa pesawat Air India AI171 tidak lama setelah lepas landas dari bandara di Ahmedabad, India pada Kamis (12/6/2025) siang.

    Sebanyak 241 orang dalam pesawat tewas dan satu orang selamat. Pesawat juga menghantam permukiman, hingga menewaskan 24 orang yang berada di darat.

    Di media sosial, beredar gambar menampilkan pesawat jatuh di permukiman dan terbakar. Gambar itu diklaim sebagai peristiwa kecelakaan pesawat di India yang belakangan terjadi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, gambar yang disebarkan merupakan konten manipulatif berbasis artificial intelligence (AI).

    Gambar pesawat Air India membawa 242 orang yang jatuh dan terbakar disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (14/6/2025):

    Kisah penuh haru dan keajaiban berdasarkan peristiwa kecelakaan pesawat Air India yang hanya menyisakan satu orang selamat dari 242 penumpang dan kru. Kisah ini ditulis disertai pesan rohani tentang kebesaran Tuhan dan mukjizat nyata.

    “Mukjizat di Antara Puing-Puing: Kesaksian Viswashkumar Ramesh”

    Tanggal itu tidak akan pernah dilupakan dunia. Sebuah tragedi besar menimpa penerbangan Air India yang membawa 242 jiwa dari berbagai bangsa—India, Inggris, Portugal, dan Kanada. Pesawat itu lepas landas seperti biasa. Cuaca baik. Langit bersih. Tidak ada tanda-tanda malapetaka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek gambar yang beredar menggunakan Hive Moderation dan Was It AI.

    Keduanya merupakan platform yang menyediakan perangkat pendeteksi konten buatan AI.

    Pengidentifikasian Hive Moderation menunjukkan gambar pesawat yang jatuh dan terbakar di India yang beredar, memiliki probabilitas 99,3 persen dibuat dengan artificial intelligence.

    Hasil serupa juga ditunjukkan oleh perangkat Was It AI.

    Was It AI mendeteksi gambar tersebut memiliki probabilitas kuat sebagai gambar AI.

    Meski kecelakaan pesawat Air India di Ahmedabad merupakan peristiwa nyata, tetapi gambar yang disebarkan pengguna Facebook adalah rekayasa.

    Kumpulan foto kecelakaan pesawat Air India pada Kamis (12/6/2025) dapat dilihat di foto berita Associated Press ini atau Reuters ini.

    Kesimpulan

    Gambar pesawat Air India membawa 242 orang yang jatuh dan terbakar merupakan konten manipulatif.

    Hive Moderation dan Was It AI mengidentifikasinya sebagai gambar yang dihasilkan AI. Narasi keliru ini perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27373) Keliru: Makam Nabi Sulaiman Ditemukan di Candi Borobudur

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/06/2025

    Berita

    SEJUMLAH akun di TikTok (akun 1, akun 2, akun 3) dan YouTube (akun 1, akun 2, akun 3) mengunggah video berisi klaim penemuan makam Nabi Sulaiman di Candi Borobudur dalam beberapa pekan terakhir.

    Video tersebut menampilkan foto-foto sekelompok orang mengelilingi sebuah makam di Candi Borobudur. Narator dalam video menyebut, makam Nabi Sulaiman tersebut ditemukan oleh seorang arkeolog setelah melakukan penggalian.



    Benarkah makam Nabi Sulaiman ditemukan di Candi Borobudur seperti yang diklaim oleh video-video tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan mewawancarai arkeolog, menggunakan alat deteksi akal imitasi, dan literatur kredibel mengenai sejarah Candi Borobudur. Hasilnya, tidak ada penemuan makam Nabi Sulaiman di Candi Borobudur.

    Visual yang memperlihatkan penemuan makam berkaligrafi Islam di Candi Borobudur dalam sejumlah video, sesungguhnya hasil rekayasa dengan akal imitasi atau kecerdasan buatan. Tempo mengambil beberapa sampel gambar yang muncul dalam video-video tersebut, lalu menganalisanya dengan alat deteksi akal imitasi, AI or Not premium.



    Hasil analisis AI or Not terhadap gambar pertama, menunjukkan penggunaan akal imitasi sebesar 67 persen. Sedangkan pada gambar kedua sebesar 43 persen. Alat-alat akal imitasi yang digunakan di antaranya 4o milik OpenAI, Stable Diffusion, dan flux. 

    Salah satu akun menjelaskan pada bagian deskripsi video, konten tersebut hanya rekaan. Youtube juga menandai video tersebut sebagai altered or synthetic content atau konten yang dimodifikasi, dimana suara atau visualnya dibuat secara digital. 

    Analisis pakar

    Ahli Arkeologi dari Universitas Indonesia, Profesor Agus Aris Munandar, mengatakan, penemuan makam Nabi Sulaiman tidak mungkin terjadi di Candi Borobudur. “Itu bohong,” kata Agus saat dihubungi Tempo, 13 Juni 2025.

    Menurut Agus, klaim yang menyebut Candi Borobudur sebagai peninggalan Nabi Sulaiman, berulang kali terjadi. Padahal berdasarkan bukti-bukti arkeologis dan catatan sejarah, membuktikan Candi Borobudur dibangun untuk memuliakan Buddha Mahayana.

    Dari masa hidup Nabi Sulaiman dan berdirinya Candi Borobudur, menurut Agus, juga berbeda. Nabi Sulaiman hidup pada kurun Sebelum Masehi (SM). Sedangkan berdasarkan prasasti berangka tahun 824 M dan prasasti Sri Kahulunan 842 M, Candi Borobudur dibangun abad ke-8 Masehi dan selesai pertengahan abad 9 Masehi. “Perbedaan waktunya terpaut jauh,” kata Agus yang aktif dalam bidang kajian Arkeologi Hindu-Buddha dan Sejarah Kuno Indonesia. 

    Salah satu studi Agus Aris Munandar mengenai Candi Borobudur berjudul Borobudur Temple: The Interchange Of Humanity Values And Ancient Architecture Development In Southeast Asia, terbit di Jurnal International Review of Humanities Studies, Universitas Indonesia, 2016.

    Awal mula mitos Candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman

    Fahmi Basya adalah salah satu tokoh di balik klaim adanya makam Nabi Sulaiman di Borobudur lewat bukunya berjudul Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman yang terbit pada 2012. 

    Namun, menurut Hari Setyawan dari Balai Konservasi Borobudur, klaim Fahmi Basya jauh dari standar-standar ilmiah. Sebab dari pelbagai peninggalan arkeologi menunjukkan, Candi Borobudur merupakan tinggalan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Tengah. 

    Dikutip dari laman Borobudur Writer Festival, dosen arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Niken Wirasanti,  mengatakan, jika Candi Borobudur peninggalan Islam, prasastinya kemungkinan juga akan berbahasa Arab. Tetapi, prasasti tentang Borobudur ditulis dalam aksara Jawa kuno, termasuk di relief Karmawibhangga yang menyajikan kisah tentang karma di dinding kaki Candi Borobudur. 

    Prasasti merupakan sumber informasi penting untuk mengungkap kehidupan masa klasik yang didominasi dengan keberadaan kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Prasasti sendiri biasanya terpahat di atas batu atau logam.

    Pada 29 Mei 2025, media Inggris di Indonesia, BBC News Indonesia, mempublikasikan laporan video untuk membahas mitos-mitos tentang Candi Borobudur peninggalan Nabi Sulaiman. Laporan mereka dapat diakses di tautan ini.

    Candi Borobudur telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Badan Kebudayaan PBB, UNESCO, sejak 13 Desember 1991. Laman UNCESO menjelaskan, kompleks Candi Borobudur merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia, yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi selama pemerintahan Dinasti Syailendra.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video-video dengan klaim makam Nabi Sulaiman ditemukan di Candi Borobudur adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27376) Hoaks! Foto Jokowi antar Roy Suryo, Rismon, dan Dokter Tifa ke Nusakambangan

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/06/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto beredar di Facebook menampilkan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo bersama tiga orang lainnya.

    Dalam foto dengan latar belakang mobil tahanan, terlihat Joko Widodo memegang kunci. Sementara tiga orang lainnya mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye. Tiga orang lainnya yakni mantan Menpora Roy Suryo, ahli forensik digital Rismon Sianipar, dan dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa).

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Pak jokowi mo antark4n roy suryo cs ke nusakambangan.”

    Namun, benarkah foto yang beredar tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil pemeriksaan menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan Hive Moderation AI Detector yang dilakukan oleh ANTARA menunjukkan bahwa foto tersebut 99,9 persen merupakan hasil rekayasa AI atau deepfake. Foto tersebut telah dimanipulasi secara digital untuk menciptakan narasi palsu yang tidak sesuai dengan kenyataan.



    Pihak kepolisian masih mendalami laporan terkait tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi, dan prosesnya masih berjalan di Polda Metro Jaya.Dengan demikian, unggahan foto tersebut adalah hoaks.

    Klaim: Foto Jokowi antar penuduh ijazah palsunya ke Nusakambangan

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Rujukan

  • (GFD-2025-27377) [SALAH] Pemandangan Tambang Nikel Raja Ampat dari Udara

    Sumber: X/Twitter
    Tanggal publish: 14/06/2025

    Berita

    Pada Kamis (5/5/2025) beredar sebuah unggahan di X (arsip cadangan) oleh akun "ilham wahyu s" (@ilhampid) yang membagikan sebuah video yang berisi narasi:

    “Green Peace.... YTTA
    💀”

    dengan menambahkan narasi:

    "Kemarin ada bocah plonga plongo bicara hilirisasi tambang
    “ liat sekarang, yg terjadi adalah hilirisasi bencana alam dari sabang sampai merauke “
    Liat surga alam raja ampat jadi begini #SaveRajaAmpat #SavePapua
    Bahlul lahdalah mana suara mu .??"

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat ketika artikel ini disusun, unggahan tersebut sudah ditonton 585.1 ribu kali, mendapatkan 460 jawaban, dibagikan ulang 4.8 ribu kali, dan disukai oleh 9 ribu akun pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan perkakas (tool) InVID WeVerify yang memfragmentasi video ke dalam bentuk gambar/foto untuk mencari bingkai utama (Keyframe), yang kemudian digunakan untuk melakukan pencarian gambar (image search) menggunakan Google Lens.

    Hasil pencarian mengarahkan ke beberapa sumber, salah satunya ke unggahan berjudul “OPERASI PATROLI TIPIDTER POLDA SULTRA, UNGKAP 13 KASUS ILEGAL MINING” ke YouTube oleh akun “SULTRA TV” (@sultratv) pada 26 November tahun 2022 lalu.

    Selain itu, ditemukan juga foto di artikel Suarakendari.com yang menggunakan foto yang sama dengan segmen yang direkam di video. Foto ini mengkoroborasi mendukung referensi video di atas, karena mendokumentasikan peristiwa yang sama.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konteks yang salah (false context), faktanya lokasi yang direkam di video yang disebarkan adalah di Sulawesi Utara.

    Rujukan