KOMPAS.com - Beredar unggahan video di media sosial dengan narasi yang mengeklaim Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath menawarkan dana bantuan kepada umat Kristen di Indonesia.
Dana bantuan, menurut unggahan itu, disebut berasal dari Pemerintah Australia. Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi.
Video yang mengeklaim Gita Kamath menawarkan bantuan dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia dibagikan di media sosial, misalnya akun Facebook ini, ini, dan ini.
Dalam video, Gita diklaim menyampaikan bahwa satu orang penerima bantuan akan mendapat Ro 500 juta. Kemudian 20 persen dari bantuan itu harus dialokasikan untuk pembangunan gereja.
Untuk mendapat bantuan, warganet diminta untuk mendaftar melalui nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
(GFD-2025-27431) [HOAKS] Duta Besar Australia Tawarkan Dana Bantuan untuk Umat Kristen di Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 17/06/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Ketika dicermati, terdapat kejanggalan dalam video tersebut. Gerakan bibir dan perkataan Gita Kamath dalam video tidak sinkron.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan di laman RRI ini.
Dalam video aslinya, Gita menyampaikan soal kunjungan ke Ambon pada April 2025. Menurut dia, momen itu merupakan pertama kalinya ia datang ke Ambon.
Gita mengaku terkesan dengan kencintaan warga Ambon terhadap musik dan kebudayaan yang sangat kuat.
Bagaimana suara Gita dalam video aslinya itu dimanipulasi?
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Gita dalam unggahan video terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI)
Probabilitas suara Gita Kamath itu adalah AI generatif mencapai 99,1 persen.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan di laman RRI ini.
Dalam video aslinya, Gita menyampaikan soal kunjungan ke Ambon pada April 2025. Menurut dia, momen itu merupakan pertama kalinya ia datang ke Ambon.
Gita mengaku terkesan dengan kencintaan warga Ambon terhadap musik dan kebudayaan yang sangat kuat.
Bagaimana suara Gita dalam video aslinya itu dimanipulasi?
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Gita dalam unggahan video terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI)
Probabilitas suara Gita Kamath itu adalah AI generatif mencapai 99,1 persen.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Gita Kamath menawarkan bantuan kepada umat Kristen di Indonesia merupakan hasil manipulasi.
Dalam video aslinya, Gita Kamath menyampaikan soal kunjungannya ke Ambon pada April 2025. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Gita dalam konten manipulasi itu terdeteksi dihasilkan AI.
Dalam video aslinya, Gita Kamath menyampaikan soal kunjungannya ke Ambon pada April 2025. Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Gita dalam konten manipulasi itu terdeteksi dihasilkan AI.
Rujukan
(GFD-2025-27503) Hoaks Bantuan Dana Mencatut Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI
Sumber:Tanggal publish: 17/06/2025
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial, unggahan yang menyebarkan klaim bahwa Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Bimas Kristen) Kementerian Agama RI menawarkan dana bantuan bagi umat Kristiani di Indonesia yang berasal dari pemerintah Australia.
ADVERTISEMENT
Narasi yang sama menyebut bantuan dengan nilai dua miliar rupiah di tahun 2025 ini bisa digunakan untuk menunjang operasional masyarakat Kristiani dan pembangunan gereja di Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Narasi ini disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya akun “Dana Bantuan Bimas Kristen”(arsip),“Dana Bantuan Non Muslim”(arsip) dan “Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI” dalam periode akhir Mei hingga pertengahan Juni 2025.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Terdapat dua video berbeda yang disebarkan, video pertama menampilkan sosok Pdt. Amsal Yowei, selaku Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI. Sementara, video kedua menampilkan sosok Pdt. Jacklevyn F Manuputty, selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam kedua video itu, keduanya disebut-sebut menawarkan dana bantuan yang disalurkan melalui Ditjen Bimas Kristen atas nama pemerintah Australia. Di akhir video, warganet diajak untuk mendaftar guna memperoleh bantuan tersebut melalui nomor WhatsApp yang dicantumkan dalam unggahan.
PERIKSA FAKTA Hoaks Bantuan Dana Mencatut Ditjen Bimas Kemenag RI
ADVERTISEMENT
Sepanjang Senin (9/6/2025) hingga Selasa (17/6/2025) atau selama delapan hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 296 tanda suka, 42 komentar, dan telah 16 ribu kali dilihat.
Lalu, bagaimana kebenaran klaim itu? Benarkah ada bantuan dana dari Pemerintah Australia yang disalurkan lewat Ditjen Bimas Kristen untuk masyarakat Kristiani di Indonesia?
ADVERTISEMENT
Narasi yang sama menyebut bantuan dengan nilai dua miliar rupiah di tahun 2025 ini bisa digunakan untuk menunjang operasional masyarakat Kristiani dan pembangunan gereja di Indonesia.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Narasi ini disebarkan oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya akun “Dana Bantuan Bimas Kristen”(arsip),“Dana Bantuan Non Muslim”(arsip) dan “Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI” dalam periode akhir Mei hingga pertengahan Juni 2025.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Terdapat dua video berbeda yang disebarkan, video pertama menampilkan sosok Pdt. Amsal Yowei, selaku Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI. Sementara, video kedua menampilkan sosok Pdt. Jacklevyn F Manuputty, selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Dalam kedua video itu, keduanya disebut-sebut menawarkan dana bantuan yang disalurkan melalui Ditjen Bimas Kristen atas nama pemerintah Australia. Di akhir video, warganet diajak untuk mendaftar guna memperoleh bantuan tersebut melalui nomor WhatsApp yang dicantumkan dalam unggahan.
PERIKSA FAKTA Hoaks Bantuan Dana Mencatut Ditjen Bimas Kemenag RI
ADVERTISEMENT
Sepanjang Senin (9/6/2025) hingga Selasa (17/6/2025) atau selama delapan hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 296 tanda suka, 42 komentar, dan telah 16 ribu kali dilihat.
Lalu, bagaimana kebenaran klaim itu? Benarkah ada bantuan dana dari Pemerintah Australia yang disalurkan lewat Ditjen Bimas Kristen untuk masyarakat Kristiani di Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Kami menelusuri klaim ini ke situs dan media sosial resmi milik Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI. Hasilnya, kami tidak menemukan satupun adanya informasi soal bantuan dana dari Pemerintah Australia yang disalurkan lewat Ditjen Bimas Kristen untuk masyarakat Kristiani di Indonesia. Lebih lanjut, ditemukan juga fakta bahwa akun penyebar klaim tersebut bukanlah akun Facebook resmi milik Ditjen Bimas Kristen, yakni akun berikut, seperti yang tertera di situs resmi Kemenag.
Penelusuran dilanjutkan dengan mengamati kedua video yang disertakan dalam klaim ini dari awal hingga akhir. Kami menemukan kejanggalan terhadap kedua video tersebut. Kedua video tersebut nampak tidak natural, gerak bibir dan suara yang dihasilkan oleh Pdt. Amsal Yowei dan Pdt. Jacklevyn F Manuputty dalam video itu nampak tidak sinkron.
Ketidaksesuaian ini menjadi indikasi kuat bahwa video-video tersebut kemungkinan besar telah disunting atau dimanipulasi menggunakan teknologi tertentu.
Untuk mendalami hal ini lebih lanjut, kami melakukan pencarian menggunakan teknik reverse image search serta penelusuran kata kunci terkait di Google. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang menampilkan Pdt. Amsal Yowei identik dengan cuplikan dari video yang diunggah kanal YouTube “Kanwil Kemenag Papua” berjudul "Penyerahan Bantuan Dana Pembangunan dan Operasional Gereja di Papua", yang telah dipublikasikan pada 14 November 2023.
Dalam video aslinya, Pdt. Amsal Yowei, selaku Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, menyampaikan penyerahan bantuan dana pembangunan dan rehabilitasi sarana peribadatan kristen dan operasional di Papua. Tidak ada satupun pernyataannya terkait bantuan dana dari Pemerintah Australia yang disalurkan lewat Ditjen Bimas Kristen untuk masyarakat Kristiani di Indonesia, seperti dalam klaim unggahan.
Baca juga:Dibantu Australia, Indonesia akan Bergabung CPTPP
Lalu, untuk video kedua yang menampilkan sosok Pdt. Jacklevyn F Manuputty selaku Ketua Umum PGI, kami menemukan bantahan resmi dari akun resmi Ditjen Bimas Kristen dan PGI terkait video yang beredar itu. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan bahwa video yang beredar itu adalah konten palsu atau penipuan.
“Video tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI (deepfake) dan disebarkan dengan tujuan menipu atau merugikan masyarakat. Kami tegaskan bahwa PGI tidak pernah membuat atau menyebarkan video tersebut, dan tidak pernah meminta dukungan dana melalui cara-cara demikian,” ujar PGI dalam keterangan resmi pada Rabu (14/5/2025).
Tirto mengecek kedua video tersebut dengan menggunakan perangkat pemindai AI, Hive Moderation. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa kedua video tersebut memiliki skor agregat sebesar 99,8 persen, yang mengindikasikan bahwa konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan atau termasuk dalam kategori deepfake.
Penelusuran dilanjutkan dengan mengamati kedua video yang disertakan dalam klaim ini dari awal hingga akhir. Kami menemukan kejanggalan terhadap kedua video tersebut. Kedua video tersebut nampak tidak natural, gerak bibir dan suara yang dihasilkan oleh Pdt. Amsal Yowei dan Pdt. Jacklevyn F Manuputty dalam video itu nampak tidak sinkron.
Ketidaksesuaian ini menjadi indikasi kuat bahwa video-video tersebut kemungkinan besar telah disunting atau dimanipulasi menggunakan teknologi tertentu.
Untuk mendalami hal ini lebih lanjut, kami melakukan pencarian menggunakan teknik reverse image search serta penelusuran kata kunci terkait di Google. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang menampilkan Pdt. Amsal Yowei identik dengan cuplikan dari video yang diunggah kanal YouTube “Kanwil Kemenag Papua” berjudul "Penyerahan Bantuan Dana Pembangunan dan Operasional Gereja di Papua", yang telah dipublikasikan pada 14 November 2023.
Dalam video aslinya, Pdt. Amsal Yowei, selaku Direktur Urusan Agama Kristen Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, menyampaikan penyerahan bantuan dana pembangunan dan rehabilitasi sarana peribadatan kristen dan operasional di Papua. Tidak ada satupun pernyataannya terkait bantuan dana dari Pemerintah Australia yang disalurkan lewat Ditjen Bimas Kristen untuk masyarakat Kristiani di Indonesia, seperti dalam klaim unggahan.
Baca juga:Dibantu Australia, Indonesia akan Bergabung CPTPP
Lalu, untuk video kedua yang menampilkan sosok Pdt. Jacklevyn F Manuputty selaku Ketua Umum PGI, kami menemukan bantahan resmi dari akun resmi Ditjen Bimas Kristen dan PGI terkait video yang beredar itu. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan bahwa video yang beredar itu adalah konten palsu atau penipuan.
“Video tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI (deepfake) dan disebarkan dengan tujuan menipu atau merugikan masyarakat. Kami tegaskan bahwa PGI tidak pernah membuat atau menyebarkan video tersebut, dan tidak pernah meminta dukungan dana melalui cara-cara demikian,” ujar PGI dalam keterangan resmi pada Rabu (14/5/2025).
Tirto mengecek kedua video tersebut dengan menggunakan perangkat pemindai AI, Hive Moderation. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa kedua video tersebut memiliki skor agregat sebesar 99,8 persen, yang mengindikasikan bahwa konten tersebut kemungkinan besar merupakan hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan atau termasuk dalam kategori deepfake.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukan klaim bahwa Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Bimas Kristen) Kementerian Agama RI menawarkan dana bantuan bagi umat Kristiani di Indonesia yang berasal dari pemerintah Australia bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tidak ditemukan informasi resmi dari Ditjen Bimas Kristen soal bantuan dana dari Pemerintah Australia untuk masyarakat Kristiani. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Tidak ditemukan informasi resmi dari Ditjen Bimas Kristen soal bantuan dana dari Pemerintah Australia untuk masyarakat Kristiani. Video yang beredar merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi AI.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/61576333550753/videos/664353616439222/
- https://archive.ph/mKZCT
- https://web.facebook.com/61576924573868/videos/698128892980230/
- https://archive.ph/vo0MN
- https://web.facebook.com/61577053888326/videos/1391236068595553/
- https://www.facebook.com/bimas.kristen.984
- https://www.youtube.com/watch?v=MRVc3fG65wQ
- https://tirto.id/dibantu-australia-indonesia-akan-bergabung-cptpp-hbNb
- https://www.instagram.com/reel/DJpTuGCulY1/
- https://www.instagram.com/p/DJn5kCDRv_G/
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
(GFD-2025-27392) Cek fakta, video detik-detik sebelum kecelakaan pesawat Air India
Sumber:Tanggal publish: 16/06/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video yang dibagikan di Facebook pada Minggu, menampilkan beberapa kegiatan penumpang, yang diklaim sebagai kejadian sebelum kecelakaan pesawat Air India 171 di Ahmedabad, India barat.
Rekaman selama tujuh menit itu salah satunya memperlihatkan seorang pria, dengan pakaian dinas pilot, sedang berbicara melalui mikrofon pesawat.
Di depan para penumpang, pria itu menjelaskan bahwa ia akan ditemani oleh ibunya dalam penerbangan tersebut.
Gambar pilot itu muncul pada detik ke-41, disertai dengan narasi berikut:
"Video penumpang berbahagia di pesawat sebelum kecelakaan, termasuk ibu pilot dan putranya. Hanya satu orang dari 242 orang di dalam pesawat, yang selamat dari insiden tersebut."
Adapula, video seorang pria berbaju kuning sedang melakukan siaran langsung dari tempat duduknya di pesawat. Rekaman itu tepatnya termuat pada menit ke-2.
Pria tersebut terlihat menikmati suasana langit dari kameranya. Namun, berselang beberapa detik, siarannya berubah menampilkan gambar kobaran api.
"Video siaran langsung kecelakaan pesawat Ahmedabad," demikian keterangan yang disematkan di rekaman saat pria baju kuning ditampilkan.
Lantas, benarkah video-video itu memperlihatkan detik-detik kegiatan penumpang sebelum kecelakaan pesawat Air India terjadi?
Rekaman selama tujuh menit itu salah satunya memperlihatkan seorang pria, dengan pakaian dinas pilot, sedang berbicara melalui mikrofon pesawat.
Di depan para penumpang, pria itu menjelaskan bahwa ia akan ditemani oleh ibunya dalam penerbangan tersebut.
Gambar pilot itu muncul pada detik ke-41, disertai dengan narasi berikut:
"Video penumpang berbahagia di pesawat sebelum kecelakaan, termasuk ibu pilot dan putranya. Hanya satu orang dari 242 orang di dalam pesawat, yang selamat dari insiden tersebut."
Adapula, video seorang pria berbaju kuning sedang melakukan siaran langsung dari tempat duduknya di pesawat. Rekaman itu tepatnya termuat pada menit ke-2.
Pria tersebut terlihat menikmati suasana langit dari kameranya. Namun, berselang beberapa detik, siarannya berubah menampilkan gambar kobaran api.
"Video siaran langsung kecelakaan pesawat Ahmedabad," demikian keterangan yang disematkan di rekaman saat pria baju kuning ditampilkan.
Lantas, benarkah video-video itu memperlihatkan detik-detik kegiatan penumpang sebelum kecelakaan pesawat Air India terjadi?
Hasil Cek Fakta
ANTARA menemukan fakta bahwa sebagian cuplikan gambar video berdurasi tujuh menit itu memuat informasi keliru.
Informasi keliru tersebut meliputi rekaman pria berpakaian pilot pada detik ke-41 serta pria baju kuning pada menit ke-2.
Faktanya, pria berbaju pilot itu tidak termasuk penumpang Air India. Video aslinya dirilis pada 20 Maret 2025, dan merupakan milik akun Instagram @ashhwathh.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Lihat postingan ini di Instagram
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebuah kiriman dibagikan oleh Aswath Pushpan (@ashhwathh)
Selanjutnya video pria berbaju kuning adalah cuplikan gambar penumpang Yeti Airlines, pesawat dengan 68 penumpang yang jatuh di Pokhara, Nepal pada 15 Januari 2025, sebagaimana dilaporkan India Today.
Sementara itu, cuplikan gambar yang benar-benar memperlihatkan kecelakaan pesawat Air India 171 di Ahmedabad pada 12 Juni, terdapat pada menit 1 lewat 58 detik.
Rekaman gambar asli terkait kecelakaan pesawat itu juga diberitakan ANTARA serta Associated Press di sini.
Air India melaporkan bahwa 241 dari 242 orang di dalam pesawat tewas, ketika pesawat Boeing 787 tersebut terhempas ke kompleks asrama kedokteran tak lama setelah lepas landas pada Kamis (12/6).
Klaim: Video detik-detik sebelum kecelakaan pesawat Air India
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Informasi keliru tersebut meliputi rekaman pria berpakaian pilot pada detik ke-41 serta pria baju kuning pada menit ke-2.
Faktanya, pria berbaju pilot itu tidak termasuk penumpang Air India. Video aslinya dirilis pada 20 Maret 2025, dan merupakan milik akun Instagram @ashhwathh.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Lihat postingan ini di Instagram
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebuah kiriman dibagikan oleh Aswath Pushpan (@ashhwathh)
Selanjutnya video pria berbaju kuning adalah cuplikan gambar penumpang Yeti Airlines, pesawat dengan 68 penumpang yang jatuh di Pokhara, Nepal pada 15 Januari 2025, sebagaimana dilaporkan India Today.
Sementara itu, cuplikan gambar yang benar-benar memperlihatkan kecelakaan pesawat Air India 171 di Ahmedabad pada 12 Juni, terdapat pada menit 1 lewat 58 detik.
Rekaman gambar asli terkait kecelakaan pesawat itu juga diberitakan ANTARA serta Associated Press di sini.
Air India melaporkan bahwa 241 dari 242 orang di dalam pesawat tewas, ketika pesawat Boeing 787 tersebut terhempas ke kompleks asrama kedokteran tak lama setelah lepas landas pada Kamis (12/6).
Klaim: Video detik-detik sebelum kecelakaan pesawat Air India
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?ref=search&v=1027055082868102&external_log_id=a11ac5b9-b353-4ce9-a61a-95e6728246e8&q=video%20pesawat%20india
- https://www.instagram.com/reel/DHMLoQ0TLqj/?locale=buckshot%2Broulette%E3%80%90777ONE.IN%E3%80%91.urgx&hl=id
- https://www.instagram.com/reel/DHMLoQ0TLqj/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.instagram.com/reel/DHMLoQ0TLqj/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.instagram.com/reel/DHMLoQ0TLqj/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.indiatoday.in/newsmo/video/nepal-plane-crash-indian-passenger-captures-final-moments-on-fb-live-2322294-2023-01-16
- https://www.instagram.com/p/DK4S2aToy_e/?locale=buckshot%2Broulette%E3%80%90777ONE.IN%E3%80%91.urgx&hl=id
(GFD-2025-27393) Cek Fakta: Patrick Kluivert Mundur usai Timnas Indonesia Babak Belur
Sumber:Tanggal publish: 16/06/2025
Berita
Murianews, Kudus – Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dikabarkan mundur usai skuad garuda babak belur dihajar Jepang 0-6. Masih penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, kabar tersebut merupakan hoaks.
Kabar mundurnya Patrick Kluivert itu banyak bermunculan di sejumlah media sosial. Salah satunya diunggah akun Facebook bernama Arsip Timnas.
Berikut keterangan dalam unggahan akun tersebut:
BREAKING! Patrick Kluivert TINGGALKAN Timnas Indonesia: ”Saya Tidak Akan Kembali!”
Setelah kekalahan terakhir, Kluivert resmi MUNDUR dari kursi pelatih Timnas Indonesia! Ia mengaku lelah dan tak lagi mampu membawa Garuda ke level lebih tinggi.
“Saya tak bisa beri yang terbaik lagi...”
Timnas kini TANPA PELATIH!
SIAPA penggantinya? Apakah ini awal krisis baru?
Namun, benarkah Patrick Kluivert mengundurkan diri sebagai pelatih setelah kekalahan dari Jepang?
Penelusuran…
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com mencoba menelusuri kabar tersebut menggunakan mesin pencarian google dengan kata kunci ”Kluivert Mundur”.
Hasilnya, tak ada artikel maupun pemberitaan yang berisi pernyataan resmi Patrick Kluivert mundur dari pelatih Timnas Indonesia usai kalah telah 0-6 dari Jepang.
Melansir dari Antara, Patrick Kluivert justru mengakui keunggulan lawannya, usai timnya diblasah Jepang dengan gol setengah lusin.
Kluivert menyebut, Jepang ”terlalu besar” untuk menjadi lawan Timnas Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam jumpa pers usai pertandingan.
”Jepang terlalu besar bagi kami malam ini. Kita harus mengakuinya dan terus maju,” kata Kluivert.
Meski kalah, Indonesia tetap lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 sebagai peringkat keempat Grup C, bergabung dengan lima tim lainnya: Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Oman.
Nantinya, enam tim ini akan dibagi ke dua grup; hanya juara grup yang lolos langsung ke Piala Dunia.
Kluivert menyatakan, kekalahan ini akan dijadikan pelajaran penting untuk mempersiapkan tim jelang putaran keempat kualifikasi yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Diketahui, putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia digelar di Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah untuk masing-masing grup. Pembagian grup sendiri rencana diselenggarakan Selasa (17/6/2025).
Kesimpulan…
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, kabar Patrick Kluivert mundur usai Timnas Indonesia kalah 0-6 dari Jepang merupakan konten disinformasi dengan jenis Misleading Content atau konten yang menyesatkan.
Tak ada keterangan resmi dari Patrick Kluivert maupun PSSI yang menyatakan pelatih asal Belanda itu mengundurkan diri usai Timnas Indonesia kalah 0-6 dari Jepang.
Halaman: 1720/7945




