• (GFD-2025-27632) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukanlah Kerumunan Warga Israel Mengungsi Usai Diserang Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan video dengan narasi yang mengeklaim warga Israel berbondong-bondong mengungsi setelah wilayahnya diserang Iran.

    Namun, setelah ditelusuri, video tersebut keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menampilkan warga Israel berbondong-bondong mengungsi setelah diserang oleh Iran salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini  ini dan ini. 

    Dalam video, tampak kerumunan orang memenuhi jalan raya. Narasi dalam video yakni sebagai berikut:

    Israel terkini..

    kabar hari ini di Israel

    setelah kota israel dibombardir oleh IRAN, warga israel memilih mengungsi keluar dari kota tersebut. Namun beberapa negara perbatasan tidak mengizinkan warga Israel tersebut masuk kenegaranya..

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut, kemudian menelusurinya menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video itu identik dengan unggahan akun Facebook ini dan TikTok ini pada September 2024.

    Keterangan dalam unggahan menyebutkan, video itu adalah momen ketika warga Timor Leste menyambut kedatangan Paus Fransiskus di negaranya.

    Dikutip dari Catholic News Agency, Paus Fransiskus melakukan kunjungan apostolik ke Timor Leste pada 9 sampai 11 September 2024.

    Timor Leste menjadi negara ketiga yang disinggahi Paus Fransiskus dalam perjalanannya ke empat negara di Asia Tenggara dan Oseania pada 2 hingga 13 September 2024. 

    Paus Fransiskus merupakan Paus pertama yang mengunjungi Timor Leste sejak negara itu merdeka pada  2002.

    Adapun Paus Fransiskus mengikuti jejak Paus Yohanes Paulus II yang melakukan kunjungan apostolik ke Timor Leste pada 1989 saat negara itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan warga Israel berbondong-bondong mengungsi merupakan informasi keliru.

    Faktanya, video itu adalah momen ketika warga Timor Leste menyambut kedatangan Paus Fransiskus di negara mereka pada September 2024. 

    Timor Leste menjadi negara ketiga yang disinggahi Paus Fransiskus dalam perjalanan apostoliknya ke empat negara di Asia Tenggara dan Oseania pada 2 hingga 13 September 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27639) [HOAKS] Shin Tae-yong Kembali Dipanggil PSSI

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com- Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim mantan pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong kembali dipanggil oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang mengeklaim Shin Tae-yong kembali dipanggil oleh PSSI salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Dalam video, tampak Shin Tae-yong dikerumuni sejumlah orang yang meminta berfoto. Video diberi keterangan sebagai berikut:

    HEBOH!!Momen Sty dipanggil kembali PSSI

    Bak seperti artis terkenal Sty disambut Antusias fans timnas

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Shin Tae-yong kembali dipanggil PSSI

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, setelah dipecat pada 6 Januari 2025 tidak ditemukan informasi valid Shin Tae-yong kembali dipanggil timnas Indonesia.

    Setelah pelatih asal Korea Selatan itu dipecat, PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai nakhoda baru timnas Indonesia.

    Kluivert dibantu oleh tiga asisten yakni Alex Pastoor, Denny Landzaat dan Gerald Vanenburg.

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menunjukkan, video yang beredar adalah momen Shin Tae-yong pulang ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 usai dipecat PSSI.

    Video itu mirip dengan unggahan di kanal YouTube Kompas TV ini dan SINDOnews ini. 

    Saat tu sejumlah suporter timnas Indonesia mengantar kepulangan Shin Tae-yong di Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Shin Tae-yong kembali dipanggil oleh PSSI tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video asli adalah momen ketika Shin Tae-yong pulang ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 usai dipecat PSSI. 

    Saat itu, sejumlah suporter datang ke Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta untuk mengantar kepulangan pelatih asal Korea Selatan itu. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27640) [HOAKS] Pemerintah Adakan Program Transmigrasi ke IKN pada 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/06/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar poster yang mengeklaim pemerintah mengadakan program transmigrasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pada 2025. 

    Namun, setelah ditelusuri narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Poster yang mengeklaim pemerintah mengadakan program transmigrasi ke IKN salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini , ini, dan ini.

    Dalam unggahan disebutkan, masyarakat yang mengikuti program tersebut akan mendapat beberapa fasilitas seperti rumah bersertifikat, lahan untuk modal usaha, fasilitas kesehatan serta pendidikan gratis.

    Selain itu, peserta transmigrasi dalam program ini juga akan mendapat pelatihan kerja.

    Untuk mengikuti program transmigrasi ke IKN,  masyarakat diminta mendaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ada di daerahnya masing-masing.

    Hasil Cek Fakta

    Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Transmigrasi, Felix Vernando Wanggai membantah informasi tersebut.

    Melalui unggahan di kanal YouTube Kementerian Transmigrasi, ia menyebut pihaknya tidak pernah mengadakan program transmigrasi ke IKN pada 2025. 

    "Kami ingin tegaskan di kesempatan ini bahwa Kementerian Transmigrasi sama sekali atau tidak pernah membuka rekrutmen terbuka untuk transmigrasi ke Kalimantan Timur secara khusus di ibu kota IKN Nusantara," ujar Felix.

    Felix meminta masyarakat untuk cermat dan mengecek terlebih dahulu informasi yang diterima di media sosial.

    Informasi terkait Kementerian Transmigrasi bisa diakses melalui laman www.transmigrasi.go.id serta beberapa media sosial resmi mereka. 

    "Kami mengajak saudara-saudara semua untuk mengikuti berbagai berita sosial media yang resmi dari Kementerian Transmigrasi," ujar Felix.

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim pemerintah mengadakan program transmigrasi ke IKN merupakan informasi tidak benar atau hoaks. 

    Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Transmigrasi, Felix Vernando Wanggai menyebut unggahan yang beredar di media sosial bukan dari pihaknya.

    Kementerian Transmigrasi tidak pernah mengadakan program transmigrasi ke IKN pada 2025. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27559) Hoaks! Video pertempuran udara Israel dan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/06/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video menampilkan aksi pertempuran udara yang diklaim sebagai pertempuran antara jet tempur Israel dan Iran beredar di platform media sosial X.

    Dalam video tersebut terlihat manuver jet, rudal ditembakkan di udara, hingga ledakan besar yang diklaim sebagai bukti konflik langsung antara kedua negara di langit Timur Tengah.

    Unggahan itu dibagikan dengan narasi yang menyebutkan bahwa Israel dan Iran sedang bertempur sengit di udara. Video berdurasi 1 menit 32 detik tersebut telah disaksikan ribuan pengguna dan menuai berbagai komentar yang mempercayai klaim tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BREAKING: Terror in the skies over Israel as Iranians fire at Israelie defense jets. #IsraeliranWar #Israel #Iran #war #__”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah video itu merupakan dokumentasi asli dari pertempuran antara Israel dan Iran?

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran fakta, video tersebut ternyata bukan dokumentasi nyata, melainkan potongan dari gameplay dua gim simulasi militer, yakni Arma 3 dan War Thunder.

    Video serupa juga dapat ditemukan di platform YouTube Shorts, dengan judul “AC-130 Gunship in Action – Convoy Ambush – Combat Footage – Military Simulation – ArmA 3” dengan takarir tambahan “Will it hit the Jet?! – Anti Air C-RAM System vs Fighter Jet – ArmA 3 #shorts”.

    Laporan dari PC Gamer pada 21 Juni 2025 menyebutkan bahwa kedua gim tersebut kerap disalahgunakan untuk menyebarkan propaganda visual terkait konflik bersenjata, termasuk dalam konteks meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Bahkan, militer Israel dilaporkan harus mengklarifikasi kepada publik bahwa video yang viral itu adalah palsu.

    Akun pemeriksa fakta asal India melalui akun di pelantar X juga menyatakan hal serupa, dengan menyertakan bukti visual berupa potongan video yang identik dengan cuplikan dalam gim Arma 3, seperti tampilan antarmuka dan efek visual khas gim, bukan dari rekaman nyata pertempuran udara.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Gim Arma 3 dan War Thunder sendiri memang dikenal luas karena grafiknya yang realistis dan kontennya yang menyerupai latihan militer. Inilah yang sering dimanfaatkan untuk membuat narasi seolah-olah berasal dari video peristiwa aktual.

    Klaim : Video pertempuran udara Israel dan Iran

    Rating : Hoaks

    Baca juga : Perang 12 hari lawan Iran, Israel tekor miliaran dolar

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan