SEBUAH video berisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan merokok lebih baik daripada minum obat, beredar di Facebook [arsip] pada 8 Juli 2025.
Video itu memperlihatkan mantan Presiden Indonesia ke-6 itu memberikan rekomendasi kesehatan. Menurut dia, merokok lebih baik daripada mengkonsumsi obat-obatan yang dijual di apotik dengan harga lebih mahal. “Bahan obat lebih murah dari sebungkus rokok, tapi dijual 20-30 kali. Tujuannya bukan untuk menyembuhkan tapi membuat ketergantungan,” kata SBY dalam video yang ditonton 157 ribu kali.
Namun, benarkah SBY pernah mengatakan lebih baik merokok daripada minum obat?
(GFD-2025-27827) Keliru: Video SBY Menngatakan Merokok Lebih Baik daripada Minum Obat
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu dengan memanfaatkan layanan pencarian gambar terbalik Google, serta memindainya dengan aplikasi pendeteksi konten akal imiasi. Hasilnya, audio Susilo Bambang Yudhoyono dalam video itu telah diubah dari aslinya.
Video itu adalah rekaman wawancara SBY yang telah dipublikasikan di kanal Youtube Liputan 6 edisi 2 Juni 2025. Dalam video itu, SBY sebenarnya berbicara tentang konflik Timur Tengah khususnya perang Israel dan Iran pada 13-25 Juni 2025. SBY dalam video tersebut tidak menyinggung urusan kesehatan maupun terkait obat.
Tempo kemudian menganalisis video itu dengan alat deteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya, 81,6 persen video itu melibatkan kecerdasan buatan.
Elemen akal imitasi dominan pada audio. Setelah dibandingkan secara langsung, terdapat perbedaan suara antara video yang beredar dan versi aslinya.
Demikian juga hasil analisis dengan alat audio deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector. Hasilnya juga menunjukkan penggunaan kecerdasan buatan yang signifikan pada bagian audio.
Video itu adalah rekaman wawancara SBY yang telah dipublikasikan di kanal Youtube Liputan 6 edisi 2 Juni 2025. Dalam video itu, SBY sebenarnya berbicara tentang konflik Timur Tengah khususnya perang Israel dan Iran pada 13-25 Juni 2025. SBY dalam video tersebut tidak menyinggung urusan kesehatan maupun terkait obat.
Tempo kemudian menganalisis video itu dengan alat deteksi kecerdasan buatan Hive Moderation. Hasilnya, 81,6 persen video itu melibatkan kecerdasan buatan.
Elemen akal imitasi dominan pada audio. Setelah dibandingkan secara langsung, terdapat perbedaan suara antara video yang beredar dan versi aslinya.
Demikian juga hasil analisis dengan alat audio deepfake, Hiya Deepfake Voice Detector. Hasilnya juga menunjukkan penggunaan kecerdasan buatan yang signifikan pada bagian audio.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa video yang diklaim memperlihatkan SBY mengatakan lebih baik merokok daripada minum obat untuk menyembuhkan penyakit, adalah klaim keliru.
Rujukan
(GFD-2025-27828) Keliru: Video PM Israel Benjamin Netanyahu Tewas Diserang Iran
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
SEBUAH video beredar di Facebook [arsip], Instagram, YouTube dan TikTok, yang diklaim bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tewas karena serangan Iran.
Video itu berisi sejumlah klip proses pemakaman mulai dari pengusungan jenazah, penimbunan liang kubur, dan foto-foto Netanyahu. Klip-klip itu dikemas mirip tampilan video berita. “Netanyahu tewas setelah rudal Iran bertubi-tubi menyapu bersih gedung-gedung dan markas para petinggi Israel. Netanyahu dikabarkan ada di sana menggelar rapat bersama para pejabat tinggi militernya,” narasi pada video yang menyebar.
Namun, benarkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas?
Video itu berisi sejumlah klip proses pemakaman mulai dari pengusungan jenazah, penimbunan liang kubur, dan foto-foto Netanyahu. Klip-klip itu dikemas mirip tampilan video berita. “Netanyahu tewas setelah rudal Iran bertubi-tubi menyapu bersih gedung-gedung dan markas para petinggi Israel. Netanyahu dikabarkan ada di sana menggelar rapat bersama para pejabat tinggi militernya,” narasi pada video yang menyebar.
Namun, benarkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu menggunakan layanan pencarian gambar terbalik Google, dan membandingkan narasinya dengan informasi dari sumber kredibel. Hasilnya, video tersebut adalah hasil suntingan. Kabar bahwa PM Israel tewas adalah tidak benar.
Tampilan awal video yang beredar memperlihatkan pengusungan jenazah oleh sejumlah orang berpakai serba hitam. Video aslinya pernah ditayangkan oleh situs berita Associated Press, AP pada November 2015.
Video itu sesungguhnya memperlihatkan pemakaman seorang mantan pemimpin pemuka agama Yahudi, Immanuel Jakobovits. Dia dimakamkan di Mount of Olive atau Bukit Zaitun di Yerusalem, Senin, 1 November 2015.
Video yang beredar pada detik ke-21, memperlihatkan klip proses menutup jenazah dengan kain hitam. Video itu sesungguhnya adalah tayangan berita Voice of America pada 30 Januari 2023.
Video itu sebenarnya pemakaman warga Israel yang menjadi korban serangan kelompok bersenjata Palestina di Yerusalem.
Pada detik ke-52, video yang beredar juga memperlihatkan lokasi sebuah pemakaman. Tempat itu adalah pemakaman yang dianggap suci oleh umat Yahudi di Bukit Zaitun, Yerusalem. Seorang pengunjung bernama Choi Sung Min, pernah mendokumentasikan pemakaman tersebut.
Netanyahu Masih Beraktivitas
Dilansir BBC, Netanyahu masih beraktivitas, salah satunya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, di AS, Rabu malam, 8 Juli 2025. Pertemuan itu untuk membicarakan rencana gencatan senjata lagi di Gaza.
Sebelumnya Netanyahu juga bertemu Wakil Presiden AS, JD Vance, Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson.
Namun, utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan terdapat empat isu yang harus disepakati demi terciptanya gencatan senjata 60 hari. Satu poin belum berhasil disepakati, sehingga kedua pemimpin membutuhkan negosiasi lebih lanjut.
Tampilan awal video yang beredar memperlihatkan pengusungan jenazah oleh sejumlah orang berpakai serba hitam. Video aslinya pernah ditayangkan oleh situs berita Associated Press, AP pada November 2015.
Video itu sesungguhnya memperlihatkan pemakaman seorang mantan pemimpin pemuka agama Yahudi, Immanuel Jakobovits. Dia dimakamkan di Mount of Olive atau Bukit Zaitun di Yerusalem, Senin, 1 November 2015.
Video yang beredar pada detik ke-21, memperlihatkan klip proses menutup jenazah dengan kain hitam. Video itu sesungguhnya adalah tayangan berita Voice of America pada 30 Januari 2023.
Video itu sebenarnya pemakaman warga Israel yang menjadi korban serangan kelompok bersenjata Palestina di Yerusalem.
Pada detik ke-52, video yang beredar juga memperlihatkan lokasi sebuah pemakaman. Tempat itu adalah pemakaman yang dianggap suci oleh umat Yahudi di Bukit Zaitun, Yerusalem. Seorang pengunjung bernama Choi Sung Min, pernah mendokumentasikan pemakaman tersebut.
Netanyahu Masih Beraktivitas
Dilansir BBC, Netanyahu masih beraktivitas, salah satunya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, di AS, Rabu malam, 8 Juli 2025. Pertemuan itu untuk membicarakan rencana gencatan senjata lagi di Gaza.
Sebelumnya Netanyahu juga bertemu Wakil Presiden AS, JD Vance, Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson.
Namun, utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan terdapat empat isu yang harus disepakati demi terciptanya gencatan senjata 60 hari. Satu poin belum berhasil disepakati, sehingga kedua pemimpin membutuhkan negosiasi lebih lanjut.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan pemakaman PM Israel Benjamin Netanyahu yang tewas karena serangan Iran adalah klaim keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/755751103542819
- https://perma.cc/AE3A-X8L4
- https://www.instagram.com/reel/DLtbLU8N2m-/
- https://www.youtube.com/shorts/CuyvmqcYPIQ
- https://www.tiktok.com/@kabar_media/video/7522436513255165190
- https://www.youtube.com/watch?v=1H1T3n0lh3I
- https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=-T8lHG0UZs8
- https://www.youtube.com/watch?v=izxee3s32ec
- https://www.bbc.com/news/articles/ce3newwl1zeo
(GFD-2025-27831) [KLARIFIKASI] Video Gorila Membantu Bayi Dibuat dengan AI
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video menampilkan momen haru ketika seekor gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya.
Tampak bayi dan ibu terhalang pagar, kemudian seekor gorila datang menggendong bayi itu dan menyerahkannya pada sang ibu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (7/7/2025):
Detik-detik gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya
Tampak bayi dan ibu terhalang pagar, kemudian seekor gorila datang menggendong bayi itu dan menyerahkannya pada sang ibu.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan konten manipulatif.
Video gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Senin (7/7/2025):
Detik-detik gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video, kemudian menelusurinya dengan teknik reverse image search.
Hasil pencarian mengarahkan ke video serupa di kanal YouTube @AI-Videos-Arg yang diunggah pada 29 Juni 2025.
Keterangan video menyebutkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa digital atau buatan, bukan berdasarkan peristiwa nyata.
Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dalam video apabila diperhatian dengan saksama.
Misalnya, kepala bayi yang tampak aneh serta tangan gorila dan sang ibu yang tiba-tiba menyatu lalu menghilang.
Agar lebih meyakinkan, Tim Cek Fakta Kompas.com mengeceknya di platform pendeteksi konten artificial intelligence (AI), bernama Hive Moderation.
Hasilnya menunjukkan, video gorila membantu bayi memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Hasil pencarian mengarahkan ke video serupa di kanal YouTube @AI-Videos-Arg yang diunggah pada 29 Juni 2025.
Keterangan video menyebutkan bahwa konten tersebut merupakan rekayasa digital atau buatan, bukan berdasarkan peristiwa nyata.
Selain itu, terdapat beberapa kejanggalan dalam video apabila diperhatian dengan saksama.
Misalnya, kepala bayi yang tampak aneh serta tangan gorila dan sang ibu yang tiba-tiba menyatu lalu menghilang.
Agar lebih meyakinkan, Tim Cek Fakta Kompas.com mengeceknya di platform pendeteksi konten artificial intelligence (AI), bernama Hive Moderation.
Hasilnya menunjukkan, video gorila membantu bayi memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan oleh AI.
Kesimpulan
Video gorila membantu bayi yang lepas dari pelukan ibunya merupakan konten manipulatif.
Konten serupa pertama kali diunggah di sebuah akun YouTube dengan menyertakan bahwa video itu dibuat dengan rekayasa digital.
Hive Moderation juga mengidentifikasinya sebagai video AI.
Konten serupa pertama kali diunggah di sebuah akun YouTube dengan menyertakan bahwa video itu dibuat dengan rekayasa digital.
Hive Moderation juga mengidentifikasinya sebagai video AI.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/2743649299161482
- https://www.facebook.com/reel/4040504516192805
- https://www.facebook.com/reel/1295813562254224
- https://www.facebook.com/reel/2543706882650266
- https://www.facebook.com/reel/740558731998085
- https://www.facebook.com/reel/1785749392020223
- https://www.youtube.com/shorts/6ypNR9acav8
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection?gad_source=1&gad_campaignid=19609884447&gclid=CjwKCAjwg7PDBhBxEiwAf1CVu5ThkUYDtYKDSlM9NSPFXCT2w92Mx_NDxu-yAxNAdSNoqfXfy17xLxoCWSQQAvD_BwE
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-27832) [KLARIFIKASI] Video Ronaldo Menangis Tidak Terkait Meninggalnya Diogo Jota
Sumber:Tanggal publish: 10/07/2025
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial berupa video yang diklaim menampilkan bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo menangis ketika mengenang rekannya Diogo Jota.
Jota meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Provinsi Zamora, Spanyol pada Kamis, 3 Juli 2025.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Informasi dalam unggahan itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan Ronaldo menangis ketika mengenang Diogo Jota salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
Reaksi Ronaldo melihat Diogo jota rip
Jota meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Provinsi Zamora, Spanyol pada Kamis, 3 Juli 2025.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Informasi dalam unggahan itu perlu diluruskan.
Video yang diklaim menampilkan Ronaldo menangis ketika mengenang Diogo Jota salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.
Narasi dalam video yakni sebagai berikut:
Reaksi Ronaldo melihat Diogo jota rip
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, video tersebut identik dengan unggahan di kanal YouTube Lifestyle Feed ini.
Dalam keterangannya, video itu bersumber dari wawancara Ronaldo dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan pada 2019.
Saat itu Ronaldo menangis setelah diperlihatkan video yang menampilkan almarhum ayahnya, Jose Dinis Aveiro.
Dalam video, Dinis menyampaikan kebanggaannya terhadap Ronaldo yang bermain di Euro 2004. Video itu diambil sebelum Euro 2004 berlangsung.
Dilansir The Sun, dalam wawancara dengan Piers Morgan, Ronaldo mengungkapkan bahwa ayahnya seorang pencandu alkohol yang tidak pernah mendapat kesempatan melihatnya menjadi bintang sepak bola.
Ronaldo mengaku hampir tidak mengenali ayahnya karena jarang mengobrol hingga ayahnya meninggal pada 2005 di usia 52 tahun.
"Saya benar-benar tidak mengenal ayah saya 100 persen. Dia adalah seorang pemabuk. Saya tidak pernah berbicara dengannya seperti percakapan pada umumnya. Itu sangat sulit," kata Ronaldo.
Seperti diketahui, Ronaldo mengunggah ucapan duka terhadap meninggalnya Jota di akun Instagram-nya. Ia mengaku tidak menyangka rekannya di timnas Portuga itu meninggal.
"Tidak masuk akal. Kami baru saja bersama di timnas dan kamu baru saja menikah. Untuk keluargamu, kepada istri dan anak-anakmu, saya turut berduka cita dan mendoakan mereka semua kekuatan di dunia. Aku tahu kamu akan selalu bersama mereka. Beristirahatlah dalam damai Diogo dan Andre. Kami semua akan merindukanmu," tulis Ronaldo.
Dalam keterangannya, video itu bersumber dari wawancara Ronaldo dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan pada 2019.
Saat itu Ronaldo menangis setelah diperlihatkan video yang menampilkan almarhum ayahnya, Jose Dinis Aveiro.
Dalam video, Dinis menyampaikan kebanggaannya terhadap Ronaldo yang bermain di Euro 2004. Video itu diambil sebelum Euro 2004 berlangsung.
Dilansir The Sun, dalam wawancara dengan Piers Morgan, Ronaldo mengungkapkan bahwa ayahnya seorang pencandu alkohol yang tidak pernah mendapat kesempatan melihatnya menjadi bintang sepak bola.
Ronaldo mengaku hampir tidak mengenali ayahnya karena jarang mengobrol hingga ayahnya meninggal pada 2005 di usia 52 tahun.
"Saya benar-benar tidak mengenal ayah saya 100 persen. Dia adalah seorang pemabuk. Saya tidak pernah berbicara dengannya seperti percakapan pada umumnya. Itu sangat sulit," kata Ronaldo.
Seperti diketahui, Ronaldo mengunggah ucapan duka terhadap meninggalnya Jota di akun Instagram-nya. Ia mengaku tidak menyangka rekannya di timnas Portuga itu meninggal.
"Tidak masuk akal. Kami baru saja bersama di timnas dan kamu baru saja menikah. Untuk keluargamu, kepada istri dan anak-anakmu, saya turut berduka cita dan mendoakan mereka semua kekuatan di dunia. Aku tahu kamu akan selalu bersama mereka. Beristirahatlah dalam damai Diogo dan Andre. Kami semua akan merindukanmu," tulis Ronaldo.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Ronaldo menangis ketika mengenang Diogo Jota dibagikan dengan konteks keliru.
Konten aslinya adalah momen ketika Ronaldo menangis saat diperlihatkan video yang menampilkan almarhum ayahnya, Jose Dinis Aveiro.
Adapun video Ronaldo menangis bersumber dari wawancaranya dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan pada 2019.
Konten aslinya adalah momen ketika Ronaldo menangis saat diperlihatkan video yang menampilkan almarhum ayahnya, Jose Dinis Aveiro.
Adapun video Ronaldo menangis bersumber dari wawancaranya dengan jurnalis Inggris, Piers Morgan pada 2019.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/1FGAeB8KTw/
- https://www.facebook.com/share/r/16WFHx32H8/
- https://www.facebook.com/share/r/1XvA4fhbp5/
- https://www.youtube.com/watch?v=eu5HUrEHsmc&ab_channel=LifestyleFeed
- https://www.thesun.co.uk/sport/9934746/cristiano-ronaldo-sobs-alcoholic-father-dad-superstar/
- https://www.instagram.com/p/DLpE8JjxKob/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1623/7951



