• (GFD-2025-27934) [HOAKS] Video Barack Obama Dilantik Jadi Presiden AS Gantikan Trump

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan media sosial berupa video yang diklaim menampilkan Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump dibagikan di Facebook, misalnya akun ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam video, tampak sejumlah orang di sebuah ruangan bertepuk tangan menyambut Obama.

    Barack Obama juga bersalaman dengan beberapa orang salah satunya, mantan Presiden Amerika, Joe Biden.

    Narasi dalam video yakni sebagai berikut:

    SAH HARI INI OBAMA SUDAH MENJADI PRESIDEN AMERIKA DENGAN MENGG4NTIKAN POSISI TRUMP YANG KONTROVERSIONAL TERLIHAT BETAPA BAHAGIANYA WARGA AS MENYAMBUT OBAMA SEBAGAI PRESIDEN YANG SAH DAN BERWIBAWA

    Akun Facebook Video yang diklaim menampilkan Obama dilantik menjadi Presiden Amerika menggantikan Trump

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video itu bukan peristiwa pada 2025. Video identik dengan unggahan di kanal YouTube Buyout Footage Historic Film Archive. 

    Dalam keterangannya, video tersebut adalah momen ketika Obama menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya pada 27 Januari 2010 di Sidang Gabungan Kongres Amerika Serikat. 

    Obama menyampaikan beberapa hal dalam pidatonya, salah satunya terkait upaya menciptakan lapangan kerja baru serta memulihkan ekonomi dari resesi.

    Adapun Obama merupakan Presiden ke-44 Amerika Serikat. Ia menjabat sejak 2009 hingga 2017.

    Sementara, saat ini Amerika Serikat masih dipimpin oleh Donald Trump yang terpilih dalam Pemilihan Presiden 2024.

    Di laman Whitehouse.gov, Donald Trump juga masih tercatat sebagai Presiden Amerika Serikat yang sah. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Adapun video itu adalah momen ketika Obama menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya pada 27 Januari 2010. Obama menjabat Presiden Amerika Serikat dari 2009 hingga 2017. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-27935) [HOAKS] Link Pospay untuk Cek Pencairan Bantuan Subsidi Upah 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan mengatasnamakan Pospay, yang diklaim sebagai akses untuk mengecek status pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 Rp 600.000.

    Sebagaimana diketahui, BSU dicairkan kepada pekerja yang memenuhi syarat melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BTN, dan Mandiri), BSI, dan layanan Pospay yang dikelola PT Pos Indonesia.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut tidak mengarah ke layanan Pospay dan terindikasi phishing atau pencurian data.

    Tautan mengatasnamakan Pospay yang diklaim untuk mengecek pencairan BSU dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada 14 Juli 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    BSU Kembali Cair! Dapatkan Rp600.000 Sekarang Melalui apk PospayCek status Anda dan nikmati subsidi dari pemerintah untuk pekerja aktif.

    Khusus pekerja terdaftar BPJS KetenagakerjaanCair langsung ke rekening Andapospay1[dot]b-su[dot]com

    Jangan tunggu! Segera klaim sekarang juga.

    Screenshot Hoaks, tautan mengatasnamakan Pospay dan diklaim untuk pencairan BSU 2025

    Hasil Cek Fakta

    Setelah diperiksa, tautan itu tidak mengarah ke situs resmi PT Pos Indonesia atau halaman aplikasi Pospay di Play Store atau App Store.

    Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.

    Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu tautan mencurigakan yang mengatasnamakan BSU.

    Kepala Biro Humas Kemnaker Sunardi Manampiar Sinaga mengatakan, informasi resmi terkait BSU hanya disampaikan melalui situs resmi Kemnaker, yaitu bsu.kemnaker.go.id.

    "Di luar itu berarti palsu atau penipuan," kata Sunardi, seperti diberitakan Kompas.com, pada Selasa (15/7/2025).

    Masyarakat diminta tidak sembarangan memberikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau OTP kepada pihak yang tidak jelas identitas dan otoritasnya.

    Berikut langkah mengecek pencairan BSU lewat aplikasi Pospay:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan mengatasnamakan Pospay yang diklaim untuk mengecek pencairan BSU 2025 adalah hoaks.

    Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27936) [KLARIFIKASI] Video DPR AS Memakzulkan Donald Trump Terjadi 2019, Bukan 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial muncul konten dengan narasi yang mengeklaim Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat memakzulkan Donald Trump dari jabatan presiden.

    Konten itu beredar dalam sejumlah unggahan media sosial pada Juli 2025. Dengan demikian, ada kesan bahwa peristiwa itu terjadi pada Juli 2025.

    Namun, narasi itu keliru dan perlu diluruskan karena informasinya keliru.

    Narasi yang menyatakan DPR Amerika Serikat memakzulkan Donald Trump dari jabatan presiden pada Juli 2025 dibagikan di Facebook, contohnya melalui akun ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam video, presenter berita menjelaskan bahwa DPR AS memakzulkan Donald Trump karena melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan upaya menghalang-halangi kongres.

    Keterangan dalam video yakni sebagai berikut:

    TRUMP RESMI DIMAKZULKANPRESIDEN KONTROVERSIAL

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim DPR AS memakzulkan Trump pada Juli 2025

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video tersebut dan menelusurinya menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube CNBC Indonesia pada 19 Desember 2019.

    Keterangan dalam pemberitaan menyebut Trump dimakzulkan DPR pada 18 Desember 2019  karena dianggap melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi kongres. 

    Donald Trump dituduh menekan Ukraina untuk menyelidiki bakal calon saingannya dalam Pemilihan Presiden, Joe Biden. 

    Dalam voting yang dilakukan di Gedung Capitol di Washington, D.C,  230 orang sepakat Trump lengser karena menyalahgunkan kekuasaan, sementara yang menolak sebanyak 197 orang. 

    Namun akhirnya pada Februari 2020 Senat Amerika Serikat meloloskan Donald Trump dari pemakzulan tersebut.

    Diberitakan Kompas.id, hasil pemungutan suara di Senat menyebutkan, Trump tidak menyalahgunakan kekuasaan dengan skor 52-48 dan Trump tidak merintangi penyelidikan dengan skor 53-47

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim DPR AS memakzulkan Donald Trump pada Juli 2025 merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Video yang beredar merupakan pemberitaan pada Desember 2019. Saat itu, mayoritas anggota DPR menyepakati pemakzulan karena Trump dinilai melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi kongres.

    Namun, pada Februari 2020 Senat Amerika Serikat meloloskan Donald Trump dari pemakzulan tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2025-27893) Hoaks Video SBY Mengatakan Merokok Lebih Baik dari Minum Obat

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/07/2025

    Berita

    tirto.id - Rekaman tokoh publik di suatu momen tak jarang menjadi bahan untuk menyebarkan disinformasi. Setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat dikabarkan berkomentar terkait sengketa empat pulau, presiden RI ke-6 itu diklaim mengatakan merokok lebih baik daripada minum obat.

    ADVERTISEMENT

    Akun Facebook bernama “Jaunita Legros” (arsip) membagikan narasi ini lewat video berdurasi sembilan menit. Klip tersebut mempertontonkan sosok SBY mengenakan kemeja batik sedang duduk di depan rak buku. Ia terdengar menyampaikan pendapat soal rokok.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    SBY bilang, dirinya menyadari adanya kekuatan gelap yang mengendalikan industri farmasi. Bahan aktif obat disebut lebih murah ketimbang sebungkus rokok, tapi dijual 20 – 30 kali lipat, untuk tujuan ketergantungan. SBY juga tampak mempromosikan suatu produk kesehatan.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Pernyataan ini terdengar gila. Tapi setelah Anda tahu kebenarannya, Anda akan paham mengapa...
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    💊 Obat-obatan bukan untuk menyembuhkan. Tapi untuk membuat Anda tergantung seumur hidup.

    💥 Saya sudah menyelidiki siapa yang ada di baliknya — dan jawabannya akan mengejutkan Anda.

    👉 Tonton video ini sebelum dihapus, dan cari tahu bagaimana lebih dari 60.000 warga Indonesia berhasil mengembalikan tekanan darah mereka ke 120/90 tanpa bahan kimia!,” begitu bunyi keterangan teks yang disematkan akun pengunggah menyertai video SBY.

    ADVERTISEMENT

    Selain itu, akun pengunggah juga membubuhkan sebuah tautan dan menyerukan masyarakat untuk mengklik tautan tersebut sebelum terlambat.

    Periksa Fakta Hoaks Video SBY Mengatakan Merokok Lebih Baik dari Minum Obat.

    Sejak diunggah pada Minggu (6/7/2025) hingga Selasa (15/7/2025), klip ini sudah mengumpulkan seribu tanda suka dan 34 komentar, serta telah dibagikan ke 136 orang. Sejumlah warganet terlihat membenarkan apa yang disampaikan SBY dalam video.

    Namun, bagaimana faktanya?

    Hasil Cek Fakta

    Usai melihat video secara utuh, Tim Riset Tirto mencurigai beberapa tanda campur tangan akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI) dalam video. Petunjuk seperti gerakan bibir dan suara SBY yang tidak sinkron jadi indikasi kuat.

    Untuk membuktikan hal tersebut, kami mencoba mengecek video yang beredar dengan alat deteksi AI, Hive Moderation. Hasilnya, kemungkinan audio klip ini mengandung konten AI atau konten deepfake mencapai 92,1 persen. SBY dalam video kemungkinan besar tidak berbicara seperti dalam klip yang berseliweran.

    Tirto selanjutnya mencari tahu asal usul rekaman SBY dengan memasukkan tangkapan layar video ke mesin penelusuran Google Image. Metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) itu membawa kami ke unggahan TikTok resmi media Liputan 6 pada Juni lalu.

    Dalam dokumentasi aslinya, SBY sama sekali tidak membahas perihal rokok dan obat, melainkan menganalisis sejumlah hal di balik gencatan senjata Iran dan Israel. Rekaman versi lebih panjang juga disiarkan Liputan 6 di kanal YouTube-nya, bertajuk “[FULL] 'Panggung Belakang' Gencatan Senjata Iran-Israel, SBY Singgung Trump, Putin, & Xi Jin Ping”.

    SBY saat itu tengah berbincang dengan Presenter Liputan 6, Reno Reksa dan menyinggung keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden China, Xi Jin Ping yang tidak masuk ke perang iran-Israel secara langsung seperti Presiden AS, Donald Trump.

    Selain itu SBY juga menyarankan sederet hal yang perlu dilakukan Presiden RI, Prabowo Subianto dan jajarannya dalam menghadapi dinamika di Timur Tengah.

    “Iya kompleks, bener. Kalau kita pelajari sejarah perang, dari masa ke masa, itu ada hal yang delicate, bagaimana memadukan antara tujuan politik dengan tujuan militer,” kata SBY dalam video asli.

    Klip SBY mempromosikan rokok yang berlalu-lalang di media sosial, juga telah dinyatakan tidak benar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa video SBY dengan klaim dia mengatakan merokok lebih baik dari minum obat bersifat altered video (video yang dimanipulasi).

    Penelusuran Hive Moderation menunjukkan kemungkinan audio klip ini mengandung konten AI atau konten deepfake mencapai 92,1 persen. Video identik diunggah oleh akun TikTok resmi media Liputan 6 pada Juni lalu.

    Dalam dokumentasi aslinya, SBY sama sekali tidak membahas perihal rokok dan obat, melainkan menganalisis sejumlah hal di balik gencatan senjata Iran dan Israel. Rekaman versi lebih panjang juga disiarkan Liputan 6 di kanal YouTube-nya, bertajuk “[FULL] 'Panggung Belakang' Gencatan Senjata Iran-Israel, SBY Singgung Trump, Putin, & Xi Jin Ping”.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan