• (GFD-2025-28114) [KLARIFIKASI] Video Angin Menerbangkan Atap Berlokasi di Kalideres, Bukan Aceh

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh sedang dilanda angin kencang sejak awal Juli 2025. Informasi ini kemudian menarik perhatian masyarakat.

    Di media sosial, beredar sebuah video menampilkan angin kencang menerbangkan atap permukiman, yang disebut berlokasi di Aceh.

    Angin kencang itu disebut berlangsung bersamaan dengan gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Aceh.

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menunjukkan, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Video angin kencang menerbangkan atap permukiman di Aceh disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Merinding dengan Suwar azan ini

    Gemba bumi M 6,2 dan angin kencangMengguncang wilayah Aceh

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, menampilkan video angin kencang menerbangkan atap permukiman di Aceh pada Juli 2025.

    Hasil Cek Fakta

    Video serupa ditemukan di akun Instagram @berandabogor.

    Keterangan video menyebutkan, sebanyak 20 unit rumah rusak akibat angin kencang di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu 11 Mei 2025.

    Kompas TV juga mewartakan mengenai bencana tersebut. Video yang sama ditampilkan dalam video YouTube Kompas TV ini pada detik ke-10.

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dilanda angin kencang.

    Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh memprediksi potensi ini akan berlangsung hingga Agustus 2025.

    Sementara, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 melanda wilayah Aceh sebulan belakangan terjadi di Blangpidie, Aceh Barat Daya.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menginformasikan, gempa tektonik awalnya tercatat berkekuatan M 6,2.

    Kemudian ada pembaruan informasi parameter sehingga dipastikan kekuatan gempanya yakni M 5,9.

    "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Daryono pada Minggu, 11 Mei 2025 melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

    Kesimpulan

    Video angin kencang menerbangan atap permukiman di Kalideres, Jakarta Barat disebarkan dengan konteks keliru.

    Peristiwa dalam video tidak terkait dengan fenomena angin kencang yang melanda Aceh sepanjang Juli-Agustus 2025.

    Video itu juga tidak terkait dengan gempa bumi yang melanda Blangpidie, Aceh Barat Daya pada 11 Mei 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28115) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan F-16 Thailand Ditembak Jatuh Kamboja

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan jet tempur F-16 Thailand ditembak jatuh Kamboja.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut berasal dari peristiwa berbeda.

    Video yang diklaim menunjukkan F-16 Thailand ditembak jatuh Kamboja dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Kamis (24/7/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    BREAKING NEWS

    jet tempur F16 Thailand ditembak jatuh pasukan Kamboja.

    Semoga kedua negara cepat berdamai, kasihan masyarakat di kedua negara jadi korban.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com memverifikasi video tersebut dengan metode reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, ditemukan kemiripan visual dengan unggahan Instagram ini.

    Takarir video menyebutkan bahwa peristiwa itu adalah insiden yang melibatkan jet tempur Rusia. Berikut takarir yang dicantumkan:

    Pada 13 Juni 2025, sebuah pesawat serang darat Su-25 Rusia dilaporkan menembak jatuh wingman-nya sendiri dalam serangan roket udara-ke-darat di dekat Soledar, di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

    Insiden tembakan salah sasaran ini terjadi di tengah operasi dukungan udara taktis Rusia yang semakin intensif di sepanjang sisi utara front Donetsk, tempat pasukan Rusia berusaha maju menuju Chasiv Yar.

    Adapun, klaim F-16 Thailand ditembak jatuh Kamboja masih diperdebatkan. Kedua negara menyebarkan narasi yang saling bertentangan.

    Sebagaimana diketahui, Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 pada Kamis (24/7/2025) pagi, untuk menyerang pos militer Kamboja di sektor Chong An Ma.

    Dilansir AeroTime, tak lama setelah serangan tersebut, media pemerintah Kamboja dan media lokal mengeklaim bahwa satu F-16 telah ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara.

    Klaim tersebut dibantah Angkatan Udara Kerajaan Thailand, yang menyatakan bahwa keenam pesawat F-16 telah menyelesaikan misi dan kembali dengan selamat ke pangkalan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan F-16 Thailand ditembak jatuh Kamboja perlu diluruskan.

    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah insiden Su-25 Rusia menembak jatuh rekannya sendiri pada 13 Juni 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28118) [HOAKS] Terjadi KLB Difteri di Jakarta dan Jawa Barat pada Juli 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan dengan narasi yang mengeklaim adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri di Jakarta dan Jawa Barat pada akhir Juli 2025.

    Dalam unggahan disebutkan bahwa 600 orang terkena difteri, dan 38 di antaranya meninggal dunia.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Penyakit tersebut menyerang selaput lendir hidung, tenggorokan, dan kulit.

    Infeksi difteri dapat menyebar dan mengakibatkan komplikasi berupa kerusakan jantung, ginjal, serta pneumonia atau infeksi paru-paru lainnya.

    Narasi yang mengeklaim yang mengeklaim terjadi KLB difteri di Jakarta dan Jawa Barat beredar di Facebook, misalnya yang diunggah akun ini, ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan unggahan berisi narasi yang meminta masyarakat untuk berhati-hati karena di Jakarta dan Jawa Barat terdapat 600 orang yang terkena difteri pada akhir Juli 2025.

    Penderita difteri yang meninggal dunia diklaim ada 38 orang.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman membantah narasi soal adanya KLB difteri di Jakarta dan Jawa Barat pada akhir Juli 2025.

    Menurut Aji, klaim tersebut tidak berdasar. Sebab, sampai saat ini tidak ada sumber resmi yang menyebut bahwa di Jakarta dan Jawa Barat terjadi KLB difteri pada Juli 2025.

    "Hoaks itu. Hoaks lama yang muncul kembali. Masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas isi dan sumbernya," kata Aji kepada Kompas.com Kamis (24/7/2025).

    Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta, Ani Ruspitawati.

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Ani menegaskan bahwa kabar terjadinya KLB difteri di Jakarta adalah hoaks.

    "Berita KLB difteri adalah hoaks. Kami terus memonitor kasus difteri, dan sejauh ini situasi di Provinsi DKI Jakarta terkendali," kata Ani Rabu (23/7/2025).

    Ani menjelaskan, Dinkes Provinsi Jakarta terus memantau perkembangan kasus melalui sistem surveilans daring yang terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.

    Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada 2023, kesenjangan dalam cakupan imunisasi rutin mengakibatkan 103 wabah difteri menyebar di 68 kabupaten/kota dan 19 provinsi di Indonesia. 

    Terdapat 69 kasus kematian akibat difteri pada 2023. 

    Kasus difteri tersebut terdeteksi dan dilaporkan oleh delapan laboratorium kesehatan masyarakat di tingkat provinsi dan nasional. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim terjadi KLB difteri di Jakarta dan Jawa Barat pada Juli 2025 merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Hal itu telah dibantah oleh Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta.

    Kemenkes menyebut data dalam unggahan yang beredar tidak valid dan bukan berasal dari sumber resmi. Dinkes Jakarta juga menyatakan kasus difteri di wilayahnya masih terkendali.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28127) [KLARIFIKASI] Pesawat F16 Thailand Jatuh pada 2015, Bukan 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di jagat maya beredar kabar dengan narasi sebuah pesawat tempur F-16 milik militer Thailand ditembak jatuh oleh militer Kamboja.

    Pesawat itu dikabarkan jatuh di semacam parit dan moncong pesawat tampak patah.

    Foto itu disebarkan pengguna media sosial usai konflik antara Thailand dan Kamboja yang memanas pada Kamis (24/7/2025).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto pesawat tempur F16 milik Thailand jatuh disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis (24/7/2025):

    Dua pesawat tempur F16 milik militer Thailand telah ditembak jatuh, seorang miliarder Kamboja memberikan hadiah 10.000 dolar AS kepada setiap tentara yang berhasil menjatuhkan pesawat di garis depan.

     

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek jejak digital gambar yang beredar dengan teknik reverse image search.

    Hasil pencarian Google mengarahkan ke artikel pemeriksa fakta Ukrinform pada 24 Mei 2023.

    Pesawat tempur milik militer Thailand itu mengalami Kecelakaan pada 2015 saat menjalani latihan.

    Foto pesawat tersebut dapat dilihat di situs berita Thairath dan Voice TV.

    Pesawat F16 model B.K.19 berbelok keluar dari landasan pacu. Pesawat itu ditugaskan di Skuadron 102, Wing 1, Nakhon Ratchasima.

    Saat pilot sedang menghidupkan mesin dalam keadaan idle, pesawat melesat cepat ke depan sekitar 100 meter menuju tepi Taxiway, yang merupakan parit drainase.

    Pilot mengalami luka ringan. Pesawat jatuh ke parit drainase Hydrazine, tetapi tidak terjadi kebakaran.

    Kesimpulan

    Foto pesawat tempur F16 milik Thailand yang jatuh disebarkan dengan konteks keliru.

    Pesawat tempur F16 Thailand jatuh pada 2015 saat menjalani latihan. Pesawat itu keluar dari landasan pacu dan jatuh ke parit.

    Jatuhnya pesawat itu tidak terkait dengan perang Thailand dan Kamboja pada Kamis (24/7/2025).

    Rujukan