• (GFD-2025-29035) [HOAKS] Ribuan Pengemudi Ojek Online Geruduk Rumah Roy Suryo

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang mengeklaim rumah Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo digeruduk oleh ribuan pengemudi ojek online (ojol).

    Para pengemudi ojol diklaim tersinggung dengan perkataan Roy Suryo yang dianggap merendahkan mereka.

    Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan ribuan ojol menggeruduk rumah Roy Suryo salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, serta TikTok ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan Roy Suryo sedang membahas soal perwakilan ojol yang bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Kemudian, terdapat video kerumunan ojol memadati sebuah tempat. Para pengemudi ojol diklaim sedang menggeruduk kediaman Roy Suryo.

    Berikut narasi teks yang disampaikan:

    ribuan ojol akhirnya bergerak dan grudul rumah toy suryo atas penghinaannya. Ojol bersatu. Viral ribuan ojol akan menyerbu ke rumah Roy Suryo karena perkataanya yg merendahkan ojol

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim ribuan ojol menggeruduk rumah Roy Suryo

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com melalui Google Search, tidak ditemukan informasi valid adanya peristiwa penggerudukan yang dilakukan oleh ribuan pengemudi ojol di rumah Roy Suryo.

    Ketika dicermati, para pengemudi ojol dalam video memakai jaket Gojek dan memasang bendera merah putih kecil di bagian depan motor.

    Mereka tidak tampak sedang melakukan demonstrasi maupun aksi protes.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber video menggunakan Google Lens. Hasilnya, diketahui bahwa video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 17 Agustus 2025.

    Keterangan dalam unggahan menyebut bahwa video itu merupakan momen ketika para pengendara ojol Gojek selesai mengikuti konvoi.

    Seperti diberitakan Antara, sebanyak 2.025 pengemudi ojol Gojek dan 80 Srikandi Gojek mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai konvoi dengan peserta ojol terbanyak dalam sejarah Indonesia.

    Konvoi itu dilakukan pada 17 Agustus 2025 untuk menyemarakkan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI).

    Konvoi dilakukan mulai dari Transmart MT Haryono, Kota Jakarta Selatan menuju area Slipi, Jakarta Barat.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan ribuan pengemudi ojol menggeruduk rumah Roy Suryo merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video itu adalah momen ketika sejumlah pengemudi ojol melakukan konvoi pada 17 Agustus 2025. Konvoi itu dilakukan untuk menyemarakkan HUT ke-80 RI sekaligus memecah rekor MURI.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28993) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Rakyat Nepal Ambil Alih Parlemen

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Rakyat Nepal mengambil alih parlemen, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 11 September 2025
    Klaim video Rakyat Nepal mengambil alih parlemen menampilkan api yang sedang berkobar dan sejumlah orang yang sedang berlarian menjauhi api tersebut. Dalam video juga terlihat bendera merah putih dan sejumlah orang yang merekam peristiwa tersebut dengan telepon seluler.
    Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
    "NEPAL PEOPLE Take Over Parliamen!
    Americans Watch And Learn!"Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai berikut.
    "Rakyat Nepal mengambil alih parlemen, rakyat Amerika menyaksikan dan belajar"
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Nepal Overthrows Corrupt Politicians Sept 10th 2025! Americans Pay Attention! #nepal #love #viralreels #music"Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia sebagai berikut.
    "Nepal Gulingkan Politisi Korup 10 September 2025! Rakyat Perhatikan! #nepal #cinta #viralreels #musik"
    Benarkah klaim video Rakyat Nepal mengambil alih parlemen? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Rakyat Nepal mengambil alih parlemen, dengan menangkap layar video untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
     
     
     
    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Hoaks Viral Massa Ricuh hingga Ada Kobaran Api di Bekasi, Begini Faktanya" yang dimuat situs news.detik.com, pada 1 September 2025. Artikel situs news.detik.com memuat foto yang identik dengan cuplikan klaim video.
     
     
     
    Dalam artikel situs news.detik.com,Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menyebutkam, peristiwa yang terjadi dalam video tersebut terjadi di Makassar.
     
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Makassar Mencekam, Gedung DPRD Sulsel dan Kejati Dibakar Massa" yang dimuat situs rakyatpriangan.com, Sabtu (30/8/2025).
     
     
    Artikel situs rakyatpriangan.com memuat foto yang identik dengan kliam, foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "video Susana Makassar Masih Mencekam Saat Malam Hari".

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video rakyat Nepal mengambil alih parlemen tidak benar.
    Peristiwa dalam video tersebut terjadi di Makassar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28997) Hoaks! Artikel Anies nyatakan siap gantikan Prabowo jadi Presiden

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/09/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang mengklaim Anies Baswedan siap menggantikan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, jika terjadi keadaan darurat.

    Dalam tangkapan layar tersebut, pakar pertahanan Connie Rahakundini Bakrie disebut menegaskan hal itu dalam jumpa pers di kediaman Rizieq Shihab.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Connie bakrie ungkap Anies Baswedan Siap Gantikan prabowo sebagai presiden, tegasnya di pertemuan yang berada di kediaman Rizieq Sihab, kutipan berita dari detiknews #presiden #prabowo #jokowi #gibran #fy #trending #viral #top #fypage”

    Namun, benarkah artikel Anies nyatakan siap gantikan Prabowo jadi Presiden tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Namun, setelah ditelusuri, tidak ditemukan artikel dengan judul seperti yang terlihat dalam tangkapan layar tersebut.

    ANTARA mengecek artikel detikNews dengan nama penulis Inkana Putri yang diunggah pada Kamis, 4 September 2025 pukul 08.30 WIB. Hasil penelusuran menunjukkan artikel tersebut sebenarnya berjudul “Raih Kepercayaan Publik, Ini Peran Puspenkum Jaga Citra Kejaksaan”.

    Dalam artikel itu tidak ada pernyataan Connie Bakrie yang menyebut Anies Baswedan siap menggantikan Prabowo sebagai presiden.

    Dengan demikian, tangkapan layar artikel dalam unggahan tersebut merupakan suntingan.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Artikel Anies nyatakan siap gantikan Prabowo jadi Presiden

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28998) Cek Fakta: Hoaks Artikel Budi Gunawan Minta Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi karena Kasus Korupsi

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Budi Gunawan meminta Kejaksaan Agung menjemput mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 12 September 2025.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Budi Gunawan Meminta Ke Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi Untuk Mempertanggung Jawaban atas Korupsi Yang Dilakukannya Selama Dua Periode Menjabat"
    Lalu benarkah postingan artikel Budi Gunawan meminta Kejaksaan Agung menjemput mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah Gelora.co dengan menggunakan foto dan waktu unggahan yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Publik Berhak Tahu Alasan Pencopotan Budi Gunawan".
    Artikel ini sama sekali tidak membahas permintaan Mantan Menko Polkan Budi Gunawan pada Jaksa Agung untuk menangkap mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode.
    Artikel asli membahas pernyataan politikus PSI, Sugeng Teguh Santoso terkait alasan pencopotan Budi Gunawan dari kabinet.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Budi Gunawan meminta Kejaksaan Agung menjemput mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel merupakan hasil suntingan.

    Rujukan