(GFD-2025-29070) Cek Fakta: Tidak Benar Link Token Listrik Gratis Rp250.000 untuk Pelanggan Terpilih dari PLN
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim link token listrik gratis Rp250.000 untuk pelanggan terpilih dari PLN. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 14 September 2025.
Klaim tautan token listrik gratis Rp250.000 untuk pelanggan terpilih dari PLN berupa tulisan sebagai berikut:
"PLN menyalurkan token listrik gratis Rp250.000 bagi pelanggan terpilih di seluruh Indonesia.
Cukup dengan memasukkan nomor meter Anda, langsung bisa cek apakah terdaftar sebagai penerima bantuan.
👉 Klik tombol Daftar Sekarang untuk klaim token Anda hari ini!"
Unggahan juga menyertakan narasi sebagai berikut:
"PLN MEMBERIKAN TOKEN LISTRIK SEBESAR RP 250.000
KLAIM SEKARANG SEBELUM WAKTUNYA HABIS"
Ketika link "daftar" dibuka, mengarah pada pada halaman situs yang meminta ID pelanggan PLN.
Benarkah klaim link token listrik gratis Rp250.000 untuk pelanggan terpilih dari PLN? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link token listrik gratis Rp250.000 untuk pelanggan terpilih dari PLN.
Sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com mengkonfirmasi informasi promo pembagian token listrik gratis ke pihak PT PLN (Persero).
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah mengadakan promo voucher listrik gratis.
"Terkait dengan promo voucher listrik gratis yang marak di media sosial, PT PLN (Persero) memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan dengan Liputan6.com, dikutip Minggu (16/9/2025).
Gregorius pun memastikan informasi pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks atau bahkan mungkin bersifat scam.
PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
Informasi promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link token listrik gratis Rp250.000 untuk pelanggan terpilih dari PLN, tidak benar.
(GFD-2025-29071) [HOAKS] Tautan Pencairan BSU 2025 Tahap Akhir
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 tahap akhir.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan BSU 2025 tahap akhir dibagikan oleh akun Facebook ini pada 13 September 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Ayo buruan cek dan daftar sekarang juga!!!
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan BSU 2025 tahap akhir dibagikan oleh akun Facebook ini pada 13 September 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Ayo buruan cek dan daftar sekarang juga!!!
Hasil Cek Fakta
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan, berdasarkan Permenaker 5/2025, besaran BSU yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp 300.000 per bulan, selama dua bulan yang dibayarkan sekaligus pada Juni-Juli 2025.
"BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra penyedia data sejak akhir Juli lalu, telah memberikan seluruh data peserta yang eligible mendapatkan BSU sesuai ketentuan yang berlaku," kata Erfan kepada Kompas.com, Senin (15/9/2025).
"Dengan demikian dapat dipastikan bahwa informasi yang beredar di sosial media tersebut adalah tidak benar," ujarnya.
Sementara itu, tautan yang diklaim pencairan BSU 2025 tahap akhir tersebut mengarah ke situs terindikasi phishing atau pencurian data.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram aktif. Awas, jangan masukkan data apa pun ke situs tersebut.
"BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra penyedia data sejak akhir Juli lalu, telah memberikan seluruh data peserta yang eligible mendapatkan BSU sesuai ketentuan yang berlaku," kata Erfan kepada Kompas.com, Senin (15/9/2025).
"Dengan demikian dapat dipastikan bahwa informasi yang beredar di sosial media tersebut adalah tidak benar," ujarnya.
Sementara itu, tautan yang diklaim pencairan BSU 2025 tahap akhir tersebut mengarah ke situs terindikasi phishing atau pencurian data.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram aktif. Awas, jangan masukkan data apa pun ke situs tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar di Facebook dan diklaim untuk mendapatkan BSU 2025 tahap akhir adalah hoaks.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan, BSU 2025 telah dibayarkan sekaligus pada Juni-Juli lalu.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan mengatakan, BSU 2025 telah dibayarkan sekaligus pada Juni-Juli lalu.
Rujukan
(GFD-2025-29075) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Prosesi Pemakaman Charlie Kirk
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menampilkan prosesi pemakaman aktivis sayap kanan Amerika Serikat, Charlie Kirk yang ditembak pada Rabu (10/9/2025).
Video yang beredar pada pertengahan September itu menampilkan iring-iringan mobil dan motor yang melintas di jalan raya.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video itu keliru dan perlu diluruskan agar tidak menjadi gangguan informasi.
Video yang diklaim menampilkan prosesi pemakaman Charlie Kirk dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.
Salah satu akun menulis keterangan demikian:
Pemakaman charlie kirk... Dunia akan mengenangmu, charlie kirk...
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang diklaim menampilkan prosesi pemakaman Charlie Kirk
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video dan mencari sumber unggahan tersebut menggunakan Google Lens.
Hasilnya, diketahui bahwa video itu sudah beredar pada awal Agustus 2025, sebelum Charlie Kirk tewas ditembak Rabu (10/9/2025). Video identik dengan unggahan akun YouTube ini.
Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah prosesi pemakaman petugas keamanan New York Police Department (NYPD) bernama Didarul Islam.
Dikutip dari ABC News , Islam merupakan salah satu dari empat orang yang tewas dalam penembakan massal pada 28 Juli 2025 di sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan.
Islam terbunuh saat pelaku penembakan, Shane Tamura melakukan penyerangan di kantor Park Avenue yang merupakan kantor pusat National Football League serta beberapa bisnis besar lainnya.
Hasilnya, diketahui bahwa video itu sudah beredar pada awal Agustus 2025, sebelum Charlie Kirk tewas ditembak Rabu (10/9/2025). Video identik dengan unggahan akun YouTube ini.
Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah prosesi pemakaman petugas keamanan New York Police Department (NYPD) bernama Didarul Islam.
Dikutip dari ABC News , Islam merupakan salah satu dari empat orang yang tewas dalam penembakan massal pada 28 Juli 2025 di sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan.
Islam terbunuh saat pelaku penembakan, Shane Tamura melakukan penyerangan di kantor Park Avenue yang merupakan kantor pusat National Football League serta beberapa bisnis besar lainnya.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan prosesi pemakaman Charlie Kirk merupakan informasi yang tidak benar.
Adapun video aslinya adalah proses pemakaman pemakaman petugas keamanan NYPD bernama Didarul Islam. Ia tewas dalam penembakan massal pada 28 Juli 2025 di sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan.
Adapun video aslinya adalah proses pemakaman pemakaman petugas keamanan NYPD bernama Didarul Islam. Ia tewas dalam penembakan massal pada 28 Juli 2025 di sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/16HLjWHZ4t/
- https://www.facebook.com/share/v/1HvbF38twi/
- https://www.facebook.com/share/v/1FXdV1S8un/
- https://www.youtube.com/shorts/NfTlj8Ro4jI
- https://abcnews.go.com/US/shane-devon-tamura-suspect-midtown-manhattan-shooting/story?id=124159125
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29076) [HOAKS] Tautan Rekrutmen CPNS Kementerian Imigrasi 2025
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan berisi tautan yang diklaim untuk mengakses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan periode 2025.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mengakses rekrutmen CPNS Kemenimipas 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (15/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN IMIGRASI 2025 RESMI DIBUKA!!
PERSYARATAN:
Laki -Laki & PrempuanLulusan SMA/SMK /D3/S1-S3 sesuai formasi jabatan .Usia min 18 tahun Maks 45 tahun
Sehat jasmani rohani& berkelakuan baikpenempatan daerah masing- masing domisili peserta.
PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB YANG ADA DI BAWAH
Screenshot Hoaks, tautan pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi 2025
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut hoaks.
Tautan yang diklaim untuk mengakses rekrutmen CPNS Kemenimipas 2025 dibagikan oleh akun Facebook ini pada Senin (15/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN IMIGRASI 2025 RESMI DIBUKA!!
PERSYARATAN:
Laki -Laki & PrempuanLulusan SMA/SMK /D3/S1-S3 sesuai formasi jabatan .Usia min 18 tahun Maks 45 tahun
Sehat jasmani rohani& berkelakuan baikpenempatan daerah masing- masing domisili peserta.
PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK WEB YANG ADA DI BAWAH
Screenshot Hoaks, tautan pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi 2025
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi resmi soal rekrutmen CPNS Kemenimipas 2025.
Akun Instagram dan situs resmi Kemenimipas tidak membagikan informasi apa pun terkait rekrutmen CPNS 2025.
Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke situs terindikasi phishing atau pencurian data.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Sebab, informasi tersebut dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.
Akun Instagram dan situs resmi Kemenimipas tidak membagikan informasi apa pun terkait rekrutmen CPNS 2025.
Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke situs terindikasi phishing atau pencurian data.
Situs tersebut meminta pengunjung memasukkan informasi pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Sebab, informasi tersebut dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang beredar di Facebook dan diklaim untuk mengakses rekrutmen CPNS Kemenimipas 2025 adalah hoaks.
Tidak ditemukan informasi rekrutmen CPNS 2025 di akun Instagram dan situs resmi Kemenimipas. Selain itu, tautan tersebut mengarah ke situs terinidikasi phishing.
Tidak ditemukan informasi rekrutmen CPNS 2025 di akun Instagram dan situs resmi Kemenimipas. Selain itu, tautan tersebut mengarah ke situs terinidikasi phishing.
Rujukan
Halaman: 1491/8120