• (GFD-2025-28663) [HOAKS] Foto Korban Meninggal karena Balap Liar di Cianjur

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan foto yang diklaim menampilkan beberapa korban meninggal saat balap liar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 17 Agustus 2025.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan itu tidak benar atau hoaks.

    Foto korban meninggal karena balap liar di Kabupaten Cianjur dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan foto beberapa korban tewas di jalan raya yang tubuhnya ditutupi menggunakan daun.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    Innalilahi wa innailaihi roojiunKecelakaan balap liar 17 Agustus di cianjur

    #beritaviral#kecelakaanbalapliar#balapliarcianjur

    Akun Facebook Foto yang diklaim menampilkan jenazah korban meninggal di Cianjur karena balap liar

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber foto tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, ditemukan foto identik di akun Facebook ini yang diunggah pada 27 Juni 2025.

    Keterangan dalam unggahan menyebut, jenazah yang ada di dalam foto adalah korban kecelakaan di Kota Silay, Filipina.

    Kecelakaan yang terjadi pada 27 Juni 2025 itu menewaskan tujuh orang.

    Dikutip dari ABS-CBN News, tujuh orang meninggal dunia usai dump truck mini yang mereka tumpangi mengalami kendala pada rem dan terguling di jalan raya Barangay Guimbalaon.

    Dump truck mini itu mengangkut 24 orang, kebanyakan merupakan pegawai dari unit pemerintah daerah Kota Silay.

    Selain mengakibatkan tujuh orang meninggal, kejadian itu juga membuat 17 orang lainnya luka-luka. 

    Kecelakaan itu terjadi usai para pegawai dari unit pemerintah daerah Kota Silay melakukan kegiatan penanaman pohon dan sedang dalam perjalanan kembali ke pusat kota. 

    Kesimpulan

    Foto yang diklaim menampilkan pelaku balap liar di Cianjur, Jawa Barat meninggal dunia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Adapun foto aslinya adalah korban meninggal dalam kecelakaan di Kota Silay, Filipina pada 27 Juni 2025. 

    Kecelakaan itu terjadi karena dump truck mini  yang mereka tumpangi terguling usai mengalam kendala di bagian rem. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28664) [KLARIFIKASI] Video Ini Bukan Perlihatkan Demo di Depan Gedung DPR RI

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim memperlihatkan massa demonstran di depan Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025).

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut dibagikan dengan konteks keliru sehingga perlu diluruskan.

    Video yang diklaim memperlihatkan massa demonstran di depan Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025) dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Mahasiswa dan masyarakat hari ini 25 agustus melakukan aksi demo depan gedung DPR RI

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, Kompas.com menemukan sejumlah video yang memiliki kemiripan visual, yaitu video X ini dan video YouTube Shorts ini. 

    Kemiripan dapat dilihat dari keberadaan bangunan tinggi yang disorot lampu tembak berwarna merah. Selain itu, terdapat papan neon berwarna biru di pintu masuknya.

    Kedua video itu dibubuhi keterangan yang menyebutkan bahwa klip tersebut direkam saat peringatan Arbain di Karbala, Irak, pada 14-15 Agustus 2025.

    Sebagai informasi, peringatan Arbain merupakan bagian dari tradisi Muslim Syiah yang dilaksanakan pada hari ke-40 setelah Hari Asyura, yang memperingati kematian Imam Husain bin Ali dan para sahabatnya dalam Pertempuran Karbala pada 10 Muharram 61 Hijriyah.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim memperlihatkan massa demonstran di depan Gedung DPR RI pada Senin (25/8/2025) perlu diluruskan.

    Video tersebut dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah peringatan Arbain di Karbala, Irak, pada 14-15 Agustus 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28667) [HOAKS] Prabowo Temui Mahasiswa yang Berdemonstrasi pada 25 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan video yang mengeklaim Presiden Prabowo Subianto menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2025.

    Namun, setelah ditelusuri narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Sebagai konteks, pada 25 Agustus 2025 berbagai kelompok masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

    Mereka memprotes besarnya gaji dan tunjangan anggota DPR RI di tengah sulitnya kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat.

    Narasi soal Prabowo menemui mahasiswa yang berdemosntrasi di depan Gedung DPR RI salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video dengan keterangan sebagai berikut:

    PRESIDEN PRABOWO TURUN LANGSUNG MENEMUI MAHASISWA YG DEMO DI GEDUNG DPR RI - JAKARTA 25-08-2025

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Prabowo menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, beberapa klip yang menampilkan Prabowo dalam video tidak terkait dengan demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025.

    Salah satu klip yang menampilkan Prabowo sedang berdiri dari dalam mobil identik dengan unggahan akun TikTok ini.

    Video itu adalah momen ketika Prabowo melakukan kunjungan ke  SDN 05 Cimahpar, Bogor Utara, Jawa Barat pada 2 Mei 2025.

    Seperti diberitakan Kompas.com, kunjungan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

    Selain meninjau kelas, Prabowo juga meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). PHTC berisi kebijakan terkait renovasi sekolah, bantuan guru, serta digitalisasi sekolah.

    Sementara itu, tidak diitemukan informasi valid Prabowo menemui mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025.

    Diberitakan Kompas.com, saat terjadi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Prabowo berada di Istana Negara, Jakarta Pusat.

    Saat itu, ia sedang memberikan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh maupun ahli warisnya. Total, ada 141 orang yang mendapat tanda kehormatan tersebut.

    Saat diwawancarai, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga mengaku belum memantau situasi demo di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025. 

    Ia mengaku masih fokus pada acara penganugerahan tanda kehormatan yang diberikan Presiden Prabowo kepada sejumlah tokoh di Istana Negara.

    "Kita belum monitor demo. Kita lagi konsentrasi memberikan penghormatan kepada beliau-beliau yang betul-betul berjasa bagi bangsa dan negara," kata Prasetyo.

    Kesimpulan

    Unggahan soal Prabowo menemui mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025 merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Saat terjadi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Prabowo berada di Istana Negara Jakarta Pusat untuk memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh. 

    Setelah ditelusuri, video yang beredar juga tidak terkait dengan narasi Prabowo menemui demonstran pada 25 Agustus 2025. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28668) [HOAKS] Demonstran di Depan Gedung DPR RI Diadang Semprotan Fatal Water Cannon

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan massa demonstran di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/8/2025).

    Narasi video menyebutkan, pengunjuk rasa diadang mobil water cannon dan ditembak dengan semburan air kencang hingga tangan dan kepala mereka terpisah.

    Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Video yang diklaim menunjukkan massa demonstran di depan Gedung DPR RI ditembak water cannon hingga tangan dan kepalanya terpisah dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Depan gerbang DPR RI 25 Agustus 2025 Buntut gaji DPR naik. Massa pendemo di hadang dengan mobil water canon sampai tangan dan kepala terpisah.

    Screenshot Hoaks, demonstran ditembak dengan water cannon hingga tangan dan kepalanya terpisah

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video tersebut dengan teknik reverse image search menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, visual yang sama ditemukan dalam video YouTube Shorts ini. Video tersebut diunggah pada 13 Agustus 2025.

    Keterangan video menyebutkan, peristiwa itu adalah kericuhan saat unjuk rasa di Pati, Jawa Tengah, pada 13 Agustus 2025.

    Narasi dalam unggahan itu tidak disertakan konteks yang jelas, apa yang dimaksud "tangan dan kepala terpisah". 

    Secara umum, tulisan itu menyiratkan bahwa semprotan water cannon berakibat fatal terhadap demonstran.

    Sementara itu, tidak ditemukan laporan dari sumber kredibel mengenai massa demonstran ditembak dengan water cannon hingga tangan dan kepalanya terpisah.

    Polisi dan kelompok masyarakat sipil juga tidak mengabarkan adanya korban jiwa dalam demonstrasi 25 Agustus 2025.

    Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyoroti aksi kekerasan polisi dan penangkapan terhadap demonstran. Dilansir dari Tempo.co, LBH Jakarta menyebut ada 370 orang yang ditangkap dan berada di Polda Metro Jaya. 

    Menurut LBH Jakarta, demonstran yang ditahan di Polda Metro Jaya mengalami kekerasan oleh polisi. "Pendamping hukum melihat peserta yang ditangkap mengalami bonyok dan luka-luka," kata pendamping LBH Jakarta, Daniel Winarta.

    Aksi demonstrasi besar di Pati yang berlangsung pada 13 Agustus 2025 juga tidak ada korban jiwa.

    Sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati memastikan tidak ada laporan korban tewas selama unjuk rasa.

    Korban yang tercatat yakni 64 orang luka yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas kesehatan setempat. 

    Kesimpulan

    Narasi yang mengeklaim massa demonstran di depan Gedung DPR RI ditembak dengan water cannon hingga tangan dan kepalanya terpisah adalah hoaks.

    Video yang dicantumkan merupakan kericuhan saat unjuk rasa di Pati, Jawa Tengah, pada 13 Agustus 2025, bukan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 25 Agustus 2025.

    Rujukan