(GFD-2025-28764) [SALAH] Pasien Rudapaksa di RSU UKI Saat Demo
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 01/09/2025
Berita
Beredar sebuah pesan berantai di WhatsApp [arsip] yang menginformasikan terdapat pasien korban rudapaksa saat terjadinya demo dan dirawat di RS UKI Jakarta Timur. Informasi tersebut diambil dari tangkapan layar akun X bernama @JawOfLLifes yang diunggah pada Minggu (31/8/2025) yang saat ini sudah tidak bisa diakses.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Umum Universitas Kristen Indonesia (RSU UKI) melalui pesan pribadi. Hasilnya, Manager On Duty (MOD) dan kepala IGD RSU UKI mengkonfirmasi tidak ada pasien yang datang ke RSU UKI atas peristiwa tersebut.
Tim juga melakukan penelusuran pada akun X @JawOfLifes terkait informasi tersebut. Pada beranda unggahannya tidak ditemukan unggahan tersebut. Selain itu, ditemukan unggahan lain dari akun itu yang mengkonfirmasi tidak adanya korban rudapaksa. Ia menuliskan bahwa tidak ada pasien yang masuk di RSU UKI.
Tim juga melakukan penelusuran pada akun X @JawOfLifes terkait informasi tersebut. Pada beranda unggahannya tidak ditemukan unggahan tersebut. Selain itu, ditemukan unggahan lain dari akun itu yang mengkonfirmasi tidak adanya korban rudapaksa. Ia menuliskan bahwa tidak ada pasien yang masuk di RSU UKI.
Kesimpulan
Informasi “pasien rudapaksa di RSU UKI saat demo” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
(GFD-2025-28765) [SALAH] Akun X @SahroniNasdem (Sahroni Berdikari)
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/09/2025
Berita
Akun Facebook “Rafael Alexander Putra” pada Senin (1/9/2025) mengunggah gambar [arsip] tangkapan layar di grup “Hujatan Teknologi Indonesia (HTI)” yang menampilkan postingan dari akun X @SahroniNasdem (Sahroni Berdikari) disertai narasi sebagai berikut:
“Data Apa Tuh”
“Data Apa Tuh”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan melakukan pencarian di X dengan memasukkan kata kunci “ahmad sahroni”. Hasil penelusuran menemukan akun X @ahmadsahroni88. Berdasarkan unggahan pada 9 Juni 2022, Ahmad Sahroni menyatakan bahwa akun @ahmadsahroni88 adalah akun asli yang ia pegang sendiri.
Selain itu, dilansir dari artikel berjudul “Waspada Akun Palsu “Sahroni Berdikari” yang Mengatasnamakan Ahmad Sahroni” yang dimuat di situs Fraksi Nasdem DPR RI pada Senin (1/9/2025), Fraksi Partai NasDem DPR RI menegaskan bahwa akun X bernama “Sahroni Berdikari” adalah akun palsu yang tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Ahmad Sahroni.
Selain itu, dilansir dari artikel berjudul “Waspada Akun Palsu “Sahroni Berdikari” yang Mengatasnamakan Ahmad Sahroni” yang dimuat di situs Fraksi Nasdem DPR RI pada Senin (1/9/2025), Fraksi Partai NasDem DPR RI menegaskan bahwa akun X bernama “Sahroni Berdikari” adalah akun palsu yang tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Ahmad Sahroni.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Akun X @SahroniNasdem (Sahroni Berdikari)” merupakan konten tiruan (impostor content).
Rujukan
(GFD-2025-28766) Cek Fakta: Sri Mulyani Mundur dari Kabinet
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
Murianews, Kudus – Beredar video yang menarasikan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundurkan diri dari kabinet. Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, video tersebut merupakan hoaks.
Video itu salah satunya diunggah akun Facebook bernama Rudi Riswan Rud. Narasi dalam postingan tersebut sebagai berikut:
”Menteri keuangan Sri Mulyani ”Mengundurkan diri Dari Kabinet”
Apakah mungkin Ada kaitannya Dengan pernyataan kemarin yang viral... Beliau menyatakan ”Kalay Guru adan beban Negara””
Dalam video itu, Sri Mulyani mengatakan:
”Tapi saya ingin menyampaikan juga permohonan maaf secara pribadi, secara tulus. manusia adalah tempatnya salah dan lupa
Berharap semua kontribusi dan dedikasi ini telah bisa menyumbang untuk membangun Indonesia
Makasih kepada semuanya”
Sedangkan caption dalam video adalah:
”Menteri Keuangan Sri Mulyani
Mengundurkan diri dari kabinet
Apakah benar?”
Benarkah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundurkan diri dari kabinet? Simak penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com selengkapnya di halaman berikut.
Penelusuran...
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Murianews.com menelusuri video yang menarasikan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundurkan diri dari kabinet dengan menggunakan google lens.
Hasilnya, video itu identik dengan unggahan kanal YouTube milik Liputan 6 berjudul Sri Mulyani Menangis saat Pamit ke DPR RI, Disambut ‘Standing Applause’.
Video itu merupakan momentum Sri Mulyani menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI pada Selasa (17/9/2024) lalu.
Dalam rapat itu, Sri Mulyani dan Banggar DPR RI membahas tentang asumsi makro ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Video tersebut diketahui hasil edit dengan metode cut and plug. Dalam video aslinya, Menkeu Sri Mulyani tidak menyampaikan pengunduran diri, melainkan berpamitan pada DPR RI seiring berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Kesimpulan...
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran tersebut, Tim Cek Fakta Murianews.com mengkategorikan video Sri Mulyani mundur dari kabinet merupakan disinformasi dengan jenis misleading content.
Video tersebut diketahui hasil edit dengan metode cut and plug. Dalam video aslinya, Menkeu Sri Mulyani tidak menyampaikan pengunduran diri, melainkan berpamitan pada DPR RI seiring berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo.
(GFD-2025-28771) Keliru: Video TNI Marah ke Polisi untuk Dukung Demonstran
Sumber:Tanggal publish: 01/09/2025
Berita
SEBUAH video beredar di TikTok [arsip] dengan klaim sejumlah personel TNI membela demonstran dari polisi. Video ini muncul setelah demonstrasi di depan gedung DPR RI, Jakarta, 25 Agustus 2025.
Video itu menampilkan demonstran mengangkat poster berisi tuntutan. Beberapa tentara lalu berbaris dan meluapkan amarah kepada polisi yang berdiri di hadapan mereka. Konten ini diklaim sebagai bentuk dukungan TNI terhadap aksi mahasiswa.
Namun, benarkah video itu asli?
Video itu menampilkan demonstran mengangkat poster berisi tuntutan. Beberapa tentara lalu berbaris dan meluapkan amarah kepada polisi yang berdiri di hadapan mereka. Konten ini diklaim sebagai bentuk dukungan TNI terhadap aksi mahasiswa.
Namun, benarkah video itu asli?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu dengan analisis visual dan menggunakan alat deteksi akal imitasi (AI). Hasilnya video itu hasil buatan AI.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan pada video tersebut. Wajah para demonstran tampak tidak beraturan. Wajah dan lengan tentara yang berbaris juga sebagian menyatu dan terlihat tidak normal saat bergerak. Tulisan pada poster pun acak, misalnya “bubarkan gak ada” dan “bubarkan ada fungsi.”
Selain itu, badge di kerah seragam TNI serta nama di video terlihat tidak jelas. Tempo membandingkannya dengan foto asli saat Andika Perkasa menjabat KSAD pada 26 November 2020, di mana badge terlihat jelas ketika diperbesar. Kejanggalan-kejanggalan seperti itu biasa ditemukan dalam konten AI.
Latar tempat dalam video juga tidak sama dengan gerbang utama gedung DPR RI. Perbedaan ini terlihat ketika Tempo membandingkannya dengan situasi demonstrasi di lokasi yang sama pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Pemindaian tangkapan layar video melalui aplikasi pendeteksi konten AI, AI or NOT, menunjukkan video itu buatan AI dengan kemungkinan 96 persen. Secara visual, video tersebut diduga dibuat dengan model 4o dari OpenAI dengan tingkat kemiripan 90 persen. Alat deteksi lain, Was It AI, juga menyimpulkan video tersebut hasil kecerdasan buatan.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan pada video tersebut. Wajah para demonstran tampak tidak beraturan. Wajah dan lengan tentara yang berbaris juga sebagian menyatu dan terlihat tidak normal saat bergerak. Tulisan pada poster pun acak, misalnya “bubarkan gak ada” dan “bubarkan ada fungsi.”
Selain itu, badge di kerah seragam TNI serta nama di video terlihat tidak jelas. Tempo membandingkannya dengan foto asli saat Andika Perkasa menjabat KSAD pada 26 November 2020, di mana badge terlihat jelas ketika diperbesar. Kejanggalan-kejanggalan seperti itu biasa ditemukan dalam konten AI.
Latar tempat dalam video juga tidak sama dengan gerbang utama gedung DPR RI. Perbedaan ini terlihat ketika Tempo membandingkannya dengan situasi demonstrasi di lokasi yang sama pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Pemindaian tangkapan layar video melalui aplikasi pendeteksi konten AI, AI or NOT, menunjukkan video itu buatan AI dengan kemungkinan 96 persen. Secara visual, video tersebut diduga dibuat dengan model 4o dari OpenAI dengan tingkat kemiripan 90 persen. Alat deteksi lain, Was It AI, juga menyimpulkan video tersebut hasil kecerdasan buatan.
Kesimpulan
Tempo menyimpulkan klaim video yang disebut memperlihatkan TNI memarahi polisi demi melindungi demonstran keliru. Video itu buatan AI, bukan rekaman peristiwa nyata.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@nakhlacenel/video/7543483615657594168?_r=1&_t=ZS-8zGoR8mqMMx
- https://archive.is/EpB5k
- http://www.tempo.co/hukum/karir-calon-panglima-tni-andika-perkasa-pernah-gabung-tim-intelijen-antiteror-458044
- https://www.tempo.co/politik/massa-berusaha-jebol-gerbang-utama-gedung-dpr-2064505
- https://www.aiornot.com/
- https://wasitai.com/
Halaman: 1403/7967




