• (GFD-2025-28826) [KLARIFIKASI] Ini Video Konvoi Buruh di Cikupa pada Oktober 2020, Bukan Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan konvoi kendaraan bermotor di perumahan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (31/8/2025).

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan.

    Video yang diklaim menunjukkan konvoi kendaraan bermotor di perumahan Citra Raya Cikupa dibagikan oleh akun TikTok ini pada Minggu (31/8/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    citra raya cikupa bree

    Dalam video itu tampak konvoi kendaraan bermotor yang dipimpin mobil komando keluar dari gerbang Citra Raya.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, peristiwa dalam video bukan kejadian pada Agustus 2025. Video itu merupakan kejadian pada Oktober 2020.

    Akun Facebook Tangsel Life membagikan video yang sama dan disebut konvoi buruh saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law.

    Berikut narasi yang dicantumkan:

    Masih berlanjut hingga siang hari ini. Buruh yang konvoi sudah memasuki Citra Raya Cikupa, yang selanjutnya akan melakukan Aksi Demo menolak Omnibus Law. Selasa (6/10/2020)

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menunjukkan konvoi kendaraan bermotor di perumahan Citra Raya Cikupa, Tangerang, Banten, pada Minggu (31/8/2025) perlu diluruskan.

    Video itu dibagikan dengan konteks keliru. Peristiwa dalam video adalah konvoi buruh saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law pada Oktober 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28827) [HOAKS] Rumah Sri Mulyani Dibakar Perusuh

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar foto yang diklaim menampilkan rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dibakar oleh para perusuh.

    Foto itu beredar di media sosial usai rumah Sri Mulyani di Tangerang Selatan, Banten, dijarah sejumlah orang tidak dikenal pada Minggu (31/8/2025) dinihari.

    Namun, setelah ditelusuri unggahan itu merupakan informasi keliru. Foto rumah yang dilalap api dalam unggahan tersebut bukan milik Sri Mulyani.

    Foto yang diklaim menampilkan rumah Sri Mulyani dibakar perusuh salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan Instagram ini pada 31 Agustus 2025.

    Foto itu menampilkan bangunan rumah yang rusak dan dilalap api. Salah satu akun menulis keterangan:

    viral rumah ibuk Sri mulyani kebakaranmembuat rakyat sedih

    Ya Allah aku baru bangun tedokByk nian sudah bencanaLa dipalembng Polda PO dibakar

    Ini rumah Sri Mulyani jg dibakarAstaghfirullah

    Cakmno lw wong Yo LG tedok kmu bkrSudah kacauuu nian pokoknya

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, foto yang diklaim menampilkan rumah Sri Mulyani dibakar perusuh

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri sumber foto tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, ditemukan foto identik di laman VOI ini dan Tribunnews ini.

    Foto itu telah beredar sejak 2023, jauh sebelum ada penjarahan di rumah Sri Mulyani pada 31 Agustus 2025.

    Keterangan dalam unggahan menyebut, foto tersebut menampilkan sebuah rumah mewah di Kompleks Buaran Regency, Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang terbakar pada 11 April 2023 malam.

    Kebakaran diduga terjadi karena korsleting listrik.

    Sementara itu hingga kini tidak ada informasi valid rumah Sri Mulyani dibakar perusuh.

    Seperti diberitakan Kompas.com sebelumnya, rumah Sri Mulyani di kawasan Mandar, Pondok Aren, Tangerang Selatan dijarah oleh orang tidak dikenal pada Minggu (31/8/2025).

    Koordinator Keamanan RW 10 Mandar, Iqbal Rezeki Awal menyebutkan, kejadian itu berlangsung dua gelombang, yakni sekitar pukul pukul 01.30 WIB dan 02.30 WIB.

    Kelolompok tidak dikenal itu memaksa masuk ke dalam rumah Sri Mulyani dan menjarah sejumlah barang. 

    Usai kejadian, polisi kemudian menangkap dua orang yang terlibat dalam penjarahan.

    Panit Binmas Polsek Pondok Aren, Iptu Rahmat Gunawan, mengatakan, keduanya ditangkap saat kedapatan membawa barang curian berupa mainan anak-anak dan peralatan makan.

    Kesimpulan

    Foto yang diklaim menampilkan rumah Sri Mulyani dibakar perusuh merupakan informasi tidak benar.

    Faktanya, foto itu sudah beredar sejak 2023, sebelum ada penjarahan di rumah Sri Mulyani pada 31 Agustus 2025.

    Foto aslinya menampilkan rumah mewah di Kompleks Buaran Regency, Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang terbakar karena korsleting listrik. Sampai saat ini tidak ada informasi valid rumah Sri Mulyani dibakar oleh perusuh. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28833) [HOAKS] Video Anggota TNI Cilegon Marah ke Effendi Simbolon, Bukan Minta Bubarkan DPR

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial, beredar video sekelompok anggota TNI tidak terima karena disebut sebagai gerombolan dan disamakan dengan organisasi masyarakat (ormas).

    Video yang disebarkan pada akhir Agustus 2025 tersebut dinarasikan sebagai kemarahan TNI terhadap anggota DPR dan setuju DPR dibubarkan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Video menampilkan kemarahan anggota TNI yang diklaim sebagai persetujuan pembubaran DPR RI disebarkan oleh akun TikTok ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut teks yang tertera dalam video:

    TNI AKAN SELALU ADA DI GARDA TERDEPAN UNTUK RAKYAT INDONESIA

    KEMARAHAN ANGGOTA TNI KEPADA ANGGOTA DPR

    Sementara, berikut teks yang tertera pada thumbnail:

    TNI, Polri dan angkatan bersenjata lainnya setuju DPR di bubarkan mereka pelindung negara tugasnya pertaruh nyawa, gajinya kecil.. sdgkn DPR nagapain gaji fasilitas besar isi korupsi lagi.. maju tak gentar bersama rakyat.. bubarkan DPR

    akun TikTok Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun TikTok, menampilkan kemarahan anggota TNI yang diklaim sebagai persetujuan pembubaran DPR RI.

    Hasil Cek Fakta

    Anggota TNI dalam video yang beredar merupakan Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak dan jajaran Kodim 0623 Cilegon.

    Sosok yang berbicara di tengah ialah Dandim 0623 Cilegon Letnan Kolonel Infanteri Ari Widyo Prasetyo.

    Hasil penelusuran dengan metode reverse image search mengarahkan ke video serupa di kanal YouTube Tribun Tangerang dan Banten News.

    Video berdurasi 2 menit 15 detik tersebut ditujukan bagi mantan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang sempat menjabat sebagai anggota DPR RI.

    Tidak ada ucapan dari Ari yang menyetujui pembubaran DPR RI.

    Peristiwa dalam video juga tidak terkait dengan gelombang aksi massa terkait kinerja anggota parlemen yang terjadi sepanjang akhir Agustus sampai awal September 2025.

    Saat rapat bersama Komisi I DPR RI pada 5 September 2022, Effendi geram karena menemukan banyak ketidakharmonisan dan ketidakpatuhan yang terjadi di tubuh TNI.

    Ia lantas menyebut TNI sebagai "gerombolan lebih-lebih ormas."

    Pernyataan itu memicu kemarahan jajaran TNI, termasuk Kodim 0623 Cilegon yang membuat video untuk menuntut permintaan maaf Effendi.

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Effendi telah meminta maaf atas ucapannya.

    Kesimpulan

    Video jajaran Kodim 0623 Cilegon menuntut permintaan maaf dari mantan anggota DPR RI, Effendi Simbolon disebarkan dengan konteks keliru.

    Dandim 0623 Cilegon Letnan Kolonel Infanteri Ari Widyo Prasetyo merasa tidak terima atas ucapan Effendi yang menyebut TNI sebagai gerombolan.

    Peristiwa dalam video tidak terkait dengan gelombang aksi massa atas kinerja DPR RI pada Agustus 2025.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28834) [HOAKS] Keberadaan Sniper di Sejumlah Gedung Kota Malang

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan yang menginformasikan keberadaan penembak jitu (sniper) di sejumlah gedung tinggi di Kota Malang, Jawa Timur.

    Unggahan itu beredar luas di media sosial saat terjadi demonstrasi di Kota Malang pada akhir Agustus dan awal September 2025.

    Namun, setelah ditelusuri, narasi keberadaan sniper di sejumlah titik di Kota Malang tersebut tidak benar atau hoaks.

    Unggahan terkait keberadaan sniper di sejumlah gedung di Kota Malang salah satunya dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan pesan berupa imbauan kepada masyarakat untuk tidak keluar malam karena akan ada penembakan secara acak.

    Dalam unggahan juga disebutkan beberapa gedung yang digunakan para sniper untuk melakukan penembakan.

    Hasil Cek Fakta

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto membantah informasi terkait keberadaan sniper di sejumlah gedung di wilayahnya.

    Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak terprovokasi dengan informasi tersebut. 

    "Informasi mengenai sniper di atas gedung-gedung Kota Malang adalah 100 persen tidak benar alias hoaks. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tidak terprovokasi, dan tetap beraktivitas seperti biasa," kata Ipda Yudi Senin (1/9/2025).

    Menurut Yudi, saat ini Kota Malang dalam situasi aman, sehingga masyarakat bisa tetap beraktivitas seperti biasa.

    Yudi  mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. 

    "Pastikan kebenaran setiap informasi yang diterima sebelum meneruskannya ke orang lain. Jangan sampai kita justru ikut andil dalam menyebar kepanikan," kata Yudi. 

    Sebelumnya di media sosial juga muncul hoaks mencatut BEM UI terkait adanya penembakan misterius (Petrus). Penelusuran Kompas.com bisa dilihat di sini. 

    Kesimpulan

    Narasi yang menyebut adanya sniper di sejumlah gedung Kota Malang merupakan informasi tidak benar atau hoaks. 

    Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi.

    Menurut dia, saat ini kondisi Kota Malang dalam situasi aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. 

    Rujukan