• (GFD-2025-29416) [SALAH] Judul Artikel Gelora “Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/10/2025

    Berita

    Beredar gambar [arsip] dari akun Facebook “Hamsah Ji” pada Jumat (12/9/2025) yang menampilkan tangkapan layar artikel Gelora berjudul “Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi” disertai narasi:

    Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi 😲🤭😁🤣🤣🤣🤣🤣

    Lepas dari srimulyani masuk Purbaya…

    lepas dari mulut siganmasuk mulut buaya..

    Apes bgt jadi WNI…

    punya Mentri kok gini amatt…

    Gimana sih Mr.Prabowo?

    Hingga Sabtu (4/10/2025) unggahan tersebut telah disukai 45 kali, menuai 62 komentar dan dibagikan ulang oleh 3 pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan gambar tangkapan layar tersebut ke mesin pencarian foto Google Image Search.

    Hasilnya ditemukan gambar serupa pada artikel gelora.co yang diunggah Selasa (9/9/2025) berjudul “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8" dengan tanggal tayang sama dengan konten yang disebarkan oleh akun Facebook "Hamsah Ji".

    Pembuat konten yang disebarkan oleh akun Facebook “Hamsah Ji” memanipulasi judul artikel tersebut dengan "Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi”.


    Dalam artikel tersebut sama sekali tidak membahas pernyataan Menkeu Purbaya yang meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi. Artikel itu membahas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan pernyataannya yang menuai kontroversial terkait tuntutan 17+8.

    Kesimpulan

    Faktanya judul asli artikel tersebut adalah “Menkeu Purbaya Minta Maaf, Akui Salah Ngomong Soal Tuntutan 17+8″.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29417) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Seleksi PPPK Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 September 2025.
    Klaim link pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat berupa tulisan sebagai berikut.
    "Kemensos resmi membuka Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat Tahap II Tahun Anggaran 2025.
    Daftar sekarang!"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menu 'daftar sekarang'. Jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftarkandirimusekarang.biz.id/web/a/?fbclid=IwY2xjawNNZ5ZleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFvTkJaWnlrWUJ0UVcxN3dBAR4RaY0BasjfXNVYFJmfUgupuHG-v6CiNB5d7xkA6mXObtiUdnSOthFWdon1cA_aem_sGIJHML3UtgJbRziVGfaAg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat. Penelusuran mengarah pada situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) kemensos.go.id mengenai Pengumuman Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional Guru Sekolah Rakyat Tahap II TA 2025.
    Berdasarkan informasi dari situs tersebut, seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat Tahap II Tahun Anggaran 2025 telah selesai.
    "Pengumuman Kelulusan PPPK JF Guru Sekolah Rakyat oleh Kemensos 13 Agustus 2025"
    Selain itu, seleksi calon guru sekolah rakyat dilaksanakan oleh Kemendikdasmen. Laman resmi Kemendikdasmen dapat diakses pada ppg.dikdasmen.go.id/seleksi-guru-sekolah-rakyat-tahap-2.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat tidak benar.
    Seleksi PPPK jabatan fungsional Guru Sekolah Rakyat Tahap II Tahun Anggaran 2025 telah selesai.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29388) [SALAH] Presiden India Masuk Islam, Ribuan Patung Dewa Dihancurkan

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 03/10/2025

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun tiktok “duniirsani” pada Selasa (27/09/2025) disertai takarir:

    “Geger Presiden India Resmi masuk Islam, RIbuan patung dewa dihancurkan 02"

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Presiden India masuk Islam, ribuan patung dewa dihancurkan” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri aktivitas Droupadi Murmu di Google. Hasilnya ditemukan artikel dari india times yang menjelaskan Presiden Murmu melakukan ritual Pind Daan (ritual Hindu untuk keselamatan jiwa leluhur dan anggota keluarga yang meninggal) di Kuil Vishnupad, Gaya pada Sabtu (20/9/2025).

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri lebih dalam terkait kepercayaan Presiden India tersebut di Google, ditemukan artikel bkdaily.news.org yang terbit pada Jumat (22/7/2022) menjelaskan bahwa Droupadi Murmu mulai mengikuti gerakan Brahma Kumaris pada tahun 2009. Beliau menjalani kursus Meditasi Rajyoga di pusat Brahma Kumaris dan sejak saat itu menjadi pengikut setia

    Hingga artikel ini terbit, tidak ditemukan berita Presiden India Droupadi Murmu masuk Islam dan ribuan patung dewa dihancurkan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Presiden India masuk Islam, ribuan patung dewa dihancurkan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29393) [SALAH] Sebelas Pelajar Meninggal Akibat MBG

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 03/10/2025

    Berita

    Akun X “alisyarief” pada Senin (28/9/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    MBG makan korban 11 orang meninggal, Peringatan keras PKI biadab menyusup membunuh anak-anak disekolah menurunkan prabowo lewat makan gratis waspada yang punya anak-anak di sekolah

    Per Jumat (3/10/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 274 ribu kali, disukai 2 ribu, dibagikan ulang 965 kali dan menuai 557 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “sebelas pelajar meninggal akibat MBG” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang terjadi pada Rabu (24/9/2025).

    Melansir dari akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional (BGN) @badangizinasional.ri. BGN menyatakan, sebagaimana disampaikan oleh camat setempat, tidak ada satupun korban jiwa dalam insiden tersebut dikutip pada Senin (29/9/2025).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “sebelas pelajar meninggal akibat MBG” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)