• (GFD-2025-28830) [SALAH] Video Aceh Butuh Bendera Kemerdekaan Bintang Bulan, Tidak Butuh Bendera RI Penjajah Rakyat

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/09/2025

    Berita

    Pada Minggu (31/8/2025) beredar video di Facebook (arsip cadangan) oleh akun “Halo Aceh” (fb.me/JemsAsier) dengan narasi:

    “Ribuan masyarakat
    Membawa bendera
    Bintang bulan
    Aceh ngak Butuh Bendera RI
    Penjajah Rakyat, kami Butuh
    Bendera Kemerdekaan 👍
    Uroe nyoe"

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 21.9 ribu kali, dikomentari 1.9 ribu kali, dikomentari 1.9 ribu kali, dan dibagikan 1.1 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan Google Lens untuk menemukan sumber video yang disebarkan, hasilnya didapatkan sebuah sumber yang sebelumnya membagikan video yang mirip dengan konteks yang benar.

    Akun Facebook “Kreator Muda” (fb.me/kreator.muda.822014) sudah membagikan video yang dibagikan oleh akun “Halo Aceh” sebelumnya pada 9 Agustus 2025, sehingga dari aspek waktu tidak berkaitan dengan unjuk rasa DPR yang berlangsung di akhir bulan Agustus beberapa hari ini.

    Mengenai konteks yang relevan dengan video dan deskripsi yang dibagikan oleh akun “Kreator Muda”, pencarian menggunakan Google News dengan membatasi pencarian pada bulan Agustus menghasilkan artikel dari sumber-sumber media berkaitan dengan acara peringatan 20 tahun perdamaian Aceh.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Faktanya video yang disebarkan sudah beredar sebelumnya pada 9 Agustus lalu, tidak berkaitan dengan unjuk rasa DPR yang berlangsung di akhir bulan Agustus beberapa hari ini.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28831) [SALAH] Tanggal 1 Desember Jaringan Internet Indonesia Akan Diputus

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 03/09/2025

    Berita

    Akun tiktok “tiosaepudin_97” pada Minggu (31/08/2025) mengunggah Video [arsip] disertai takarir:
    “Tinggal menghitung hari lagi tgl 1 Desember Jaringan internet Indonesia akan di putus,
    selamat tinggal sosmed, selamat datang kehidupan jaman dulu”

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “tanggal 1 Desember jaringan internet Indonesia akan diputus” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan bahwa klaim serupa pernah beredar pada akhir tahun 2023 pada laman artikel milik turnbackhoax.id.

    Dalam artikel yang terbit pada Rabu (29/11/2023) tersebut, dijelaskan bahwa Kominfo memastikan kabar pemutusan akses tidak benar. Indonesia memiliki satelit sehingga memiliki jaringan internet mandiri yang dapat digunakan masyarakat, termasuk mengakses medsos.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “tanggal 1 Desember jaringan internet Indonesia akan diputus” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28832) Cek Fakta: Hoaks Artikel Jokowi Tantang Pendemo untuk Datang ke Rumahnya

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel mantan Presiden Jokowi menantang pendemo untuk datang ke rumahnya. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 September 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Detik.com berjudul:
    "Jokowi Cs Tantang Pendemo Pengecut Coba ke Rumah Saya Kalau Berani Saya Akan Lawan"
    Lalu benarkah postingan artikel mantan Presiden Jokowi menantang pendemo untuk datang ke rumahnya?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan kata kunci "Jokowi" di situs berita Detik.com. Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan namun dengan judul berbeda.
    Kesamaan terdapat pada foto yang dipakai, nama penulis artikel, dan juga tanggal artikel diunggah. Dalam artikel asli berjudul "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis".
    Isi artikel asli juga sama sekali tidak membahas terkait tantangan Jokowi pada pendemo untuk datang ke rumahnya.
    Artikel itu membahas belasungkawa Jokowi atas tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan setelah dilindas rantis Brimob.

    Kesimpulan


    Postingan artikel mantan Presiden Jokowi menantang pendemo untuk datang ke rumahnya adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28838) Video Lawas Diklaim sebagai Aksi Penjarahan di Rumah Puan

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/09/2025

    Berita

    tirto.id - Aksi penjarahan di beberapa rumah anggota DPR terjadi buntut demo di berbagai wilayah pada penghujung Agustus silam. Aksi itu dilakukan oleh massa tak dikenal, yang awalnya dilakukan di rumah Ahmad Sahroni, lanjut ke rumah Uya Kuya, Eko Patrio, dan Nafa Urbach pada Sabtu (30/8/2025).

    ADVERTISEMENT

    Kemudian, malam harinya penjarahan terjadi di rumah Uya Kuya (Surya Utama) dan Eko Patrio (Eko Hendro Purnomo). Baru kemudian pada Minggu (31/8/2025) dini hari giliaran rumah Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Di tengah isu penjarahan yang menjadi perbincangan publik ini, berseliweran video yang diklaim sebagai rekaman penggerudukan dan penjarahan rumah Ketua DPR, Puan Maharani. Klip itu salah satunya diunggah akun TikTok bernama "whisnukencana76" (arsip).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Penjarahan di Rumah Puan. foto/hotline periksa fakta tirto

    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Dalam video berdurasi 14 detik, sekelompok orang tampak memanjat pagar dan merusak bangunan. Kemudian di bagian dinding depan juga terdapat coretan tertulis “DPR JAN”. Audio yang menyertai hanya suara keributan.

    “Rumah Puan Maharani Digeruduk Massa,” tulis akun pengunggah, Selasa (2/9/2025).

    Per Selasa (2/9/2025) sore, video ini sudah disimpan oleh 166 orang, dan meraup 1.765 tanda suka serta 11 komentar. Meski ada yang mendukung dan mengonfirmasi kejadian tersebut, ada pula warganet yang menyangkal bahwa video itu terjadi di tempat lain. Ragam respons warganet itu terlihat dari kolom komentar.

    ADVERTISEMENT

    Selain akun “whisnukencana76”, akun TikTok lain seperti “soccernews_103” (arsip) juga diketahui membagikan video serupa. Selain di TikTok, klip ini juga berlalu-lalang di YouTube (arsip) dengan narasi yang sama, serta di Facebook dari unggahan akun "Inah Inah" (arsip).

    Lantas, bagaimana kebenaran videonya?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto memeriksa asal muasal dan konteks klip yang beredar dengan menggunakan metode penelusuran gambar terbalik. Usai menyalin tangkapan layar salah satu keyframe video ke mesin pencarian gambar Google Image, kami menemukan gambar identik dalam laporan berita Detik.

    Dengan narasi serupa, video dinarasikan sebagai penggerudukan di rumah Puan rupanya tersebar sejak 2020. Padahal, rekaman aslinya merupakan potret kericuhan demo menolak Omnibus Law, Kamis (8/10/2020) silam.

    Menurut laporan Detik berjudul “Sudut Gedung DPRD Kota Malang yang Viral Dipanjat Demonstran”, massa saat itu mencoba melempar batu, botol dan benda-benda lain ke arah Gedung DPRD Kota Malang. Mereka juga memanjat pagar gedung dan merusak fasilitas di dalamnya.

    Dokumentasi unjuk rasa menentang Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Kota Malang juga disiarkan kanal YouTube Kompas TV Malang. Artinya, video yang berlalu-lalang sudah dibubuhi klaim yang tidak sesuai kenyataan.

    Video dari TribunNews berikut juga menunjukkan klip yang serupa dengan kejadian yang tersebar di media sosial. Video tersebut berjudul "Video Massa Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Gedung DPRD Malang Dibakar Demonstran" menunjukkan kejadian 8 Oktober 2020 di DPRD Malang.

    Saat mencoba mencari berita adanya penjarahan di rumah Puan lewat pencarian Google, Tirto juga tak menemukan adanya laporan yang mengonfirmasi.

    Upaya massa menggeruduk rumah Puan memang sempat terekam, tetapi aksi tersebut gagal. Seperti dilaporkan Radar Banyuwangi, massa menghampiri rumah Puan pada Minggu (31/8/2025), namu aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan lokasi.

    “Massa yang berusaha menjebol pagar berhasil dipukul mundur sebelum masuk ke dalam rumah. Tidak seperti beberapa pejabat lain yang rumahnya dijarah, kediaman Puan telah dipersiapkan dengan pengamanan ketat sehingga tidak dapat ditembus,” mengutip Radar Banyuwangi.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta memperlihatkan bahwa klip dengan klaim rumah Ketua DPR, Puan Maharani digeruduk dan dijarah pada 2025 bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Video dinarasikan sebagai penggerudukan di rumah Puan rupanya tersebar sejak 2020. Padahal, rekaman aslinya merupakan potret kericuhan demo menolak Omnibus Law, Kamis (8/10/2020) silam.

    Menurut laporan Detik berjudul “Sudut Gedung DPRD Kota Malang yang Viral Dipanjat Demonstran”, massa saat itu mencoba melempar batu, botol dan benda-benda lain ke arah Gedung DPRD Kota Malang. Mereka juga memanjat pagar gedung dan merusak fasilitas di dalamnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan