Beredar video [arsip] yang diunggah oleh akun Facebook “Deri Irawan” pada Sabtu (20/9/2025) berisikan video terjadinya kericuhan di parlemen dengan narasi sebagai berikut:
“Anggota DPR ricuh Viral disoraki full arogan hingga gedor gedor meja saat sidang. Anggota DPR benar-benar Menolak RUU PERAMPASAN ASET, bagaimana ini arogan sekali.”
Hingga Selasa (23/9/2025) video tersebut telah ditonton lebih dari 3,700 kali, disukai lebih dari 3,600 kali, menuai lebih dari 1,300 komentar, dan dibagikan 415 kali.
(GFD-2025-29222) [SALAH] Anggota DPR Gebrak Meja saat Sidang Menolak RUU Perampasan Aset
Sumber: FacebookTanggal publish: 24/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci "paripurna DPD ricuh" seperti pada headline video tersebut pada kolom pencarian YouTube.
Hasilnya ditemukan video serupa yang diunggah oleh akun YouTube resmi KOMPASTV berjudul “Anggota DPD Ngamuk saat Sidang Paripurna” Selasa (12/4/2016). Pada video tersebut memberitakan tentang kericuhan yang terjadi saat Paripurna DPD.
Hasilnya ditemukan video serupa yang diunggah oleh akun YouTube resmi KOMPASTV berjudul “Anggota DPD Ngamuk saat Sidang Paripurna” Selasa (12/4/2016). Pada video tersebut memberitakan tentang kericuhan yang terjadi saat Paripurna DPD.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “anggota DPR gebrak meja saat sidang menolak RUU perampasan aset” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[YouTube] Anggota DPD Ngamuk saat Sidang Paripurna
- https://www.youtube.com/watch?v=_bw9DAEW_8U
- https://web.facebook.com/reel/785446667424605 (Unggahan akun Facebook Deri Irawan)
- https://web.archive.org/web/20250923022355/
- https://www.facebook.com/reel/785446667424605 (Arsip unggahan akun Facebook Deri Irawan)
(GFD-2025-29223) Cek Fakta: Tidak Benar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Rp 50 Juta
Sumber:Tanggal publish: 24/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta. Dalam unggahannya, turut menyertakan tautan kirim pesan.
Informasi ini beredar di media sosial Facebook pada 20 September 2025.
Klaim unggahan berupa tulisan sebagai berikut:
"ini semua akan terbaik"
Unggahan menyertakan gambar Dedi Mulyadi dan narasi berikut ini:
"KDM Dedi Mulyadi#
Saya mau bagikan hadiah 50 juta siapa cepat dia dapat, silakan hubungi saya"
Ketika tautan pesan dibuka, akan mengarah pada kotak percakapan.
Benarkah klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta. Penelusuran mengarah pada pernyataan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui akun Instagram resminya @jabarprovgoid yang dikutip pada Rabu (23/9/2025).
Berikut pernyataannya:
Hoaks, Kabar “Give Away dari Kang Dedi Mulyadi”
*KOTA BANDUNG -* Kabar adanya _give away_ dari Kang Dedi Mulyadi, yang beredar di media sosial, informasi tersebut tidak benar keberadaannya dan termasuk hoaks atau berita bohong jenis _fabricated content_ atau konten palsu yang sengaja dibuat untuk menipu dan merugikan masyarakat.
Berdasarkan hasil _check and recheck_ dan penelusuran yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat melalui Jabar Saber Hoaks (JSH), baik di akun resmi Dedi Mulyadi Instagram @dedimulyadi71, YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL, Tiktok dedimulyadiofficial tidak ditemukan surat, surat informasi, tangkapan layar atau pernyataan yang menyebutkan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi memberikan _give away_ sebesar Rp50.300.000 dan biaya pengaktifan hadiah Rp300.000.
Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di masyarakat maupun di media sosial yang belum pasti kebenarannya.
"Sebaiknya masyarakat melakukan _check and recheck_ terhadap informasi yang diterima. Jangan mudah percaya. Apalagi informasi yang menjanjikan," ucap Adi Komar di Kota Bandung, Kamis (26/6/2025).
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta, tidak benar.
(GFD-2025-29226) [HOAKS] Penembakan Charlie Kirk adalah Palsu
Sumber:Tanggal publish: 24/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial, beredar narasi yang mengeklaim penembakan aktivis sayap kanan Amerika Serikat (AS) Charlie Kirk adalah palsu.
Peristiwa itu diklaim dirancang untuk memancing rasa takut dan mendorong pengendalian senjata.
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Klaim yang menyebut penembakan Charlie Kirk adalah palsu disebarkan oleh akun Facebook ini pada Minggu, 14 September 2025.
Pengunggah menyertakan video detik-detik peristiwa penembakan, disertai teks berikut:
WTF!!PENEMBAKAN BENDERA PALSU CHARLIE KIRK TERUNGKAP!!
Mereka Menjalankan Buku Pedoman Ritual Yang Sama Berulang-ulang Dan Kali Ini, Itu Terkait Dengan Bulan Darah Dan Angka 156. Perhatikan Baik-baik. Ini Bukan Sekadar Penembakan Acak Lainnya...
Itu Adalah Peristiwa Yang Dipentaskan Yang Dirancang Untuk Menuai Rasa Takut Dan Mendorong Agenda Pengendalian Senjata, Seperti 9/11 Yang Digunakan Untuk Membenarkan Perang Dan Pengawasan Tanpa Akhir.
ANGKA-ANGKA TIDAK BERBOHONG:
• Penembakan Palsu Charlie Kirk = 156• Pengendalian Senjata Charlie Kirk = 156• Penembakan Palsu Utah Charlie Kirk = 156
• Penembakan yang Dipentaskan Charlie Kirk = 156• 911 adalah Bilangan Prima ke-156• Dan Penembakan Ini Terjadi Tepat 24 Jam Sebelum 9/11 Itu Semua Adalah Bagian Dari Ritual Berbasis Frekuensi Yang Sama....
Peristiwa itu diklaim dirancang untuk memancing rasa takut dan mendorong pengendalian senjata.
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Klaim yang menyebut penembakan Charlie Kirk adalah palsu disebarkan oleh akun Facebook ini pada Minggu, 14 September 2025.
Pengunggah menyertakan video detik-detik peristiwa penembakan, disertai teks berikut:
WTF!!PENEMBAKAN BENDERA PALSU CHARLIE KIRK TERUNGKAP!!
Mereka Menjalankan Buku Pedoman Ritual Yang Sama Berulang-ulang Dan Kali Ini, Itu Terkait Dengan Bulan Darah Dan Angka 156. Perhatikan Baik-baik. Ini Bukan Sekadar Penembakan Acak Lainnya...
Itu Adalah Peristiwa Yang Dipentaskan Yang Dirancang Untuk Menuai Rasa Takut Dan Mendorong Agenda Pengendalian Senjata, Seperti 9/11 Yang Digunakan Untuk Membenarkan Perang Dan Pengawasan Tanpa Akhir.
ANGKA-ANGKA TIDAK BERBOHONG:
• Penembakan Palsu Charlie Kirk = 156• Pengendalian Senjata Charlie Kirk = 156• Penembakan Palsu Utah Charlie Kirk = 156
• Penembakan yang Dipentaskan Charlie Kirk = 156• 911 adalah Bilangan Prima ke-156• Dan Penembakan Ini Terjadi Tepat 24 Jam Sebelum 9/11 Itu Semua Adalah Bagian Dari Ritual Berbasis Frekuensi Yang Sama....
Hasil Cek Fakta
Charlie Kirk tewas ditembak saat berpidato di Utah Valley University pada 10 September 2025.
Sebagaimana diwartakan Associated Press, sekitar pukul 12:20 waktu setempat, Kirk sedang menjawab pertanyaan dari seorang penonton tentang kekerasan senjata api ketika terdengar suara tembakan.
Charlie Kirk segera dilarikan ke rumah sakit setelah terkena tembakan.
Kemudian, pada pukul 2.40 waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa Krik telah tiada.
Saat konferensi pers, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Kirk dibawa ke Rumah Sakit Regional Timpanogos dan meninggal di sana.
Sebelumnya, beredar teori konspirasi mengenai kantong berisi darah yang disembunyikan di balik baju pria berusia 31 tahun tersebut.
Unggahan di media sosial menyoroti bayangan kecil di kaus putih dekat bahunya, yang diklaim sebagai sambungan untuk mengeluarkan darah palsu.
Pemeriksa fakta AAP telah membantah narasi tersebut.
Dokumentasi berupa foto dan video saat peristiwa penembakan terjadi menunjukkan, tidak ada benda mencurigakan di tubuh Kirk.
Bayangan yang terlihat di sekitar dagu, garis leher, dan lengan pada bagian lain video, disebabkan oleh pencahayaan dan kualitas rekaman yang relatif buruk.
Pada gambar dan video berkualitas lebih tinggi, tidak ada bukti adanya bercak gelap di bawah kausnya.
Sebagaimana diwartakan Associated Press, sekitar pukul 12:20 waktu setempat, Kirk sedang menjawab pertanyaan dari seorang penonton tentang kekerasan senjata api ketika terdengar suara tembakan.
Charlie Kirk segera dilarikan ke rumah sakit setelah terkena tembakan.
Kemudian, pada pukul 2.40 waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan di media sosial bahwa Krik telah tiada.
Saat konferensi pers, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Kirk dibawa ke Rumah Sakit Regional Timpanogos dan meninggal di sana.
Sebelumnya, beredar teori konspirasi mengenai kantong berisi darah yang disembunyikan di balik baju pria berusia 31 tahun tersebut.
Unggahan di media sosial menyoroti bayangan kecil di kaus putih dekat bahunya, yang diklaim sebagai sambungan untuk mengeluarkan darah palsu.
Pemeriksa fakta AAP telah membantah narasi tersebut.
Dokumentasi berupa foto dan video saat peristiwa penembakan terjadi menunjukkan, tidak ada benda mencurigakan di tubuh Kirk.
Bayangan yang terlihat di sekitar dagu, garis leher, dan lengan pada bagian lain video, disebabkan oleh pencahayaan dan kualitas rekaman yang relatif buruk.
Pada gambar dan video berkualitas lebih tinggi, tidak ada bukti adanya bercak gelap di bawah kausnya.
Kesimpulan
Narasi yang menyebut penembakan Charlie Kirk adalah palsu merupakan hoaks.
Tidak ada bukti konkret yang mendukung teori konspirasi mengenai pemalsuan kematian Kirk.
Pihak berwenang telah menyatakan Kirk meninggal dunia.
Tidak ada bukti konkret yang mendukung teori konspirasi mengenai pemalsuan kematian Kirk.
Pihak berwenang telah menyatakan Kirk meninggal dunia.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/1320936613048053
- https://apnews.com/article/charlie-kirk-assassination-timeline-robinson-arrest-bab1ccce01dbacb449b79fd52c3de94f
- https://www.youtube.com/watch?v=Um9ihh8bGfI
- https://www.aap.com.au/factcheck/viral-conspiracy-theory-about-charlie-kirks-death-is-false/
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29227) [HOAKS] Tautan Pencairan BSU 2025 Mengatasnamakan Pospay
Sumber:Tanggal publish: 24/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan mengatasnamakan Pospay, yang diklaim untuk mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 sebesar Rp 600.000.
Sebagaimana diketahui, BSU dicairkan kepada pekerja yang memenuhi syarat melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BTN, dan Mandiri), BSI, dan layanan Pospay yang dikelola PT Pos Indonesia.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut tidak mengarah ke layanan Pospay dan terindikasi phishing atau pencurian data.
Tautan mengatasnamakan Pospay yang diklaim untuk mencairkan BSU dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada September 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Program Resmi Bantuan Subsidi Upah 2025. Pemerintah menyalurkan BSU senilai Rp600.000 untuk pekerja yang memenuhi kriteria tertentu. Sebagai mitra distribusi, POSPAY menjamin proses verifikasi cepat, aman, dan terhubung langsung ke sistem resmi.
Langkah klaim. Buka tautan resmi POSPAY: daftar-xxx.webbressmiii.xxx. Masukkan data yang diperlukan sesuai petunjuk. Terima dana BSU Rp600.000 langsung ke rekening POSPAY Anda.
Sebagaimana diketahui, BSU dicairkan kepada pekerja yang memenuhi syarat melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BTN, dan Mandiri), BSI, dan layanan Pospay yang dikelola PT Pos Indonesia.
Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut tidak mengarah ke layanan Pospay dan terindikasi phishing atau pencurian data.
Tautan mengatasnamakan Pospay yang diklaim untuk mencairkan BSU dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada September 2025.
Berikut narasi yang dibagikan:
Program Resmi Bantuan Subsidi Upah 2025. Pemerintah menyalurkan BSU senilai Rp600.000 untuk pekerja yang memenuhi kriteria tertentu. Sebagai mitra distribusi, POSPAY menjamin proses verifikasi cepat, aman, dan terhubung langsung ke sistem resmi.
Langkah klaim. Buka tautan resmi POSPAY: daftar-xxx.webbressmiii.xxx. Masukkan data yang diperlukan sesuai petunjuk. Terima dana BSU Rp600.000 langsung ke rekening POSPAY Anda.
Hasil Cek Fakta
Pospay melalui akun Instagram resmi telah mengumumkan bahwa layanan pencairan BSU 2025 di Kantor Pos berakhir pada 12 Agustus 2025.
Sementara itu, penyaluran BSU untuk kuartal III dan IV tahun 2025 masih dalam kajian. Pemerintah masih mempertimbangkan untuk melanjutkan program ini.
Hal tersebut disampaikan Analis Kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Riznaldi Akbar, di sela acara International Battery Summit di Jakarta.
"BSU kelihatannya lanjut karena kita efektif pelaksanaannya. Itu akan lanjut di triwulan III dan triwulan IV," kata Riznaldi, seperti diberitakan Kompas.com, 7 Agustus 2025.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan BSU sebesar Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni-Juli 2025 bagi pekerja yang memenuhi syarat.
Kendati demikian, pemerintah sampai saat ini belum mengumumkan tentang pencairan BSU untuk periode selanjutnya.
Adapun, tautan yang beredar di Facebok itu tidak mengarah ke situs resmi PT Pos Indonesia atau halaman aplikasi Pospay di Play Store atau App Store.
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.
Phishing merupakan aksi memancing calon korban menyerahkan data pribadi dengan memberi penawaran hadiah atau iming-iming menarik lainnya.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan penipuan yang berpotensi merugikan kita, termasuk bisa membobol rekening perbankan.
Sementara itu, penyaluran BSU untuk kuartal III dan IV tahun 2025 masih dalam kajian. Pemerintah masih mempertimbangkan untuk melanjutkan program ini.
Hal tersebut disampaikan Analis Kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Riznaldi Akbar, di sela acara International Battery Summit di Jakarta.
"BSU kelihatannya lanjut karena kita efektif pelaksanaannya. Itu akan lanjut di triwulan III dan triwulan IV," kata Riznaldi, seperti diberitakan Kompas.com, 7 Agustus 2025.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan BSU sebesar Rp 300.000 per bulan untuk periode Juni-Juli 2025 bagi pekerja yang memenuhi syarat.
Kendati demikian, pemerintah sampai saat ini belum mengumumkan tentang pencairan BSU untuk periode selanjutnya.
Adapun, tautan yang beredar di Facebok itu tidak mengarah ke situs resmi PT Pos Indonesia atau halaman aplikasi Pospay di Play Store atau App Store.
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.
Phishing merupakan aksi memancing calon korban menyerahkan data pribadi dengan memberi penawaran hadiah atau iming-iming menarik lainnya.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan penipuan yang berpotensi merugikan kita, termasuk bisa membobol rekening perbankan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan mengatasnamakan Pospay yang beredar di Facebook dan diklaim untuk pencairan BSU 2025 adalah hoaks.
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Ini merupakan indikasi phishing.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0Rdffz4gVVZsoXN5LnX8Rxm1UyMyk2Ewx4cKuyN6zvDXRSdPg348zVVgcY6sJ2zRdl&id=61581109381538
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid05BKQaUzicXKQPitRQbt3X4t3MGEKsZhdf1YdeCa1QtZ4AwmhUVqKrod7xyh4PuvRl&id=61581109381538
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02wt8KGhbiKJCB78Lqqs5sgxY7LCAd6UbEFnFvxg9eDSgXMCTtmXpZAN4ofL2L7DZHl&id=61577527179440
- https://www.instagram.com/pospay_official/p/DNDFVKFBK91/?hl=en
- https://money.kompas.com/read/2025/08/07/060700726/pemerintah-kaji-pemberian-bsu-untuk-kuartal-iii-dan-iv-2025
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
Halaman: 1289/7958


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359933/original/094659900_1758694726-demul_1.jpg)