• (GFD-2025-29447) Cek Fakta: Hoaks Pengumuman Lowongan Kerja Kru McDonald's Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media postingan poster McDonald's Indonesia sedang membuka lowongan kerja dengan penempatan di seluruh Indonesia. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Instagram. Akun itu mempostingnya pada 1 Oktober 2025.
    Dalam postingannya terdapat poster dengan logo McDonald's dan narasi sebagai berikut:
    "LOWONGAN KERJA McDonald’s Indonesia ✨🍔
    Saatnya gabung bareng brand restoran cepat saji terbesar di dunia! 🚀McD lagi cari anak muda yang semangat buat isi posisi Crew Store (Part-Time / Full-Time).
    🔥 Benefit yang bikin betah:
    💸 Gaji Rp3.000.000 – Rp5.000.000
    🍔 Free meal saat shift
    📈 Kesempatan jenjang karier
    🏅 Lingkungan kerja seru & profesional
    📍 Penempatan: Seluruh cabang McDonald’s Indonesia
    Yuk, waktunya kerja sambil berkembang bareng McD!"
    Dalam kolom komentar juga diarahkan untuk mengisi data pribadi melalui website tertentu.
    Lalu benarkah postingan poster McDonald's Indonesia sedang membuka lowongan kerja dengan penempatan di seluruh Indonesia?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka website resmi McDonald's Indonesia, www.mcdonalds.co.id. Dalam situs tersebut kami membuka kolom karir dan terdapat pengumuman sebagai berikut:
    "Perusahaan saat ini sudah mendapatkan kandidat crew untuk segera dilanjutkan ke proses rekrutmen berikutnya dengan mempertimbangkan kebutuhan crew yang berbeda-beda di masing-masing restoran.
    Harap waspada dan berhati-hati terhadap informasi rekrutmen yang bukan berasal dari sumber resmi McDonald's Indonesia."
    Selain itu terdapat juga imbauan agar masyarakat tidak terjebak penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tersebut.
    "Mohon untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan berkedok undian berhadiah atau lowongan kerja yang mengatasnamakan McDonald's Indonesia.
    McDonald's Indonesia tidak bertanggung jawab atas informasi ataupun kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain selain yang secara resmi diberikan oleh McDonald's Indonesia.
    Informasi terbaru dan akurat dapat ditemukan pada website resmi McDonald's Indonesia".
    Di sisi lain permintaan untuk mengisi data pribadi pada website yang tidak jelas juga sangat berbahaya. Ini merupakan indikasi pencurian data, scam, atau menghubungkan kita ke pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan poster McDonald's Indonesia sedang membuka lowongan kerja dengan penempatan di seluruh Indonesia adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29448) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Token Listrik Gratis PLN Peduli untuk Golongan 450-2.200 kWh

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran token listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2.200 kWh, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Oktober 2025.
    Klaim link pendaftaran token listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2.200 kWh berupa tulisan sebagai berikut.
    "PLN Peduli hadirkan gratis voucher listrik Rp.250.000, Bagi pengguna dengan Kwh 450 sampai KWh 2200 kebawah.
    Daftar sekarang sebelum batas yang ditentukan melalui website resmi PLN Peduli dengan cara klik DAFTAR 👇👇"
    Pendaftaran voucher listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2200 kWh lewat link yang terdapat dalam menu daftar, berikut linknya.
    "https://dxrtzs25.zjucle.com/home1/"
    Jika link tersebut diklik mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap, jenis kelamin dan alamat lengkap dan nomor telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran token listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2.200 kWh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran token listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2.200 kWh, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 23 September 2025.
    Dalam artikel situs Liputan6.com menyebutkan, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (23/9/2025)
    Gregorius pun menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," tuturnya.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran token listrik gratis PLN Peduli untuk golongan 450-2.200 kWh tidak benar.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
  • (GFD-2025-29449) Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "Silahkan Daftar!"
    Poster dalam postingan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan berisi tulisan sebagai berikut:
    "Jangan Tunggu Sakit untuk Daftar atau Beralih ke BPJS Gratis.
    Program pemerintah semua BPJS ditahun 2025 Gratis.
    Saatnya Beralih dari BPJS Mandiri ke BPJS Gratis.!!!
    Untuk pendaftaran kik link di bio!!"
    Ketika link pendaftaran dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis.
    Cek Fakta Liputan6.com telah mengonfirmasi ke BPJS Kesehatan mengenai klaim link pendaftaran peralihan BPJS. Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menyampaikan link pendaftaran tersebut adalah hoaks.
    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada bantuan dan program seperti hal tersebut," kata Rizzky Anugerah kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.
    Rizzky pun meminta agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan.
    "Apabila terdapat pertanyaan dan keluhan terkait BPJS Kesehatan dapat menghubungi Care Center 165, Mobile JKN dan Pandawa (Pelayanan Melalui WA) 08118165165," ujar dia.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran peralihan BPJS Mandiri ke BPJS Gratis, hoaks.
  • (GFD-2025-29452) [HOAKS] Siswa Kelas 2 SD di Jawa Timur Dimangsa Ular Piton Raksasa

    Sumber:
    Tanggal publish: 07/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Seorang siswa kelas 2 SD di Jawa Timur dikabarkan tewas dimangsa seekor ular piton raksasa. Kabar ini muncul di media sosial pada Oktober 2025.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar itu adalah hoaks yang telah berulang kali beredar.

    Kabar siswa kelas 2 SD di Jatim tewas dimangsa ular piton raksasa dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Senin (6/10/2025).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    INNALILLAHI!!! Bikin Merind1ng, Detik-detik siswi Kelas 2 SD di Jawa Timur Bermain dengan Ular Piton Raksasa Hingga Akhirnya Tertelan Oleh Ular

    Screenshot Hoaks, siswa kelas 2 SD di Jawa Timur dimangsa ular piton raksasa

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com telah membantah hoaks siswa kelas 2 SD di Jatim dimangsa ular piton raksasa. Hoaks yang sama sempat beredar di media sosial pada Juli dan Agustus 2025.

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto yang dicantumkan dalam narasi tersebut ditemukan di artikel Kompas.com, pada 3 Mei 2019.

    Artikel itu berjudul "Seorang Anak Nyaris Tewas Digigit dan Dililit Ular Piton Sepanjang 7 Meter".

    Adapun artikel itu memberitakan seorang anak berusia 7 tahun di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, yang nyaris tewas setelah digigit dan dililit ular piton sepanjang 7 meter.

    Bocah tersebut diselamatkan ayahnya, Halimi, dari lilitan ular. Sang ayah melihat kaki kanan anaknya telah digigit ular dan tubuhnya dililit.

    Halimi langsung memotong ular tersebut dengan parang, sehingga ular tersebut kemudian melepaskan lilitannya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, kabar seorang siswa kelas 2 SD di Jatim tewas dimangsa ular piton raksasa adalah hoaks berulang.

    Narasi itu memuat foto seorang anak di Sulteng yang nyaris tewas dimangsa ular piton pada Mei 2019. Foto itu digunakan untuk menyebarkan hoaks.

    Rujukan