(GFD-2025-29481) Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini Pendaftaran Magang Berbayar 2025
Sumber:Tanggal publish: 08/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran magang berbayar 2025. Postingan itu beredar di Facebook pada 3 Oktober 2025.
Berikut isi unggahannya:
"NEW INFO TERBARU!
Akhirnya! Magang Digaji sesuai UMR sudah dibuka mulai 1 Oktober 2025.
Syarat yang harus dipenuhi calon peserta antara lain:
1.Lulusan S1 atau D3 dari Perguruan tinggi Indonesia.
2.Termasuk kategori fresh graduate, dengan batas maksimal satu tahun sejak kelulusan
3.Siap mengikuti program magang selama 6 bulan penuh sesuai penempatan.
4.Bersedua ditempatkan di perusahaan swasta maupun BUMN yang bekerja sama dengan pemerintah.
📱Klik & Daftar, Jangan Sampai Ketinggalan 👇"
Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan:
"PROGRAM MAGANG BERBAYAR 2025
KESEMPATAN UNTUK MAGANG DI BUMN DAN PERUSAHAAN MITRA STRATEGIS, SERTA MENERIMA UANG SAKU
SENILAI RP 3.300.000
TERMASUK:
PLN
KAI"
Jika menu Daftar di klik, mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran magang berbayar 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran magang berbayar 2025. Penelusuran mengarah pada artikel yang tayang di Liputan6.com berjudul "Buka Link maganghub.kemnaker.go.id, Berikut Cara Cek Kuota dan Daftar Magang Nasional 2025".
Dalam artikel ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Magang Nasional 2025 yang dapat diikuti oleh fresh graduate di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu lulusan diploma dan sarjana memperoleh pengalaman nyata sebelum memasuki dunia kerja.Â
Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs maganghub.kemnaker.go.id. Melalui program ini, para lulusan dapat mengikuti magang di berbagai sektor mulai dari perusahaan kosmetik, manufaktur, perbankan, hingga BUMN.
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran magang berbayar 2025, tidak benar.
Rujukan
(GFD-2025-29482) Cek Fakta: Klarifikasi Pertalite Campur Air Jadi Etanol
Sumber:Tanggal publish: 08/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Pertalite campur air jadi etanol, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Oktober 2025.
Klaim Pertalite campur air jadi etanol berupa video yang menampilkan seorang menunjukan cairan bening di dalam botol transparan lalu diberi tanda berupa garis yang dijadikan batas permukaan air, lalu cairan bening tersebut tersebut dicampur dengan cairan berwarna hijau.
Kemudian cairan yang sudah tercampur tersebut dikocok dalam beberapa waktu terlihat cairan berwarna hijau berpisah dengan cairan berwarna bening.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Yang lagi viral..!!!
Pertalite campur air...!!!
Jadi etanol 🙀🙀Yang lagi viral..!!!
Pertalite campur air...!!!
Jadi etanol 🙀🙀"
Benarkah klaim Pertalite campur air jadi etanol? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Pertalite campur air jadi etanol, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Pertamina Patra Niaga Tegaskan Pertalite Produk Non Etanol, Masyarakat Diimbau Waspadai Hoaks Menyesatkan" yang dimuat situ Liputan6.com, pada 8 Oktober 2025.Â
Dalam artikel Liputan6.com, Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV menjelaskan bahwa Pertalite merupakan produk bensin RON 90 yang berasal dari hasil pencampuran komponen hidrokarbon eks kilang (gasoline base), bukan dari bioetanol dan hal ini dapat dibuktikan melalui uji laboratorium resmi.
“Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk BBM, termasuk Pertalite, diproduksi dan didistribusikan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," kata Roberth MV, Rabu (8/10/2025).
Roberth pun memastikan informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa Pertalite telah dicampur dengan etanol tersebut tidak benar dan menyesatkan.
"Tidak ada penambahan etanol dalam proses produksi maupun distribusi Pertalite,” ujar Roberth.
Pertamina Patra Niaga juga menyoroti adanya kesalahpahaman akibat percobaan mencampur Pertalite dengan air. Hasil percobaan yang menampilkan dua lapisan cairan tidak dapat dijadikan bukti adanya etanol. Secara ilmiah, bensin memang bersifat non-polar sehingga tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar.
“Munculnya lapisan di bawah setelah dikocok adalah air dan sedikit komponen gasoline yang memiliki sifat kepolaran yang memang bisa larut sebagian. Fenomena ini alami dan dapat terjadi pada seluruh jenis bensin di dunia,” jelas Roberth.
Â
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim Pertalite campur air jadi etanol telah diklarifikasi.
Pertamina Patra Niaga menyoroti adanya kesalahpahaman akibat percobaan mencampur Pertalite dengan air. Hasil percobaan yang menampilkan dua lapisan cairan tidak dapat dijadikan bukti adanya etanol. Secara ilmiah, bensin memang bersifat non-polar sehingga tidak dapat bercampur dengan air yang bersifat polar.
(GFD-2025-29442) Hoaks! Tautan bantuan Rp300 ribu untuk pemilik gas LPG 3kg
Sumber:Tanggal publish: 07/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan gambar tabung gas LPG 3 kilogram dengan keterangan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan Rp300 ribu kepada pemilik LPG 3 kg.
Dalam unggahan itu juga disertakan tautan untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Untuk pemilik ELPIJI 3 kg yang belum dapat
bantuan 300 ribu silahkan daftar kan diri melalui link di bawah ini”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah tautan bantuan tersebut?
Dalam unggahan itu juga disertakan tautan untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Untuk pemilik ELPIJI 3 kg yang belum dapat
bantuan 300 ribu silahkan daftar kan diri melalui link di bawah ini”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah tautan bantuan tersebut?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tautan dalam unggahan itu tidak mengarah ke situs resmi Pertamina maupun pemerintah.
Justru tautan tersebut meminta data pribadi pengguna sehingga terindikasi sebagai phishing atau upaya pencurian data. Hingga kini, subsidi LPG 3 kg tidak diberikan dalam bentuk uang tunai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa subsidi LPG 3 kg diberikan dalam bentuk selisih harga. Harga asli LPG 3 kg sebenarnya Rp42.750 per tabung, tetapi dijual ke masyarakat Rp12.750 per tabung.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artinya, pemerintah menanggung subsidi sebesar Rp30.000 atau sekitar 70 persen per tabung. Subsidi ini menghabiskan anggaran Rp80,2 triliun dalam APBN 2024 dan dinikmati oleh sekitar 41,5 juta pelanggan. Selengkapnya di sini
Dengan demikian unggahan tersebut merupakan penipuan
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Justru tautan tersebut meminta data pribadi pengguna sehingga terindikasi sebagai phishing atau upaya pencurian data. Hingga kini, subsidi LPG 3 kg tidak diberikan dalam bentuk uang tunai.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa subsidi LPG 3 kg diberikan dalam bentuk selisih harga. Harga asli LPG 3 kg sebenarnya Rp42.750 per tabung, tetapi dijual ke masyarakat Rp12.750 per tabung.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artinya, pemerintah menanggung subsidi sebesar Rp30.000 atau sekitar 70 persen per tabung. Subsidi ini menghabiskan anggaran Rp80,2 triliun dalam APBN 2024 dan dinikmati oleh sekitar 41,5 juta pelanggan. Selengkapnya di sini
Dengan demikian unggahan tersebut merupakan penipuan
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(GFD-2025-29443) Hoaks! Artikel Wapres Gibran nyatakan pemerintah pakai dana haji tidak berdosa
Sumber:Tanggal publish: 07/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook berisi tangkapan layar artikel media menampilkan berita Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan pemerintah tidak sengaja menggunakan dana haji sehingga tidak berdosa.
Dalam gambar tersebut tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang berpidato di podium.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Wapres Gibran Pemerintah tidak sengaja memakai Dana Haji jadi tidak berdosa”
Namun, benarkah artikel Wapres Gibran nyatakan pemerintah pakai dana haji tidak berdosa?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam gambar tersebut tampak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sedang berpidato di podium.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Wapres Gibran Pemerintah tidak sengaja memakai Dana Haji jadi tidak berdosa”
Namun, benarkah artikel Wapres Gibran nyatakan pemerintah pakai dana haji tidak berdosa?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, menunjukkan tidak ada artikel dengan judul seperti yang tercantum dalam unggahan tersebut.
ANTARA menemukan artikel dengan foto dan waktu yang sama, tetapi berjudul “Gibran Ingatkan Pengusaha: Genjot Hilirisasi, Tetap Jaga Lingkungan”.
Dalam artikel asli itu, Wakil Presiden Gibran justru menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam proses hilirisasi industri.
Dengan demikian, tangkapan layar dalam unggahan Facebook tersebut merupakan hasil suntingan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Artikel Wapres Gibran nyatakan pemerintah pakai dana haji tidak berdosa
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
ANTARA menemukan artikel dengan foto dan waktu yang sama, tetapi berjudul “Gibran Ingatkan Pengusaha: Genjot Hilirisasi, Tetap Jaga Lingkungan”.
Dalam artikel asli itu, Wakil Presiden Gibran justru menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam proses hilirisasi industri.
Dengan demikian, tangkapan layar dalam unggahan Facebook tersebut merupakan hasil suntingan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Artikel Wapres Gibran nyatakan pemerintah pakai dana haji tidak berdosa
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 1225/7953

