• (GFD-2025-29664) Cek Fakta: Tidak Benar Video Menkeu Purbaya Resmikan Pinjaman Tanpa Bunga

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya meresmikan pinjaman tanpa bunga. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "Mantap Pak Purbaya, Menkeu Terkeren 👍"
    Unggahan menyertakan potongan video dari berita Kompas.com yang berisi narasi sebagai berikut:
    "Hari ini tanggal 21 Oktober tahun 2025 PURBAYA telah meresmikan Pinjaman tanpa anggunan
    Pinjaman tanpa bunga riba Proses cepat dan tanpa aplikasi Cuma 15 sampai 30 menit akan Langsung cair di rekening anda"
    Sedangkan audio dalam video tersebut sebagai berikut:
    "Saya telah meresmikan pinjaman berbasis online, pinjaman syariah islami, minimal pengajuan pinjaman 5 juta sampai 500 juta tanpa bunga dan riba dengan angsuran tiap tahun sampai 10 tahun"
    Benarkah klaim video Menkeu Purbaya meresmikan pinjaman tanpa bunga? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya meresmikan pinjaman tanpa bunga. Penelusuran mengarah pada video identik dari portal berita Kompas.com melalui akun Youtube.
    Video berita tersebut berjudul "Purbaya Ungkap Data Anggaran Daerah di BI dan Kemendagri Beda Rp 18 Triliun" yang tayang pada 20 Oktober 2025.
    Video tidak menyinggung sama sekali pinjaman tanpa bunga seperti yang ada di klaim.
    Berikut isi beritanya:
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi inflasi tepat setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
    Purbaya mengatakan, data keuangan daerah yang diterima dari Bank Indonesia senilai Rp 233 triliun, berbeda dengan data Kemendagri senilai Rp 215 triliun.
    "Uang daerah yang di perbankan ada Rp 233 triliun dari BI ya. Kalau dari Pak Mendagri katanya di cash-nya hanya Rp 215 triliun, jadi ada perbedaan Rp 18 triliun," kata Purbaya di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
    Menkeu juga menyoroti sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) yang dinilai tidak perlu lagi digunakan, sehingga daerah-daerah akan menerima transfer langsung dari pusat pada minggu pertama dan kedua setiap tahun.
    "Jadi sebagian katanya diperlukan untuk SiLPA, untuk bayar gaji atau kontrak minggu pertama, minggu kedua setiap tahun. Jadi kita sedang kembangkan sistem di mana daerah tidak lagi perlu SiLPA. Sehingga minggu pertama, kedua, setiap tahun itu langsung ditransfer dari pusat," kata Purbaya.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya meresmikan pinjaman tanpa bunga, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29665) Cek Fakta: Hoaks Dedi Mulyadi Bagikan Rp 50 Juta untuk Warga dari Sabang-Merauke

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membagikan hadiah sebesar Rp 50 juta kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
    Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 22 Oktober 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "BeRb4g1 itu ind4h"
    Unggahan menyertakan poster bergambar Dedi Mulyadi yang berisi narasi sebagai berikut:
    "Saya bagi hadiah 50 Juta Rupiah untuk seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke.
    Silakan tinggalkan nomor WhatsApp di tombol kirim pesan!!!
    H DEDI MULYADI"
    Postingan ini menyertakan kolom kirim pesan.
    Lalu benarkah Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke. 
    Penelusuran mengarah pada pernyataan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui akun Instagram resminya @jabarprovgoid.
    Berikut pernyataannya:
    Hoaks, Kabar “Give Away dari Kang Dedi Mulyadi”
    *KOTA BANDUNG -* Kabar adanya _give away_ dari Kang Dedi Mulyadi, yang beredar di media sosial, informasi tersebut tidak benar keberadaannya dan termasuk hoaks atau berita bohong jenis _fabricated content_ atau konten palsu yang sengaja dibuat untuk menipu dan merugikan masyarakat.
    Berdasarkan hasil _check and recheck_ dan penelusuran yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat melalui Jabar Saber Hoaks (JSH), baik di akun resmi Dedi Mulyadi Instagram @dedimulyadi71, YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL, Tiktok dedimulyadiofficial tidak ditemukan surat, surat informasi, tangkapan layar atau pernyataan yang menyebutkan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi memberikan _give away_ sebesar Rp50.300.000 dan biaya pengaktifan hadiah Rp300.000.
    Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar mengimbau warga Jawa Barat untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar di masyarakat maupun di media sosial yang belum pasti kebenarannya.
    "Sebaiknya masyarakat melakukan _check and recheck_ terhadap informasi yang diterima. Jangan mudah percaya. Apalagi informasi yang menjanjikan," ucap Adi Komar di Kota Bandung, Kamis (26/6/2025).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Dedi Mulyadi membagikan hadiah Rp 50 juta kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke merupakan hoaks.
  • (GFD-2025-29715) Tidak Benar Video Rekaman Gempa di Sulawesi Utara

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/10/2025

    Berita

    tirto.id - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Filipina dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Jumat (10/10/2025). Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,23° LU dan 126,83° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 275 km arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 km.

    ADVERTISEMENT

    Menurut BMKG, gempa bumi ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah Sulawesi Utara. Di Tahuna, getaran tercatat pada skala intensitas IV MMI, yang berarti pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara itu, di Manado, gempa dirasakan pada skala intensitas II MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Di media sosial, beredar sebuah video yang diklaim menunjukkan dampak gempa bumi di sebuah toko di wilayah Sulawesi Utara akibat guncangan dari Laut Filipina. Dalam video tersebut, terlihat situasi di dalam toko yang bergetar hebat. Sejumlah petugas toko tampak berlarian dan berlindung di bawah meja saat gempa terjadi.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
    display: none !important;
    }






    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Narasi ini diunggah oleh sejumlah akun di antaranya “Umma Mellinda Hilliwilo” (arsip),“Vegas Tamba” (arsip) di Facebook pada Jumat (10/10/2025) dan Sabtu (11/10/2025) dan “zainnudinarsyad2” (arsip) di Tiktok.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, pada Jumat (10/10/2025) pagi waktu setempat,” tulis keterangan takarir salah satu unggahan tersebut.

    PERIKSA FAKTA Tidak Benar Video Rekaman Gempa di Sulawesi Utara.

    ADVERTISEMENT

    Sepanjang Sabtu (11/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025) atau selama sepuluh hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 45 komentar dan 96 kali dibagikan.

    Lantas, bagaimana kebenaran video tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mengamati video tersebut dari awal hingga akhir. Meski demikian, kami tidak menemukan adanya satupun petunjuk yang memberi petunjuk momen tersebut merekam dampak gempa bumi di sebuah toko di wilayah Sulawesi Utara.

    Untuk menelusuri asal usul dan konteks utuh video tersebut, kami melakukan penelusuran dengan menggunakan teknik reverse image search dari Google Images. Hasilnya, kami menemukan video serupa telah diunggah oleh sejumlah akun di beragam platform sejak beberapa bulan lalu.

    Tirto menemukan sejumlah kesamaan keterangan dalam beberapa video tersebut, yang menyebut video tersebut merupakan momen gempa yang terjadi di Myanmar pada bulan Maret 2025 lalu. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh sejumlah akun di beragam platform, di antaranya “RowanCreed-s4p”,“mymtvshow”, “K24Turkce” dan “ahaber”.

    Salah satu pengunggah video tersebut yaitu “ahaber” merupakan akun resmi dari salah satu media kredibel asal Turki bernama A Haber. Dalam keterangan unggahan akun yang telah terverifikasi resmi itu, disebutkan bahwa momen tersebut adalah peristiwa gempa bumi yang terjadi di Myanmar Maret lalu.

    "Rekaman baru terkait gempa berkekuatan 7,7 yang terjadi di Myanmar muncul ke publik," tulis keterangan takarir akun tersebut pada (15/5/2025).

    Sebagai informasi, gempa berkekuatan magnitude 7.7 (earthquake.usgs.gov) dengan titik gempa berjarak 13 KM arah utara-barat laut dari Kota Sagaing, Myannmar pada Jumat, (28/3/2025) sekitar pukul 13:00 waktu setempat. Gempa juga dirasakan hingga ke wilayah Thailand.

    Seperti dilansir Antara, selain menyebabkan getaran sangat keras di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, gempa tersebut juga dirasakan di Thailand dan China yang berbatasan dengan Myanmar.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran fakta menunjukkan video yang diklaim merekam detik-detik gempa di Sulawesi Utara bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video tersebut telah beredar sejak bulan Maret 2025 jauh sebelum terjadinya gempa terbaru di wilayah Laut Filipina yang mengguncang sejumlah daerah di Sulawesi Utara. Kemungkinan besar video itu merupakan momen gempa yang terjadi di Myanmar pada Maret 2025 lalu.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-29716) Tidak Benar Menteri Purbaya Sebut Pertamina Kelewat Pintar

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/10/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan yang mencatut Menteri Keungan Purbaya Yudhi Sadewa dengan dibubuhi narasi miring beredar di platform Instagram. Unggahan tersebut menampilkan narasi bahwa Menteri Purbaya menyebut Pertamina kelewat pintar karena “sedot minyak dari Indonesia, mengirimkannya ke Singapura, dan menjualnya kembali ke Indonesia”.

    ADVERTISEMENT

    Konten itu diunggah di Instagram oleh pengguna bernama @mardiguwp (arsip) pada Rabu (22/10/2025) pukul 11.00 WIB.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Menkeu Purbaya sebut Pertamina kelewat pintar, sedot minyak di Indonesia dikirim ke Singapura, dijual lagi ke Indonesia,” begitu klaim tertulis dalam konten visual unggahan tersebut. Tidak ada konteks tambahan tentang waktu dan dalam kegiatan apa Purbaya menyatakan hal itu.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
    display: none !important;
    }






    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Saat artikel ini ditulis pada hari yang sama pukul 15.22 WIB, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 8 ribu likes dan mendulang 880 komentar.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Purbaya Sebut Pertamina Jual Minyak ke Singapura.

    Tirto juga menemukan unggahan dengan narasi serupa di Facebook yang diunggah oleh akun bernama Tribunnews Nusantara (arsip) pada Senin (20/10/2025). Pada hari artikel ini ditulis unggahan tersebut telah mendapatkan 26 ribu likes, 6,9 ribu komentar, dan 2,1 ribu kali dibagikan. Temuan yang sama juga diunggah akun lain bernama Global Dewata Bali (arsip).

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah klaim bahwa Menteri Purbaya sebut Pertamina kelewat pintar tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto melakukan penelusuran terkait klaim yang mencatut nama Menteri Purbaya dengan mengamati gambar tersebut. Kami mendapati watermark akun Instagram lain dengan nama @suarahatisangistri yang kemungkinan merupakan pengunggah asli konten itu. Namun, kami tidak menemukan unggahan dengan narasi serupa dalam akun @suarahatisangistri.

    Lalu, Tirto melakukan penelusuran lanjutan dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya sebut Pertamina kelewat pintar” pada mesin pencarian Google.

    Hasil penelusuran mengarahkan pada konten YouTube MerdekaDotCom yang diunggah pada Rabu (1/10/2025) dengan judul “Menkeu Purbaya Kesal Sebut Pertamina Malas: Ganti saja Dirutnya!”. Video berdurasi 8:59 menit tersebut menampilkan Menteri Keuangan Purbaya tengah mengikuti Raker dengan Komisi XI DPR RI pada Selasa (30/9/2025).

    Dalam Raker tersebut, Purbaya secara umum melontarkan kritik kepada Pertamina. Menkeu mengatakan bahwa Pertamina pada 2018 pernah berjanji untuk membangun 7 kilang minyak dalam kurun 5 tahun. Namun, tidak ada satu pun kilang yang berhasil dibuat saat ini.

    Purbaya kemudian menyebut Pertamina malas karena tidak pernah membangun kilang baru, tapi sama sekali tidak menyebut soal narasi “kelewat pintar, sedot minyak dari Indonesia, mengirimkannya ke Singapura, dan menjualnya kembali ke Indonesia”.

    "Jadi, kilang itu bukan kita enggak bisa bikin atau kita enggak bisa bikin proyeknya, cuman pertaminannya males-malesan aja," begitu kata Purbaya pada menit ke 06:38 dalam video tersebut.

    Purbaya menyebutkan bahwa Indonesia mengalami rugi besar sehingga mengimpor minyak dan pupuk dari Singapura. Dengan demikian, diperlukan adanya dukungan untuk menyediakan dan memperbaiki alat-alat produksi, seperti kilang minyak, agar Indonesia bisa memproduksi BBM sendiri.

    “Karena kita rugi besar. Kita impor dari mana, dari Singapura minyak dan produk-produk minyaknya,” tegas Purbaya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI.

    Tirto juga melakukan konfirmasi kepada Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, terkait narasi “menyedot minyak dari Indonesia, mengirimkannya ke Singapura, dan menjualnya kembali ke Indonesia” tersebut. Fadjar menegaskan bahwa narasi tersebut tidak benar.

    Fadjar menjelaskan bahwa proses bisnis hulu hingga hilir Pertamina diawasi ketat oleh pemerintah dan lembaga terkait, serta dijalankan sesuai ketentuan hukum dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

    “Seluruh kegiatan ekspor-impor minyak Pertamina dilakukan atas izin dan pengawasan pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan pasokan BBM bagi masyarakat tetap aman,” sebut Fadjar melalui keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).

    Baca juga:Ekspansi ke Filipina, Pertamina NRE Operasikan 600 MW PLTSPertamina Patra Niaga SMEXPO Palembang 2025 Hadirkan UMKM Lokal

    Sebagai informasi, melansir CNBC Indonesia, Pertamina terakhir kali membangun kilang pada 1995 di Indonesia bagian timur. Itu adalah yang dikenal sebagai Kilang Kasim. Hingga kini, Pertamina sudah mengoperasikan 6 kilang besar, yaitu Kilang Balikpapan, Kilang Plaju, Kilang Balongan, Kilang Cilacap, Kilang Dumai, dan Kilang Kasim.

    Menurut artikel yang ditulis Radar Blitar, Indonesia tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak sekitar 4,8 miliar barel. Produksi harian mencapai 580 ribu barel, tapi kapasitas kilang di Indonesia tidak mampu mengolah seluruh minyak mentah yang diproduksi. Karena itulah, Indonesia mengekspor minyak mentah ke negara lain, salah satunya Singapura yang tidak memiliki ladang minyak.

    Singapura sendiri memiliki ekosistem pengolahan minyak mentah sejak dekade 1960-an. Kebutuhan bensin di Singapura hanya sekitar 150 ribu barel per hari dan mengalami surplus produksi BBM lebih dari 1 juta barel. Kelebihan produksi itulah yang diekspor, salah satunya ke Indonesia.

    Sebagai konteks tambahan, Indonesia mengekspor minyak mentah beberapa negara, salah satunya ke Singapura. Indonesia juga mengimpor lagi dalam bentuk BBM. Melansir CNBC Indonesia, data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak mentah Indonesia mengalami peningkatan sepanjang 2024. Bahkan, nilai ekspor minyak mentah RI tercatat mencapai 2.228.458.183 dolar Amerika Serikat atau Rp36,9 triliun.

    CNBC Indonesia juga menjelaskan bahwa volume ekspor minyak mentah ke Singapura mencapai 334.080.868 kilogram dengan nilai 219.682.507 dolar AS. Di sisi lain, impor BBM dari Singapura sepanjang Januari-Desember 2024 tercatat mencapai 15.072.544.366 kilogram dengan nilai 11.404.019.938 dolar AS.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tirto, narasi bahwa Menteri Purbaya menyebut Pertamina “kelewat pintar, menyedot minyak dari Indonesia, mengirimkannya ke Singapura, dan menjualnya kembali ke Indonesia” yang disebarkan oleh akun @mardiguwp dan beberapa akun lainnya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI, Purbaya membahas tentang kekurangan Pertamina, tapi sama sekali tidak membahas atau menyebut tentang hal yang dinarasikan oleh @mardiguwp.

    Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta memastikan kebenaran berita melalui sumber resmi, antara lain situs dan kanal media sosial resmi Pertamina.

    Baca juga:Tidak Benar Direktur Utama Pertamina Jual SPBU di Wonogiri

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-11:53CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan