• (GFD-2025-30955) [SALAH] Roy Suryo Tersangka Baru Korupsi Hambalang

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 19/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari kanal YouTube “KajianOnline” pada Senin (15/12/2025). Berisi narasi : 

    “SUDAH JATUH TERTIMPA POHON ROY SURYO TERSANGKA BARU KORUPSI HAMBALANG! SBY MAKIN LEMAS AHY DIPECAT!?”

    Hingga Jumat (19/12/2025) unggahan telah dilihat 19.520 kali, menuai 529 tanda suka serta 208 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan memanfaatkan Google Lens. Berikut hasilnya : 

    • Klip video pertama berasal dari akun TikTok budiboga1 yang menampilkan cuplikan pemberitaan NET News dari NET TV mengenai Roy Suryo yang meminta Presiden Joko Widodo melanjutkan proyek mangkrak Hambalang.

    • Klip video ke-2 berasal dari akun TikTok ‘rtm9288’ yang menampilkan kondisi proyek Hambalang yang telah mangkrak selama sekitar 20 tahun.

    Setelah disimak hingga selesai, video yang diunggah kanal YouTube ‘KajianOnline’ hanya menampilkan cuplikan berita lama dan kondisi proyek Hambalang, dan tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan Roy Suryo sebagai tersangka baru.

    TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Roy Suryo tersangka baru korupsi Hambalang” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Roy Suryo tersangka baru korupsi Hambalang” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30956) [SALAH] Ratusan Orang Tewas Imbas Jebolnya Tanggul Laut Jakarta

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 19/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari kanal YouTube “Tarbiyah Daily” pada Minggu (7/12/2025) berisi narasi:

    TANGGUL LAUT JAKARTA JEBOLL!! 520 ORANG TEW4S? 

    HARI INI JAKARTA TENGGELAM MAKIN MENCEK4M ALARM DIBUNYIKAN BANJIR ROB JAKARTA MAKIN PAR4H PRAMONO MALAH SIBUK UMROHH

    Hingga Jumat (19/12/2025) unggahan telah dilihat 6.866 kali dan telah menuai 75 tanda suka serta 66 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “tanggul laut Jakarta jebol 520 tewas” dan “Jakarta tenggelam hari ini” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke beberapa pemberitaan : 

    • Pemberitaan antaranews.com “BMKG keluarkan peringatan banjir rob di pesisir Jakarta awal November” tayang, Sabtu (1/10/2025). Memuat pemberitahuan dari BMKG mengenai potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah utara DKI Jakarta pada 3–12 November 2025. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan.

    • Pemberitaan detik.com “Waspada Potensi Banjir Rob Jakarta 4-6 Desember, Prediksi Puncak 5 Desember” tayang, Rabu (3/12/2025). Memuat pemberitahuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui akun Instagram resmi @dkijakarta mengenai prediksi terjadinya banjir pesisir (rob) di wilayah pesisir Jakarta pada 4–6 Desember 2025. Puncak banjir rob diperkirakan terjadi pada 5 Desember pukul 09.00 WIB. Pemprov mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan muka air laut dan dampak yang mungkin timbul.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “ratusan orang tewas imbas jebolnya tanggul laut Jakarta”.

    Sebagai informasi, kondisi beberapa tanggul di pesisir Jakarta Utara sedang menjadi sorotan publik akibat kebocoran atau rembesan. Dilansir dari antaranews.com, Pemkot Jakarta Utara melakukan penanganan darurat dan penambalan tanggul Pelindo di Muara Baru yang dilaporkan mengalami kebocoran. Pemerintah juga memperkuat sejumlah titik pesisir untuk meningkatkan perlindungan pesisir dari ancaman banjir rob.

    TurnBackHoax juga menelusuri potongan video yang memperlihatkan seorang perempuan merekam kondisi garasinya yang tergenang air. Setelah ditelusuri lebih lanjut, klip tersebut diketahui berasal dari akun TikTok @norlinda017. Diketahui bahwa sebagian besar konten yang diunggah oleh akun tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). 

    Untuk memastikan keasliannya, video tersebut turut diperiksa menggunakan alat pendeteksi kecerdasan (AI) Hive ModerationKesimpulan

    Tidak ditemukan bukti dan sumber kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan video berisi klaim “ratusan orang tewas imbas jebolnya tanggul laut Jakarta” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30957) [SALAH] Pemda Teriak Minta Dana Banjir, Purbaya: Pakai Duit Kalian Dulu

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Ibnu Habib Harahab” pada Minggu (2/10/2025) mengunggah video [arsip] berisi narasi:


    “PEMDA TERIAK MINTA DANA BANJIR PURBAYA : "PAKE DUIT KALIAN DULU"


    MENANGGAPI BANJIR DI SUMATERA PEMDA SETEMPAT MINTA BANTUAN PEMERINTAH PUSAT RESPON MENKEU PURBAYA SAVAGE TP MENDIDIK "GUNAKAN YANG DI PEMDA DULU. SEBELUM MINTA KE SAYA" MENKEU PURBAYA TAHU, PEMDA PUNYA DANA BELANJA TAK TERDUGA (BTT) YANG MENGENDAP


    PEMDA DIDORONG UNTK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) YANG SEHARUSNYA SUDAH MEMGALOKASIKAN POS UNTUK DANA TAK TERDUGA ATAU BELANJA DARURAT BENCANA”


    Hingga Jumat (19/12/2025), unggahan telah disukai sekitar 2000 akun, dibagikan ulang lebih dari 187 kali, serta menuai 30-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran video dengan mengetikkan kata kunci “Pemda teriak minta dana banjir, Purbaya: pakai duit kalian dulu” di mesin pencarian Google. Namun, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim.


    Hasil penelusuran teratas mengarah pada pemberitaan idntimes.comPurbaya Ungkap Pemda Belum Minta Anggaran buat Banjir Sumatra”.


    Berita yang tayang (28/11/2025) ini membahas mengenai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut) yang belum mengajukan dana bantuan untuk bencana alam kepada Pemerintah Pusat. Kendati demikian, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa disinyalir masing-masing Pemprov menggunakan anggaran yang ada untuk penanganan bencana alam.


    Berita itu juga menjelaskan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menggelontorkan dana sebesar Rp9,6 miliar untuk penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Rinciannya, Rp3 miliar untuk Aceh, Rp6 miliar untuk Sumut, dan Rp600 juta untuk Sumbar. Kemensos juga mengirim bantuan obat-obatan, logistik dasar, dan perlengkapan dapur umum melalui jalur udara ke tiga provinsi tersebut.


    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Pemda teriak minta dana banjir, Purbaya: pakai duit kalian dulu” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30958) [SALAH] Video "Anggota Dewan Minta Uang Sewa Tenda Darurat ke Pengungsi Korban Bencana"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 19/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Calon Jutawan” pada Senin (15/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “viral rekaman video yang tersebar di media sosial di tengah suasana bencana banjir yang penuh kekacauan dan warga sedang mengungsi di area tenda darurat terlihat seorang anggota dewan meminta uang sewa tenda secara tidak wajar kepada para pengungsi untungnya seorang prajurit tni yang bertugas melakukan patroli kemanusiaan melihat kejadian tersebut

    biadab uang apa ini pak rakyat lagi susah terkena bencana bapak malah tega dengan mereka rakyat itu butuh uang untuk kebutuhan bapak malah minta uang sewa tenda ke mereka yang terkena bencana ketika anda calon dewan anda butuh rakyat giliran rakyat butuh anda bapak malah tega dengan mereka cepat pergi dari sini cepat-cepat cepat pergi dasar anggota dewan gila harta dan kuasa bukannya peduli malah menindas

    dengan adanya video yang tersebar itu sontak warganet ramai-ramai meminta agar anggota dewan yang tidak peduli dengan keadaan rakyat dicopot dari jabatannya bantu ketuk ketuk layar anda kalau anda setuju”.

    Unggahan disertai takarir:

    “Anggota Dewan minta uang Tenda ke pengungsi”.

    Per Jumat (19/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 2.500-an tanda suka, menuai 474 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 657 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “anggota dewan minta uang sewa tenda ke pengungsi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita inews.id “Tega, Pengungsi Gempa Cianjur Diduga Ditagih Uang Sewa Lahan Rp1 Juta Viral di Medsos”, tayang Jumat (9/12/2022). Berita ini melaporkan bahwa salah seorang warga Kampung Hargem Cianjur, diduga meminta uang sewa lahan sebesar Rp1,5 juta kepada pengungsi korban gempa Cianjur pada tahun 2022.

    • Berita detik.com “Pasang Tenda untuk Anggota DPRD, Pekerja di Tulungagung Tewas Kesetrum”, tayang Sabtu (22/11/2025). Berita ini melaporkan bahwa dua pekerja tersengat arus listrik saat memasang tenda untuk kegiatan reses anggota DPRD Tulungagung, diketahui salah satu diantaranya meninggal dunia. 

    • Berita rri.co.id “Reses di Kahena, Hamsudin Sumbang Tenda ke Warga”, tayang Kamis (11/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa anggota DPRD Kota Ambon, Hamsudin, memberikan bantuan berupa satu unit tenda kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan kemasyarakatan di kawasan tersebut.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “video anggota dewan minta uang sewa tenda darurat ke pengungsi korban bencana”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen. Unggahan video berisi klaim “anggota dewan minta uang sewa tenda darurat ke pengungsi korban bencana” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan