• (GFD-2025-31082) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran “Lowongan Kerja PT Gudang Garam”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “lowongan.kerja.kini” pada Kamis (11/12/2025) berisi narasi:

    📢 LOWONGAN KERJA TERBARU!

    PT GUDANG GARAM TBK membuka peluang kerja buat kamu!

    📌 Posisi:

    Operator Produksi | Admin | Packing

    ✅ Syarat:

    • Usia 18–35 tahun

    • Min. pendidikan SMA/SMK

    • Sehat jasmani & rohani

    📍 Penempatan: Seluruh Indonesia

    🗓️ Daftar sebelum 28 Desember 2025

    PENDAFTARAN MELALUI LINK YANG ADA DI BIO PROFIL 

    Hingga Senin (22/12/2025), konten tersebut telah mendapat 385 tanda suka, menuai 39 interaksi komentar, serta dibagikan ulang sekitar 286 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang disematkan dalam biodata akun TikTok “lowongan.kerja.kini”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa asal provinsi dan nomor Telegram. Tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Gudang Garam Tbk www.gudanggaramtbk.com.

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “lowongan kerja PT Gudang Garam Desember 2025” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel dari laman resmi atau dari laman penyedia informasi lowongan kerja seperti Jobstreet dan lainnya.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan pendaftaran “lowongan kerja PT. Gudang Garam” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31083) [SALAH] Video "Mahasiswa Desak Pembubaran PDI Perjuangan"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Rizky Andika” pada Kamis (11/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “PDIP HARUS SEGERA DIBUBARKAN KARENA MAHASISWA MENDUKUNG ISU BAHWA PDIP ADALAH BIANG KEROK ISU PDIP MENJADI BIANG KEROK SEMAKIN MENCUAT BANYAK MASYARAKAT YANG MENDUKUNGNYA AGAR SEGERA DIBUBARKAN”.

    Per Selasa (23/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 10.900-an tanda suka, menuai 2.600-an komentar dan dibagikan ulang sebanyak 1.000-an kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “mahasiswa desak pembubaran PDIP” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita tribunnews.com “Perkara Ucapan ‘Rakyat Jelata’, Mahasiswa Desak PDIP Copot Deddy Sitorus dan Lasarus dari DPR”, tayang Rabu (10/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PDI Perjuangan pada Rabu (10/9/2025). Aksi digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap ucapan dan sikap dua anggota DPR RI dari PDIP yang dinilai merendahkan martabat.

    • Berita detik.com “Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Gorontalo Desak Wahyudin Moridu Dipecat”, tayang Senin (22/9/2025). Berita ini melaporkan bahwa pada Senin (22/9/2025), Aliansi BEM untuk Rakyat Gorontalo menuntut pemberhentian Wahyudin Moridu sebagai wakil rakyat usai viral hendak merampok uang negara.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “video mahasiswa desak pembubaran PDI Perjuangan”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen. Unggahan video berisi klaim “mahasiswa desak pembubaran PDI Perjuangan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31084) [SALAH] Luhut Ancam Hentikan Bantuan Jika Aceh Meminta Bantuan Negara Lain

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Rama” pada Jumat (19/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “RAKYAT MURKA !!

    LUHUT AKAN HENTIKAN BANTUAN JIKA ACEH MEMINTA BANTUAN KE NEGARA LAIN

    NETIZEN: BENER KATA ROCKY GERUNG KALIAN B4J!N64N. MAYAT TERUS BERTAMBAH BUKAN KARENA BENCANA TAPI KELAPARAN

    silahkan keluarkan unek-unek kalian guys!!”.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa di akun Instagram “ruben_oncom”.

    Per Selasa (23/12/2025) konten tersebut telah mendapat lebih dari 1.300-an tanda suka, menuai 875 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 313 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Luhut hentikan bantuan Aceh” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan yang tidak saling berkaitan, antara lain:

    • Berita cnbcindonesia.com “Kampungnya Ikut Terdampak Banjir, Luhut Gercep Lakukan Ini”, tayang Jumat (5/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bergerak cepat melakukan koordinasi intensif untuk penanganan bencana banjir bandang yang melanda Sumatera, termasuk kampung halamannya di Sumatera Utara.

    • Berita kompas.tv “Polemik Bantuan Asing, DPD Aceh Beber Kegelisahan Warga hingga Kibarkan Bendera Putih | BOLA LIAR”, tayang Jumat (19/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa di wilayah terdampak bencana Sumatera, warga berekspresi mengibarkan bendera putih sebagai isyarat mendesak agar pemerintah lebih cepat dan serius merespons bencana. Sementara, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan tetap menerima bantuan asing dengan alasan kemanusiaan.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Luhut ancam akan hentikan bantuan jika Aceh meminta bantuan negara lain”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Luhut ancam hentikan bantuan jika Aceh meminta bantuan negara lain” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-31085) Keliru: Tautan Voucher Subsidi Indomaret untuk Akhir Tahun

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/12/2025

    Berita

    SEBUAH tautan program Indomaret Subsidi, beredar di WhatsApp maupun Facebook [arsip] pada 8 Desember 2025. Tautan yang beralamat di uest.top itu diklaim sebagai tautan resmi dari Indomaret untuk mendapatkan subsidi akhir tahun berupa uang.

    “Indomaret Subsidi akhir tahun. Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan Rp 1.500.000,00,” demikian keterangan pada konten yang beredar.



    Benarkah tautan tersebut berisi voucher Indomaret Subsidi akhir tahun?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim itu, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri tautan dan mengecek informasi ke akun resmi perusahaan. Hasilnya, tautan yang beredar tersebut bukan situs resmi perusahaan.

    Melalui akun Instagram resminya, Indomaret menjelaskan tidak memiliki program bagi-bagi voucher gratis atau subsidi akhir tahun. Mereka mengimbau agar konsumen berhati-hati terhadap iming-iming berhadiah uang yang mengatasnamakan Indomaret. 

    "Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Indomaret melalui telepon, SMS, WhatsApp, atau media sosial lainnya,” tulis Indomaret pada 8 Desember 2025.



    Tautan yang beralamat di uest.top tersebut bukan situs resmi perusahaan ritel tersebut. Indomaret menegaskan info resmi perusahaan hanya melalui situs https://www.indomaret.co.id/ maupun akun-akun media sosial Indomaret bercentang biru. 

    Tempo juga menelusuri tautan-tautan berkedok voucher Indomaret Subsidi itu dengan alat pemindai keamanan tautan atau URL scanner. PhiShark menganalisis skor risiko keamanan tautan sebesar 70 atau dangerous (berbahaya). Begitu pula menurut IPQuality Score yang menilai tautan tersebut melakukan aktivitas mencurigakan (suspicious activity) dan skor risiko keamanan sebesar 90 atau very risky (sangat riskan). Domain juga baru berumur satu pekan.



    Cara membedakan tautan asli atau palsu

    Menurut Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber (CSIRT), terdapat beberapa ciri-ciri tautan yang bertujuan menipu, di antaranya menggunakan domain yang janggal dan tidak terpercaya seperti “.xyz” atau “.tk.” Tautan phishing juga sering meminta data sensitif seperti nama, nomor NIK, password, PIN, atau kode OTP lewat tautan.

    Meski masyarakat bisa menggunakan alat pemindai keamanan tautan atau URL scanner di internet, hasilnya tak selalu akurat. Untuk itu, langkah paling aman ialah dengan tetap membandingkan tautan yang diterima dengan situs atau akun media sosial resmi institusi tersebut. 

    Selain itu, masyarakat sebaiknya menghindari membagikan nomor ponsel kepada pihak tak dikenal, terutama saat diajak bergabung ke grup Telegram atau channel WhatsApp. Platform seperti Telegram kerap digunakan penipu karena bisa menyembunyikan identitasnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa tautan voucher Indomaret Subsidi akhir tahun sebesar Rp1,5 juta adalah keliru.

    Rujukan