(GFD-2019-2776) [KLARIFIKASI] “deaign Rumah yg cukup Terjangkau”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 01/07/2019
Berita
“Inilah deaign Rumah yg cukup Terjangkau, Tanpa Riba 100% Tanpa BI Checking dan Tanpa Pihak Bank. Harga tidak sampai Milyaran mulai 250jt – 400jt DP 35% itupun DPnya bisa dicicil, pembangunan full DP, amanah dan bisa dipertanggung jawabkan. Sudah Tanpa Riba Bonus TV 20″”.
Hasil Cek Fakta
Salah satu foto yang digunakan adalah foto “Tandjung Cottage” yang terletak di Nusapenida, Bali. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2019-2771) [SALAH] “Ini Gunung Dieng Salatiga”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/06/2019
Berita
Lihat baik2..ini bukan gn.Fuji.di jepang…bukan juga pegunungan Alpen di eropa…tapi ini gn.Dieng Salatiga…Indonesia..suhu -9°C.
Hasil Cek Fakta
Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu :
1. SUMBER membagikan foto hasil suntingan, foto Gunung Shasta di California (Amerika Serikat) digabungkan dengan foto Gerbang Tol Salatiga di Salatiga (Jawa Tengah).
2. SUMBER menambahkan narasi sehingga menimbulkan premis yang salah.
1. SUMBER membagikan foto hasil suntingan, foto Gunung Shasta di California (Amerika Serikat) digabungkan dengan foto Gerbang Tol Salatiga di Salatiga (Jawa Tengah).
2. SUMBER menambahkan narasi sehingga menimbulkan premis yang salah.
Rujukan
(GFD-2019-2769) [BERITA] Bulog Madura Beri Penjelasan Terkait Isu Rastra Berkutu
Sumber:Tanggal publish: 27/06/2019
Berita
Mengenai informasi yang mengatakan bahwa Beras Sejahtera (Rastra) berkutu di Gudang Sumenep Madura, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Madura pun memberikan klarifikasinya.
Hasil Cek Fakta
Kepala Perusahaan Umum (Perum) Bulog Sub Divisi Regional Madura, Ari Hardiono menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.
Menurutnya, hal yang disaksikan oleh para wartawan di gudang bulog bukanlah kutu, melainkan hama skunder jenis gurem. “Berita di media yang menyebutkan bahwa telah ditemukan beras berkutu di gudang Sumenep oleh beberapa rekan-rekan wartawan dapat kami luruskan bahwa rastra yang sebenarnya dilihat di gudang itu bukan kutu, tetapi gurem,” kata Ari.
Ia pun menjelaskan, gurem adalah hama minor atau sejenis hama yang sifatnya tidak merusak komoditas beras Rastra yang tersimpan di gudang. Sehingga untuk membasmi gurem tersebut cukup menggunakan fumigasi maupun dengan cara ‘spray’ atau penyemprotan yang memang rutin dilakukan.
“Dengan adanya hama gurem (hama minor/ringan) menandakan bahwa beras bulog tidak menggunakan bahan pengawet/kimia yang berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.
Ari menjelaskan, fumigasi/spraying dilakukan untuk membasmi gurem, juga sudah sesuai dengan aturan internal perusahaan yaitu standar operasional Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang dilakukan rutin setiap sebulan dua kali. Sementara setiap (tiga) bulan sekali dilaksanakan fumigasi/spraying dapat juga dilakukan dan bersifat insidentil tergantung dari serangan hamanya.
“Sekali lagi kami ingin meluruskan informasi yang beredar bahwa yang ditemukan di gudang bulog Sumenep bukanlah kutu, tetapi hama gurem yang bersifat minor dan tidak mengganggu kualitas beras Rastra,” tegas Ari.
Ari menjamin, pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan beras dalam kondisi baik dan layak konsumsi. “Selain itu, kami juga tetap berkomitmen bahwa bulog hanya menyalurkan beras dengan kondisi baik dan layak konsumsi ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sambungnya.
Lebih lanjut, Ari kembali menegaskan, beras yang di gudang tersebut tidak akan disalurkan jika ditemukan kualitasnya menurun atau terindikasi terserang hama. Beras yang keluar dari seluruh gudang bulog di wilayah Madura yang akan disalurkan ke masyarakat penerima manfaat kondisinya baik dan layak.
“Kami menjamin beras sejahtera yang didistribusikan adalah beras baik, karena sebelum didistribusikan Bulog melakukan penyortiran atau disaring agar beras yang keluar benar-benar dalam kondisi baik dan layak. Namun apabila ada komplain dari penerima manfaat, dapat segera melapor dalam kurun waktu 2×24 jam dan kami akan ganti,” kata Ari.
Menurutnya, hal yang disaksikan oleh para wartawan di gudang bulog bukanlah kutu, melainkan hama skunder jenis gurem. “Berita di media yang menyebutkan bahwa telah ditemukan beras berkutu di gudang Sumenep oleh beberapa rekan-rekan wartawan dapat kami luruskan bahwa rastra yang sebenarnya dilihat di gudang itu bukan kutu, tetapi gurem,” kata Ari.
Ia pun menjelaskan, gurem adalah hama minor atau sejenis hama yang sifatnya tidak merusak komoditas beras Rastra yang tersimpan di gudang. Sehingga untuk membasmi gurem tersebut cukup menggunakan fumigasi maupun dengan cara ‘spray’ atau penyemprotan yang memang rutin dilakukan.
“Dengan adanya hama gurem (hama minor/ringan) menandakan bahwa beras bulog tidak menggunakan bahan pengawet/kimia yang berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.
Ari menjelaskan, fumigasi/spraying dilakukan untuk membasmi gurem, juga sudah sesuai dengan aturan internal perusahaan yaitu standar operasional Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang dilakukan rutin setiap sebulan dua kali. Sementara setiap (tiga) bulan sekali dilaksanakan fumigasi/spraying dapat juga dilakukan dan bersifat insidentil tergantung dari serangan hamanya.
“Sekali lagi kami ingin meluruskan informasi yang beredar bahwa yang ditemukan di gudang bulog Sumenep bukanlah kutu, tetapi hama gurem yang bersifat minor dan tidak mengganggu kualitas beras Rastra,” tegas Ari.
Ari menjamin, pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan beras dalam kondisi baik dan layak konsumsi. “Selain itu, kami juga tetap berkomitmen bahwa bulog hanya menyalurkan beras dengan kondisi baik dan layak konsumsi ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sambungnya.
Lebih lanjut, Ari kembali menegaskan, beras yang di gudang tersebut tidak akan disalurkan jika ditemukan kualitasnya menurun atau terindikasi terserang hama. Beras yang keluar dari seluruh gudang bulog di wilayah Madura yang akan disalurkan ke masyarakat penerima manfaat kondisinya baik dan layak.
“Kami menjamin beras sejahtera yang didistribusikan adalah beras baik, karena sebelum didistribusikan Bulog melakukan penyortiran atau disaring agar beras yang keluar benar-benar dalam kondisi baik dan layak. Namun apabila ada komplain dari penerima manfaat, dapat segera melapor dalam kurun waktu 2×24 jam dan kami akan ganti,” kata Ari.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/923397407992795/
- https://turnbackhoax.id/2019/06/27/berita-bulog-madura-beri-penjelasan-terkait-isu-rastra-berkutu/
- https://mediamadura.com/2019/06/26/kasub-divre-bulog-madura-klarifikasi-soal-rastra-berkutu-di-sumenep/
- https://portalmadura.com/bulog-klaim-stok-rastra-aman-di-sumenep-hingga-september-2019-200202
- https://limadetik.com/beras-rastra-dengan-kondisi-baik-dan-layak-konsumsi-komitmen-subdivre-madura-perlu-diapresiasi/
(GFD-2019-2767) [SALAH] Khanzarof : Hasil Cloning Dokter Hewan Amerika dan Rusia yang berasal dari Campuran Kambing dan Babi
Sumber: www.twitter.comTanggal publish: 26/06/2019
Berita
Allah mnciptakan Mahluk Di Dunia,ttpi mereka Cloning Astaghfirullah HASIL CLONING DOKTER2 HEWAN AMERIKA DAN RUSIA BERHASIL MENCIPTAKAN BINATANG BARU YG DIBERINAMA
KHANZAROF Campuran KAMBING +BABI MENGHASILKAN BINATANG YG NAMANYA *KHANZAROF* DINYATAKAN HARAM BAGI MUSLIM
KHANZAROF Campuran KAMBING +BABI MENGHASILKAN BINATANG YG NAMANYA *KHANZAROF* DINYATAKAN HARAM BAGI MUSLIM
Hasil Cek Fakta
Menurut penelusuran melalui google image, hewan yang terdapat dalam klaim adalah Domba Beltex yang telah dicukur bulunya, bukan KHANZAROF seperti klaim pada video, dan domba beltex bukan hasil cloning Amerika dan Rusia, tetapi berasal dari Selandia Baru.
Ciri-ciri Domba Beltex
Berikut ini ciri-ciri domba beltex:
Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.
Berdasarkan penelusuran Trubus.id domba beltex ditemukan di Selandia Baru dengan bagian punggung yang lebih besar dan kualitas daging premium. Jenis baru ini diberi nama domba Beltex, karena mendapat suntikan otot ganda texel dari Belgia.
Domba Beltex dibawa ke Selandia Baru pertama kalinya oleh Mantan Kepala Invermay Jock Allison, peternak Mt. Somers Blair Gallagher, dan penasihat peternakan John Tavendale.
“Jenis domba baru ini punya bagian punggung dan otot mata yang lebih besar,” kata Jock. Keputusan Kementerian Pertanian untuk impor embrio domba dari Eropa memberi kesempatan pada Jock, Blair, dan John untuk menghasilkan spesies baru dalam industri domba di Selandia Baru.
Blair menyatakan, jenis domba baru ini masuk karena punya kontribusi yang potensial terhadap kesesuaian daging premium. Harapannya, domba Beltex bisa meningkatkan nilai ekonomi lewat daging premium yang dimilikinya.
Beltex akan memberikan peningkatan hasil daging terutama di wilayah otot mata dan kaki yang lebih besar, menurut Blair seperti yang dikutip dari Stuff NZ. Blair telah menghubungi Jock sejak 12 tahun lalu untuk kolaborasi menghasilkan jenis domba baru jenis Beltex.
Berdasarkan penilaian risiko, embrio yang diimpor dari Eropa tergolong aman dan dapat langsung dibawa masuk ke Selandia Baru. Domba Beltex memang sedang dikembangkan di Belgia, karena punya kualitas daging premium dan nilai ekonomi tinggi. Embrio domba Beltex telah masuk ke Selandia Baru sejak Februari 2017, masuk ke peternakan domba Maret 2017, dan lahir Agustus 2017.
Ciri-ciri Domba Beltex
Berikut ini ciri-ciri domba beltex:
Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.
Berdasarkan penelusuran Trubus.id domba beltex ditemukan di Selandia Baru dengan bagian punggung yang lebih besar dan kualitas daging premium. Jenis baru ini diberi nama domba Beltex, karena mendapat suntikan otot ganda texel dari Belgia.
Domba Beltex dibawa ke Selandia Baru pertama kalinya oleh Mantan Kepala Invermay Jock Allison, peternak Mt. Somers Blair Gallagher, dan penasihat peternakan John Tavendale.
“Jenis domba baru ini punya bagian punggung dan otot mata yang lebih besar,” kata Jock. Keputusan Kementerian Pertanian untuk impor embrio domba dari Eropa memberi kesempatan pada Jock, Blair, dan John untuk menghasilkan spesies baru dalam industri domba di Selandia Baru.
Blair menyatakan, jenis domba baru ini masuk karena punya kontribusi yang potensial terhadap kesesuaian daging premium. Harapannya, domba Beltex bisa meningkatkan nilai ekonomi lewat daging premium yang dimilikinya.
Beltex akan memberikan peningkatan hasil daging terutama di wilayah otot mata dan kaki yang lebih besar, menurut Blair seperti yang dikutip dari Stuff NZ. Blair telah menghubungi Jock sejak 12 tahun lalu untuk kolaborasi menghasilkan jenis domba baru jenis Beltex.
Berdasarkan penilaian risiko, embrio yang diimpor dari Eropa tergolong aman dan dapat langsung dibawa masuk ke Selandia Baru. Domba Beltex memang sedang dikembangkan di Belgia, karena punya kualitas daging premium dan nilai ekonomi tinggi. Embrio domba Beltex telah masuk ke Selandia Baru sejak Februari 2017, masuk ke peternakan domba Maret 2017, dan lahir Agustus 2017.
Rujukan
Halaman: 7842/8123





