Suara.com - Beredar di media sosial sebuah foto yang memperlihatkan sosok mantan presiden Joko Widodo mengenakan baju orange atau jingga sedang berada di dalam sel tahanan.
Foto itu diunggah oleh akun Facebook “Bagus Jiwandana” pada Kamis (13/2/2025) dengan narasi sebagai berikut:
“KANDANG SEUMUR HIDUP YG PANTAS UNTUK JAWARA GARONG PENGHIANAT BANGSA”.
Terpantau pada Kamis, (27/02/2025) unggahan tersebut sudah mendapat 4 suka dan 6 komentar.
Lantas benarkah narasi yang disampaikan tersebut?
(GFD--26242) Cek Fakta: Foto Jokowi Berada di Dalam Sel Tahanan
Sumber:Berita
Hasil Cek Fakta
Melansir hasil penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo yang telah mencoba memasukkan foto Jokowi ke dalam alat pengecek gambar kecerdasan buatan WasItAI (wasitai.com), hasilnya foto tersebut terindentifikasi penuh merupakan buatan AI.
Hasil yang diberikan pada pencarian di wasitai.com menunjukkan, dari 6 warna yang merupakan tingkatan atau level sebuah foto tersebut buatan AI, foto Jokowi di dalam sel tahanan menunjukkan tingkat paling tinggi dengan warna merah dan logo robot, beserta keterangan “We are quite confident that this image, or significant part of it, was created by AI” atau dengan terjemahan “Kami cukup yakin bahwa gambar ini, atau bagian penting darinya, dibuat oleh AI”.
Hasil yang diberikan pada pencarian di wasitai.com menunjukkan, dari 6 warna yang merupakan tingkatan atau level sebuah foto tersebut buatan AI, foto Jokowi di dalam sel tahanan menunjukkan tingkat paling tinggi dengan warna merah dan logo robot, beserta keterangan “We are quite confident that this image, or significant part of it, was created by AI” atau dengan terjemahan “Kami cukup yakin bahwa gambar ini, atau bagian penting darinya, dibuat oleh AI”.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan foto disertai klaim “Jokowi ditahan di dalam sel” merupakan konten satire.
(GFD--31620) Cek Fakta: Benarkah Kantor Polisi Cina Terbentuk di Morowali & Mendarat di Manado
Sumber:Berita
SuaraJakarta.id - Sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa Cina telah membuka kantor polisi di Morowali dan tentara Cina baru saja mendarat di Manado, Sulawesi Utara. Narasi itu dibuat seolah merupakan kejadian nyata terbaru, lengkap dengan foto/video yang diklaim sebagai bukti, dan langsung ramai dibagikan netizen.
Akun Facebook “Panah Asmara” pada Minggu (4/1/2026) mengunggah postingan [arsip] yang berisi narasi sebagai berikut:
“KANTOR POLISI CINA SUDAH BERDURI DI MOROWALI DAN TERANG BENDERANG TENTARA CINA BARUSAN MENDARAT DI MANADO”
Namun sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya lebih jauh, cek dulu hasil penelusuran fakta yang sesungguhnya! Karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Dalam unggahan viral dari akun Facebook yang sudah dibagikan ribuan kali, tertulis narasi provokatif seperti:
Narasi ini diberi tampilan dramatis, seakan merupakan laporan penting bagi publik di Indonesia.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim tersebut dan menemukan sejumlah temuan penting:
Dengan demikian, klaim tentang kantor polisi Cina di Morowali dan tentara Cina yang mendarat di Manado tidak memiliki bukti dan merupakan konten palsu / hoaks.
Akun Facebook “Panah Asmara” pada Minggu (4/1/2026) mengunggah postingan [arsip] yang berisi narasi sebagai berikut:
“KANTOR POLISI CINA SUDAH BERDURI DI MOROWALI DAN TERANG BENDERANG TENTARA CINA BARUSAN MENDARAT DI MANADO”
Namun sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya lebih jauh, cek dulu hasil penelusuran fakta yang sesungguhnya! Karena klaim ini ternyata tidak benar dan menyesatkan.
Dalam unggahan viral dari akun Facebook yang sudah dibagikan ribuan kali, tertulis narasi provokatif seperti:
Narasi ini diberi tampilan dramatis, seakan merupakan laporan penting bagi publik di Indonesia.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo menelusuri klaim tersebut dan menemukan sejumlah temuan penting:
Dengan demikian, klaim tentang kantor polisi Cina di Morowali dan tentara Cina yang mendarat di Manado tidak memiliki bukti dan merupakan konten palsu / hoaks.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Informasi bahwa Cina membuka kantor polisi di Morowali dan tentara Cina mendarat di Manado adalah SALAH dan menyesatkan.
Narasi ini tidak pernah dikonfirmasi oleh sumber resmi pemerintah, media nasional yang kredibel, atau otoritas keamanan di Indonesia dan seluruh materi visual yang dipakai sebagai “bukti” telah dibantah melalui pengecekan fakta independen.
Mengapa Hoaks Ini Berbahaya?Unggahan semacam ini:
Narasi ini tidak pernah dikonfirmasi oleh sumber resmi pemerintah, media nasional yang kredibel, atau otoritas keamanan di Indonesia dan seluruh materi visual yang dipakai sebagai “bukti” telah dibantah melalui pengecekan fakta independen.
Mengapa Hoaks Ini Berbahaya?Unggahan semacam ini:
(GFD--31876) Cek Fakta: Benarkah Listrik dan ATM Bakal Mati Selama 7 Hari? Ini Faktanya!
Sumber:Berita
SuaraJakarta.id - Sebuah informasi yang sedang viral di media sosial dan aplikasi pesan instan menyebutkan bahwa listrik nasional dan mesin ATM akan mati total selama 7 hari berturut-turut. Narasi ini tersebar luas dengan tampilan yang mengkhawatirkan, lengkap dengan tanggal dan prediksi waktu “mati listrik” serta “ATM tidak bisa digunakan.”
Akun TikTok “.semprul11” pada Sabtu, (17/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan nama Dharma Pongrekun, disertai klaim bahwa listrik dan layanan ATM di Indonesia akan mati selama tujuh hari ke depan. Unggahan tersebut disertai dengan narasi sebagai berikut:
Segera bagikan ke teman atau saudara kalian#dharmapongrekun #fyp #panikglobal#fyppppppppppppppppppppppp #beritaviral Persiapan Menghadapi Listrik Mati Selama 7 Hari Pelajari cara bertahan hidup 7 hari tanpa listrik. Siapkan diri sebelum terjadi kepanikan! #dharmapongrekun #panikglobal #beritaviral
Keywords: persiapan darurat tanpa listrik, bertahan hidup 7 hari, tips survive listrik mati, cara siapkan makanan tahan lama, keadaan darurat siap sedia, antisipasi matinya listrik, pentingnya persiapan menghadapi bencana, tips menjaga air bersih darurat, menghadapi panic buying, percaya diri dalam persiapan
Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 42 ribu kali, 194 suka, 41 interaksi komentar, 34 disimpan, dan 383 dibagikan ulang.
Unggahan ini membuat banyak netizen panik dan langsung dibagikan ke grup komunitas, keluarga, dan teman-teman, tetapi apa benar prediksi itu? Sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya, simak dulu hasil cek fakta lengkapnya.
Pesan ini sering dibagikan di WhatsApp, Facebook, TikTok, dan aplikasi pesan lain dengan pernyataan yang tampak meyakinkan, seolah berasal dari sumber resmi.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim tersebut dan menemukan:
1. Tidak ada pernyataan resmi dari PLN, Bank Indonesia, OJK, atau pemerintah yang menyatakan listrik akan padam total selama 7 hari atau ATM akan lumpuh.2. Listrik di Indonesia dioperasikan secara terintegrasi dan dikelola oleh PLN, yang memiliki mekanisme cadangan, perbaikan, dan prosedur teknis untuk mencegah pemadaman luas seperti klaim itu.3. Bank Indonesia dan otoritas perbankan tidak pernah merilis pemberitahuan resmi soal ATM akan mati selama beberapa hari karena gangguan nasional.4. Beragam media kredibel nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, tidak pernah memberitakan ada ancaman pemadaman listrik global atau gangguan ATM selama 7 hari.5. Pesan yang beredar sering kali merupakan konten yang disebarkan tanpa sumber resmi, dan bisa termasuk hoaks atau suara alarm yang tidak berdasar.
Dengan demikian, klaim itu tidak didukung oleh fakta atau rujukan resmi yang valid.
Akun TikTok “.semprul11” pada Sabtu, (17/01/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan nama Dharma Pongrekun, disertai klaim bahwa listrik dan layanan ATM di Indonesia akan mati selama tujuh hari ke depan. Unggahan tersebut disertai dengan narasi sebagai berikut:
Segera bagikan ke teman atau saudara kalian#dharmapongrekun #fyp #panikglobal#fyppppppppppppppppppppppp #beritaviral Persiapan Menghadapi Listrik Mati Selama 7 Hari Pelajari cara bertahan hidup 7 hari tanpa listrik. Siapkan diri sebelum terjadi kepanikan! #dharmapongrekun #panikglobal #beritaviral
Keywords: persiapan darurat tanpa listrik, bertahan hidup 7 hari, tips survive listrik mati, cara siapkan makanan tahan lama, keadaan darurat siap sedia, antisipasi matinya listrik, pentingnya persiapan menghadapi bencana, tips menjaga air bersih darurat, menghadapi panic buying, percaya diri dalam persiapan
Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah diputar lebih dari 42 ribu kali, 194 suka, 41 interaksi komentar, 34 disimpan, dan 383 dibagikan ulang.
Unggahan ini membuat banyak netizen panik dan langsung dibagikan ke grup komunitas, keluarga, dan teman-teman, tetapi apa benar prediksi itu? Sebelum Anda percaya atau ikut menyebarkannya, simak dulu hasil cek fakta lengkapnya.
Pesan ini sering dibagikan di WhatsApp, Facebook, TikTok, dan aplikasi pesan lain dengan pernyataan yang tampak meyakinkan, seolah berasal dari sumber resmi.
Tim pemeriksa fakta dari TurnBackHoax.ID / Mafindo telah menelusuri klaim tersebut dan menemukan:
1. Tidak ada pernyataan resmi dari PLN, Bank Indonesia, OJK, atau pemerintah yang menyatakan listrik akan padam total selama 7 hari atau ATM akan lumpuh.2. Listrik di Indonesia dioperasikan secara terintegrasi dan dikelola oleh PLN, yang memiliki mekanisme cadangan, perbaikan, dan prosedur teknis untuk mencegah pemadaman luas seperti klaim itu.3. Bank Indonesia dan otoritas perbankan tidak pernah merilis pemberitahuan resmi soal ATM akan mati selama beberapa hari karena gangguan nasional.4. Beragam media kredibel nasional seperti Kompas, Tempo, Detik, Antara, tidak pernah memberitakan ada ancaman pemadaman listrik global atau gangguan ATM selama 7 hari.5. Pesan yang beredar sering kali merupakan konten yang disebarkan tanpa sumber resmi, dan bisa termasuk hoaks atau suara alarm yang tidak berdasar.
Dengan demikian, klaim itu tidak didukung oleh fakta atau rujukan resmi yang valid.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim bahwa listrik nasional dan mesin ATM akan mati selama 7 hari adalah SALAH dan menyesatkan.Informasi tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak berwenang, tidak ada pemberitaan resmi, dan cenderung menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan semacam ini:
Padahal PLN, Bank Indonesia, serta OJK memiliki mekanisme operasional dan komunikasi resmi yang digunakan untuk mengumumkan gangguan sistem atau kebijakan apa pun — bukan melalui pesan viral yang tidak jelas asalnya.
Tips Cek Fakta Sebelum ShareSupaya tidak ikut menyebarkan hoaks:
Mengapa Klaim Ini Menyesatkan?Unggahan semacam ini:
Padahal PLN, Bank Indonesia, serta OJK memiliki mekanisme operasional dan komunikasi resmi yang digunakan untuk mengumumkan gangguan sistem atau kebijakan apa pun — bukan melalui pesan viral yang tidak jelas asalnya.
Tips Cek Fakta Sebelum ShareSupaya tidak ikut menyebarkan hoaks:
(GFD--29063) Cek Fakta: Benarkah Stevia Berbahaya Jika Dikonsumsi Jangka Panjang?
Sumber:Berita
SuaraSulsel.id - Klaim
Ramai di media sosial, seorang figur publik menyebut konsumsi stevia dalam jangka panjang berbahaya. Karena bisa memicu diabetes hingga kanker.
Cek Fakta
Klaim ini dibantah oleh Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University sekaligus peneliti di South-East Asia Food And Agricultural Science And Technology Center (SEAFAST).
Prof Nuri menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyebut stevia berbahaya.
Ramai di media sosial, seorang figur publik menyebut konsumsi stevia dalam jangka panjang berbahaya. Karena bisa memicu diabetes hingga kanker.
Cek Fakta
Klaim ini dibantah oleh Prof Nuri Andarwulan, Guru Besar IPB University sekaligus peneliti di South-East Asia Food And Agricultural Science And Technology Center (SEAFAST).
Prof Nuri menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyebut stevia berbahaya.
Hasil Cek Fakta
- Stevia termasuk pemanis alami, dengan senyawa aktif steviol glikosida yang diekstrak dari daun Stevia rebaudiana.
- Di Indonesia, penggunaannya telah diregulasi oleh BPOM dan mengikuti standar Codex Alimentarius Commission, badan pangan dunia di bawah PBB.
- Hingga kini, World Health Organization (WHO) maupun lembaga riset internasional belum pernah menyatakan stevia berbahaya jika dikonsumsi sesuai aturan.
Isu Diabetes dan Obesitas
Prof Nuri menjelaskan, risiko diabetes lebih banyak terkait dengan pola makan berlebih dan konsumsi kalori tinggi, bukan langsung dari stevia.
“Pemanis alami seperti stevia tidak memberi sensasi manis utuh seperti gula, sehingga kadang orang mencari tambahan makanan lain. Akumulasi kalori itulah yang memicu obesitas dan diabetes,” jelasnya.
Isu Kanker
Klaim stevia menyebabkan kanker disebut terlalu dini. Menurut Prof Nuri, hubungan pemanis dengan kanker masih sebatas hipotesis.
Belum ada bukti ilmiah yang kuat maupun pengakuan resmi internasional.
- Di Indonesia, penggunaannya telah diregulasi oleh BPOM dan mengikuti standar Codex Alimentarius Commission, badan pangan dunia di bawah PBB.
- Hingga kini, World Health Organization (WHO) maupun lembaga riset internasional belum pernah menyatakan stevia berbahaya jika dikonsumsi sesuai aturan.
Isu Diabetes dan Obesitas
Prof Nuri menjelaskan, risiko diabetes lebih banyak terkait dengan pola makan berlebih dan konsumsi kalori tinggi, bukan langsung dari stevia.
“Pemanis alami seperti stevia tidak memberi sensasi manis utuh seperti gula, sehingga kadang orang mencari tambahan makanan lain. Akumulasi kalori itulah yang memicu obesitas dan diabetes,” jelasnya.
Isu Kanker
Klaim stevia menyebabkan kanker disebut terlalu dini. Menurut Prof Nuri, hubungan pemanis dengan kanker masih sebatas hipotesis.
Belum ada bukti ilmiah yang kuat maupun pengakuan resmi internasional.
Halaman: 7759/7767