• (GFD-2018-99) [DISINFORMASI] Penyerangan Teroris di Mapolsek Tampan, Pekanbaru

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/05/2018

    Berita

    Narasi:
    Info terbaru, Polsek Tampan diserang. Mohon kepada saudara2 agar berdiam diri di dlm rumah dan sementara mengurangi kegiatan di luar..

    INFO TERKINI

    Skrg jalur jalan subrantas lagi di tutup. Di polsek tampan panam jg ada kejadian

    Hasil Cek Fakta

    Isu terjadinya penyerangan oleh teroris di Mapolsek Tampan, Pekanbaru, Riau merupakan informasi yang tidak benar. Dilansir dari liputan6.com, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menyatakan tidak ada penyerangan terhadap Mapolsek Tampan di Jalan HR Soebrantas. “Tidak ada penyerangan (di Mapolsek Tampan),” ujarnya.

    Perihal video yang memperlihatkan seorang pria dipaksa tiarap dan diperiksa, Sutanto menjelaskan, pria tersebut sempat dicurigai membawa tas mencurigakan namun ternyata pria tersebut tidak membawa barang-barang mencurigakan. “Tapi setelah diperiksa, itu tidak ada,” kata Susanto.

    Rujukan

  • (GFD-2018-100) [DISINFORMASI] "Ternyata Mbak Dita Ini Mantan Kristen Menjadi Mualaf"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/05/2018

    Berita

    "*Silahkan Tabayyun/Klarifilasi*

    "Nonton ILC duh ngeri...!!"

    Ternyata mbak Dita ini mantan kristen menjadi mualaf, beliau begitu toleransi.

    Bahkan temannya yang menjadi klarifikasi di ILC seorang non muslim mengenal Alm. Mbk Dita ini seorang Toleransi di Sekolah.

    Alm, dijebak menjadi kurir barang ke gereja diupah 10 jt, ternyata yang menyuruh mengintip dari jauh pegang remot control, lalu meledak nauzubillah, ternyata mereka dijebak, teman2 yang kristen malah prihatin & turut berduka atas kematian 1 keluarga.
    Demi kekuasaan mereka tidak pduli nyawa 1 kluarga yang toleransi.

    Dengan tidak mengurangi rasa turut berdukacita kepada seluruh korban, sebelum kita latah menuduh keluarga ini sebagai pelaku pemboman di Surabaya, sebaiknya kita berpikir sejenak.

    Kita sudah sering mendengar ada pelaku teror, dan selalu infonya sepihak, hanya dari aparat kepolisian.

    Tapi belum pernah sekali pun, mendengar ada pelaku yang membawa anak serta istrinya dalam tindakan teror tersebut (itu pun jika terduga pelakunya, benar).

    Kemarin keluarga ini dituduh baru datang dari Suriah, lalu tuduhan tersebut ditarik kembali, katanya tidak benar bahwa mereka baru datang dari Suriah.

    Mereka keluarga pebisnis, bagaimana jika imajinasi kita bermain. Mereka dijebak oleh 'sutradara' untuk mengantarkan sesuatu sebagai konsumsi jemaat Gereja.

    Mereka disuruh mengantar ke tempat berbeda dengan jarak waktu yang cukup berdekatan. Dan karena ingin mengantar pesanan tersebut tepat waktu, terpaksa mereka harus pergi terpisah, antara suami, anak lelaki, dan istri yang membawa anak perempuan.

    Lalu tanpa mereka sadari, kendaraan mereka sudah dipasang bom, dengan pemicu ledak dikendalikan sang sutradara.

    Lalu terjadilah tragedi ini, dan seluruh penonton memfitnah keluarga tersebut.

    Ini adalah kebebasan berpikir, manakala kepercayaan kepada rezim tak tersisa lagi.

    Lebih baik menahan diri dari menuduh mereka, daripada terjatuh kepada jurang fitnah.

    Wallahu A'lam...trnyata yg dari kluarga muslim yg di tuduh teroris .mreka adalah korban jebakan .alat .pelaku sejati ttp aja bkn si muslim ..semuga kita2 sbgai orang islam tak mudah mengutuk saudara sendiri ."

    Hasil Cek Fakta

    Pertama, Dita adalah laki-laki dengan nama lengkap Dita Oepriarto, jadi tidak tepat disebut dengan "mbak". Kedua, sudah beragama Islam sejak SMA, jadi kurang tepat jika disebut sebagai mualaf. Terakhir, tidak ada kejelasan sumber informasi yang valid mengenai asal narasi "ternyata yang menyuruh mengintip dari jauh pegang remot control".

    Rujukan

  • (GFD-2018-90) [HOAX] Bom di Kiaracondong Bandung

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 15/05/2018

    Berita

    Sebuah foto di instastory yang disebar oleh seorang warganet menghebohkan jagat maya. Foto tersebut menampilkan kepulan asap di samping jembatan layang Kiaracondong, Bandung, Senin (14/5/2018).

    Di foto itu terlihat ada kepulan asap dan sejumlah petugas mengenakan pakaian berwarna jingga.

    Foto instastory itu pun disertai tulisan, terdapat bom di dalam mobil di Kiaracondong yang menyebabkan adanya korban meninggal.

    Hasil Cek Fakta

    Kabar adanya bom di Kiaracondong pada Senin (14/5/2018) malam ini dipastikan hoaks atau kabar bohong. Komandan Regu Penyelamat Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, Bella Bhakti Nagara, mengatakan, kepulan asap di samping jembatan layang Kiaracondong berasal dari terbakarnya tumpukan sampah.

    Rujukan

  • (GFD-2018-91) [HOAKS] Pesan Berantai Pengejaran Teroris di Rantepao, Sulawesi Selatan

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/05/2018

    Berita

    Narasi:

    Waspada…!!! di Rantepao.. stengah jam lalu.. Polisi sedang patroli dari hotel ke hotel… ada 1 incaran ciri2 orangx pendek.. berjenggot..bawa rangsel..dan kopor kecil .Hotel sepanjang jalan poros dimasuki… dgn dtg sbgi tamu yg ingin menginap… pada saat cek in..disodorin Reg.A. + E.. KTP… dia tinggalkan hotel…dan lari… dgn jalan cepat menggunakan ojek

    Hasil Cek Fakta

    Pesan berantai yang beredar di media pesan Whatsapp dan media sosial tentang kabar adanya pengejaran teroris di Rantepao, Sulawesi Selatan adalah kabar hoaks. Dilansir dari karebatoraja.com, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tana Toraja, AKBP Julianto P. Sirait menegaskan, pesan berantai tentang pengejaran terduga teroris di Rantepao adalah hoaks. “Hoax itu. Sampaikan ke masyarakat agar jangan mudah terhasut provokasi ya,” tegasnya.

    Rujukan