• (GFD-2020-3585) [SALAH] “Pengemudi ini mencoba ‘kabur’ dari pemeriksaan #CoronaVirusCamp”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Video sebelumnya sudah dipublikasikan pada tahun 2018. Dicurigai pengguna pelat nomor palsu, TIDAK TERKAIT dengan Virus Corona 2019.

    NARASI

    “Pengemudi ini mencoba ‘kabur’ dari pemeriksaan #CoronaVirusCamp.

    Demikianlah, setiap manusia sejatinya tidak nyaman selalu diperiksa. Apalagi kemudian diisolasi dalam kamp, apapun istilahnya.

    Bayangkan saudara Muslim #Uyghur, yg sejak 2016 diperlakukan hal yg sama.”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

    Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

    * SUMBER membagikan video insiden berusaha kaburnya pelaku yang dicurigai pengguna pelat nomor palsu dari kejaran polisi.

    * Narasi SUMBER menimbulkan kesimpulan yang salah dari fakta insiden yang direkam di video.



    (2) Salah satu artikel yang berkaitan, Yahoo! News Singapore: “Mobil yang melarikan diri menghancurkan gerbang selama pengejaran polisi

    Newsflare 10 April 2018

    Ini adalah momen dramatis sebuah mobil mendobrak gerbang saat pengejaran polisi di Tiongkok.

    Dalam video tersebut, difilmkan di Nanning City di Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang selatan pada 10 April, sebuah BMW menabrak gerbang dan menyeretnya di sepanjang jalan.

    Menurut laporan setempat, polisi berusaha menghentikan mobil karena diduga menggunakan plat palsu.

    Untungnya, tidak ada yang terluka dalam insiden itu.”

    Google Translate http://bit.ly/2OKXw8Z / http://archive.md/sKkyG (arsip cadangan), video di http://bit.ly/2SNuWFl / http://archive.md/PwBNo (arsip cadangan).

    Rujukan

  • (GFD-2020-3586) [SALAH] “Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Beredar artikel dengan judul : “Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja”. Artikel ini dimuat di situs jurnas[dot]com pada Senin, 03 Februari 2020.

    Artikel ini beredar di media sosial facebook dan twitter. Akun Nayla Putri Pertama (fb.com/deva.rosdiana.547) dan akun TM420 (twitter.com/tantemerry420) membagikan artikel ini pada tanggal 5 Februari 2020 dan 6 Februari 2020.

    Sumber : https://perma.cc/ST4L-E9XS (Arsip) dan https://perma.cc/JX4Q-6SGC (Arsip)

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Tempo, artikel yang diunggah akun Nayla Putri Pertama memang pernah dimuat oleh situs Jurnas[dot]com, yakni pada 3 Februari 2020, dengan judul yang sama. Namun, saat ini, judul artikel tersebut telah diubah.

    Di bawah artikel tersebut, Jurnas[dot]com menulis: “Catatan Redaksi, sebelumnya judul berita ini ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja’, diubah menjadi ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Corona dengan Anti Virus’ karena tindakan human error salah satu wartawan kami. Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya.”


    Dalam artikel itu, memang tidak disebutkan perihal penggunaan ganja dalam pengobatan pasien virus Corona Wuhan. Obat yang digunakan para dokter di Thailand, menurut berita di Jurnas.com, adalah obat antiflu dan obat anti-HIV.

    Berita mengenai penggunaan obat antiflu dan obat anti-HIV oleh para dokter di Thailand juga dimuat oleh beberapa situs media asing. Situs South China Morning Post memuat berita itu dengan judul “Coronavirus: Thailand has apparent treatment success with antiviral drug cocktail”.

    Situs Telegraph.co.uk memuat berita itu dengan judul “Coronavirus: Thai doctors ‘successfully treat’ virus but stocks plunge in China”. Adapun situs media Indonesia, Merdeka.com, memuat berita tersebut dengan judul “Dokter Thailand: Pasien Corona Sembuh dengan Kombinasi Obat Flu dan HIV”.


    Berdasarkan berita-berita tersebut, para dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir. Menurut dokter, 48 jam setelah diberi obat-obat itu, pasien tersebut dinyatakan negatif dari virus Corona.

    Untuk mengetahui apakah obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan untuk mengobati pasien virus Corona Wuhan itu mengandung ganja, Tim CekFakta Tempo mewawancarai Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom. Menurut dia, tidak ada kandungan ganja pada obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan pada pasien virus Corona Wuhan di Thailand itu.

    Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation ini mengatakan obat tersebut merupakan obat antiflu yang umum digunakan.

    “Sifatnya coba-coba, siapa tahu bisa, bukan drug of choice untuk nCoV (Corona Wuhan). Sama saja dengan saya menawarkan empon-empon (curcumin) untuk melindungi paru-paru menghadapi banjir sitokin,” ujarnya.

    Ganja belum terbukti bisa membunuh virus Corona Wuhan
    Klaim bahwa ganja (mariyuana atau kanabis) bisa membunuh virus Corona Wuhan memang beredar dalam beberapa hari terakhir, terutama di India. Sejumlah organisasi cek fakta India pun memverifikasi klaim tersebut. Menurut Alt News, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ganja bisa mematikan virus Corona Wuhan.

    Suranjit Chatterjee, Konsultan Senior Obat Penyakit Dalam di Indraprastha Apollo Hospitals India, juga menyatakan hal serupa.

    “Sama sekali tidak ada bukti ilmiah untuk mempercayai klaim semacam itu. Kami masih mencari tahu virusnya. Sampai penelitian yang solid dilakukan, tidak alasan untuk mengikuti klaim tersebut,” ujarnya kepada situs The Quint.

    Boom Live, yang mengutip penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan bahwa hingga kini belum ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati pasien virus Corona Wuhan. Namun,

    “Mereka yang terinfeksi virus Corona Wuhan harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan gejala, dan mereka yang sakit parah harus menerima perawatan suportif yang optimal.”

    WHO juga mengatakan, “Beberapa pengobatan yang spesifik sedang diselidiki dan akan diuji klinis. WHO membantu mengkoordinasikan upaya untuk mengembangkan obat-obatan untuk infeksi virus Corona Wuhan dengan berbagai mitra.”

    Kesimpulan

    Bukan ganja. Dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir yang tidak mengandung ganja. Situs jurnas[dot]com sendiri sudah mengubah judul artikelnya dan meminta maaf.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3587) [SALAH] Mi Goreng Indonesia Masuk Daftar Makanan Yang Menyebarkan Virus Corona di Australia

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa warga Australia dihimbau untuk menghindari beberapa produk makanan, salah satunya produk Mi Goreng asal Indonesia. himbauan itu juga meminta tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guilford di dekat Sydney. Disebutkan di daerah itu ada virus corona.

    Hasil Cek Fakta

    [PENJELASAN]:

    Seperti halnya di Indonesia dimana informasi menyestkan bahkan hoaks mengenai virus corona yang sedang mewabah ramai beredar di media sosial, sama hal nya dengan yang terjadi di Australia dengan menyeret sebuah produk makanan Indonesia yang diklaim turut menyebarkan virus corona.

    Beredar pesan berantai di aplikasi whatsapp yang menyebut bahwa warga Australia dihimbau untuk menghindari beberapa produk makanan, salah satunya produk Mi Goreng asal Indonesia. himbauan itu juga meminta tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guilford di dekat Sydney. Disebutkan di daerah itu ada virus corona.

    Seperti diketahui, produk Mi Goreng instan asal Indonesia memang diekspor ke Australia dan bisa didapatkan warga di sana di sejumlah supermarket setempat.

    Setelah dilakukan penelusuran, Badan Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan kalau pesan yang beredar terkait larangan makan Mi Goreng dan aneka makanan lainnya adalah hoax. Larangan kunjungan ke daerah tertentu di New South Wales karena virus corona juga adalah hoax.

    Untuk Australia, hingga saat ini dari data real time John Hopkins University sudah ada 15 kasus positif virus corona. Mereka tersebar di Queensland (5), New South Wales (4), Victoria (4) dan South Australia (2).

    Kesimpulan

    FAKTANYA, Badan Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan kalau pesan yang beredar terkait larangan makan Mi Goreng dan aneka makanan lainnya adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4780) [SALAH] 7 Penumpang Lion Air Yang Berasal Dari China di Manado Terinfeksi Virus Corona

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/02/2020

    Berita

    Sudah ada yg masuk indonesia, via Manado.
    7 pax ini positif virus carona di pesawat Lion jt 2742
    changsa to mdc , sdh block on 20:00,
    Info update karantina sdh ada.

    Hati-hati

    Semoga bermanfaat.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial dan pesan berantai sebuah informasi yang diklaim bahwa di Manado terdapat tujuh orang penumpang maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2742 rute Changsha, Tiongkok Menuju Manado yang positif terinfeksi virus corona. Terlihat dalam foto yang berlokasi di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, para awak pesawat dan tim medis berkumpul di garbarata, tepatnya di muka pintu pesawat bagian depan. Berdasarkan penelusuruan, informasi bahwa tujuh penumpang Lion Air dari Changsa menuju Manado positif terinfeksi virus korona adalah salah, dan pihak maskapai pun telah memberikan klarifikasi. Dilansir dari Kompas.com, melalui artikel berjudul “Lion Air: 7 Penumpang Asal China yang Tiba di Manado Negatif Virus Corona” dimuat pada Minggu 26 Januari 2020, Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro memastikan, tujuh penumpang Lion Air tersebut negatif virus corona. “Lion Air menerima keterangan setelah dilakukan pemeriksaan, pengecekan secara intensif oleh pihak terkait, dinyatakan negatif atau tidak terindikasi virus dimaksud,” jelas Danang melalui keterangan tertulis. Pemeriksan terhadap tujuh penumpang Lion Air asal Tiongkok dilakukan oleh tim medis beserta tim Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado. Pesawat Lion Air JT-2742 yang terbang dari Changsha ke Manado pada Sabtu (25/1/2020) diketahui membawa 7 kru dan 176 penumpang. Lion Air memastikan seluruh kru dan penumpang telah melalui standar prosedur bandara. Danang menjelaskan, penerbangan JT-2742 sudah dipersiapkan dengan baik. Seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. “Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron) untuk menurunkan penumpang, petugas kesehatan terlebih dahulu masuk ke dalam kabin pesawat guna melakukan pemeriksaan kepada seluruh tamu dan awak pesawat,” kata dia. Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No SR.01.0111/5888/2019 ‘Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio’ pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 ‘Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya’ pada 3 Januari 2020. Maka dari itu, informasi yang menyebutkan bahwa terdapat 7 penumpang pesawat Lion Air yang positif terinfeksi virus corona di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado adalah tidak benar. 7 penumpang yang diklaim tersebut setelah dilakukan tindakan medis dinyatakan negatif terinfeksi virus corona.

    Kesimpulan

    Beredar sebuah informasi berupa foto disertai narasi di media sosial dan pesan berantai yang menyebutkan bahwa terdapat 7 orang penumpang maskapai Lion Air rute penerbangan Changsha, Tiongkok ke Manado yang terinfeksi virus corona. FAKTANYA, pihak Lion Air sendiri beserta tim medis bandara internasional Sam Ratulangi telah mengecek ke tujuh penumpang tersebut dan dinyatakan negatif.

    Rujukan