(GFD-2018-105) [KLARIFIKASI] Pengibaran Bendera Israel dalam Acara dan Konvoi Kendaraan di Jayapura
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/05/2018
Berita
Beredar di media sosial sebuah video pengibaran bendera Israel oleh suatu kelompok dalam sebuah acara di GOR Waringin, Jayapura, Irian Jaya, yang membuat heboh warganet. Selain itu, mereka melakukan aksi konvoi kendaraan yang juga mengibarkan bendera Israel selama perjalanan.
Hasil Cek Fakta
Polisi menyebut aksi tersebut sebagai tradisi dan tak ada kaitannya dengan politik. Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan konvoi ini dilakukan oleh komunitas Sion Kids. Menurutnya, mereka menggelar acara peringatan budaya yang sudah menjadi tradisi. Boy mengatakan acara peringatan ini tidak memiliki kepentingan politik apapun. Boy menyebut komunitas ini mengagungkan budaya Israel yang berasal dari keturunan Adam. Boy mengatakan kegiatan mereka tidak mencerminkan dukungan terhadap Israel sebagai sebuah negara.
Rujukan
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180517194449-12-299078/kapolda-papua-sebut-pengibaran-bendera-israel-sebagai-tradisi
- https://ceknricek.com/a/bendera-israel-berkibar-di-jayapura/739
- http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/05/17/o7a1as330-ini-penjelasan-kapolda-soal-pawai-bendera-israel-di-papua
(GFD-2018-106) [DISINFORMASI] "WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR Jika Tak Selesaikan RUU T3ROR1SME, Fadli Zon CIUT"
Sumber: youtube.comTanggal publish: 18/05/2018
Berita
"WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR Jika Tak Selesaikan RUU T3ROR1SME, Fadli Zon CIUT - Berita Viral
Berita Viral
Published on May 15, 2018
WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR Jika Tak Selesaikan RUU T3ROR1SME, Fadli Zon CIUT - Berita Viral
Selengkapnya : (http:)//zipansion(dot)com/A1pf
WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR".
Berita Viral
Published on May 15, 2018
WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR Jika Tak Selesaikan RUU T3ROR1SME, Fadli Zon CIUT - Berita Viral
Selengkapnya : (http:)//zipansion(dot)com/A1pf
WIRANTO Tegas Akan Bubarkan DPR".
Hasil Cek Fakta
Judul tersebut adalah pancingan klik (click bait), tidak ada pernyataan yang seperti itu dari Wiranto. Video adalah hasil suntingan kompilasi dari beberapa video yang sudah dipublikasikan sebelumnya, selengkapnya di bagian REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2018-101) [HOAKS] Cek Gula Darah yang Dilakukan ISIS untuk Menyebarkan AIDS di Medan
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/05/2018
Berita
Narasi:
Selamat malam eda eda, aku mau sharing sedikit mengenai kejadian di gereja kami St. Mikael Paroki St.Petrus Medan Timur tadi pagi.
Misa selesai sekitar jam 10 pagi. Masih banyak ibu ibu WK ( wanita katholik) yang ngumpul krn mau rapat. Termasuk aku, bapak Vena juga ada.
Lagi asik ngobrol, datang seorang ibu berjilbab. Dia menawarkan periksa gula darah gratis. Sudah berjalan kira kira 5 orang yang diperiksa, datang seorang bapak dari antara kawan bapak Vena. Dan dia langsung melarang ibu ibu WK melanjutkan test gula darah itu.
Dan, belum sempat bapak ini menegur ibu ibu berjilbab itu, ibu ibu berjilbab itu segera membereskan perlengkapannya dan keliatan berniat kabur. Tapi sempat ditangkap oleh bapak kawan segereja kami ini.
Dibawa ke dalam ruang aula gereja, di interogasi, dipanggilkan polisi dan gak lama langsung dibawa ke kantor polisi.
Ibu ibu WK semuanya kaget dan kami yg ada disitu juga terheran. Karena apa ?
Bapak teman segereja kami tadi menjelaskan, mengenai isu tentang ada orang orang ISIS yang menyamar ada disekitar kita, berkedok pemeriksaan gula darah lah, kolestrol dan sebagainya yang katanya gratis, tapi sebenarnya dari jarum penusuk untuk ambil darah kita itu, mereka menyebarkan virus HIV AIDS kepada korbannya. Yang jadi inceran mereka adalah kita umat nasrani.
Hati hati ya saudara2..mana tau ada juga yg sejenis itu datang di gereja atau lingkungan pesona 2..
Info nyata dari pdt.Oedoy... Ternyata bapa bbrp hr yl sdh didatangi 2 org anak muda menawarkan periksa kolesterol, gula darah dan tensi dg dalih mrk baru buka lab jd promo
Selamat malam eda eda, aku mau sharing sedikit mengenai kejadian di gereja kami St. Mikael Paroki St.Petrus Medan Timur tadi pagi.
Misa selesai sekitar jam 10 pagi. Masih banyak ibu ibu WK ( wanita katholik) yang ngumpul krn mau rapat. Termasuk aku, bapak Vena juga ada.
Lagi asik ngobrol, datang seorang ibu berjilbab. Dia menawarkan periksa gula darah gratis. Sudah berjalan kira kira 5 orang yang diperiksa, datang seorang bapak dari antara kawan bapak Vena. Dan dia langsung melarang ibu ibu WK melanjutkan test gula darah itu.
Dan, belum sempat bapak ini menegur ibu ibu berjilbab itu, ibu ibu berjilbab itu segera membereskan perlengkapannya dan keliatan berniat kabur. Tapi sempat ditangkap oleh bapak kawan segereja kami ini.
Dibawa ke dalam ruang aula gereja, di interogasi, dipanggilkan polisi dan gak lama langsung dibawa ke kantor polisi.
Ibu ibu WK semuanya kaget dan kami yg ada disitu juga terheran. Karena apa ?
Bapak teman segereja kami tadi menjelaskan, mengenai isu tentang ada orang orang ISIS yang menyamar ada disekitar kita, berkedok pemeriksaan gula darah lah, kolestrol dan sebagainya yang katanya gratis, tapi sebenarnya dari jarum penusuk untuk ambil darah kita itu, mereka menyebarkan virus HIV AIDS kepada korbannya. Yang jadi inceran mereka adalah kita umat nasrani.
Hati hati ya saudara2..mana tau ada juga yg sejenis itu datang di gereja atau lingkungan pesona 2..
Info nyata dari pdt.Oedoy... Ternyata bapa bbrp hr yl sdh didatangi 2 org anak muda menawarkan periksa kolesterol, gula darah dan tensi dg dalih mrk baru buka lab jd promo
Hasil Cek Fakta
Informasi dari pesan berantai yang menyatakan bahwa ada anggota ISIS tengah menyebarkan virus HIV AIDS melalui program cek gula darah gratis di gereja-gereja di Medan adalah hoaks. Pesan berantai tersebut merupakan hoaks berulang yang pernah tersebar pada bulan Mei 2017. Perbedaannya hanya terdapat pada narasi dan tempatnya. Pada hoaks sebelumnya disebutkan tempatnya di Aceh, Malang, Pasuruan, dan Yogyakarta, maka kali ini disebutkan terjadi di Medan. Munculnya hoaks tersebut menumpangi momen isu terorisme yang tengah hangat.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata isu anggota ISIS menyebarkan virus HIV AIDS melalui cek gula darah gratis berasal dari luar negeri, tepatnya di India. Dilansir dari hoax-slayer.net, dalam artikel Brett M. Christensen yang berjudul “HOAX — ‘ISIS Infecting People With AIDS Via Fake Insulin Injection” disebutkan isu ISIS dan penyebaran HIV AIDS berasal dari India, sekitar Mei 2017. Dalam artikelnya itu, Brian menjelaskan, klaim atas isu tersebut tidak masuk akal. Selain itu, tidak ada pelaporan dan kasus yang memang benar terjadi.
Selain itu, banyak portal cek fakta di India yang sudah membongkar modus hoaks ISIS dan penyebaran AIDS tersebut. Dalam narasi hoaks yang tersebar di India, ada beberapa kata kunci yang serupa dengan pesan berantai di Indonesia. Kata kunci tersebut ialah ‘cek gula darah gratis (measure your sugars for free), ‘pelaku dari Fakultas Kedokteran (Faculty of Medicine)’, dan ‘menyebarkan virus AIDS melalui alat suntik yang mereka bawa (spreading AIDS virus by injections).’
Berulangnya isu ISIS dan HIV AIDS kali ini mendompleng peristiwa terorisme yang terjadi di Surabaya dan Riau. Ada kemungkinan isu seperti ini akan kembali muncul di kemudian hari dengan format narasi yang berbeda lagi. Jadi, tetap waspada dan tidak mempercayai begitu saja pesan berantai yang beredar.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata isu anggota ISIS menyebarkan virus HIV AIDS melalui cek gula darah gratis berasal dari luar negeri, tepatnya di India. Dilansir dari hoax-slayer.net, dalam artikel Brett M. Christensen yang berjudul “HOAX — ‘ISIS Infecting People With AIDS Via Fake Insulin Injection” disebutkan isu ISIS dan penyebaran HIV AIDS berasal dari India, sekitar Mei 2017. Dalam artikelnya itu, Brian menjelaskan, klaim atas isu tersebut tidak masuk akal. Selain itu, tidak ada pelaporan dan kasus yang memang benar terjadi.
Selain itu, banyak portal cek fakta di India yang sudah membongkar modus hoaks ISIS dan penyebaran AIDS tersebut. Dalam narasi hoaks yang tersebar di India, ada beberapa kata kunci yang serupa dengan pesan berantai di Indonesia. Kata kunci tersebut ialah ‘cek gula darah gratis (measure your sugars for free), ‘pelaku dari Fakultas Kedokteran (Faculty of Medicine)’, dan ‘menyebarkan virus AIDS melalui alat suntik yang mereka bawa (spreading AIDS virus by injections).’
Berulangnya isu ISIS dan HIV AIDS kali ini mendompleng peristiwa terorisme yang terjadi di Surabaya dan Riau. Ada kemungkinan isu seperti ini akan kembali muncul di kemudian hari dengan format narasi yang berbeda lagi. Jadi, tetap waspada dan tidak mempercayai begitu saja pesan berantai yang beredar.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/529736177358922/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/583661611966378/
- https://www.hoax-slayer.net/9687-2/
- https://www.hoaxorfact.com/crime/isis-injecting-aids-free-insulin.html
- https://www.jpnn.com/news/dokter-isis-dan-pki-sebarkan-aids-pakai-jarum-suntik-jangan-takut?page=2
- http://www.tribunnews.com/regional/2017/05/06/benarkah-jaringan-isis-sebarkan-aids-melalui-jarum-suntik-begini-kata-polisi
- https://bangaloremirror.indiatimes.com/bangalore/others/fake-news-buster-isis-spreading-aids-by-insulin-like-injections/articleshow/58483199.cms
- https://check4spam.com/internet-rumours/isis-terrorists-hoax-spam/
(GFD-2018-102) [DISINFORMASI] VIRAL PENDAKI YANG MENINGGAL DI GUNUNG BAWAKARAENG
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/05/2018
Berita
Viral di media sosial informasi mengenai pendaki wanita yang ditinggal, mengalami hipotermia dan dikabarkan meninggal dunia di Sulawesi Selatan. Informasi tersebut menjadi viral setelah akun Facebook bernama Alim Alwi Yusuf menceritakan pengalaman pribadinya menyelamatkan pendaki wanita yang kemudian mendapat banyak respon dari netizen.
Hasil Cek Fakta
Guna meluruskan isu mengenai meninggalnya si pendaki, Alwi pun angkat bicara dan menyebut bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Menurutnya si pendaki wanita itu tidak meninggal. Setelah berhasil dievakuasi, si pendaki dibawa ke puskermas terdekat dan diberikan pertolongan medis hingga bisa terselamatkan.
Rujukan
Halaman: 7728/7769




