Bukan karena penggunaan handphone, pria di foto tersebut adalah korban terkena tembakan pellet gun atau air gun terkait kekerasan terhadap demostran Sikh di Punjab, India yang terjadi pada Oktober 2015.
kun Desy Aryanti (fb.com/desy.aryanti.1232) membagikan sebuah artikel dari situs mari-sebarkan[dot]blogspot.com yang berjudul “TERULANG KEMBALI, KORBAN AKIBAT MEMAKAI HP SAMBIL DI CAS”
Artikel ini memuat informasi sebagai berikut;
“Pria ini meninggal akibat menggunakan Handphone, sambil mendengarkan musik pakai Handset, sambil di Cas dan pria tersebut ketiduran. Arus Listrik yang masuk melalui telinga sampai ke sekujur tubuh nya Dan Meletup letup sampai membentuk lubang-lubang di seluruh tubuh pria tersebut…”
(GFD-2019-3294) [SALAH] Foto korban meninggal karena mendengar musik pakai handset, saat hpnya dicharge dan ketiduran
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 12/11/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Klaim ini sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2015. Bahkan hampir setiap tahun, klaim ini kembali beredar dengan versi yang hampir mirip.
Tahun 2015 misalnya, foto pria yang punggungnya tampak terluka berbentuk lubang-lubang kecil itu diklaim sebagai “Pria Bojonegoro meninggal karena mendengar musik dari HP nya sambil tidur & korslet”
Tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019, foto pria ini masih beredar di media sosial Facebook dengan klaim “Seorang pria di Dander Bojonegoro meninggal akibat menggunakan Hp”
Periksa fakta terhadap foto ini pun sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2015.
Faktanya, pria dalam foto itu bukan meninggal karena kesetrum ponsel. Dia terkapar karena tembakan pellet gun atau air gun. Peristiwanya terjadi di India. Foto yang sama dimiliki Kashmir Global, situs berita tentang wilayah Kashmir. Melalui akun Twitter-nya, Kashmir Global mem-posting foto tersebut pada 12 Oktober 2015. Caption-nya, ”Youth injured in #Bijbehara South #Kashmir today by Indian forces. Indian forces fire pellet gun shots on protesters’’.
Bukan hanya Kashmir Global, sejumlah website maupun blog yang berasal dari India juga memuat informasi yang sama. Foto pria yang ditembaki dengan pellet gun juga bukan satu. Ada beberapa korban lain yang berjatuhan dengan kondisi luka hampir sama. Bolong-bolong di sekujur tubuh.
Sebagaimana diketahui, Kashmir merupakan wilayah persengketaan antara pemerintah India, Pakistan, dan gerilyawan Kashmir. Protes-protes oleh warga kerap mewarnai konflik Kashmir. Pasukan keamanan India sering kali menggunakan pellet gun dalam menghadapi para pendemo.
Setelah jatuh korban cukup banyak, penggunaan pellet gun mulai diprotes. Kementerian Dalam Negeri India akhirnya menyatakan pellet gun hanya digunakan sebagai upaya terakhir. Senjata untuk pengendalian massa kemudian dialihkan ke bubuk cabai.
Amnesty Internasional India pun sempat melayangkan protes atas pengunaan pellet gun. Melalui akun resminya, lembaga itu menyebutkan bahwa ratusan orang telah terluka, bahkan banyak yang buta, akibat penggunaan senjata pellet gun oleh pasukan keamanan di Kashmir dalam beberapa pekan terakhir. Tulisan itu dipublikasikan pada 4 Agustus 2016.
Klaim ini sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2015. Bahkan hampir setiap tahun, klaim ini kembali beredar dengan versi yang hampir mirip.
Tahun 2015 misalnya, foto pria yang punggungnya tampak terluka berbentuk lubang-lubang kecil itu diklaim sebagai “Pria Bojonegoro meninggal karena mendengar musik dari HP nya sambil tidur & korslet”
Tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019, foto pria ini masih beredar di media sosial Facebook dengan klaim “Seorang pria di Dander Bojonegoro meninggal akibat menggunakan Hp”
Periksa fakta terhadap foto ini pun sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2015.
Faktanya, pria dalam foto itu bukan meninggal karena kesetrum ponsel. Dia terkapar karena tembakan pellet gun atau air gun. Peristiwanya terjadi di India. Foto yang sama dimiliki Kashmir Global, situs berita tentang wilayah Kashmir. Melalui akun Twitter-nya, Kashmir Global mem-posting foto tersebut pada 12 Oktober 2015. Caption-nya, ”Youth injured in #Bijbehara South #Kashmir today by Indian forces. Indian forces fire pellet gun shots on protesters’’.
Bukan hanya Kashmir Global, sejumlah website maupun blog yang berasal dari India juga memuat informasi yang sama. Foto pria yang ditembaki dengan pellet gun juga bukan satu. Ada beberapa korban lain yang berjatuhan dengan kondisi luka hampir sama. Bolong-bolong di sekujur tubuh.
Sebagaimana diketahui, Kashmir merupakan wilayah persengketaan antara pemerintah India, Pakistan, dan gerilyawan Kashmir. Protes-protes oleh warga kerap mewarnai konflik Kashmir. Pasukan keamanan India sering kali menggunakan pellet gun dalam menghadapi para pendemo.
Setelah jatuh korban cukup banyak, penggunaan pellet gun mulai diprotes. Kementerian Dalam Negeri India akhirnya menyatakan pellet gun hanya digunakan sebagai upaya terakhir. Senjata untuk pengendalian massa kemudian dialihkan ke bubuk cabai.
Amnesty Internasional India pun sempat melayangkan protes atas pengunaan pellet gun. Melalui akun resminya, lembaga itu menyebutkan bahwa ratusan orang telah terluka, bahkan banyak yang buta, akibat penggunaan senjata pellet gun oleh pasukan keamanan di Kashmir dalam beberapa pekan terakhir. Tulisan itu dipublikasikan pada 4 Agustus 2016.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2019/11/09/salah-foto-korban-meninggal-karena-mendengar-musik-pakai-handset-saat-hpnya-dicharge-dan-ketiduran/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/195064094159467/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/364765290522679/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/572840999715106/
- https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/07/09/2017/bukan-karena-kesetrum-hp/
- https://twitter.com/kashmirglobal/status/656770647960457216
- https://khalsaforce.in/the-panjab-police-has-used-bamboo-charges-water-cannon-and-live-ammunition-against-peacefully-protesting-sikhs-in-moga-panjab
- http://www.jantakareporter.com/india/faridkot/21917/
(GFD-2019-3295) [SALAH] Binatang Langka Sangat Berbahaya, Biasanya Di Daun Pohon Mangga
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 12/11/2019
Berita
"*Penyamaran yang sempurna ☝☝☝* Ini adalah binatang yang langka dan sangat berbahaya, biasanya di daun Pohon Mangga. Orang yang terkena gigitan binatang itu secara langsung. Umum nya akan Wafat setelah 4 jam dari gigitan itu. Akibat Dehidrasi Yang Sangat Dahsyat. Sangat berbahaya sekali. Mohon sebarkan,. Terutama kpda saudara-saudari kita yang Dekat dgn Pohon Mangga... Terima kasih. Sumber :WAG entomolog kesehatan P2P kemenkes RI.*"
Beredar melalui pesan berantai Whatsapp video serangga berwarna hijau yang dikatakan berbahaya. Dalam narasi yang menyertainya, disebutkan bahwa ulat itu dapat menyebabkan kematian pasca 4 jam setelah tergigit. Berikut kutipan narasinya:
Ini adalah binatang yang langka dan sangat berbahaya, biasanya di daun Pohon Mangga. Orang yang terkena gigitan binatang itu secara langsung. Umum nya akan Wafat setelah 4 jam dari gigitan itu. Akibat Dehidrasi Yang Sangat Dahsyat. Sangat berbahaya sekali. Mohon sebarkan,. Terutama kpda saudara-saudari kita yang Dekat dgn Pohon Mangga... Terima kasih. Sumber :WAG entomolog kesehatan P2P kemenkes RI.
Beredar melalui pesan berantai Whatsapp video serangga berwarna hijau yang dikatakan berbahaya. Dalam narasi yang menyertainya, disebutkan bahwa ulat itu dapat menyebabkan kematian pasca 4 jam setelah tergigit. Berikut kutipan narasinya:
Ini adalah binatang yang langka dan sangat berbahaya, biasanya di daun Pohon Mangga. Orang yang terkena gigitan binatang itu secara langsung. Umum nya akan Wafat setelah 4 jam dari gigitan itu. Akibat Dehidrasi Yang Sangat Dahsyat. Sangat berbahaya sekali. Mohon sebarkan,. Terutama kpda saudara-saudari kita yang Dekat dgn Pohon Mangga... Terima kasih. Sumber :WAG entomolog kesehatan P2P kemenkes RI.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, pesan berantai itu sudah pernah beredar pada tahun 2017 dan sudah pernah diperiksa faktanya. Klaim bahwa serangga atau ulat tersebut dapat menyebabkan kematian tidak benar.
Adapun, ulat tersebut merupakan fase larva dari Kupu-Kupu Baron (Euthalia Aconthea Gurda). Ulat tersebut tidak berbahaya. Spesies ini merupakan spesies native di India dan Asia Tenggara. Ulat ini umum dijumpai di pohon mangga dan tidak menyebabkan kematian. Berikut kutipan artikel yang menjelaskan mengenai ulat tersebut dari laman Perhimpunan Entomologi Indonesia:
[…] Mengenal Kupu-kupu Baron (Euthalia aconthea gurda), yang Ternyata Tidak Berbahaya
Kurang lebih dalam beberapa bulan belakangan ini banyak muncul broadcast di media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram maupun WhatsApp mengenai video maupun foto menampilkan ulat bewarna hijau di atas daun mangga yang dikabarkan dapat mematikan. Kurang lebih demikian isi broadcast tersebut:
“Ini adalah binatang yang langka dan sangat berbahaya, biasanya di daun Pohon Mangga. Orang yang gigitan binatang itu secara langsung...,,, umumnya akan Wafat setelah 4 jam dari gigitan itu, akibat Dehidrasi Yang Sangat Dahsyat. Sangat berbahaya sekali..!!! Mohon sebarkan, terutama kpda saudara-saudari kita yang Dekat dgn Pohon Mangga... Terima kasih...”
Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata berita tersebut tidak benar. Hal ini dikarenakan bahwa ulat yang dimaksud merupakan fase larva spesies kupu-kupu Euthalia aconthea berasal dari famili Nymphalidae. Nama umum dalam bahasa Inggris yaitu Baron. Dikutip dari beberapa pustaka, spesies ini merupakan spesies native di India dan Asia Tenggara. Kupu-kupu ini menggunakan pohon mangga (juga dilaporkan pada jambu mete) sebagai tempat meletakkan telur dan tempat larva (ulat) makan (host plant). Kupu-kupu dewasa merupakan penerbang yang cepat, hinggap pada bunga dan terkadang buah yang sudah masak (sering dijumpai juga pada buah yang busuk di tanah) untuk mendapatkan makanan.
Seperti spesies kupu-kupu pada umumnya, E. aconthea mempunyai siklus dari telur, larva (biasa kita sebut ulat), pupa (kepompong), dan imago atau dewasa (Gambar 1).
Telur dari kupu-kupu E. aconthea diletakkan baik di atas atau di bawah permukaan daun mangga. Telur menetas setelah lima hari, larva muda mempunyai warna hijau kekuningan dan banyak ditumbuhi “rambut-rambut” tunggal bewarna hitam. Larva mengalami ganti kulit kurang lebih sampai emapt kali, larva yang sudah tua berukuran lebih panjang dan “rambut-rambut” tunggal masing-masing bercabang (Gambar 2). Ulat ini baik warna maupun bentuk akan tampak menyatu dengan permukaan daun mangga. Hal ini merupakan salah satu bentuk strategi pertahanan diri untuk berkamuflase/mimikri dari serangan predator seperti burung.
Pada tahap perkembangan inilah, ulat E. aconthea menjadi pemberitaan yang heboh di media sosial belakangan ini. Hal ini diperkirakan bahwa penampakan bentuk ulat ini mirip dengan ulat dari ngengat famili Limacodidae yang terkenal menimbulkan rasa gatal yang amat sangat ketika menyentuh permukaan kulit manusia. Ulat ini sebenarnya juga bukan spesies langka seperti yang diberitakan di sosisal media. Ulat ini umum dijumpai di pohon mangga, mungkin karena bentuk dan warna yang menyatu dengan daun mangga sehingga tidak terlalu tampak untuk dilihat, perlu pengamatan yang seksama untuk menemukan ulat ini. Ulat ini juga tidak menyebabkan kematian jika “rambut-rambut” pada tubuhnya mengenai kulit manusia apalagi terkena gigitannya seperti isi broadcast di atas.
Larva akan berubah menjadi kepompong selama 8-9 hari kemudian “menetas” menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa mempunyai warna coklat tua dengan beberapa corak sayap bewarna hitam melintang dan titik-titik hitam yang membentuk garis. Pada saat terbang atau hinggap, warna sayap akan terlihat keunguan akibat pigmen warna yang dipantulkan oleh cahaya matahari. […]
Selain itu, melalui berbagai penelusuran lainnya, memang jelas bahwa ulat dalam video itu adalah fase larva dari Kupu-Kupu Baron (terlampir di referensi). Setiap sumber referensi menyatakan bahwa ulat tersebut tidak menyebabkan kematian.
Adapun, ulat tersebut merupakan fase larva dari Kupu-Kupu Baron (Euthalia Aconthea Gurda). Ulat tersebut tidak berbahaya. Spesies ini merupakan spesies native di India dan Asia Tenggara. Ulat ini umum dijumpai di pohon mangga dan tidak menyebabkan kematian. Berikut kutipan artikel yang menjelaskan mengenai ulat tersebut dari laman Perhimpunan Entomologi Indonesia:
[…] Mengenal Kupu-kupu Baron (Euthalia aconthea gurda), yang Ternyata Tidak Berbahaya
Kurang lebih dalam beberapa bulan belakangan ini banyak muncul broadcast di media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram maupun WhatsApp mengenai video maupun foto menampilkan ulat bewarna hijau di atas daun mangga yang dikabarkan dapat mematikan. Kurang lebih demikian isi broadcast tersebut:
“Ini adalah binatang yang langka dan sangat berbahaya, biasanya di daun Pohon Mangga. Orang yang gigitan binatang itu secara langsung...,,, umumnya akan Wafat setelah 4 jam dari gigitan itu, akibat Dehidrasi Yang Sangat Dahsyat. Sangat berbahaya sekali..!!! Mohon sebarkan, terutama kpda saudara-saudari kita yang Dekat dgn Pohon Mangga... Terima kasih...”
Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata berita tersebut tidak benar. Hal ini dikarenakan bahwa ulat yang dimaksud merupakan fase larva spesies kupu-kupu Euthalia aconthea berasal dari famili Nymphalidae. Nama umum dalam bahasa Inggris yaitu Baron. Dikutip dari beberapa pustaka, spesies ini merupakan spesies native di India dan Asia Tenggara. Kupu-kupu ini menggunakan pohon mangga (juga dilaporkan pada jambu mete) sebagai tempat meletakkan telur dan tempat larva (ulat) makan (host plant). Kupu-kupu dewasa merupakan penerbang yang cepat, hinggap pada bunga dan terkadang buah yang sudah masak (sering dijumpai juga pada buah yang busuk di tanah) untuk mendapatkan makanan.
Seperti spesies kupu-kupu pada umumnya, E. aconthea mempunyai siklus dari telur, larva (biasa kita sebut ulat), pupa (kepompong), dan imago atau dewasa (Gambar 1).
Telur dari kupu-kupu E. aconthea diletakkan baik di atas atau di bawah permukaan daun mangga. Telur menetas setelah lima hari, larva muda mempunyai warna hijau kekuningan dan banyak ditumbuhi “rambut-rambut” tunggal bewarna hitam. Larva mengalami ganti kulit kurang lebih sampai emapt kali, larva yang sudah tua berukuran lebih panjang dan “rambut-rambut” tunggal masing-masing bercabang (Gambar 2). Ulat ini baik warna maupun bentuk akan tampak menyatu dengan permukaan daun mangga. Hal ini merupakan salah satu bentuk strategi pertahanan diri untuk berkamuflase/mimikri dari serangan predator seperti burung.
Pada tahap perkembangan inilah, ulat E. aconthea menjadi pemberitaan yang heboh di media sosial belakangan ini. Hal ini diperkirakan bahwa penampakan bentuk ulat ini mirip dengan ulat dari ngengat famili Limacodidae yang terkenal menimbulkan rasa gatal yang amat sangat ketika menyentuh permukaan kulit manusia. Ulat ini sebenarnya juga bukan spesies langka seperti yang diberitakan di sosisal media. Ulat ini umum dijumpai di pohon mangga, mungkin karena bentuk dan warna yang menyatu dengan daun mangga sehingga tidak terlalu tampak untuk dilihat, perlu pengamatan yang seksama untuk menemukan ulat ini. Ulat ini juga tidak menyebabkan kematian jika “rambut-rambut” pada tubuhnya mengenai kulit manusia apalagi terkena gigitannya seperti isi broadcast di atas.
Larva akan berubah menjadi kepompong selama 8-9 hari kemudian “menetas” menjadi kupu-kupu dewasa. Kupu-kupu dewasa mempunyai warna coklat tua dengan beberapa corak sayap bewarna hitam melintang dan titik-titik hitam yang membentuk garis. Pada saat terbang atau hinggap, warna sayap akan terlihat keunguan akibat pigmen warna yang dipantulkan oleh cahaya matahari. […]
Selain itu, melalui berbagai penelusuran lainnya, memang jelas bahwa ulat dalam video itu adalah fase larva dari Kupu-Kupu Baron (terlampir di referensi). Setiap sumber referensi menyatakan bahwa ulat tersebut tidak menyebabkan kematian.
Kesimpulan
Berdasarkan hal tersebut, maka video dan narasi itu tidak memiliki ketersambungan informasi satu dengan lainnya. Atas dasar itu, maka pesan berantai itu masuk kategori False Connection atau Koneksi yang Salah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1027302720935596/
- https://turnbackhoax.id/2019/11/12/salah-binatang-langka-sangat-berbahaya-biasanya-di-daun-pohon-mangga/
- https://turnbackhoax.id/2017/12/14/hoax-binatang-langka-dan-sangat-berbahaya-yang-dapat-membunuh-setelah-4-jam/
- https://pei-pusat.org/berita/17/mengenal-kupu-kupu-baron-euthalia-aconthea-gurda-yang-ternyata-tidak-berbahaya.html
- http://www.butterflycircle.com/checklist/showbutterfly/71
- https://www.iflscience.com/plants-and-animals/can-you-spot-the-caterpillar-thats-camouflaged-on-this-leaf/
- https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-4661716/Incredible-image-shows-Baron-caterpillar-camouflage-skills.html
(GFD-2019-3290) [SALAH] Video yang harus ditonton, situasi sebenarnya terkait cedera Andre Gomes
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 10/11/2019
Berita
Bukan video kondisi kaki Andre Gomes, video tersebut sudah diunggah ke Youtube pada 23 Juli 2019, dan kaki yang ada di video tersebut adalah kaki kiri. Sementara itu, Everton menyatakan operasi Andre Gomes yang mengalami patah dan dislokasi engkel kanan akibat ditekel pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min pada pertandingan Everton kontra Tottenham Hotspur di Goodison Park, Minggu, 3 November 2019.
Akun TikiTaka (fb.com/TikiTaka-2348979782091517) mengunggah sebuah video yang diberi narasi :
“Must watch video, the real situation concerning Andre Gomes injury
….#SpeedyRecoveryGomes“
yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “Video yang harus ditonton, situasi sebenarnya terkait cedera Andre Gomes”
Sumber : https://perma.cc/25X6-P333 (Arsip) – Sudah dibagikan 39.126 kali saat tangkapan layar diambil.
Akun TikiTaka (fb.com/TikiTaka-2348979782091517) mengunggah sebuah video yang diberi narasi :
“Must watch video, the real situation concerning Andre Gomes injury
….#SpeedyRecoveryGomes“
yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi “Video yang harus ditonton, situasi sebenarnya terkait cedera Andre Gomes”
Sumber : https://perma.cc/25X6-P333 (Arsip) – Sudah dibagikan 39.126 kali saat tangkapan layar diambil.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya video yang dibagikan oleh sumber klaim itu bukan video kondisi pemain Everton, Andre Gomes pasca cedera parah yang dialaminya akibat ditekel pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min pada pertandingan Everton kontra Tottenham Hotspur di Goodison Park, Minggu, 3 November 2019.
Di dalam video yang berdurasi 21 detik tersebut, tampak, hanya dengan pijatan tangan selama 18 detik, kaki kiri yang diklaim milik pesepak bola Everton itu bisa kembali lurus setelah patah.
Namun kejanggalannya adalah, kaki Andre Gomes yang mengalami patah dan dislokasi engkel adalah kaki sebelah kanan.
Everton menyatakan operasi Andre Gomes berjalan sukses, Senin (4/11/2019). Pihak klub juga menyebut sang pemain diperkirakan bisa pulih sepenuhnya.
“Everton Football Club mengonformasi Andre Gomes telah menjalani operasi untuk memperbaiki dislokasi di engkel kanannya, dan operasi berjalan sangat baik,” kata pihak Everton, seperti dilansir Metro.
“Andre akan menghabiskan beberapa waktu pemulihan di rumah sakit, sebelum kembali untuk memakai Finch Farm untuk memulai proses rehabilitasi dengan bimbingan staf medis klub.”
“Mewakili Andre Gomes, klub berterima kasih kepada seluruh suporter Everton dan anggota keluarga sepak bola atas pesan dukungan hangat yang kami terima sejak pertandingan,” imbuh Everton.
Sementara itu, video yang diunggah oleh sumber klaim ternyata sudah diunggah jauh sebelum peristiwa cederanya Andre Gomes, Salah satunya diunggah kanal Dr Pankaj Kumar pada 23 Juli 2019.
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya video yang dibagikan oleh sumber klaim itu bukan video kondisi pemain Everton, Andre Gomes pasca cedera parah yang dialaminya akibat ditekel pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-min pada pertandingan Everton kontra Tottenham Hotspur di Goodison Park, Minggu, 3 November 2019.
Di dalam video yang berdurasi 21 detik tersebut, tampak, hanya dengan pijatan tangan selama 18 detik, kaki kiri yang diklaim milik pesepak bola Everton itu bisa kembali lurus setelah patah.
Namun kejanggalannya adalah, kaki Andre Gomes yang mengalami patah dan dislokasi engkel adalah kaki sebelah kanan.
Everton menyatakan operasi Andre Gomes berjalan sukses, Senin (4/11/2019). Pihak klub juga menyebut sang pemain diperkirakan bisa pulih sepenuhnya.
“Everton Football Club mengonformasi Andre Gomes telah menjalani operasi untuk memperbaiki dislokasi di engkel kanannya, dan operasi berjalan sangat baik,” kata pihak Everton, seperti dilansir Metro.
“Andre akan menghabiskan beberapa waktu pemulihan di rumah sakit, sebelum kembali untuk memakai Finch Farm untuk memulai proses rehabilitasi dengan bimbingan staf medis klub.”
“Mewakili Andre Gomes, klub berterima kasih kepada seluruh suporter Everton dan anggota keluarga sepak bola atas pesan dukungan hangat yang kami terima sejak pertandingan,” imbuh Everton.
Sementara itu, video yang diunggah oleh sumber klaim ternyata sudah diunggah jauh sebelum peristiwa cederanya Andre Gomes, Salah satunya diunggah kanal Dr Pankaj Kumar pada 23 Juli 2019.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2019/11/08/salah-video-yang-harus-ditonton-situasi-sebenarnya-terkait-cedera-andre-gomes/
- https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/07/11/2019/produsen-hoax-sebar-video-keliru-tentang-cedera-gomes/
- https://www.bola.com/inggris/read/4103240/everton-beri-kabar-positif-tentang-kondisi-andre-gomes-setelah-operasi
- https://bola.kompas.com/read/2019/11/04/01423788/everton-vs-tottenham-seri-son-kartu-merah-gomes-cedera-parah?page=all#page3
- https://www.evertonfc.com/news/1483496/digne-i-know-unbelievable-gomes-will-return-stronger
- https://www.youtube.com/watch?v=hmM4U6a0234
(GFD-2019-3284) [SALAH] Ade Armando Akting Sakit Ketika Mau Dipanggil Polisi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/11/2019
Berita
Pasca pelaporan Fahira Idris, anggota DPD RI, terkait postingan meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan editan seperti wajah joker, muncul postingan yang menyatakan Ade Armando, dosen FISIP UI, pura-pura sakit agar tidak ditangkap polisi. Postingan itu menyertakan foto Ade tengah terbaring dengan narasi ejekan.
Berikut narasinya:
Ternyata Lebih GENTELMEN AKHMAD DANI Ketimbang KODOK BUDUK PENGECUT Macam ADE ARMANDO Entah ini Akting Atau Beneran Si ADE JOKER Ketika Mau Di Panggil POLISI Tiba" Langsung Sakit, Kita Doakan Yuk, Sesuka Pemirsa Di Rumah Biar Si ADE JOKER Cepat Pulang Ke TPU Tanah Kusir Atau TPU Jeruk Purut..!
Berikut narasinya:
Ternyata Lebih GENTELMEN AKHMAD DANI Ketimbang KODOK BUDUK PENGECUT Macam ADE ARMANDO Entah ini Akting Atau Beneran Si ADE JOKER Ketika Mau Di Panggil POLISI Tiba" Langsung Sakit, Kita Doakan Yuk, Sesuka Pemirsa Di Rumah Biar Si ADE JOKER Cepat Pulang Ke TPU Tanah Kusir Atau TPU Jeruk Purut..!
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, diketahui bahwa Ade Armando telah membantah kabar tersebut. Ia menyatakan bahwa foto tersebut merupakan foto lama saat dirinya melakukan donor darah.
“Waduh. Itu foto lama ketika saya donor darah,” kata Ade kepada media tagar.id.
Ade pun menampik tudingan dirinya pura-pura sakit demi menghindari panggilan polisi. Terkait peredaran foto tersebut, Ade mengatakan bahwa ia tidak akan melaporkan penyebar gambar ke polisi.
“Enggak usah lah, foto terbaring di rumah sakit itu foto lama saya ketika donor darah,” kata dia.
“Waduh. Itu foto lama ketika saya donor darah,” kata Ade kepada media tagar.id.
Ade pun menampik tudingan dirinya pura-pura sakit demi menghindari panggilan polisi. Terkait peredaran foto tersebut, Ade mengatakan bahwa ia tidak akan melaporkan penyebar gambar ke polisi.
“Enggak usah lah, foto terbaring di rumah sakit itu foto lama saya ketika donor darah,” kata dia.
Kesimpulan
Berdasarkan klarifikasi langsung dari Ade Armando, maka antara narasi postingan dengan foto tidak terkoneksi satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, postingan itu masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1024084034590798/
- https://turnbackhoax.id/2019/11/09/salah-ade-armando-akting-sakit-ketika-mau-dipanggil-polisi/
- https://www.tagar.id/hoaks-ade-armando-sakit-hindari-panggilan-polisi
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/22603/disinformasi-ade-armando-sakit-hindari-panggilan-polisi/0/laporan_isu_hoaks
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/DkqVd0WK-ade-armando-akting-sakit-untuk-menghindari-panggilan-polisi-ini-faktanya
- https://www.lampost.co/berita-ade-armando-akting-sakit-untuk-menghindari-panggilan-polisi-ini-faktanya.html
Halaman: 7472/7809





