• (GFD-2020-3926) [SALAH] “Masuukk truusss silahkan masuukk, Orang mudik dilarang aseng bebas”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    BUKAN video baru. Setidaknya video itu sudah diunggah ke internet sejak tahun 2015. Jauh sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

    Akun Tria Monalisa (fb.com/triawonkyuelf) membagikan video yang diunggah oleh akun Trending On Twitter (fb.com/CopyFromTwitter) dengan narasi sebagai berikut:

    “Iyeesss… Masuukk truusss silahkan masuukk…
    Orang mudik dilarang aseng bebassss….”

    Akun Trending On Twitter mengunggah video itu dengan disertai narasi:

    “Tiap Hari TK asal Cina Masuk Melalui Bandara Halu Oleo menggunakan visa wisata untuk bekerja di Pertimbangan Morowali.”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom dan Tempo, klaim bahwa video yang diunggah oleh sumber klaim adalah TKA asal Cina yang masuk melalui Bandara Haluoleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara di tengah pandemi COVID-19 adalah klaim yang salah.

    Video yang diunggah oleh sumber klaim bukanlah video baru. Setidaknya video itu sudah diunggah ke internet sejak tahun 2015. Jauh sebelum pandemi COVID-19 terjadi.

    Di antaranya video yang sama diunggah kanal Youtube NAIRA. ID pada Selasa 15 Desember 2015. Video itu berjudul “001 PEKERJA ASING ASAL TIONGKOK BANJIRI BANDARA HALU OLEO”.

    Isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia telah ramai beredar sejak 2016. Kabar soal jutaan TKA Cina menyerbu Indonesia sampai kini terus ramai beredar di media sosial. Pemerintah dituding sengaja membuka kesempatan bagi TKA untuk bekerja di Indonesia ketika angka pengangguran di dalam negeri masih tinggi.

    Penelusuran Tempo menemukan bahwa isu ini bermula dari beredarnya sejumlah video di Youtube. Video itu menggambarkan kedatangan sejumlah warga negara Cina di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara.

    Ketika isu ini mulai viral, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F. Sompie menanggapinya dengan merilis data jumlah tenaga kerja asing asal Cina di Indonesia. Sesuai data Imigrasi, jumlah tenaga kerja asal Cina di Indonesia adalah 31.030 orang. Jika dibandingkan total jumlah tenaga kerja asing di Indonesia yang sebanyak 160.865 warga negara asing, maka TKA asal Cina hanya sekitar 20 persen saja. Pernyataan Ronny ini dirilis Sabtu, 24 Desember 2016.

    Pada awal Juli 2018 lalu, Komisi Tenaga Kerja DPR turun langsung ke PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), kawasan industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang terletak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Rombongan ini dipimpin langsung Ketua Komisi Tenaga Kerja DPR Dede Yusuf. Usai kunjungan, Dede Yusuf mengungkapkan bahwa memang benar ada TKA Cina yang bekerja di Morowali, namun jumlahnya tak sampai melebihi jumlah tenaga lokal.

    Politikus Demokrat ini menduga banyaknya isu soal serbuan tenaga kerja asing ini muncul ketika kawasan tambang nikel baru mulai dibangun pada 2014 silam. “Pada fase pembangunan smelter, TKA yang masuk-keluar dengan kontrak per 2-3 bulan memang banyak. Soalnya, saat itu Indonesia memang belum berpengalaman membangun smelter,” kata Dede Yusuf. “Setelah smelter berdiri dan kawasan industri pengolahan nikel beroperasi penuh, hanya 10 persen TKA yang tinggal untuk meneruskan transfer teknologi kepada pekerja lokal,” katanya.

    Pada awal Agustus 2018 lalu, Tempo juga berkesempatan mengunjungi kawasan tambang di Morowali itu. Di sana, Tempo bisa melihat jelas lebih banyak warga Indonesia yang terlihat berlalu lalang terutama di jam pergantian piket (shift). Para TKA terlihat bertugas sebagai sopir mobil pengangkut nikel yang setirnya berada di kiri. Tenaga kerja Indonesia tak dipekerjakan di bagian ini karena tak terbiasa dengan kendaraan yang memakai setir kiri. TKA juga banyak terlihat di ruangan control room.

    Direktur Utama PT IMIP Alexander Barus mengatakan memang kebanyakan TKA di perusahaannya memang berada di level 3-4, yaitu setingkat manajer dan direksi. Sementara, tenaga kerja Indonesia memang sebagian besar berada di level 1-2, yaitu setingkat dengan kru atau pekerja di lapangan.

    Berdasarkan data yang diperoleh Tempo, jumlah TKA di kawasan IMIP pada Agustus 2018 sekitar 3.121 orang dari total pekerja 28.568 orang. TKA tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu TKA yang bekerja sebagai kontraktor dan TKA yang bekerja di bidang operasional. Sementara tenaga kerja Indonesia berjumlah 25.447 orang.

    Alexander Barus menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk terus mengurangi jumlah TKA yang bekerja di IMIP. Salah satu caranya adalah memberlakukan sistem tandem. Sistem ini dimaksudkan agar ada transfer ilmu antara TKA dan pekerja lokal. “Kami tandemkan, satu Cina satu Indonesia. Kalau sudah bisa, orang Cina nanti keluar dan digantikan Indonesia,” ujar Alexander.

    Karena itu, TKA yang sudah habis kontraknya akan langsung kembali ke negaranya. Misalnya TKA yang bekerja sebagai kontraktor. “Yang tinggal agak lama itu yang TKA bagian operasional,” kata Alexander. Bagian operasional yang dimaksud adalah pekerja yang menangani control room atau operasional mesin.

    Selain itu, Alex mengatakan saat ini perusahaannya sudah mulai menggantikan tenaga teknis TKA di lapangan dengan tenaga kerja Indonesia. Namun, ia menjelaskan ada beberapa pekerjaan yang memang belum memungkinkan untuk mengganti TKA dengan tenaga kerja Indonesia. “Salah satunya itu seperti yang berhubungan dengan furnace, kan itu panas sekali. Nah orang kita belum bisa tahan dekat-dekat dengan furnace itu,” ujarnya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3927) [SALAH] “Saran Jack Ma semoga kita bisa melewati tahun 2020”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    BUKAN berasal dari Jack Ma. Kutipan tersebut bersumber dari sebuah video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019.

    Akun Twitter Yan widjaya (twitter.com/yan_widjaya) mengunggah sebuah poster yang dilengkapi dengan foto Jack Ma dengan narasi:

    “Saran Jack Ma semoga kita bisa melewati tahun 2020…”

    Dalam poster tersebut, terdapat narasi:

    “”Jack Ma bilang: Tahun ini jangan cerita untung atau rugi, utamakan bisa hidup lalu berkembang. Harus mikir cara gimana bisa hidup. Jangan cerita yenyang berkembang. Tahun ini adalah tahun pelindung nyawa, jika kamu bisa tahan hidup kamu sudah beruntung…”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran dari Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa Jack Ma menyebut bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup adalah klaim yang salah.

    Kutipan itu bukan berasal dari Jack Ma. Kutipan tersebut bersumber dari sebuah video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019.

    Tim CekFakta Tempo menghubungi Director of Corporate Affairs Alibaba Group Indonesia, Dian Safitri. Menurut Dian, kutipan tentang tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup itu tidak berasal dari Jack Ma. “Tidak ada catatan bahwa Jack Ma pernah menyampaikan pesan tersebut,” kata Dian pada 8 Mei 2020.

    Dian juga memastikan bahwa halaman Facebook Jack.Ma yang mengunggah poster berisi kutipan tersebut bukanlah akun milik Jack Ma. “Terkait akun media sosial resmi Jack Ma, saat ini, Jack Ma hanya memiliki akun resmi di Weibo dan Twitter. Untuk Facebook resmi Jack Ma, tidak ada,” ujar Dian.

    Kutipan yang terdapat dalam poster yang disertai foto Jack Ma itu diduga bersumber dari video hasil editan dengan suara yang bukan suara Jack Ma. Video tersebut diunggah oleh akun yang menggunakan nama Jack Ma di Douyin atau TikTok versi Cina.

    Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tool Yandex, video aslinya pernah diunggah di platform video Cina, iQiyi, pada 9 September 2019, sebelum munculnya virus Corona Covid-19 pada Desember 2019. Menurut keterangannya, video itu merupakan video pidato Jack Ma soal wirausaha. “Jangan berhenti memulai bisnis, kejar impian Anda.”

    Di akun Twitter-nya, Jack Ma juga tidak pernah menyinggung bahwa tahun 2020 hanyalah tahun untuk bertahan hidup. Berdasarkan pencarian lanjutan pada akun @JackMa di Twitter dengan kata kunci “2020 staying alive”, dinyatakan bahwa “tidak ada yang muncul untuk pencarian tersebut”.

    Pada 19 April 2020, dalam wawancara dengan televisi Cina CGTN, Jack Ma menyatakan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 bakal mengubah cara masyarakat berbisnis dalam jangka panjang. Secara bertahap, masyarakat akan beralih ke bisnis online.

    Menurut dia, penerapan teknologi e-commerce bisa menjadi kunci untuk mempertahankan pelanggan. Masyarakat harus menemukan cara inovatif untuk beradaptasi dengan situasi saat ini. “Tidak ada negara atau perusahaan yang bisa diisolasi dari internet,” katanya.

    Jack Ma juga menuturkan e-commerce bakal menjadi kunci bagi perusahaan untuk bertahan hidup, bagi negara-negara untuk makmur, dan bagi ekonomi dunia untuk bergerak. Virus ini merupakan alarm bagi negara-negara untuk meningkatkan langkah mereka dalam memperkuat sistem ekonominya.

    Menurut Jack Ma, pandemi Covid-19 pun tidak akan berakhir dalam waktu singkat. Selain itu, pandemi ini hanya bisa menghilang dengan mengandalkan terobosan teknologi, inovasi, dan penelitian medis. “Jadi, kita harus melakukan persiapan jangka panjang,” tuturnya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3928) [SALAH] Video Radiasi Ponsel Membakar Serat Wol Baja

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    Video hasil suntingan. Serat Wol Baja TIDAK terbakar, ditambahkan efek visual api sehingga terlihat terbakar.

    ======

    NARASI

    “Lebih baik menjaga dari pada mengobati
    Ini alasannya kenapa klo tidur tidak boleh meletakan hp di dekat kepala kita,semoga bermanfaat..????????”

    ======

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN


    (1) First Draft News: “Konten yang dimanipulasi

    Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”

    Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.


    * Video yang dibagikan oleh SUMBER adalah hasil suntingan.

    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga menimbulkan kesimpulan keliru.


    (2) Tech ARP: “Ini adalah efek khusus yang dibuat dengan editor video.

    Anda merekam video pertama dengan kamera yang terpasang pada tripod dan menambahkan efek gerakan.

    Kemudian lepaskan telepon dan nyalakan bagian wol baja yang berbeda dan rekam video kedua.

    Anda sekarang dapat mengubah video kedua dari wol baja terbakar dengan video pertama.”

    Google Translate, selengkapnya di “iPhone Steel Wool Fire Hoax Dijelaskan + Terbongkar!” https://bit.ly/2yDfBBb / https://bit.ly/3dxx38M (arsip cadangan).

    Rujukan

  • (GFD-2020-3929) [SALAH] Kutuk Kapal China Pembuang ABK, GP Ansor akan Kirim Angkatan Laut Banser

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 12/05/2020

    Berita

    Judul tampilan layar yang asli diambil dari laman beritaislam.org yaitu “GP Ansor Kutuk Kapal China Pembuang ABK Meninggal ke Laut: Ini Tindakan Biadab!” yang ditayangkan Kamis, 7 Mei 2020. Di dalam artikel tersebut tidak ada kalimat GP Ansor akan kirim Angkatan Laut Banser.

    NARASI:

    “Ayo.. kirim pasukan… tenggelamkan! GP Ansor Kutuk Kapal China Pembuang ABK Meninggal ke laut: Ini Tindakan… Kami akan kirim Angkatan laut banser Walaupun dngn senjata pelepah pisang,” tulisan dalam unggahan tampilan layar yang diposting akun Facebook Putra Inka atau @dennissikobo.taww yang di dalamnya terdapat foto Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Senin (11/5).

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Putra Inka atau @dennissikobo.taww mengunggah screenshot atau tampilan layar dari laman beritaislam.org yang menampilkan foto Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dengan tulisan yang berbunyi “Ayo.. kirim pasukan… tenggelamkan! GP Ansor Kutuk Kapal China Pembuang ABK Meninggal ke laut: Ini Tindakan… Kami akan kirim Angkatan laut banser Walaupun dngn senjata pelepah pisang,” Senin (11/5).

    Tak hanya mengunggah tampilan layar, akun Facebook Putra Inka juga menambahkan narasi, “Anekdot Politik Retorika Sebelum Dapat THR,Bersuara Lantang… Akankah Setelah THR Cair Akan Kembali Bersuara Lantang ? “GP ANSOR MENGUTUK DI BUANGNYA JENAZAH ABK WNI OLEH KAPAL CHINA” Klau Sy Cm Tertawa kalau Pemirsa ??? Cukup Kalian Yang Menilai,” tulisnya, Senin (11/5).

    Setelah melakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui tampilan layar yang dibagikan oleh akun Facebook Putra Inka adalah keliru dan hasil suntingan.

    Diketahui dari laman beritaislam.org, judul artikel asli dari yang dibagikan akun Facebook Putra Inka adalah “GP Ansor Kutuk Kapal China Pembuang ABK Meninggal ke Laut: Ini Tindakan Biadab!” yang ditayangkan pada Kamis, 7 Mei 2020.

    Saat artikel beritaislam.org dibandingkan dengan artikel lain yang berasal dari beberapa media daring, diketahui isinya berasal dari pernyataan yang dibagikan oleh Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Dalam artikel ini tidak ada kalimat yang berbunyi GP Ansor akan mengirim pasukan Angkatan Laut Banser walaupun bersenjatakan pelepah pisang seperti yang diklaim akun Facebook Putra Inka.

    Banser atau Barisan Ansor Serbaguna adalah organisasi semiotonom dari GP Ansor. Banser telah memiliki beberapa satuan khusus, di antaranya Densus 99 Asmaul Husna, Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), Banser Relawan Lalulintas (Balantas), Banser Kesehatan (Banser Husada), Banser Maritim (Baritim), dan Banser Protokoler.

    Rujukan