• (GFD-2020-4812) [SALAH] Bantuan Covid-19 oleh BRI Melalui BRIVA

    Sumber: media sosial
    Tanggal publish: 31/08/2020

    Berita

    PENGUMUMAN

    Bapal/ibu nasabah yang terhormat, Dalam rangka Pemberian bantuan covid-19 ke seluruh masyarakat yg terkena dampak maka dari itu PT.BANK RAKYAT INDOONESIA membagikan uang bantuan dengan otomatis di tabungann nasabah BRI dengan nominal sesuai dengan 7 digit angka terakhir kartu Tanpa Penduduk (KTP) Nasabah BRI

    Bantuan BRI

    Hasil Cek Fakta

    Beredar tangkapan layar yang berisi “PENGUMUMAN” jika Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan sejumlah bantuan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh bantuan tersebut wajib mengikuti persyaratan yang sudah ditentukan.

    Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak BRI menyatakan bahwa “PENGUMUMAN” bantuan Covid-19 tersebut adalah palsu alias hoaks. BRI mengimbau masyarakat untuk waspada, dikarenakan adanya indikasi modus penipuan.

    Berikut klarifikasi lengkap dari BRI:

    Sobat BRI. Waspada terhadap penipuan dengan modus bantuan Covid-19 dengan cara pencairan melalui BRIVA. Jangan melakukan transaksi apapun sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut melalui Contact BRI. Selalu berhati-hati dan sehat selalu ya.

    Kesimpulan

    Informasi palsu. BRI melalui media sosial resminya menyatakan jika “PENGUMUMAN” bantuan Covid-19 tersebut tidak benar alias hoaks. Masyarakat diimbau tidak melakukan transaksi apapun sebelum melakukan konfirmasi ke pihak resmi yakni BRI.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4813) [SALAH] “RISMA DIBAPTIS DI GEREJA … ? Innalillahi Wainnailahi Rojiun”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/08/2020

    Berita

    Akun KABAR WARAS (fb.com/kabarwarasnusantara) membagikan sebuah video Youtube berjudul “BERITA TERKINI ~ RITUAL WALKOT RISMA UNTUK MELENGGANG KE DKI ? | BERITA TERBARU HARI INI” dengan narasi sebagai berikut:

    “RISMA DIBAPTIS DI GEREJA … ? Innalillahi Wainnailahi Rojiun”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dibaptis di gereja adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan dibaptis. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menegaskan pada acara beberapa hari lalu itu, Risma cuma didoakan oleh para rohaniawan bukan dibaptis seperti yang dituding di media sosial.

    Febriadhitya Prajatara mengonfirmasi kegiatan Risma yang disangka sebagian warganet sebagai video ‘baptis’ itu adalah kegiatan silaturahmi Risma dengan para rohaniawan se-Surabaya.

    “Jadi, kami pastikan bahwa dalam acara tersebut Bu Wali didoakan supaya selalu sehat dan selalu dilindungi Tuhan. Tidak ada acara lain selain itu,” ujarnya dikutip dari Duta, Minggu 30 Agustus 2020.

    Febri menegaskan dalam pertemuan itu, Wali Kota Risma menyampaikan komitmen untuk menjadi pelayan semua warga Surabaya tanpa membedakan identitas dan ingin berbuat seadil mungkin bagi warganya. Segala pelayanan dan fasilitas pembangunan yang dilakukan, Febri mengatakan, Risma berkomitmen untuk warga Surabaya bersama, tanpa membeda-bedakan. Risma mengaku bekerja dari pagi sampai larut malam untuk menjaga Surabaya.

    Di depan para rohaniawan, Risma mengaku berusaha senantiasa menjaga Kota Surabaya dari berbagai masalah. Dalam pertemuan itu, dia menyinggung insiden bom gereja beberapa tahun lalu, yang mengoyak rasa kemanusiaan warga Surabaya khususnya.

    “Saat itu Bu Wali juga menyampaikan bahwa harus bersikap seperti itu, karena memang beliau adalah Wali Kota Surabaya, pelayan bagi semua warga Surabaya tanpa terkecuali,” jelasnya.

    Dalam video dikelilingi rohaniawan yang beredar, Risma didoakan agar sehat selalu dalam memimpin Surabaya. Rohaniawan juga mendoakan Risma bakal terus menjadi pemimpin selepas purna tuga menjadi wali kota, salah satu rohaniawan berdoa Risma bisa menjadi pemimpin Indonesia, karena dia terbukti telah menjaga persatuan warga Surabaya.

    “Semoga hari-hari ke depan untuk Ibu Risma, ditempatkan oleh Tuhan nantinya bukan hanya untuk Surabaya, tapi kita berdoa agar Indonesia, Tuhan kerjakan lewat pribadi beliau. Kita tundukkan kepala kita, arahkan tangan kita bersama ke Ibu Risma , dihadapan hadiratmu Ibu Wali Kota kami bawa Wali Kota Surabaya, Tuhanlah yang mengangkat beliau wali kota. Kepadamu pula kami serahkan jikalau pada suatu di mana tanggung jawab pada Surabaya berakhir, tapi Surabaya tetap akan diberkati Tuhan. Lewat Ibu Risma, Tuhan akan berkhidmat untuk siapa yang menjadi pelanjutnya, untuk membina kota ini masyarakat Surabaya sehingga kami terus dalam satu kesatuan tak bedakan satu sama lain, karena kami percaya pada satu kesatuan ada kekuatan dashyat yang terjadi pada kota ini, sehingga kota ini sungguh jadi teladan bagi kota lain,” doa Rohaniawan. Selanjutnya dalam doa rohaniawan meminta keteguhan hati untuk mendapatkan wali kota yang kualitasnya sama dengan Risma.

    “Sehingga kami tinggal lanjutkan saja, karena itu Tuhan walikota selanjutnya kami serahkan kepada Tuhan sesuai petunjuk beliau kami akan taat. Sehingga kami percaya Surabaya akan terpelihara dengan baik, maka kami berkati Ibu Risma, saat ini di dalam anak dan roh kudus di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, berkah Allah turun atasnya,” demikian doa Rohaniawan.

    Kesimpulan

    Bukan dibaptis. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menegaskan pada acara beberapa hari lalu itu, Risma cuma didoakan oleh para rohaniawan bukan dibaptis seperti yang dituding di media sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4856) [SALAH] Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/08/2020

    Berita

    “Non muslim & Pengkhianat, tp so’ tau tentang Islam, mana ada Alqur’an 40 Juz…KOPLAK.

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook bernama Angga Evron mengunggah gambar berupa tangkapan layar artikel dengan menampilkan foto Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dengan judul “Soal Tuduhan Jokowi Anti Islam, Luhut: Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz”.

    Berdasarkan penelusuran, melalui pencarian kata kunci “Luhut: : Umur 10 Tahun Beliau Sudah Hafal Alquran 40 Juz”, tidak ditemukan adanya media arus utama yang menampilkan artikel dengan judul tersebut.

    Kemudian melalui metode pencarian gambar, ditemukan gambar identik pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018.

    Artikel terkait Luhut yang membela Jokowi atas isu anti Islam ditemukan pada artikel katadata.co.id yang berjudul “Luhut Bela Jokowi dan Sri Mulyani soal Isu Anti-Islam dan Utang” yang tayang pada 31 januari 2019.

    Namun, dalam isi artikel tersebut tidak terdapat narasi atau paragraf terkait pernyataan Luhut yang menyebut Sejak umur 10 tahun Jokowi sudah hafal Al-qur’an 40 Juz.

    Sementara itu, kalim pada narasi gambar yang menyebutkan bahwa Al-qur’an berisi 40 Juz adalah salah. Dilansir dari wikipedia.org, Al-Qur’an terdiri atas 114 surah, 30 juz dan 6236 ayat menurut riwayat Hafsh, 6262 ayat menurut riwayat ad-Dur, atau 6214 ayat menurut riwayat Warsy.

    Secara umum, Al-Qur’an terbagi menjadi 30 bagian yang dikenal dengan nama juz. Pembagian juz memudahkan mereka yang ingin menuntaskan pembacaan Al-Qur’an dalam kurun waktu 30 hari. Terdapat pembagian lain yang disebut manzil, yang membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan adanya media arus utama dengan judul artikel seperti itu. Foto identik ditemukan pada artikel cnbcindonesia.com dengan judul “Luhut: Jokowi Pilih Ma’ruf itu Blessing untuk Ekonomi RI” yang tayang pada 14 agustus 2018. Sedangkan Al-Qur’an sendiri terdiri atas 30 juz bukan 40 Juz.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4857) [SALAH] Masker dapat Menyebabkan Infeksi Staph

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/08/2020

    Berita

    Beredar status dari akun Facebook Leigh Dundas dengan sebuah foto berisikan foto beberapa orang dan narasi berisikan klaim bahwa pemakaian masker dapat menyebabkan infeksi Staph atau juga disebut sebagai Staphylococcus. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 231 kali dan disebarkan kembali sekiatr 1100 kali.

    Berikut kutipan narasinya:

    “For those of you who continue to assert that wearing a mask is perfectly healthy - and that they are not Petri dishes and breeding grounds for all manner of bacteria and virus particles - please see Exhibit A, below.”
    Jika diterjemahkan akan berbunyi seperti ini :
    " Bagi Anda yang terus menegaskan bahwa memakai masker itu sangat sehat - dan bahwa masker itu bukan cawan Petri dan tempat berkembang biak bagi semua jenis bakteri dan partikel virus - lihat Tampilan A, di bawah."

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan dari artikel periksa fakta leadstories.com, salah satu dari kumpulan foto pada postingan tersebut terdapat foto yang tidak berhubungan dengan infeksi Staph dikarenakan ketika ditelusuri ternyata foto tersebut adalah foto dari tenaga medis dengan beberapa bekas pada kulit akibat penggunaan peralatan medis selama dirumah sakit di Italia yang diposting di Twitter pada 25 Maret 2020.

    Laporan terjadinya infeksi Staph dikarenakan pemakaian masker belum pernah ada tetapi beberapa laporan terjadinya iritasi kulit dan luka tekan pada kulit. Dr. John Soderberg menjelaskan bahwa penggunaan masker tidak menyebabkan infeksi Staph. Sekarang ini sebagian orang adalah pembawa Staph pada saluran hidung sehingga orang tersebut berpotensi untuk lebih banyak infeksi staph dari pemakaian masker, secara potensial tetapi tidak secara keseluruhan.

    Kesimpulan

    Klaim tersebut tidak benar, tidak ada laporan infeksi Staph dikarenakan pemakaian masker. Beberapa laporan yang ada tentang penggunaan masker ini adalah seputar luka tekan pada kulit dan iritasi kulit, bukan infeksi Staph.

    Rujukan