(GFD-2020-8256) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Mata Bocah Ini Harus Dioperasi Akibat Kecanduan Gadget?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/09/2020
Berita
Kisah tentang seorang bocah Thailand berusia 4 tahun yang menderita mata malas sehingga harus dioperasi akibat kecanduan gadget beredar di internet dalam beberapa hari terakhir. Kisah ini dilengkapi dengan sebuah foto bocah perempuan yang matanya tengah mendapatkan perawatan.
Bocah itu disebut sebagai putri dari warga Bangkok pemilik akun Facebook Dachar Nuysticker Chuayduang. Dalam unggahannya di Facebook, Dachar bercerita bahwa ia telah mengenalkan gadget, terutama ponsel dan iPad, kepada putrinya sejak usianya masih 2 tahun.
Menurut Dachar, pola asuh ini membuat putrinya kecanduan gadget. Jika tidak diizinkan bermain gadget, sang putri akan kesal, marah, hingga menjerit-jerit. Karena tidak tahan dan agar tidak mengganggu aktivitasnya, Dachar pun akhirnya memberikan gadget kepada putrinya.
Namun kini, kondisi putrinya membuat Dachar menyesal. Sang putri divonis dokter menderita mata malas dengan satu mata miring atau juling, salah satu komplikasi paling serius dari miopi dan astigmatisme. Akibatnya, di usia yang masih begitu muda, mata putri Dachar harus dioperasi.
Bagaimana kebenaran kisah yang menimpa bocah Thailand tersebut?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi kisah di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto yang menyertai kisah tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut memang diunggah pertama kali oleh akun Facebook Dachar Nuysticker Chuayduang, tepatnya pada 2 November 2018. Dachar bercerita bahwa putrinya mengalami gangguan penglihatan hingga harus dioperasi akibat kecanduan gadget.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Dachar Nuysticker Chuayduang.
Kisah ini pun dikutip oleh banyak media, baik media lokal Thailand maupun media luar. Situs media Thailand Chiang Mai News misalnya, pernah memuat kisah itu dalam artikelnya pada 4 November 2018. Terdapat pula foto-foto yang diunggah oleh Dachar dalam artikel yang berjudul "Seorang ayah mengunggah pengingat, biarkan anak berusia 4 tahun memainkan ponsel dalam waktu yang lama hingga membutuhkan operasi mata" tersebut.
Situsparenting The Asian Parent juga pernah memuat kisah tersebut dalam artikelnya yang berjudul "Gadis Kecil Menderita Masalah Penglihatan Setelah Penggunaan Ponsel dalam Waktu Lama". The Asian Parent pun mewawancarai profesor pediatri Rawat Sichangsirikarn untuk mendapatkan penjelasan terkait gangguan penglihatan yang dialami putri Dachar.
Menurut Sichangsirikarn, merupakan hal yang sangat serius ketika orang tua mengizinkan anak mereka yang masih kecil menggunakan teknologi seperti ponsel pintar dan tablet dalam jangka waktu yang lama. Paparan layar gadget yang berlebihan dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental anak. Menggunakan aplikasi yang tidak dikenal dan memiliki kebebasan tanpa batas ke internet juga bisa membahayakan anak.
Dilansir dari World of Buzz, dokter mengatakan bahwa putri Dachar mengalami kehilangan penglihatan atau mata malas, di mana mata tidak bisa bekerja secara bersamaan karena satu mata bekerja lebih efektif dibandingkan dengan yang lain. Akibatnya, dia tidak hanya memiliki gangguan penglihatan tapi juga mata yang juling.
Setelah operasi yang berlangsung pada 31 Oktober 2018, putri Dachar akhirnya bisa menggunakan kedua matanya secara bersamaan. Namun, bocah itu tidak diperbolehkan menggunakan ponsel, iPad, dan komputer, bahkan menonton televisi. Cahaya yang dipancarkan dari alat-alat tersebut merupakan penyebab utama putri Dachar kehilangan penglihatannya.
Dilansir dari Kompas.com, salah satu dampak buruk dari kecanduan gadget pada anak adalah mata menjadi juling. Menurut hasil penelitian di Korea Selatan, anak-anak yang sering menggunakan ponsel pintar atau tablet berisiko besar mengalami mata juling sementara.
Dalam penelitian itu, dilibatkan 12 anak berusia 7-16 tahun yang menggunakan gawainya sekitar 4-8 jam setiap hari. Anak-anak itu juga memegang gawainya dengan jarak 20-30 cm dari wajahnya. Selain durasi pemakaian yang terlalu sering, jarak yang terlalu dekat dengan mata kemungkinan menjadi penyebab juling atau mata yang tidak searah.
Terapi medis memang bisa memperbaiki gangguan mata pada sembilan anak, namun setelah mereka tidak lagi menggunakan ponsel pintar selama dua bulan. Mereka juga disarankan membatasi memakai gadget setiap 30 menit sekali dan mengatur jarak penglihatan.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 15 Agustus 2018, penelitian dari Universitas Toledo Amerika Serikat mengungkapkan cahaya biru dari ponsel dapat menyebabkan kebutaan. Studi tersebut menemukan bahwa cahaya biru menimbulkan reaksi racun dalam molekul retina yang merasakan cahaya dan sinyal otak.
Akibatnya, reaksi kimia beracun itu membunuh fotoreseptor mata dan tidak dapat dipulihkan sampai mati. Untuk menghindari masalah yang serius, sebaiknya segera selamatkan mata dari cahaya ponsel dengan beberapa cara mudah berikut:
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa mata bocah 4 tahun di Thailand tersebut harus dioperasi akibat kecanduan gadget, benar. Dokter mengatakan bahwa bocah itu mengalami mata malas, di mana mata tidak bisa bekerja secara bersamaan karena satu mata bekerja lebih efektif dibandingkan dengan yang lain. Akibatnya, dia tidak hanya memiliki gangguan penglihatan tapi juga mata yang juling. Setelah operasi pada 31 Oktober 2018, bocah itu akhirnya bisa menggunakan kedua matanya secara bersamaan. Selain itu, menurut hasil penelitian di Korea Selatan, anak-anak yang sering menggunakan ponsel pintar atau tablet berisiko besar mengalami mata juling sementara.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/gadget
- https://babe.topbuzz.com/a/6867002019425550850?af_dp=snssdk1124%3A%2F%2Fdetail%3Fcampaign_group_id%3D6867002019425550850&af_force_dp=true&af_sub1=1124&af_sub2=6867002019425550850&af_sub5=6867002019425550850&af_web_dp=
- https%3A%2F%2Fplay.google.com%2Fstore%2Fapps%2Fdetails%3Fid%3Did.co.babe&_extra=%7B%22source_impr_id%22%3A%226867306280441121026%22%2C%22source_user_id%22%3A%226610626518035054593%22%2C%22source_group_id%22%3A%226867002019425550850%22%7D&app_id=1124&app_launch_by=Share+Page+Link&c=wa%3Fpid%3Dsuffix_Link&c=&gid=6867002019425550850&group_id=6867002019425550850&impr_id=6867306280441121026&item_id=6867002019425550850&language=id®ion=id&user_id=6610626518035054593
- https://www.tempo.co/tag/mata-malas
- https://bit.ly/2QHSfQa
- https://bit.ly/2DjV4DN
- https://bit.ly/34WWZd6
- https://www.tempo.co/tag/penglihatan
- https://worldofbuzz.com/this-kid-is-only-4-years-old-but-had-to-undergo-eye-surgery-because-she-was-addicted-to-gadgets/
- https://bit.ly/3bj0D1P
- https://cantik.tempo.co/read/1117432/7-tips-mencegah-kerusakan-mata-akibat-cahaya-ponsel/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/thailand
(GFD-2020-4890) [SALAH] Program PT Pertamina Berhadiah Cek Tunai Senilai Rp150 Juta
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 01/09/2020
Berita
Selamat..!Anda T-pilih
Dlam Program PT.Pertamina Persero
Mndptkan Cek.Tunai Rp 150 jt
KODE ID 385ua27
U/info cek di
https://bit.ly/info-pertamina69
Dlam Program PT.Pertamina Persero
Mndptkan Cek.Tunai Rp 150 jt
KODE ID 385ua27
U/info cek di
https://bit.ly/info-pertamina69
Hasil Cek Fakta
Melalui pesan berantai Whatsapp, beredar informasi seputar pembagian hadiah dari PT Pertamina berupa cek tunai senilai Rp150 juta. Menurut narasi yang beredar, bagi masyarakat penerima pesan diimbau untuk mengklik link yang tercantum di dalamnya. Menanggapi informasi yang tidak sesuai fakta, PT Pertamina akhirnya angkat bicara.
Melansir dari merdeka.com, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usma menegaskan bahwa informasi terkait PT Pertamina membagikan cek tunai senilai Rp150 juta adalah palsu alias hoaks. Fajriyah sendiri menduga adanya indikasi modus penipuan terkait pesan tersebut. Oleh sebab itu masyarakat diimbau lebih waspada, dan mengecek segala informasi terkait PT Pertamina di kanal-kanal resmi.
“Ini sudah pas hoaks. Mohon bisa berhati-hati untuk masyarakat yang mendapatkann info tersebut,” jelas Fajriyah.
Fajriyah mengaku jika pihaknya telah melaporkan konten tersebut kea duan konten Kementeriann Komunikasi dan Informatika (Kominnfo).
“Reminder dan laporan kami telah sampaikan melalui kominfo dan juga disebarkan melalui media dan media sosial,” tegas Fajriyah.
Melansir dari merdeka.com, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usma menegaskan bahwa informasi terkait PT Pertamina membagikan cek tunai senilai Rp150 juta adalah palsu alias hoaks. Fajriyah sendiri menduga adanya indikasi modus penipuan terkait pesan tersebut. Oleh sebab itu masyarakat diimbau lebih waspada, dan mengecek segala informasi terkait PT Pertamina di kanal-kanal resmi.
“Ini sudah pas hoaks. Mohon bisa berhati-hati untuk masyarakat yang mendapatkann info tersebut,” jelas Fajriyah.
Fajriyah mengaku jika pihaknya telah melaporkan konten tersebut kea duan konten Kementeriann Komunikasi dan Informatika (Kominnfo).
“Reminder dan laporan kami telah sampaikan melalui kominfo dan juga disebarkan melalui media dan media sosial,” tegas Fajriyah.
Kesimpulan
Informasi palsu. PT Pertamina menyatakan informasi terkait pembagian cek tunai senilai Rp150 juta adalah palsu alias hoaks. Link yang terdapat pada narasi pesan terindikasi adalah modus penipuan, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada dalam menerima informasi yang mencatut nama PT Pertamina.
Rujukan
(GFD-2020-4891) [SALAH] “Jokowi Berharap, Kita Semuua Dapat Menerima Kehadiran TKA Cina sebagai Saudara Yang Mencari Nafkah Disini”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/09/2020
Berita
“Jokowi Berharap, Kita Semuua Dapat Menerima Kehadiran TKA Cina sebagai Saudara Yang Mencari Nafkah Disini”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook @Isma membagikan narasi beserta tangkapan layar media swarakyat.com dengan judul pemberitaan ““Jokowi Berharap, Kita Semuua Dapat Menerima Kehadiran TKA Cina sebagai Saudara Yang Mencari Nafkah Disini”. Hingga saat ini, unggahan @Ismi telah mendapat 487 tanggapan dan dibagikan sebanyak 166 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa tangkapan layar yang dibagikan adalah tidak sesuai fakta dan sudah melalui proses penyuntingan. Melalui laman swarakyat.com, tidak ditemukan judul berita seperti halnya unggahan milik @Ismi. Judul asli pada pemberitaan adalah “Jokowi Berharap Masyarakat Takut Kepada Allah dan Api Neraka”.
Unggahan @Ismi masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi. Konten jenis ini biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan sebuah media. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa tangkapan layar yang dibagikan adalah tidak sesuai fakta dan sudah melalui proses penyuntingan. Melalui laman swarakyat.com, tidak ditemukan judul berita seperti halnya unggahan milik @Ismi. Judul asli pada pemberitaan adalah “Jokowi Berharap Masyarakat Takut Kepada Allah dan Api Neraka”.
Unggahan @Ismi masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi. Konten jenis ini biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan sebuah media. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
Kesimpulan
Judul pada tangkapan layar telah disunting. Akun Facebook @Isma membagikan tangkapan layar pemberitaan milik swarakyat.com, namun dengan judul pemberitaan yang tidak sesuai alias sudah disunting.
Rujukan
(GFD-2020-4892) [SALAH] Tangkapan Layar “Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu Lantas, Presiden Sebelum nya,Kerjanya Apa Ya ?”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/09/2020
Berita
Akun Facebook Ardi Nainawa mengunggah tangkapan layar artikel dengan judul “Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu Lantas, Presiden Sebelum nya,Kerjanya Apa Ya ?”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Hehe..😊😁”
Narasi judul dalam tangkapan layar:
“Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu Lantas, Presiden Sebelum nya,Kerjanya Apa Ya ?”
Berikut kutipan narasinya:
Narasi postingan:
“Hehe..😊😁”
Narasi judul dalam tangkapan layar:
“Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu Lantas, Presiden Sebelum nya,Kerjanya Apa Ya ?”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan. Artikel aslinya berjudul “Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu” yang berasal dari artikel netralnews.com pada tanggal 25 Agustus 2020. Artikel itu juga tayang di kanal agregator netralnews.com yang ada di baca.co.id.
Kesimpulan
Tangkapan layar hasil suntingan. Judul artikel yang asli ialah “Resmikan Tol di Aceh, Denny: Udah Berganti Presiden, Baru Jokowi yang Mampu” yang berasal dari artikel netralnews.com pada tanggal 25 Agustus 2020. Artikel itu juga tayang di kanal agregator netralnews.com yang ada di baca.co.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1275863986079467
- https://turnbackhoax.id/2020/09/01/salah-tangkapan-layar-resmikan-tol-di-aceh-denny-udah-berganti-presiden-baru-jokowi-yang-mampu-lantas-presiden-sebelum-nyakerjanya-apa-ya/
- http://amp.oppo.baca.co.id/54781634
- https://www.netralnews.com/peristiwa/read/220958/resmikan-tol-di-aceh-denny-udah-berganti-presiden-baru-jokowi-yang-mampu
Halaman: 7155/7907



