• (GFD-2020-4997) [SALAH] Ibunda Cak Nun Meninggal Dunia

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 14/09/2020

    Berita

    “Ibunda cak nun meninggal dunia malam ini ,dan di makam kan mlm ini di sumo bito jombang, innalillahi wainnailahirojiun ,semoga di ampuni dosa nya dan diterima amal ibadah nya dan husnul khotimah aamiin”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial perihal ucapan belasungkawa atas meninggalnya ibunda Cak Nun yang disertai foto dirinya bersama seorang perempuan lanjut usia. Dalam narasi yang beredar perempuan tersebut meninggal kemarin malam dan dimakamkan di sumo bito jombang.

    Berdasarkan penelusuran, Klaim bahwa wanita lanjut usia yang ada dalam foto tersebut adalah ibunda dari Cak Nun adalah salah. Dilansir dari kabarjombang.com, diketahui bahwa Chalimah, ibunda Cak Nun telah meninggal 8 tahun yang lalu.

    Sementara itu, perempuan paruh baya di foto tersebut adalah Mamak Cammana, pegiat kebudayaan asal Sulawesi, Demikian dikatakan adik kandung Cak Nur, Nasrul Ilahi.

    “Teman-taman jemaah maiyah memang memanggil beliau ibunda. Beliau meninggal awal September, sama dengan bulan meninggalnya ibu. Jadi banyak yang salah informasi,” kata Nasrul Ilahi, Sabtu (12/9/2020).

    Mamak Cammana, pria yang biasa dipanggil Cak Nas itu menuturkan, adalah Parrawana Towaine (penabuh rebana perempuan) dalam seni tradisional Mandar. Dia sering berproses bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng.

    “Beliau memang seniman yang kerap tampil di panggung nasional. Sering bersama Emha Ainun Najib atau Cak Nun dan grup Kiai Kanjeng,” jelas Cak Nas.

    Mamak Camma meninggal di Sulawesi pada Senin (7/9/2020) sekitar pukul 15.15 WITA.

    Sekedar informasi, dilansir dari Wikipedia.org, Cak Nun merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Lahir dari pasangan Muhammad Abdul Latief dan Chalimah. Ayahnya adalah petani dan tokoh agama (kyai) yang sangat dihormati masyarakat Desa Menturo, Sumobito, Jombang.

    Kesimpulan

    Bukan Ibunda Cak Nun. Sebab, Chalimah, ibunda Cak Nun telah meninggal 8 tahun yang lalu. Adapun perempuan lansia bersama Cak Nun tersebut adalah Mamak Cammana, pegiat kebudayaan asal Sulawesi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4998) [SALAH] Video Teknik Menahan Napas Untuk Deteksi Covid-19

    Sumber: WhatsApp.com
    Tanggal publish: 14/09/2020

    Berita

    “Jika anda dapat menahan nafas hingga titik merah berpindah dari A ke B anda saat ini bebas COVID-19. Tes sederhana versi uji coba gratis membantu menyelamatkan hidup. Tunggu titik merah berpindah ke A sebelum mulai menahan nafas”.

    Jika anda dpt menahan nafas dr A ke B anda saat ini bebas covid 19. Ini tes sederhana utk me ngetahui kita terenfeksi covid 19 atau tdk versi uji coba gratis tanpa biaya. Tunggu sampai ttk merah berada di A baru menahan nafas. Silahkan dicoba 🙏

    lambung corona

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pada pesan berantai whatsapp sebuah informasi berupa video dengan klaim tes teknik menahan napas untuk mengidentifikasi apakah seseorang terpapar covid-19 atau tidak.

    Video disertai keterangan dalam bahasa India yang berarti: “Jika Anda dapat menahan napas sampai titik merah bergerak dari A ke B maka Anda resisten terhadap penyakit. Tes sederhana Covid.”

    Dalam video terdapat gambar kotak dengan keterangan di sebelah kiri kotak bertuliskan “ambil napas” dan di sebelah kanan kotak “embuskan napas.”

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari factcheck.afp.com, badan kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa teknik dalam video itu tidak menyatakan seseorang mengidap Covid-19.

    “Tampaknya ini adalah aplikasi sederhana yang mengukur waktu dan bukan aliran udara. Orang dengan penyakit paru-paru (dari merokok, polusi, asma, COPD atau infeksi paru, termasuk tetapi tentu saja tidak terbatas pada Covid-19) akan lebih sulit melakukannya. Tampaknya tidak berbahaya, tetapi tidak terlalu informatif, ukuran kasar dari fungsi paru-paru,” kata WHO kepada AFP Fact Check.

    Dr Amba Lal Salve, pengawas medis di Rumah Sakit Ananta, mengatakan bahwa Ananta Hospital tidak berada di balik pesan video itu, termasuk nomor telepon dan harga tes Covid-19.

    Untuk mendiagnosis virus corona, masyarakat dianjurkan untuk melakukan tes PCR di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), yang sudah diakreditasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil dari tes tersebut akurat dan terpercaya, serta dapat diketahui dalam waktu kurang dari 12 jam sejak sampel diterima.

    Polymerase chain reaction (PCR) atau yang kadang disebut sebagai “fotokopi molekuler” adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat salinan segmen kecil DNA. Hal ini karena untuk dapat melakukan analisis molekuler dan genetik, diperlukan sejumlah besar sampel DNA. Setelah diperkuat, DNA yang dihasilkan oleh PCR dapat digunakan dalam berbagai prosedur laboratorium yang berbeda, salah satunya adalah untuk mendeteksi virus.

    Kesimpulan

    Klaim video yang bisa menganalisa adanya covid-19 di tubuh kita hanya melalui tes menahan napas adalah tidak benar. badan kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa teknik dalam video itu tidak menyatakan seseorang mengidap Covid-19.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4991) [SALAH] Foto Menteri Agama di Kabinet Jokowi sebagai Pendeta Kristen

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    “ANJING MILIK JOKOWI AMAT SANGAR
    Sosok asli Menteri Agama di kabinet Presiden Joko Widodo, beliau Ngaku beragama Islam tetapi perbuatannya selalu menyingkirkan Norma-Norma ajaran Agama Islam.
    Kelakuannya persis seperti Pendeta Kristen yang memusuhi agama islam.”
    jokowi agama

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Aisyah Cha Cha mengunggah narasi dengan disertai foto yang di dalamnya terdapat wajah Menteri Agama Indonesia periode 2019-2024, Fachrul Razi, pada 10 September 2020. Unggahan tersebut telah mendapat respon sebanyak 292 reaksi, 230 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 40 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan/editan. Ditemukan foto asli dari unggahan tersebut di sebuah situs penyedia stok fotografi, Getty Images. Foto asli unggahan itu merujuk pada foto Pope Francis atau Paus Fransiskus yang menghadiri misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan pada 21 April 2019.

    Dengan demikian, foto yang diunggah akun Facebook Aisyah Cha Cha di laman pribadinya dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi karena foto tersebut telah melalui proses penyuntingan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Foto tersebut hasil suntingan/editan. Foto asli dari unggahan akun Facebook itu merupakan foto Pope Francis atau Paus Fransiskus yang menghadiri misa Paskah di Lapangan Santo Petrus, Kota Vatikan pada 21 April 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2020-4992) [SALAH] Gereja Dibakar saat Protes “Black Lives Matter” di Kenosha, Wisconsin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/09/2020

    Berita

    “BLM rioters just burned down a black church in a black community with a BLM sign out front.
    ”Terjemahan:“Pelaku kerusuhan protes BLM telah membakar sebuah gereja yang terletak di tempat komunitas berkulit hitam dengan tanda BLM di depannya.”

    Hasil Cek Fakta

    Halaman FB America’s Unfiltered Reality, yang diunggah pada 25 Agustus 2020, dengan menyertakan gambar bangunan terbakar saat kerusuhan BLM di Kenosha, Wisconsin, menyebarluaskan informasi bahwa terdapat sebuah gereja di komunitas warga Kenosha berkulit hitam yang dibakar pada saat kerusuhan tersebut. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 1.700 kali, mendapatkan 199 likes dan 108 komentar.

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari portal berita lokal Kenosha News, pada artikel berjudul “Pastor thankful fire did not spread to church building” yang terbit pada 25 Agustus 2020, yang pada artikel tersebut Pastor Erik David Carlson menyatakaan kelegaannya karena Bradford Community Church tidak terkena kobaran api saat aksi BLM pasca penembakan Jacob Blake tersebut.

    Hasil penelurusan yang lain, yang dikutip dari fakezap.com, memang benar ada kebakaran yang terjadi, namun bukan gereja yang terbakar, melainkan sebuah toko dealer mobil yang berdekatan dengan gereja. Salah satu mobil dibakar oleh pendemo dan kemudian menyebabkan kobaran api yang semakin besar, namun berhasil dipadamkan. Oleh karena itu, pernyataan gereja yang terbakar saat kerusuhan BLM di Kensoha merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, tidak ada gereja yang terbakar. Tempat yang terbakar adalah toko dealer mobil yang berdekatan dengan gereja.

    Rujukan