• (GFD-2020-5405) [SALAH] Penampakan Buaya di Tapak Padri Bengkulu

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 31/10/2020

    Berita

    Kanal Youtube bernama “Pecinta Burung Paruh Bengkok” mengunggah video penampakan buaya yang diklaim berada di Tapak Padri, Bengkulu pada Rabu, 28/10/2020.

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran diketahui klaim tersebut salah. Penampakan buaya dalam video berdurasi 29 detik tersebut sebenarnya terjadi di Pantai Menara Manggar, Belitung Timur. Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno memastikan informasi yang disampaikan di video tersebut hoaks. Sudarno menyebut peristiwa itu terjadi di Pantai Menara Manggar, Belitung Timur.

    “Tidak benar video beredar di medsos bahwa buaya di Pantai Tapak Paderi,” kata Sudarno saat diminta konfirmasi oleh news.detik.com pada Jumat, 30/10/2020.

    Video serupa dapat ditemui pada kanal Youtube “Bangka Pos Official” dengan judul ‘Buaya Besar Muncul di Pinggir Pantai Menara Manggar, Jadi Tontonan Anak-anak’. Dalam video dijelaskan jika video penampakan buaya tersebut diunggah pada Senin, 26/10/2020. Dalam video itu terlihat ramai orang-orang didominasi anak kecil yang heboh dengan kemunculan buaya tersebut. Dari penelusuran di atas, klaim video penampakan buaya di Bengkulu masuk kategori Konten yang Salah.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5406) [SALAH] “Si Gerung Ditangkep oleh Polisi Karena Menuduh Istana Gak Mampu Menandingi LSM”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/10/2020

    Berita

    Akun Dinda Dinda (fb.com/100035548428762) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “SI GERUNG DITANGKEP DAN DIMINTAI KETERANGAN OLEH POLISI KRN MENUDUH ISTANA GAK MAMPU MENANDINGI LSM DAN PEMIKIRAN2 MRK DAN BERUSAHA MEMBUNGKAM SUARA2… UU OMNIBUS LAW DITUDUH UU BANGKAI… BAU BUSUK… MODYAR DITANGKEP LU!!!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Rocky Gerung ditangkap oleh Polisi karena menuduh istana tidak mampu menandingi LSM adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video Rocky Gerung di kantor polisi itu adalah video tahun 2019. Saat itu Rocky Gerung diperiksa terkait kasus dugaan penistaan agama karena menyebut kitab suci adalah fiksi.

    Video yang identik, diunggah di kanal Youtube BeritaSatu pada 1 Februari 2019 dengan judul “Rocky Gerung Diperiksa Polisi Terkait Kitab Suci”.

    Dilansir dari BeritaSatu, Rocky Gerung menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/2/2019) sore. Rocky tiba di Polda Metro sekitar pukul 16.00 WIB ditemani oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar.

    Penyidik Dirkrimsus Polda Metro memeriksa Rocky terkait ucapannya bahwa ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program ‘Indonesia Lawyers Club’ (ILC) yang ditayangkan di tvOne pada 10 April 2018.

    Rocky Gerung dilaporkan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri dan kasus itu kemudian dilimpahkan ke Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya. Laporan Jack diterima dengan tanda bukti laporan bernomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018.

    Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama. Sebelumnya, Jack sudah diperiksa sebagai saksi pelapor terkait kasus ini. Sebelum memasuki gedung Dirkrimsus, Rocky Gerung mempertanyakan pemeriksaan dirinya yang baru dilaksanakan hari ini, padahal laporan diterima polisi 10 bulan lalu.

    Kesimpulan

    Video Rocky Gerung di kantor polisi itu adalah video tahun 2019. Saat itu Rocky Gerung diperiksa terkait kasus dugaan penistaan agama karena menyebut kitab suci adalah fiksi.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5419) [SALAH] Ancaman Anies ke Kapolda Tidak Boleh Ditulis Media

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/10/2020

    Berita

    Saya yakin ini hati nuraninya gub DKI
    *Pak Anies ke Polda Untuk Membebaskan Para Pelajar yang diTahan.*
    Kata-2 Anies Baswedan yang terakhir, bikin Kapolda diam plonga plongo dan tidak boleh ditulis media.
    *Apakah Harus Dibuka semua rekaman Jakarta Smart City siapa yang buat rusuh ?*
    Jgn buat Jakarta mkin Bergejolak..!!

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook bernama Andy Rachman mengunggah foto sebuah situs yang bertuliskan “Anies Baswedan Sambangi Polda Metro Jaya, Bicarakan Pembebasan Pelajar Se-Jabodetabek Yang Ditahan”. Dalam unggahan tersebut, Andy menambahkan bahwa Anies Baswedan mengancam membeberkan CCTV untuk menemukan dalang dari kerusuhan demo.

    Setelah ditelusuri, ketika demo tahun lalu pun Anies mengizinkan polisi untuk menelusuri dalang kerusuhan aksi 22 Mei 2019 dengan memantau CCTV. Anies mengatakan pada dasarnya CCTV tersebut dapat diakses oleh masyarakat.

    Sebelumnya, Anies menyatakan akan kooperatif jika dimintai kepolisian untuk menggunakan CCTV dalam pengungkapan kasus. “Itu kan memang bisa di akses, ada di Jakarta Smart City,” ungkap Anies.

    Ada pun mengenai foto situs yang disertakan, Anies Baswedan, dengan ditemani Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman menemui Kapolda Metro Jaya, Nana Sudjana, untuk membicarakan tentang pelajar yang ditahan oleh pihak Polisi, ketika demo waktu lalu. Direncanakan ketiganya akan melakukan pembicaraan dengan para kepala sekolah se-Jabotabek, untuk membahas terkait dengan para pelajar yang tertangkap ketika mengikuti demo beberapa waktu lalu.

    Sehingga, klaim mengenai Anies yang mengancam polisi dengan membeberkan CCTV yang memperlihatkan dalang kerusuhan demo dapat dipastikan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, Anies tidak mengancam polisi mengecek CCTV untuk menelusuri dalang dari kerusuhan demo. Anies justru mengizinkan polisi untuk menelusurinya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5397) [SALAH] “Fotografer bernama Darren Pearson yang menangkap momen indah saat petir menyambar pohon”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/10/2020

    Berita

    Akun Bigboss (fb.com/100040509377695) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “#IB Wihh moment yg sangat langka ,,Pakai long exposure..!!”

    Foto itu memperlihatkan sebuah pohon tengah tersambar petir. Sambaran itu menghasilkan efek cahaya merah muda di pohon dan cahaya biru muda di tanah. Foto ini diklaim sebagai foto karya seorang fotografer bernama Darren Pearson yang menangkap momen indah saat petir menyambar pohon.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim adanya foto pohon tengah tersambar petir yang sambarannya menghasilkan efek cahaya merah muda di pohon dan cahaya biru muda di tanah adalah klaim yang salah.

    Faktanya, foto itu adalah foto editan atau suntingan. Foto tersebut merupakan gabungan dari dua foto yang berbeda. Pertama, foto pohon yang diambil pada malam hari dengan teknik long exposure sehingga terdapat efek cahaya berwarna merah muda pada pohon serta efek bawah berwarna biru muda pada tanah. Kedua, foto petir yang ditempelkan ke foto pohon, yang diambil dari situs NOAA.

    Dilansir dari Tempo.co, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Google dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu bukan foto yang diabadikan saat petir menyambar pohon tersebut, melainkan gabungan dari dua foto berbeda dan ditambah efek cahaya.

    Foto tersebut banyak beredar di Pinterest. Salah satu akun yang pernah memuat foto ini adalah Bailey Galan. Menurut akun ini, foto tersebut diambil oleh Darius Twin. Akun lainnya, Jose Osorio, juga pernah memuat foto itu. Namun, foto ini disebut sebagai foto milik fotografer bernama Darren Pearson.

    Tempo kemudian menelusuri akun media sosial Darius Twin. Di Instagram, akun Dariustwin, @dariustwin, pernah mengunggah foto itu pada 11 Juli 2018. Dalam profilnya, tertulis “Welcome to the World of Light”. Hampir semua foto di akun Instagram ini memang memperlihatkan foto yang diambil dengan teknik long exposure. Biasanya, fotografer memakai teknik ini untuk menggambar sebuah bentuk di dalam foto dengan cahaya lampu.

    Dalam profil akun @dariustwin, ditemukan pula tautan ke situs toko daring yang dimilikinya, yakni Dariustwin.com. Menurut penjelasan di situs ini, Dariustwin merupakan perusahaan yang berbasis di California Selatan, Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri pada media dan produk lukisan cahaya atau light painting. Perusahaan ini didirikan oleh Darren Pearson.

    “Di malam hari, Dariustwin menjelajahi lanskap dekat dan jauh dan mencari pemandangan yang sempurna untuk media lukisan cahaya seukuran aslinya. Gambar-gambar dibuat dengan alat melukis cahaya ilustratif yang dirancang khusus yang disebut ‘Night Writer’ dan menggunakan fotografi long exposure,” demikian keterangan dalam situs tersebut.

    Namun, sejumlah akun Pinterest menyatakan bahwa foto pohon yang tersambar petir di atas tidak dihasilkan dengan teknik long exposure. Menurut akun Feras, foto itu dihasilkan dari gabungan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto yang diambil di San Diego, California. Sementara foto petir diambil dari situs Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA). Penjelasan serupa diberikan oleh akun Duncan Masters.

    Untuk memastikan informasi itu, Tempo menelusuri informasi terkait dengan memasukkan kata kunci “Dariustwin lightning photo” di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan artikel cek fakta dari organisasi pemeriksa fakta AS Snopes yang menyatakan bahwa foto tersebut bukanlah foto long exposure ketika petir menyambar sebuah pohon.

    Menurut penjelasan Snopes, gambar itu merupakan karya artistik yang menggabungkan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto Pearson yang diambil di San Diego, California. Efek cahaya merah muda dan biru muda di foto itu dihasilkan dengan teknik long exposure pada malam hari. Dia menggunakan “el-wire” untuk membuat efek bara berwarna biru muda pada tanah dan lampu sorot warna-warni untuk memberi efek cahaya berwarna merah muda pada pohon.

    Sementara tambahan foto petir, yang berasal dari situs NOAA, merupakan ide rekan Pearson, Joey, yang juga seorang fotografer serta pembuat film, ketika dia sedang mengedit foto pohon tersebut. “Dia berkata, ‘Anda tahu apa yang luar biasa? Petir yang menyambar phon!’ Saya terpana dengan ide ini, dan menambahkan petir, yang menurut saya tampak luar biasa. Saya tidak pernah bermaksud agar foto ini dianggap sebagai foto asli petir yang menyambar pohon,” katanya.

    Rujukan