“Inalillahi wainalillahi roziun. Vaksin pertama, Kasdim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riyadi.tadi malam Dan ramil kebu mas gresik meninggal akibat siangya disuntik vaksin…pagi ini proses pemakaman…hati2 bahaya vaksin ini nyata.”
Kasdim vaksin
(GFD-2021-6131) [SALAH] “Kasdim 0817 Gresik Mayor Sugeng Riyadi meninggal akibat disuntik vaksin”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 18/01/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan foto Almarhum Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono dengan narasi yang menghubung-hubungkan dengan Mayor Inf Sugeng Riyadi dengan menyebut Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal, memanfaatkan situasi saat ini berkaitan dengan vaksinasi COVID-19.
2. Foto yang beredar pada berita HOAX tersebut adalah foto alm. Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono pada saat mendampingi Danrem 084/Bhaskara Jaya beserta keluarga melaksanakan ziarah di makam Sunan Giri, Gresik pada hari Minggu, tanggal 10 Januari 2021.
3. Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, jabatan Danramil 0817/07 Kebomas meninggal di RSUD Ibnu Sina pada hari Jumat, 15 Januari 2021 pukul 23.06 Wib dengan indikasi sakit serangan jantung. Diagnosa awal oleh dr. H. Soeroto HS, Spg (K), SH (dokter forensik di RSUD Ibnu Sina, Gresik).
4. Alm Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, belum pernah melaksanakan Vaksin Sinovac. …”
5. Pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021, Kasdim 0817/Gresik a.n Mayor Inf Sugeng Riyadi NRP 11060014540783 melaksanakan Vaksin Sinovac di RSUD Ibnu Sina untuk menggantikan Dandim 0817/Gresik (Letkol Inf Taufik Ismail, S. Sos. M.I. Pol) dikarenakan pada saat screening, tensi Dandim tinggi.
6. Adalah tidak benar, bahwa Alm Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, Jabatan Danramil 0817/07 Kebomas, meninggal dikarenakan Vaksin Sinovac.
7. Saat ini, hari Minggu, tanggal 17 Januari 2021, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi masih dalam keadaan sehat walafiat.”
KOMPAS.com @ 15 Januari 2012: “Ghozali mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Aref Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail sempat masuk dalam daftar penerima vaksin.
Tetapi, mereka dinilai kurang sehat saat pemeriksaan kesehatan. Sehingga, posisi mereka digantikan pejabat lain.
Dalam kesempatan itu, AKBP Arief digantikan Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Letkol Taufik digantikan Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi.”
2. Foto yang beredar pada berita HOAX tersebut adalah foto alm. Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono pada saat mendampingi Danrem 084/Bhaskara Jaya beserta keluarga melaksanakan ziarah di makam Sunan Giri, Gresik pada hari Minggu, tanggal 10 Januari 2021.
3. Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, jabatan Danramil 0817/07 Kebomas meninggal di RSUD Ibnu Sina pada hari Jumat, 15 Januari 2021 pukul 23.06 Wib dengan indikasi sakit serangan jantung. Diagnosa awal oleh dr. H. Soeroto HS, Spg (K), SH (dokter forensik di RSUD Ibnu Sina, Gresik).
4. Alm Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, belum pernah melaksanakan Vaksin Sinovac. …”
5. Pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2021, Kasdim 0817/Gresik a.n Mayor Inf Sugeng Riyadi NRP 11060014540783 melaksanakan Vaksin Sinovac di RSUD Ibnu Sina untuk menggantikan Dandim 0817/Gresik (Letkol Inf Taufik Ismail, S. Sos. M.I. Pol) dikarenakan pada saat screening, tensi Dandim tinggi.
6. Adalah tidak benar, bahwa Alm Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono, Jabatan Danramil 0817/07 Kebomas, meninggal dikarenakan Vaksin Sinovac.
7. Saat ini, hari Minggu, tanggal 17 Januari 2021, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi masih dalam keadaan sehat walafiat.”
KOMPAS.com @ 15 Januari 2012: “Ghozali mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Aref Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail sempat masuk dalam daftar penerima vaksin.
Tetapi, mereka dinilai kurang sehat saat pemeriksaan kesehatan. Sehingga, posisi mereka digantikan pejabat lain.
Dalam kesempatan itu, AKBP Arief digantikan Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Letkol Taufik digantikan Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi.”
Kesimpulan
FAKTANYA, yang berada di foto adalah Almarhum Mayor (Har) Kav Gatot Supriyono. Selain itu, Mayor Inf Sugeng Riyadi TIDAK meninggal, diklarifikasi oleh Kodim 0817 Gresik bahwa dalam keadaan sehat walafiat.
Rujukan
- httpfirstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. kodim0817gresik.com: “KLARIFIKASI TERKAIT BERITA HOAX PERIHAL MENINGGALNYA MAYOR (HAR) KAV GATOT SUPRIYONO AKIBAT VAKSIN SINOVAC.”
- http://bit.ly/39JGOR6 (Google Cache) /
- https://archive.md/u6RdA (arsip cadangan). kompas.com: “Ketua DPRD Gresik Usai Disuntik Vaksin: Sempat Tegang, tapi Saya Yakin Vaksin Itu Aman”
- http://bit.ly/2XP63vw /
- https://archive.md/5DL4X (arsip cadangan). medcom.id: “[Cek Fakta] Danramil di Gresik Meninggal Akibat Disuntik Vaksin Covid-19, Hoaks”
- http://bit.ly/3oVeGAX /
- https://archive.md/SNlpb (arsip cadangan). antaranews.com: “Polisi Gresik kejar penyebar hoaks vaksinasi tewaskan Kasdim 0817”
- http://bit.ly/2Kuji1U /
- https://archive.md/f2CIN (arsip cadangan).
(GFD-2021-6116) [SALAH] Pesan Berantai Info Donor Plasma Oleh Blood For Life Indonesia
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 17/01/2021
Berita
“Kalo ada yg butuh cari donor plasma bisa hubungi pak edy +62 813-3163-6515 Beliau kordinator survivor Covid di Sby. Beliau ada di semua group WA para survivor Teman-teman jika ada keluarga, teman atau komunitas yg membutuhkan donor darah, terutama dalam keadaan emergency, silakan hubungi : HOTLINE BFL [Blood for Life] 0811-9125-663 Mereka akan segera membantu melalui jejaring BFL yg terdiri dari banyak pendonor sukarela yg tersebar di seluruh Indonesia. Semoga bermanfaat dan dapat membantu. 👆🏻 Silahkan di save, kami siap bantu kapanpun ada keluarga yg butuh darah, ini gak ada biaya apapun, ada 112 ribu standby donor di database kami yg siap bantu kapanpun ada keluarga atau kenalan yg butuh darah 😊 Salam Blood For Life Indonesia”.
Kalo ada yg butuh cari donor plasma bisa hubungi
pak edy +62 813-3163-6515
Beliau kordinator survivor Covid di Sby. Beliau ada di semua group WA para survivor
Teman-teman
jika ada keluarga, teman atau komunitas yg
membutuhkan donor darah, terutama dalam keadaan emergency,
_silakan hubungi :_
HOTLINE BFL
[Blood for Life]
0811-9125-663
Mereka akan segera membantu melalui jejaring BFL yg terdiri
dari banyak pendonor sukarela yg tersebar di seluruh Indonesia.
Semoga bermanfaat dan dapat membantu.
👆🏻 Silahkan di save,
kami siap bantu kapanpun ada keluarga yg butuh darah,
ini gak ada biaya apapun,
ada 112 ribu standby donor di database kami yg siap bantu kapanpun ada keluarga atau kenalan yg butuh darah 😊
Salam
*Blood For Life Indonesia*
Plasma Darah
Plasma covid-19
Plasma covid-19
Kalo ada yg butuh cari donor plasma bisa hubungi
pak edy +62 813-3163-6515
Beliau kordinator survivor Covid di Sby. Beliau ada di semua group WA para survivor
Teman-teman
jika ada keluarga, teman atau komunitas yg
membutuhkan donor darah, terutama dalam keadaan emergency,
_silakan hubungi :_
HOTLINE BFL
[Blood for Life]
0811-9125-663
Mereka akan segera membantu melalui jejaring BFL yg terdiri
dari banyak pendonor sukarela yg tersebar di seluruh Indonesia.
Semoga bermanfaat dan dapat membantu.
👆🏻 Silahkan di save,
kami siap bantu kapanpun ada keluarga yg butuh darah,
ini gak ada biaya apapun,
ada 112 ribu standby donor di database kami yg siap bantu kapanpun ada keluarga atau kenalan yg butuh darah 😊
Salam
*Blood For Life Indonesia*
Plasma Darah
Plasma covid-19
Plasma covid-19
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai pada aplikasi percakapan whatsapp yang mencatut Blood For Life Indoensia berupa informasi untuk para penderita covid-19 yang membutuhkan donor plasma dapat mengubungi nomor tertera atas nama pak Edy yang disebutkan merupakan koordinator survivor covid-19 di Surabaya.
Berdasarkan penelusuran, melalui akun twitternya @/Blood4LifeID mengklarifikasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
“Akhir-akhir ini beredar pesan berantai (Broadcast) di Grup WhatsApp yang mengatasnamakan BFL disertai nomor Hotline nonaktif, nomor Admin, atau pihak lain.
Info resmi seputar BFL dapat diperoleh dari:
Twitter/IG
@Blood4LifeID
Website http://blood4life.id
Hotline 08119125663″ tulis akun @/Blood4LifeID.
Dalam rilis keterangan yang diunggah, disebutkan bahwa pesan singkat berisi informasi bahwa jika ada yang membutuhkan donor plasma convalescense bagi penderita covid-19 dapat menghubungi pak Edy adalah hoaks. Blood for Life tidak pernah membuat/membagikan pesan tersebut. Karena itu pihak Blood for Life meminta semua pihak untuk tidak lagi membagikan informasi tersebut.
Informasi hoaks yang mencatut nama Blood for Life Indonesia juga pernah diperiksa faktanya oleh mafindo pada 28 november 2020 dengan judul “[SALAH] Pesan Berantai Donor Darah Gratis Oleh Blood For Life (BFL) Indonesia”.
Berdasarkan penelusuran, melalui akun twitternya @/Blood4LifeID mengklarifikasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
“Akhir-akhir ini beredar pesan berantai (Broadcast) di Grup WhatsApp yang mengatasnamakan BFL disertai nomor Hotline nonaktif, nomor Admin, atau pihak lain.
Info resmi seputar BFL dapat diperoleh dari:
Twitter/IG
@Blood4LifeID
Website http://blood4life.id
Hotline 08119125663″ tulis akun @/Blood4LifeID.
Dalam rilis keterangan yang diunggah, disebutkan bahwa pesan singkat berisi informasi bahwa jika ada yang membutuhkan donor plasma convalescense bagi penderita covid-19 dapat menghubungi pak Edy adalah hoaks. Blood for Life tidak pernah membuat/membagikan pesan tersebut. Karena itu pihak Blood for Life meminta semua pihak untuk tidak lagi membagikan informasi tersebut.
Informasi hoaks yang mencatut nama Blood for Life Indonesia juga pernah diperiksa faktanya oleh mafindo pada 28 november 2020 dengan judul “[SALAH] Pesan Berantai Donor Darah Gratis Oleh Blood For Life (BFL) Indonesia”.
Kesimpulan
Pesan singkat berisi informasi bagi yang membutuhkan donor plasma convalescense bagi penderita covid-19 dapat menghubungi atas nama pak Edy adalah Hoax. Blood For Life tidak pernah membuat atau membagikan pesan tersebut.
Rujukan
(GFD-2021-6117) [SALAH] Jika Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Tidak Perlu Mematuhi Protokol Kesehatan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/01/2021
Berita
“VAKSIN ITU ARTINYA ZAT YG SENGAJA DIBUAT UNTUK MEMBUAT KEKEBALAN TUBUH TERHADAP PENYAKIT TERTENTU.
JADI,VAKSIN COVID19 YG DISUNTIKKAN KE DALAM TUBUH ANDA TUJUANNYA AGAR TUBUH ANDA KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.
JIKA ANDA SUDAH DISUNTIK VAKSIN COVID19, MAKA ANDA TIDAK PERLU LAGI PAKEK MASKER,CUCI TANGAN DAN SEBAGAINYA KARENA ANDA SUDAH KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.
TAPI,JIKA ANDA SUDAH DI SUNTIK VAKSIN COVID19, TAPI MASIH SAJA DISURUH PAKEK MASKER,DISURUH CUCI TANGAN,DUDUK BERJAUHAN DAN SEBAGAINYA,BERARTI YG DISUNTIKKAN KE ANDA ITU BUKAN VAKSIN TAPI VAKCIN(VALUTA KEUANGAN CINA)…”
JADI,VAKSIN COVID19 YG DISUNTIKKAN KE DALAM TUBUH ANDA TUJUANNYA AGAR TUBUH ANDA KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.
JIKA ANDA SUDAH DISUNTIK VAKSIN COVID19, MAKA ANDA TIDAK PERLU LAGI PAKEK MASKER,CUCI TANGAN DAN SEBAGAINYA KARENA ANDA SUDAH KEBAL TERHADAP VIRUS COVID19.
TAPI,JIKA ANDA SUDAH DI SUNTIK VAKSIN COVID19, TAPI MASIH SAJA DISURUH PAKEK MASKER,DISURUH CUCI TANGAN,DUDUK BERJAUHAN DAN SEBAGAINYA,BERARTI YG DISUNTIKKAN KE ANDA ITU BUKAN VAKSIN TAPI VAKCIN(VALUTA KEUANGAN CINA)…”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Gaes Pardi menggunggah informasi yang mengklaim bahwa vaksin dibuat untuk membuat kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 tidak perlu lagi mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker dan mencuci tangan karena sudah kebal terhadap virus Covid-19.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut adalah tidak benar. Meskipun vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).
Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.
Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.
Dengan demikian, klaim bahwa setelah menjalani vaksinasi Covid-19 tidak perlu mematuhi protokol kesehatan adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut adalah tidak benar. Meskipun vaksin dapat memberikan manfaat berupa menumbuhkan antibodi, namun belum diketahui efektivitasnya dalam mencegah transmisi atau penularan terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang yang telah di vaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak).
Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri mengatakan usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh. Sehingga, dalam kurun waktu tersebut peluang terinfeksi virus masih ada apalagi protokol kesehatan tidak dilakukan dengan baik dan benar sesuai anjuran pemerintah.
Salah satu tujuan vaksinasi adalah untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Sementara itu, kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin, sehingga bisa melindungi 30 persen rakyat lainnya yang tidak bisa divaksin atau yang rentan kesehatannya.
Dengan demikian, klaim bahwa setelah menjalani vaksinasi Covid-19 tidak perlu mematuhi protokol kesehatan adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Seseorang yang telah di vaksin Covid-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak). Usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh.
Seseorang yang telah di vaksin Covid-19 harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak). Usai vaksinasi COVID-19, seseorang minimal membutuhkan waktu 14 hari untuk mengetahui apakah antibodi atau kekebalan telah terbentuk di dalam tubuh.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1199/keliru-orang-yang-sudah-vaksinasi-covid-19-tak-perlu-pakai-masker-dan-cuci-tangan
- https://kumparan.com/kumparannews/idi-patuhi-prokes-meski-divaksin-herd-immunity-belum-tentu-muncul-2-tahun-1uz4j1mNBPl/full
- https://tirto.id/alasan-kenapa-usai-vaksin-covid-19-tetap-harus-patuhi-prokes-f9d5
- https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/14/190500523/ahli-kalau-banyak-yang-menolak-vaksin-covid-19-target-herd-immunity-sulit?page=all
(GFD-2021-6118) [SALAH] “LUPA SEMUANYA , SBY SEMAKIN PARAH KASIHAN! SBY JADI BEGINI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/01/2021
Berita
“LUPA SEMUANYA , SBY SEMAKIN PARAH
KASIHAN! SBY JADI BEGINI”
KASIHAN! SBY JADI BEGINI”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Wenday Novi Susanto mengunggah beberapa gambar pada 14 Januari 2021. Dalam unggahan tersebut terdapat gambar hasil tangkapan layar yang memperlihatkan Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan baju bermotif dan memakai bantal leher tengah terbaring di tempat tidur, dan ada 3 orang dengan baju hazmat atau APD lengkap sedang memeriksa kondisi SBY.
Berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut adalah hasil suntingan/editan. Faktanya, foto SBY dalam gambar tersebut adalah foto lama ketika SBY dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto 2018 lalu. Diketahui SBY dirawat di RSPAD karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke Pacitan dan Yogyakarta.
Salah satu artikel Kompas.com berjudul “Kondisinya Membaik, SBY Lanjutkan Rawat Jalan di Rumah” yang diunggah pada 19 Juli 2018 memuat foto ketika B.J Habibie menjenguk SBY di RSPAD. Sedangkan orang yang menggunakan baju APD ditemukan pada cover artikel Klikdokter.com berjudul “Waspada, Gejala Virus Corona Bisa Menetap Lebih Lama” pada 30 Juli 2020.
Dilansir dari Kompas.com, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan, informasi pada gambar yang beredar adalah tidak benar.
“Hoax itu dan sudah kami bantah,” ujar Hinca saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/1/2021).
Sementara itu, melalui unggahan Twitter-nya, Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Ossy Dermawan menyatakan, informasi yang menyebut SBY tengah sakit parah adalah tidak benar. Ia menyebutkan, SBY saat ini dalam keadaan sehat dan berada di Cikeas.
“Beredar poster di WA Grup seolah-olah Bapak SBY sdg dirawat di RS dalam kondisi parah krn Covid-19. Saya pastikan bahwa poster ini adalah HOAX !! Alhamdulillah, Bapak SBY dlm keadaan sehat wal afiat di Cikeas. Sungguh keji & tidak bermoral orang yang membuat & menyebarkannya,” tulisnya.
Dengan demikian, klaim gambar yang diunggah oleh Akun Facebook Wenday Novi Susanto adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, gambar tersebut adalah hasil suntingan/editan. Faktanya, foto SBY dalam gambar tersebut adalah foto lama ketika SBY dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto 2018 lalu. Diketahui SBY dirawat di RSPAD karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke Pacitan dan Yogyakarta.
Salah satu artikel Kompas.com berjudul “Kondisinya Membaik, SBY Lanjutkan Rawat Jalan di Rumah” yang diunggah pada 19 Juli 2018 memuat foto ketika B.J Habibie menjenguk SBY di RSPAD. Sedangkan orang yang menggunakan baju APD ditemukan pada cover artikel Klikdokter.com berjudul “Waspada, Gejala Virus Corona Bisa Menetap Lebih Lama” pada 30 Juli 2020.
Dilansir dari Kompas.com, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan, informasi pada gambar yang beredar adalah tidak benar.
“Hoax itu dan sudah kami bantah,” ujar Hinca saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/1/2021).
Sementara itu, melalui unggahan Twitter-nya, Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Ossy Dermawan menyatakan, informasi yang menyebut SBY tengah sakit parah adalah tidak benar. Ia menyebutkan, SBY saat ini dalam keadaan sehat dan berada di Cikeas.
“Beredar poster di WA Grup seolah-olah Bapak SBY sdg dirawat di RS dalam kondisi parah krn Covid-19. Saya pastikan bahwa poster ini adalah HOAX !! Alhamdulillah, Bapak SBY dlm keadaan sehat wal afiat di Cikeas. Sungguh keji & tidak bermoral orang yang membuat & menyebarkannya,” tulisnya.
Dengan demikian, klaim gambar yang diunggah oleh Akun Facebook Wenday Novi Susanto adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Gambar hasil suntingan/editan. Faktanya, foto SBY dalam gambar tersebut adalah foto lama ketika SBY dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto 2018 lalu. Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga menegaskan, informasi pada gambar yang beredar adalah tidak benar.
Gambar hasil suntingan/editan. Faktanya, foto SBY dalam gambar tersebut adalah foto lama ketika SBY dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto 2018 lalu. Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan juga menegaskan, informasi pada gambar yang beredar adalah tidak benar.
Rujukan
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/15/113000465/hoaks-sby-dirawat-di-rumah-sakit-dan-kondisi-parah?page=all#page2
- https://nasional.kompas.com/read/2018/07/19/19214571/kondisinya-membaik-sby-lanjutkan-rawat-jalan-di-rumah
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3642131/waspada-gejala-virus-corona-bisa-menetap-lebih-lama
Halaman: 7023/8116



