• (GFD-2020-5468) [SALAH] Surat Penerimaan Calon Pegawai Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 06/11/2020

    Berita

    Di media sosial, Facebook, beredar sebuah surat yang mengatasnamakan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan. Surat itu berisi tentang penerimaan karyawan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk tahun 2021.

    Salah satu akun Facebook yang mengunggah surat mengatasnamakan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah Thomas Budhi Darmawan S. Begini narasi yang dia buat untuk surat tersebut:

    "Ikut Penyediaan Barang dan Jasa kok dihubungkan dengan agama oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan. Ini Indonesia Bung untuk semua agama. Bukan untuk satu agama. Apa arahan dari Wan Toa atau untuk mengenakan Dan Toa. cabut surat edaram".

    Di surat tersebut, ada dua syarat yang diminta oleh Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan, yakni nomor 18. bisa membaca Al-Quran dan nomor 19. selalu menjalankan ibadah sholat 5 waktu.

    Thomas Budhi Darmawan S mengunggah postingan itu pada Jumat (6/11/2020).

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali.

    "Iya, saya sudah dengar ada surat itu. Coba Anda hubungi Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan biar mereka yang menjelaskan," katanya kepada Cek Fakta Liputan6.com.

    Selanjutnya, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi Kepala Sub Bagian Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Susiana. Dia menyebut surat tersebut tidak datang dari pihaknya.

    "Sebenarnya itu hoaks. Kita tidak tahu dari mana (asal surat tersebut). Surat yang sebenarnya itu masih dikoreksi oleh pimpinan," ucap Susiana.

    Lebih lanjut, Susiana menegaskan surat tersebut hoaks. Sebab, tidak ada nomor surat dan belum ditandatangani.

    "Dari foto, surat itu belum ada nomornya dan juga belum ditandatangani. Sudah pasti itu hoaks. Kita juga tidak mungkin ada dua syarat itu karena Indonesia negara besar yang memiliki keberagaman agama," ujarnya menegaskan.

    Kesimpulan

    Surat penerimaan calon pegawai PJLP berasal dari Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan dipastikan hoaks. Surat tersebut tidak jelas asalnya.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5469) [SALAH] Video Pesawat Bergambar Habib Rizieq Hadiah dari Raja Salman

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/11/2020

    Berita

    Pengguna Facebook Edi S dalam forum Kami Bersama Gatot Nurmantyo mengunggah sebuah video (5/11) yang menunjukkan mendaratnya pesawat bergambar Habib Rizieq. Dalam video tersebut juga terdapat judul berita yang menyatakan bahwa pesawat tersebut merupakan hadiah dari Raja Salman untuk Habib Rizieq.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video yang memberitakan hadiah pesawat dari Raja Salman untuk Habib Rizieq, melainkan merupakan video animasi yang sudah beredar sejak tahun 2017 yang lalu. Video animasi pesawat yang sebenarnya telah diunggah oleh kanal YouTube AMF Channel pada 27 Desember 2017 serta kanal YouTube Studio Habibi pada 31 Desember 2017.

    Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Facebook Edi S dalam forum Kami Bersama Gatot Nurmantyo tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi/Manipulated Content.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5470) [SALAH] Krisis Ekonomi di Perancis Disebabkan oleh Pemboikotan Produk Perancis

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/11/2020

    Berita

    Akun FB Ummat-e-Nabi.com, yang diunggah pada 28 Oktober 2020, dengan mengunggah tiga tangkapan layar, salah satunya dari artikel Express yang berjudul “France economy crisis: Macron economic hit since 1949” dan tangkapan layar dari indikator indeks saham perusahaan Perancis yang menurun. Akun FB tersebut menyebarluaskan informasi bahwa Perancis mengalami krisis ekonomi karena banyaknya produk Perancis yang diboikot sebagai simbol protes terhadap pemerintah Perancis. Unggahan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 464 kali. Selain itu, terdapat 1.100 orang menyukai, diikuti dengan 98 orang yang memberikan komentar.

    krisis pangan

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, artikel dari portal berita Express yang digunakan sebagai narasi oleh Ummat-e-Nabi.com merupakan artikel yang diterbitkan pada 29 Agustus 2020, sementara aksi pemboikotan produk Perancis terjadi pada Oktober 2020. Pada artikel tersebut juga dijelaskan bahwa krisis ekonomi Perancis disebabkan oleh kebijakan lock down yang diterapkan sejak pertengahan Maret 2020.

    “Perkembangan PDB menurun pada paruh pertama tahun 2020 berhubungan dengan diberhentikannya kegiatan-kegiatan yang dianggap non-esensial, dalam konteks pelaksanaan lock down yang dilakukan antara pertengahan Maret hingga awal Mei.” ujar lembaga statistik INSEE yang dimuat pada portal berita Express 29 Agustus 2020 yang lalu.

    Selain itu, dilansir dari website investing.com, indeks pasar saham Perancis CAC 40 yang turun sebanyak 3,37% merupakan akibat dari penutupan toko-toko di sektor makanan, obat-obatan, gas, air dan sektor keuangan umum. Penutupan ini, menurut artikel The New York Times, merupakan implementasi dari kebijakan lock down kedua yang kembali diberlakukan di Perancis. Terlebih lagi, pemilihan presidan Amerika Serikat, menurut situs boomlive.in, juga merupakan faktor penyebab turunnya indeks pasar saham Perancis.

    Informasi serupa juga pernah dimuat di situs boomlive.in dengan judul artikel “Fake Post Claims to Boycott French Products Caused Economic Crisis” dan mengkategorikannya sebagai false.

    Dengan demikian, pernyataan yang ditulis oleh Ummat-e-Nabi.com tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan, sebab akun tersebut telah memberikan informasi yang salah mengenai penyebab krisis ekonomi di Perancis.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5471) [SALAH] Buntut Boikot, Muslim di Perancis Disiksa Macron

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 06/11/2020

    Berita

    Akun Youtube LIKIN BOTAK mengunggah video pada 1 Nopember 2020 dengan klaim bahwa video tersebut merupakan buntut dari boikot Perancis sehingga muslim di Perancis disiksa oleh Macron.

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, video yang serupa pernah tayang pada tahun 2017 di akun Youtube RifOnline TV, video tersebut merupakan evakuasi jamaah masjid di kota Clichy-la-Garenne karena telah habis kontrak sewa pada 22 Maret 2017.

    Melansir dari yuksekovahaber.com.tr, perselisihan tersebut terjadi antara asosiasi masjid dan pemerintah kota di distrik Clichy-la-Garenne Paris, masjid tersebut disegel dan kemudian tim polisi datang bersama petugas penegak hukum untuk mengevakuasi masjid.

    Beberapa waktu setelah masjid dievakuasi, sekitar lima puluh orang yang mengetahui tentang kejadian itu bereaksi dengan memasuki masjid dan mulai duduk, atas reaksi itu polisi mengusir secara paksa para aktivis dari masjid.

    Sementara itu, dari kejadian tersebut tiga anggota polisi mengalami luka ringan saat jemaah melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan dan satu orang diinterogasi karena melawan polisi.

    Atas penjelasan tersebut, informasi yang diklaim bahwa Macron menyiksa muslim Perancis karena buntut dari boikot adalah salah dan masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan/misleading content.

    Rujukan