• (GFD-2020-5859) [SALAH] Singapura Membuka Vaccine Tourism dan Melakukan Vaksinasi di Bandara Changi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/12/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Fajar Hiryawan berupa narasi dengan klaim bahwa Singapura membuka Vaccine Tourism sebagai kesempatan bisnis. Postingan ini diposting pada 16 Desember 2020 dan disukai sebanyak 1 kali.
    NARASI:

    “*Nah ini baru suatu Negara strategi Bisnis nya ok,,,,
    Singapore akan buka “Vaccine Tourism” ; kita bisa terbang ke Sgp, sampe Changi airport suntik vaccine, nginep di hotel airport atau langsung pulang.
    Pinter Sgp cari kesempatan bisnis 👍
    jadi org yg datang gak usah masuk sg, cukup di hotel airport saja. jalan jalan beli oleh oleh airport pulang ke Indo.
    *Pm singapore Lee Hsien Loong baru saja mengumumkan singapore akan masuk dlm phase 3 yg lebih longgar mulai 28 december ini
    Mending mana: antrean vaksin berbayarnya di dalam negeri atau di luar negeri ?
    Tidak perlu karantina karena orangnya tidak masuk kota Singapura.
    Vaksinasi cukup dilakukan di Changi.
    Selesai vaksinasi langsung pulang pakai penerbangan berikutnya.
    Ongkosnya paling banyak kurang lebih Rp. 4 juta.
    Tempat yang bernama bandara nggak punya masalah dengan logistik. Juga punya banyak ruang terbuka.
    Ketimbang repot nunggu antrean vaksinasinya – lebih baik orangnya yang datang. Dari seluruh penjuru dunia ke SG.
    bagaimana dgn Indonesia ???”

    Singapura covid
    Penemuan Covid19 di singapura

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri mengarah ke artikel berita oleh straitstimes.com, pada artikel tersebut dijelaskan bahwa Bandara Changi akan menjadi tempat distribusi vaksin COVID-19 dari Eropa akan melewati Singapura menuju Pasifik Tenggara dan barat daya ketika regulasi peraturan sudah terjamin. Mr Ho Yuen Sang selaku Direktur Industri Penerbangan di Civil Aviation Authority of Singapore menjelaskan bahwa Singapura dapat berperan dalam distribusi untuk area-area yang infratrukturnya terbatas untuk menampung vaksin dalam jumlah banyak.

    Melihat dari penjelasan tersebut, Singapura membuka Vaccine Tourism sebagai kesempatan bisnis adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5860) [SALAH] “Gedung-Gedung pencakar langit menembus awan Dubai, UEA.”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/12/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Bagi Kertas berupa foto gedung pencakar langit yang diklaim menembus awan di Dubai, Uni Emirat Arab. Postingan ini disukai sebanyak 3,1 ribu kali, dikomentari 301 kali, dan disebarkan kembali 145 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, foto tersebut diambil pada 6 Januari 2017 yang dimuat oleh newsgd.com, pada artikel tersebut dijelaskan bahwa foto tersebut adalah gedung pencakar langit yang dikelilingi oleh kabut tebal. Foto itu diambil pada jam 7 pagi ketika kabut tersebut menjadi sangat tebal dan menghilang pada jam 9 pagi, ternyata fenomena ini biasa terjadi 2 kali setiap tahunnya yang disebabkan oleh perubahan suhu. Beberapa perbedaan antara awan dan kabut adalah awan dapat terbentuk dari ketinggian yang berbeda-beda sedangkan kabut hanya bisa terbentuk pada ketinggian yang rendah dan memiliki beberapa jenis kabut seperti super fog yang merupakan kabut yang terbentuk akibat penguapan air bergabung dengan asap kebakaran sehingga membentuk kabut yang tebal dan dapat membahayakan pengendara.

    Melihat dari penjelasan tersebut, gedung pencakar langit menembus awan di Dubai, Uni Emirat Arab adalah tidak benar melainkan fenomena kabut tebal yang terjadi 2 kali setahun sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Salah/False Context.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5861) [SALAH] Vaksin yang disimpan -80 Derajat Bukanlah Vaksin Melainkan Agen Transfeksi yang Dapat Memanipulasi Genetika Manusia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/12/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Hakim Waluyo berupa narasi dengan klaim bahwa semua vaksin yang disimpan pada -80 derajat Celcius bukanlah vaksin melainkan agen transfeksi yang dapat memanipulasi materi genetik. Postingan ini disukai sebanyak 3,1 ribu kali, dikomentari 301 kali, dan disebarkan kembali 145 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, vaksin COVID-19 seperti Pfizer harus disimpan pada suhu -70 derajat Celcius sedangkan vaksin Moderna disimpan pada suhu -20 derajat Celcius tetapi dapat bertahan selama sebulan jika disimpan pada suhu kulkas. Berdasarkan laporan dari American Academy of Pediatrics ada banyak vaksin yang bisa disimpan pada keadaan nyaris membeku seperti vaksin jenis Gardasil yang diberikan peringatan tidak boleh dalam dibekukan dan disimpan pada suhu diantara 2-8 derajat Celcius. Beberapa vaksin memang memerlukan suhu yang lebih dingin khusunya vaksin yang berbasis mRNA (Messenger RNA).

    Vaksin berbasis mRNA ini tidak bekerja dengan memanipulasi genetika manusia melainkan memberikan mRNA yang berisikan intruksi pada sel imunitas untuk membuat protein yang ditampilkan pada permukaan sel agar dapat diketahui oleh sistem imun sehingga sistem imun akan mulai membuat antibodi. mRNA tidak akan memasuki nukleus sel yang menyimpan DNA atau materi genetik.

    Melihat dari penjelasan tersebut, vaksin yang disimpan pada -80 derajat Celcius bukanlah vaksin melainkan agen transfeksi yang dapat memanipulasi materi genetik adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content

    Rujukan

  • (GFD-2020-8422) Keliru, Klaim Ini Video Perang antara FPI dan Suku Dayak

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/12/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan kericuhan di sebuah kota beredar di media sosial. Video ini diklaim sebagai video perang antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Suku Dayak. Video tersebut beredar di tengah penyelidikan peristiwa penembakan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 lalu oleh polisi.
    Di Facebook, tautan video itu, yang berasal dari YouTube, dibagikan oleh akun Jaka Lelana pada 11 Desember 2020. Video ini berjudul "Perang dayak vs fpi terbaru 2020. Fpi keok? Simak vidionya". Akun tersebut juga mengunggah tautan itu di kolom komentar sebuah unggahan grup Facebook Pecinta dan Pembela Islam pada 16 Desember 2020.
    Sementara pengunggah video tersebut di YouTube adalah kanal Tirto Geni. Video yang dibagikan pada 15 November 2020 itu telah berganti judul menjadi "Perang dayak vs fpi terbaru 2020. Fpi terbirit birit? Simak vidio nya. Borneo Tribal war". Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 3.500 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan video kanal YouTube Tirto Geni yang memuat klaim hoaks terkait FPI dan Suku Dayak.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menonton video berdurasi 5 menit 39 detik itu secara menyeluruh. Pada menit 5:05, terdengar suara seorang pria dalam video itu yang berkata, "Tujuan kita Terry Ibrahim." Berbekal petunjuk ini, Tempo pun menelusuri pemberitaan di mesin pencari gambar Google Images dengan kata kunci "Terry Ibrahim".
    Lewat cara tersebut, Tempo menemukan dua foto dari dua situs media yang identik dengan cuplikan dalam video di atas. Foto pertama, yang dimuat oleh Kalimantan-news.com dalam beritanya pada 12 November 2020, identik dengan cuplikan pada detik ke-30 hingga ke-36.
    Foto di situs Kalimantan-news.com (kiri) dan gambar tangkapan layar cuplikan video unggahan kanal YouTube Tirto Geni (kanan).
    Kesamaan terlihat pada spanduk berwarna biru tua yang terpasang di sebuah rumah yang bertuliskan "JaDi Center" dengan warna kuning. Ada pula sejumlah bendera yang terpasang di depan rumah tersebut yang berwarna biru, kuning, putih, dan hijau.
    Foto yang dimuat dalam berita yang berjudul "Pasukan Merah Jemput Terry Ibrahim di Posko Koalisi Adil Bersatu" itu diberi keterangan sebagai berikut: "Pasukan Merah Saat Menjemput Terry Ibrahim di Posko Koalisi Adil Bersatu, Jalan Lintas Melawi, Kamis 12 Oktober 2020."
    Sementara foto kedua, yang dimuat oleh Indo Globe News dalam beritanya pada 13 November 2020, identik dengan cuplikan pada menit 3:02. Kesamaan terlihat pada spanduk berwarna hitam yang bertuliskan "Warkop". Foto ini diberi keterangan: "Pasukan Merah Rajank Bangkule Melakukan Aksi Demo Depan Kedai Kopi Abah Sintang."
    Foto di situs Indo Globe News (kiri) dan gambar tangkapan layar cuplikan video unggahan kanal YouTube Tirto Geni (kanan).
    Menurut berita Kalimantan-news.com, pada 12 November 2020, Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau yang kerap disebut Pasukan Merah menjemput Terry Ibrahim di Posko Koalisi Adil Bersatu di Jalan Lintas Melawi, Sintang, Kalimantan Barat. Terry merupakan salah satu anggota DPRD Kalbar.
    Penjemputan itu dilakukan karena Terry tidak kunjung hadir dalam pertemuan bersama Pasukan Merah. Sebelumnya, pada 31 Oktober 2020, Terry dihukum adat oleh Pasukan Merah. Hukuman itu dijatuhkan setelah melalui sidang adat yang difasilitasi oleh Forum Ketemenggungan Adat Dayak Kabupaten Sintang.
    Sidang ini digelar karena Pasukan Merah merasa dirugikan atas tudingan Terry. Saat berkampanye di Desa Lepong Pantak Ketungau Hilir, Terry menyatakan bahwa Pasukan Merah telah menurunkan baliho salah satu calon Bupati Sintang. Sidang pun menjatuhkan hukum Adat Neraka Basa, Adat Kesupan, dan Adat Mali terhadap Terry.
    Menurut berita Indo Globe News, Pasukan Merah meminta Terry menyelesaikan permasalahan adatnya itu secara damai di rumah adat Betang Tampun Juah di Desa Jerora. Namun, permintaan itu tidak diindahkan. Pasukan Merah pun menjemput Terry di poskonya di Jalan Lintas Melawi.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video perang antara FPI dan Suku Dayak keliru. Video tersebut sama sekali tidak terkait dengan FPI, Video itu memperlihatkan aksi penjemputan Terry Ibrahim oleh Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau yang kerap disebut Pasukan Merah di Jalan Lintas Melawi, Sintang, Kalimantan Barat. Terry merupakan salah satu anggota DPRD Kalbar. Penjemputan itu dilakukan terkait kasus adat antara Pasukan Merah dan Terry.
    EOLIA PRATAMA | ANGELINA ANJAR SAWITRI
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan