• (GFD-2021-6565) [SALAH] Foto Petugas Kapal Titanic Sebelum Berlayar

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 22/03/2021

    Berita

    “Officers of the Titanic before sailing”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Twitter bernama Weird History membagikan postingan yang diklaim merupakan foto dari petugas kapal Titanic sebelum mereka melakukan pelayaran. Unggahan ini telah mendapat 92 retweet sejak diunggah pada 19 Maret lalu.

    Setelah dilakukan penelusuran, unggahan yang mengklaim bahwa foto tersebut merupakan petugas kapal Titanic ternyata hoaks. Melansir dari artikel periksa fakta Hoaxeye.com, foto tersebut bukan foto petugas kapal Titanic, melainkan petugas kapal RMS Olympic. Namun di sebelah kanan pada foto tersebut diketahui adalah Edward Smith, yang kemudian menjadi kapten kapal Titanic.

    Hoaks mengenai kapal Titanic memang seringkali muncul dan telah dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari gambar-gambar interior kapal, sampai foto orang-orang yang diklaim merupakan petugas dari perjalanan kapal Titanic.

    Jadi melalui hasil penelusuran dapat disimpulkan bahwa unggahan yang mengklaim sebuah foto sebagai foto dari petugas kapal Titanic sebelum melakukan pelayaran adalah hoaks kategori false context atau konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Klaim tersebut salah. Faktanya foto tersebut merupakan foto petugas kapal dari RMS Olympic, bukan Titanic.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6566) [SALAH] “Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/03/2021

    Berita

    “Bismillah

    Drone pengintai Israel terbang rendah diatas langit Gaza palestina..

    Pertolongan Alloh drone Ditangkap Elang.

    Kita berharap semua manusia melihatnya.

    Subhanallah

    Allahu Akbar.”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook D’wita Lyza mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan seekor burung elang menangkap drone. Drone dalam foto itu diklaim sebagai drone pengintai milik Israel yang terbang terbang di atas langit Gaza, Palestina yang kemudian ditangkap oleh burung elang.

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim foto tersebut adalah salah. Dilansir dari gettyimages.com, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.

    Guard From Above adalah perusahaan pertama di dunia yang menggunakan burung pemangsa untuk mencegah drone musuh. Memiliki tim ahli khusus dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam melatih burung pemangsa.

    Dengan demikian, drone Israel ditangkap burung elang di langit Gaza, Palestina adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).

    Faktanya, foto itu diambil oleh fotografer Koen Van Weel yang mendokumentasikan seekor burung elang terlatih dari Guard From Above yang menangkap drone saat latihan polisi di Katwijk, Belanda pada 7 Maret 2016.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6551) [SALAH] 17 Negara Melarang Penyebaran Vaksin AstraZeneca

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/03/2021

    Berita

    “17 countries have BANNED OXFORD ASTRA ZENICA apart from the 🇬🇧Still happy to take it???”

    Vaksin astrazeneca haram

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan atau penyebaran vaksin AstraZeneca. Klaim dari akun bernama Sally Patinson ini diunggah sekitar tanggal 14 Maret lalu.

    Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan vaksin AstraZeneca adalah keliru. Faktanya beberapa negara hanya menangguhkan admisnistrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, sambil menungguh hasil uji klinis dari WHO terkait kabar efek penggumpalan darah pasca-vaksinasi ini diberikan.

    Pada 13 Maret lalu, kabar tentang beberapa negara yang menangguhkan sementara pemesanan vaksin AstraZeneca ini memang telah menyebar luas. Beberapa pasien yang terkena efek penggumpalan darah, membuat negara-negara di Eropa dan Asia, memilih menunggu hasil investigasi European Medicines Agency (EMA) melalui WHO terkait keamanan vaksin ini.

    Melansir dari laman WHO Internasional, pihak WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk merekomendasikan pemakaian vaksin AstraZeneca ini tetap dilanjut. WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar jika dibandingkan risikonya.

    WHO menjelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak akan mengurangi penyakit atau kematian akibat penyebab lain. Peristiwa tromboemboli (darah membeku) diketahui memang sering terjadi. Tromboemboli vena adalah penyakit kardiovaskular ketiga yang paling sering terjadi secara global.

    WHO secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin WHO COVID-19. Subcommittee of the Global Advisory Committee on Vaccine Safety sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca. Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penyebaran vaksin AstraZeneca adalah klaim hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Klaim tersebut salah. Faktanya negara-negara lain hanya menangguhkan sementara proses administrasi pemesanan vaksin AstraZeneca, bukan melarangnya.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6552) [SALAH] Foto Gubernur Korea Selatan Menggunakan Jaket saat Divaksin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/03/2021

    Berita

    [diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia]

    “Mereka bilang mereka telah mengembangkan jarum suntik jenis baru
    Wah jarumnya dapat menembus seragam pertahanan sipil”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook dengan nama pengguna Kim Su-min mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar (3/3) yang menunjukkan berita Gubernur Provinsi Gyeongsang Selatan, Kim Kyeong-su, yang tengah divaksin. Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang menyatakan bahwa pemerintah Korea Selatan telah mengembangkan jarum suntik jenis baru yang dapat menembus seragam pertahanan sipil yang digunakan oleh Gubernur Kim.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto saat Gubernur Kim divaksin, melainkan saat ia mengikuti simulasi tata cara vaksinasi di Rumah Sakit Yangsan, Universitas Nasional Busan, Korea Selatan. Foto tersebut pertama kali diunggah oleh situs resmi Pemerintah provinsi Gyeongsang Selatan pada tanggal 2 Maret 2021 lalu. Lebih lanjut, salah seorang pejabat pemerintahan Provinsi Gyeongsang Selatan, Shim Eun-jeong, menegaskan bahwa tidak ada dosis vaksin yang disuntikkan saat simulasi dilakukan.

    Informasi dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel “This Photo Shows South Korea’s Governor Taking Part in A Covid-19 Vaccination Simulation Exercise”.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Kim Su-min tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Foto tersebut bukan merupakan foto saat Gubernur Korea Selatan divaksin, melainkan saat ia mengikuti simulasi tata cara vaksinasi di Rumah Sakit Yangsan, Universitas Nasional Busan, Korea Selatan.

    Rujukan