• (GFD-2021-6557) [SALAH] Akun Instagram Bareskrim Polres Kota Bekasi

    Sumber: instagram.com
    Tanggal publish: 21/03/2021

    Berita

    “Selamat siang mbak. Bisa kita ketemu di polres kota Bekasi sore ini jam 15.00
    Dan kalau bisa mbak di damping orang tua jika masih di bawah 17 tahun
    Ini BAP sudah masuk loh mbak. Kalau mbak tidak mau bekerja sama dengan kami, kami yang menjemput paksa mbak”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Instagram dengan nama pengguna bareskrimkotabekasi. Akun tersebut melakukan komunikasi dengan seorang perempuan melalui fitur pesan langsung di Instagram dan meminta korban untuk datang untuk melakukan pemeriksaan atas sebuah kasus yang diadukan oleh seseorang dengan nama Ibu Alexa.

    Melansir dari Warta Kota, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswin Andari, menegaskan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun resmi Polres Metro Bekasi Kota. Erna juga menyatakan bahwa proses pemanggilan seseorang terkait pemeriksaan kasus tidak pernah dilakukan melalui media sosial, melainkan secara resmi menggunakan surat panggilan yang memiliki kop surat Polres Metro Bekasi Kota. Saat ini, akun Instagram dengan nama pengguna bareskrimkotabekasi sudah dihapus.

    Dengan demikian, akun Instagram dengan nama pengguna bareskrimkotabekasi tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswin Andari, menegaskan bahwa akun tersebut bukan merupakan akun resmi Polres Metro Bekasi Kota.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6549) [SALAH] Foto Matahari Terbenam Pertama di Mars Tahun 2021

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 20/03/2021

    Berita

    Akun Twitter L E M O™ (@lemolevis) mengunggah cuitan berupa foto beserta narasi dengan klaim bahwa foto tersebut adalah matahari terbenam pertama di Mars tahun 2021. Cuitan tersebut mendapat atensi sebanyak 4 likes dan 1 retweet.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto pada cuitan tersebut adalah milik ilustrator ruang angkasa bernama Mark A. Garlick. Melalui laman Twitter pribadinya @SpaceBoffin, ia mengonfirmasi bahwa foto tersebut adalah artwork (ilustrasi), bukan foto sungguhan yang diambil langsung di Mars.

    Adapun beberapa penampakan matahari terbenam di Mars yang asli dapat dilihat melalui situs NASA.

    Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan, cuitan akun Twitter L E M O™ (@lemolevis) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Faktanya, foto tersebut adalah artwork (ilustrasi) matahari terbenam di Mars karya Mark Garlic, bukan foto asli yang diambil di Mars.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6550) [SALAH] Foto Botol Vaksin Kadrun

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/03/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto vaksin Kadrun, klaim tersebut diunggah akun Facebook Aska, pada 22 Desember 2020.

    Klaim foto vaksin Kadrun yang diunggah menampilkan sebuah botol yang tertuliskan "Vaccine KADRUN Kampretvirus" beserta sebuah alat suntik.

    Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "Ga usah nyuruh2 duluan nyoba vaksin covid 19 drun,FETE. Fetambooran Chemical Rijik United, sdh nyediain Vaksin khusus buat ente 😏"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto vaksin Kadrun, dengan menggunakan Yandex.

    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Sorge um neue Welle - "Wasser kräuselt sich"" yang dimuat situs channelpartner.de, pada 22 Juli 2020.

    Artikel situs channelpartner.de memuat foto yang identik dengan klaim. Yaitu, sebuah botol dan lalat suntik, yang diletakan pada permukaan berwarna merah. Namun, botol tersebut bertuliskan "COVID-19 Corona virus" bukan "VAKSIN KADRUN".

    Foto tersebut merupakan ilustrasi artikel berasal dari shutterstock.com karya joel bubble ben.

    Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi sumber foto yaitu akun shutterstock.com karya joel bubble ben. Akun tersebut mengunggah foto yang identik dengan kalim, diberi keterangan yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut:

    "Injeksi vaksin dan jarum suntik. Digunakan untuk pencegahan, imunisasi dan pengobatan infeksi virus corona (novel coronavirus disease 2019, COVID-19, nCoV 2019 dari Wuhan). Konsep infeksi obat."

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto vaksin Kadrun tidak benar. Foto tersebut telah mengalami editan, dalam foto asli tulisan pada botol adalah "COVID-19 Corona virus"

    Rujukan

  • (GFD-2021-8548) Sesat, Klaim Ini Video Remaja yang Kecanduan Game hingga Tubuhnya Bergerak Tak Terkontrol

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/03/2021

    Berita


    Dua video yang diklaim memperlihatkan remaja yang terkena efek dari kecanduan game ponsel viral di media sosial. Dalam video itu, tampak seorang remaja laki-laki berkaos merah yang tubuhnya terus bergerak tak terkontrol.
    Dalam salah satu video, remaja itu terlihat tengah duduk di sebuah kursi panjang di depan sebuah gedung. Ia ditemani oleh seorang pria dan seorang wanita. Sementara dalam video lainnya, remaja tersebut terlihat sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
    Akun ini membagikan video beserta klaim tersebut pada 15 Maret 2021. Akun itu menulis, "Efek dari Main Game di Hp." Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 518 reaksi dan 819 komentar serta dibagikan lebih dari 49 ribu kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim sesat terkait video yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Penelusuran Tim CekFakta Tempo menemukan video bantahan dari remaja yang berasal dari Aceh itu. Dia mengatakan bahwa kondisi itu dideritanya bukan karena kecanduan game online. Pihak rumah sakit yang menangani remaja tersebut juga belum memastikan penyebab gangguan yang terjadi kepadanya. Hingga artikel ini dimuat, remaja itu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin, Banda Aceh.
    Mula-mula, Tempo menemukan petunjuk di kolom komentar unggahan akun di atas bahwa remaja dalam video tersebut telah memberikan klarifikasi terkait kondisinya. Menurut komentar itu, remaja ini juga meminta videonya yang telah beredar luas dihapus. Komentar tersebut menyertakan tautan ke unggahan lain di Facebook yang berisi video klarifikasi dari remaja itu.
    Tempo kemudian membuka tautan dari Facebook tersebut dan menonton video klarifikasi itu secara menyeluruh. Dalam video ini, remaja tersebut membantah bahwa gangguan yang dideritanya terjadi akibat kecanduan game. "Saya sakit bukan gara-gara main chip domino atau game online. Saya harap semua jangan salah sangka dan saya harap video saya yang sudah viral dihapus saja," katanya.
    Remaja itu juga menjelaskan bahwa ia memang pernah bermain game. Namun, hal itu ia lakukan hanya sebagai konten di YouTube. Kanal YouTube yang ia maksud adalah kanal Apakatee. Konten tersebut dibikin untuk mengingatkan warganet agar tidak terlalu sering bermain game online. "Jadi, saya harap, dihapus saja video saya, yang menyatakan korban game online," ujarnya.
    Tempo pun menelusuri kanal YouTube  Apakatee. Kanal ini juga mengunggah video klarifikasi itu pada 17 Maret 2021. Dalam keterangannya, kanal tersebut menulis sebagai berikut: "Ini adalah keluarga kami. Dia bukan korban game online. Dia penyakit lain."
    Di kanal YouTube itu, juga ditemukan video tentang kecanduan game online yang disebut oleh remaja tersebut dalam video klarifikasinya. Video itu diunggah pada 5 November 2020 dengan judul "#KomediAcehTerbaru Gara gara chip domino . the series Apakatee".
    Viralnya video remaja tersebut diberitakan pula oleh sejumlah media. Menurut Tribun Timur, awalnya, remaja yang masih duduk di kelas 1 SMA ini dilarikan ke RSUD dr. Zubir Mahmud, Aceh Timur, pada 15 Maret 2021. Dalam pemeriksaan di poli saraf, dokter spesialis saraf hanya memberi remaja itu obat.
    Dokter kemudian merujuk remaja ini ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, untuk mengetahui apakah ia mengalami gangguan saraf atau gejala penyakit lain seperti epilepsi. "Jadi, dokter sampai saat ini belum ada mengatakan bahwa hal tersebut karena main game online," kata Edi Gunawan, Direktur RSUD dr. Zubir Mahmud.
    Penjelasan yang sama diberikan oleh Edi kepada Detik.com. "Anjuran dokter saraf dirujuk ke RSUDZA (RSUD dr. Zubir Mahmud) untuk pemeriksaan lebih lanjut, terkait kemungkinan adanya gangguan di saraf kepalanya yang menyebabkan gejala klinis tersebut. Belum ada yang memastikan penyebab gangguan dan gejala klinis pada anak tersebut," ujar Edi.
    Menurut Edi, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga terdapat gangguan saraf pada pasien, di mana ia mengalami gerakan tubuh yang tak terkontrol. "Biasanya, kalau gejalanya seperti itu, saya duga hal itu karena adanya gangguan saraf. Karena kontrol gerakan tubuh kita itu ada pada serabut saraf pusat. Namun, untuk memastikannya, perlu pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah yang memperlihatkan remaja yang terkena efek dari kecanduan game ponsel, menyesatkan. Remaja laki-laki dalam video itu, yang berasal dari Aceh, mengatakan bahwa kondisi itu dideritanya bukan karena kecanduan game online. Pihak rumah sakit yang menangani remaja tersebut juga belum memastikan penyebab gangguan yang terjadi kepadanya. Hingga artikel ini dimuat, remaja itu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan