(GFD-2021-8552) Sesat, Klaim Ini Grafik Antibodi usai Vaksinasi Covid-19 Dosis I yang Dekati Nol pada Hari ke-28
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Gambar tangkapan layar sebuah pesan berantai yang berisi grafik yang diklaim sebagai grafik antibodi usai vaksinasi Covid-19 beredar di media sosial. Menurut pesan itu, pada hari ke-7 setelah vaksinasi dosis pertama, antibodi akan mulai terlihat. Namun, pada hari ke-28 usai vaksinasi dosis pertama, antibodi bakal turun mendekati nol.
"Ini grafik antibody setelah vaksin, hari ke 7 mulai kelihatan, puncak hari ke 10 kemudian turun sampai hari ke 28 sudah kecil sekali, kemudian di suntik, hasilnya antibody jadi melonjak. 7 hari setelah vaccine anti body menurun, jadi kalau bisa jangan keluar dulu. Itu sebabnya orang bisa kena covid beberapa hari sebelum vaksin ke 2, karena antibody sudah mendekati nol," demikian narasi dalam pesan tersebut.
Di Facebook, gambar tangkapan layar itu dibagikan oleh akun ini pada 17 Maret 2021. Akun tersebut juga menulis, “FYI, imun terbentuk sekitar 28 hr sejak vaksin *kedua* maka sebelum terbentuk imun sebaiknya isoman krn justru sedang drop. Apalagi hr ke 14, maka nya perlu vaksin k2. Setelah vaksin tetap hrs ikut prokes 5 M.”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim sesat terkait antibodi usai vaksinasi Covid-19.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri sumber dari grafik di atas denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa grafik dalam gambar tangkapan layar tersebut bukanlah grafik yang secara khusus menunjukkan tingkat antibodi setelah menerima vaksin Covid-19. Grafik itu telah beredar jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19, setidaknya sejak 15 Agustus 2017.
Grafik tersebut pernah dimuat oleh blog Diary Chemistry pada 15 Agustus 2017 dalam artikelnya yang berjudul “Mekanisme Anti Bodi Sebagai Sistem Pertahanan Tubuh”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa grafik itu menunjukkan karakteristik perjalanan waktu dari respons imun terhadap suatu antigen.
Menurut artikel ini, paparan atau pemberian kedua dari antigen menimbulkan respons imun sekunder dan, seperti yang terlihat dalam grafik, respons kedua lebih efektif daripada respons pertama jika dipandang dari segi produksi antibodi. Dalam hal vaksinasi, respons sekunder yang efektif adalah respons yang melindungi terhadap infeksi jika terjadi paparan terhadap patogen hidup.
Grafik yang sama juga pernah dimuat oleh situs Elinotes.com pada 28 Januari 2020 dalam artikelnya yang berjudul “Pengertian Sel Memory pada Mahluk Hidup”. Gambar tersebut diberi keterangan sebagai diagram cara kerja sel memori membentuk antibodi kekebalan tubuh.
Tempo kemudian menghubungi dokter spesialis patologi klinis Tonang Dwi Ardyanto. Dia membenarkan pola pembentukan antibodi yang telihat dalam grafik tersebut. Namun, menurut Tonang, tidak bisa dimaknai bahwa turunnya antibodi pada semua orang harus di hari ke-28 usai vaksinasi dosis pertama seperti yang terlihat dalam grafik itu.
Tonang membuat grafik serupa, dan menyebutnya sebagai ilustrasi respons pembentukan antibodi dalam hal vaksinasi. Dia menjelaskan, setelah suntikan pertama, tubuh melakukanprimingatau pengenalan. Kemudian, terbentuk sel plasma dan sel B-memori dengan cepat. Sel plasma inilah yang membentuk antibodi.
Tapi, karena baru dalam tahap pengenalan, sel plasma yang terbentuk ini bekerja hanya dalam waktu yang singkat. “Maka, setelah sekitar hari ke-7 mulai ada sel plasma, kemudian hari ke-10 sampai ke-12 mulai ada antibodi, antibodi akan turun. Saat antibodi sudah turun, hampir habis, itulah saat yang tepat disuntikkan dosis kedua,” kata Tonang pada 22 Maret 2021.
Bila penyuntikan dosis kedua dilakukan saat antibodi masih relatif tinggi, vaksin justru akan "ditangkap" oleh antibodi Covid-19 tersebut. Akibatnya, dosis kedua ini bakal berkurang efektivitasnya. “Bila antibodi sudah menurun, ketika disuntikkan dosis kedua, sebagian tertangkap antibodi, tapi sebagian besar tetap berefek. Maka, segera diikuti terbentuknya antibodi secara cepat dalam jumlah besar,” katanya.
Tonang mengingatkan bahwa, sebelum dan setelah menerima suntikan vaksin, seseorang tetap berisiko terkena Covid-19, apalagi sebelum tercapainya titer antibodi yang optimal. Ia pun menganjurkan penerima vaksin Covid-19 untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dilansir dari Kompas.com, juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebut antibodi atau imunogenitas tubuh terhadap virus Corona tak langsung terbentuk sesaat setelah vaksinasi Covid-19. Vaksin Covid-19 Sinovac misalnya, baru membentuk antibodi yang optimal dalam 28 hari pasca penyuntikan dosis kedua.
Nadia menjelaskan, sekitar 14 hari pasca vaksinasi dengan vaksin Sinovac dosis pertama, antibodi tubuh yang terbentuk terhadap virus Corona mencapai 60 persen. Sementara, sekitar 28 hari pasca vaksinasi dosis kedua, pembentukan antibodi bisa mencapai 95-99 persen. Oleh karenanya, Nadia menegaskan bahwa vaksinasi dosis kedua penting dilakukan.
Menurut Nadia, meskipun sudah mengikuti vaksinasi Covid-19, seseorang tetap bisa terserang virus Corona. Namun, keberadaan vaksin akan membuat tubuh orang tersebut menjadi lebih kuat menahan rasa sakit. Meskipun begitu, Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3M sembari. Protokol yang dimaksud berupa memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa grafik di atas adalah grafik antibodi usai vaksinasi Covid-19 dosis pertama yang mendekati nol pada hari ke-28, menyesatkan. Grafik itu bukanlah grafik yang secara khusus menunjukkan tingkat antibodi setelah vaksinasi Covid-19. Menurut dokter spesialis patologi klinis Tonang Dwi Ardyanto, pola respos pembentukan antibodi dalam hal vaksinasi memang seperti yang terlihat dalam grafik tersebut. Namun, tidak bisa dimaknai bahwa turunnya antibodi pada semua orang harus di hari ke-28 seperti yang terlihat dalam grafik itu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksinasi-covid-19
- https://archive.ph/se5ib
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://diarychemistry.blogspot.com/2017/08/mekanisme-anti-bodi-sebagai-sistem.html
- https://www.elinotes.com/2020/01/pengertian-sel-memory-pada-mahluk-hidup.html
- https://www.tempo.co/tag/antibodi
- https://www.tempo.co/tag/antibodi-covid-19
- https://nasional.kompas.com/read/2021/02/15/20021611/kemenkes-sinovac-bentuk-antibodi-optimal-28-hari-pasca-vaksinasi-dosis-kedua
- https://www.tempo.co/tag/sinovac
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
(GFD-2021-6558) [SALAH] Informasi 24 Agenda Komunis Internasional RRC pada Artikel Solopos
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/03/2021
Berita
SADARLAH WAHAI PRIBUMI…WASPADA dan SIAGALAH….
:point_down::point_down::point_down:
Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional, Pusat RRC :
1. MISKINKAN PRIBUMI DENGAN SYSTIM
2. Jauhkan ummat ISLAM dari ajaran agamanya
3. Campur adukkan ajaran agama
4. ADU DOMBA/benturkan sesama pribumi.
5. RUSAK GENERASI MUDA DENGAN NARKOBA
6. RACUNI PRIBUMI MELALUI PRODUCT SACHET (kemasan instan, siap saji)
7. Sesatkan pribumi melalui media
8. Rusak wanita dgn UANG & SEX BEBAS
9. TEBARKAN FITNAH ULAMA MELALUI MEDIA
10. Kriminalisasi lawan politik yang Muslim taat, lurus
11. PAKAI JURUS MALING TERIAK MALING
12. JADIKAN PRIBUMI BUDAK DI NEGARANYA
13. TUTUP SEMUA KEBENARAN DGN PENGALIHAN ISYU Sehingga pribumi hanya sibuk dgn pengalihan isu di media
14. Viralkan tokoh yang merusak mindset (k-pop, nm, dll)
15. Buat karangan fitnah baru di media
16. Sebarkan doktrin dan banggakan, unggulkan product china
17. Rusak akun yang menyuarakan kebenaran
18. Kuasai politik & pemerintah
19. KUASAI EXECUTIF, YUDICATIF, LEGISLATIF.
20. KUASA TANAH, RUMAH, PROPERTY DI SELURUH NKRI
21. KUASAI PASAR, DISTRIBUTOR dan AGEN.
22. KUASAI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN
23. KUASAI PRODUCT KEBUTUHAN HARI HARI MASYARAKAT
24. KUASAI JARINGAN INTERNET, TELEKOMUNIKASI & SEMUA MEDIA.
#Amarma‘rufnahimunkar.
#Fahami
#Kilasbalik.
Lazimnya komunis dan Munafiqun yang tidak suka kepada para Alim Ulama !!!
https://m.solopos.com/menlu-as-ingatkan-ancaman-partai-komunis-china-ke-ormas-islam-indonesia-1089122#kilasbalik.
:point_down::point_down::point_down:
Agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional, Pusat RRC :
1. MISKINKAN PRIBUMI DENGAN SYSTIM
2. Jauhkan ummat ISLAM dari ajaran agamanya
3. Campur adukkan ajaran agama
4. ADU DOMBA/benturkan sesama pribumi.
5. RUSAK GENERASI MUDA DENGAN NARKOBA
6. RACUNI PRIBUMI MELALUI PRODUCT SACHET (kemasan instan, siap saji)
7. Sesatkan pribumi melalui media
8. Rusak wanita dgn UANG & SEX BEBAS
9. TEBARKAN FITNAH ULAMA MELALUI MEDIA
10. Kriminalisasi lawan politik yang Muslim taat, lurus
11. PAKAI JURUS MALING TERIAK MALING
12. JADIKAN PRIBUMI BUDAK DI NEGARANYA
13. TUTUP SEMUA KEBENARAN DGN PENGALIHAN ISYU Sehingga pribumi hanya sibuk dgn pengalihan isu di media
14. Viralkan tokoh yang merusak mindset (k-pop, nm, dll)
15. Buat karangan fitnah baru di media
16. Sebarkan doktrin dan banggakan, unggulkan product china
17. Rusak akun yang menyuarakan kebenaran
18. Kuasai politik & pemerintah
19. KUASAI EXECUTIF, YUDICATIF, LEGISLATIF.
20. KUASA TANAH, RUMAH, PROPERTY DI SELURUH NKRI
21. KUASAI PASAR, DISTRIBUTOR dan AGEN.
22. KUASAI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN
23. KUASAI PRODUCT KEBUTUHAN HARI HARI MASYARAKAT
24. KUASAI JARINGAN INTERNET, TELEKOMUNIKASI & SEMUA MEDIA.
#Amarma‘rufnahimunkar.
#Fahami
#Kilasbalik.
Lazimnya komunis dan Munafiqun yang tidak suka kepada para Alim Ulama !!!
https://m.solopos.com/menlu-as-ingatkan-ancaman-partai-komunis-china-ke-ormas-islam-indonesia-1089122#kilasbalik.
Hasil Cek Fakta
Sebuah pesan beredar melalui aplikasi perpesanan Whatsapp mengenai 24 agenda Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional dan melampirkan berita dari Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” di dalam pesannya.
Setelah ditelusuri tidak ada yang namanya Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional. Sehingga keseluruhan agenda tersebut tidak berdasar. Ada pun mengenai judul berita Solopos yang dicantumkan, tidak ada hubungannya dengan keseluruhan pesan Whatsapp tersebut.
Chung-Kuo bukan merupakan sebuah wadah persatuan komunis, melainkan asal mula istilah Tiongkok. Kata chung berarti ‘tengah’, sedangkan kuo artinya ‘negeri’. Para penguasa Cina senang menganggap negerinya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia.
Selain itu, berita Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” membahas mengenai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo yang berpidato dan menyebutkan bahwa Chinese Communist Party (CCP) atau Partai Komunis China (PKC) sebagai ancaman serius.
Sehingga, klaim mengenai informasi agenda Komunis Internasional RCC pada artikel Solopos termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Setelah ditelusuri tidak ada yang namanya Persatuan Komunis Chung Kuo Internasional. Sehingga keseluruhan agenda tersebut tidak berdasar. Ada pun mengenai judul berita Solopos yang dicantumkan, tidak ada hubungannya dengan keseluruhan pesan Whatsapp tersebut.
Chung-Kuo bukan merupakan sebuah wadah persatuan komunis, melainkan asal mula istilah Tiongkok. Kata chung berarti ‘tengah’, sedangkan kuo artinya ‘negeri’. Para penguasa Cina senang menganggap negerinya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia.
Selain itu, berita Solopos yang berjudul “Menlu AS Ingatkan Ancaman Partai Komunis China ke Ormas Islam Indonesia” membahas mengenai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo yang berpidato dan menyebutkan bahwa Chinese Communist Party (CCP) atau Partai Komunis China (PKC) sebagai ancaman serius.
Sehingga, klaim mengenai informasi agenda Komunis Internasional RCC pada artikel Solopos termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Faktanya, berita Solopos yang dicantumkan dalam pesan Whatsapp tersebut berbeda dengan konteks yang dibahas dalam pesan Whatsapp.
Faktanya, berita Solopos yang dicantumkan dalam pesan Whatsapp tersebut berbeda dengan konteks yang dibahas dalam pesan Whatsapp.
Rujukan
(GFD-2021-6559) [SALAH] Kabar Irwansyah Meninggal Dunia pada 19 Maret 2021
Sumber: YouTubeTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS PADA 19 Maret 2021.
Channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS mengunggah video berdurasi 2 menit 48 detik dengan judul "KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!".
"KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!," tulis channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS.
Konten yang disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS telah 57.840 kali ditonton dan mendapat 28 komentar warganet.
Channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS mengunggah video berdurasi 2 menit 48 detik dengan judul "KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!".
"KABAR DUKA, IRWANSYAH MENINGGAL DUNIA, ZASKIA SUNGKAR BUKA SUARA!!," tulis channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS.
Konten yang disebarkan channel YouTube PEMBURU FAKTA NEWS telah 57.840 kali ditonton dan mendapat 28 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021. Penelusuran dilakukan dengan mengunjungi akun Instagram Irwansyah, @irwansyah_15.
Akun Instagram @irwansyah_15 mengunggah story yang membantah kabar tersebut. Irwansyah menyebut bahwa kabar tentang dirinya meninggal dunia adalah tidak benar.
"MAKIN GA JELAS NI BERITA," tulis Irwasnyah dalam akun Instagramnya, @irwansyah_15 pada Senin (22/3/2021).
Akun Instagram @irwansyah_15 mengunggah story yang membantah kabar tersebut. Irwansyah menyebut bahwa kabar tentang dirinya meninggal dunia adalah tidak benar.
"MAKIN GA JELAS NI BERITA," tulis Irwasnyah dalam akun Instagramnya, @irwansyah_15 pada Senin (22/3/2021).
Kesimpulan
Kabar tentang artis Irwansyah meninggal dunia pada 19 Maret 2021 ternyata tidak benar alias hoaks. Lewat akun Instagramnya, Irwansyah membantah kabar tersebut.
Rujukan
(GFD-2021-6560) [SALAH] Vaksin Covid-19 Sirup untuk yang Takut Disuntik
Sumber: FacebookTanggal publish: 22/03/2021
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik. Klaim tersebut diunggah akun Facecook Arifianto, pada 5 Maret 2021.
Unggahan klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik berupa foto yang berisi botol berlabel putih bertuliskan "VACCINE COVID19" dalam foto tersebut terdapat tulisan "Vaksin Covid19 Dalam bentuk Sirup BAGI Yang Takut Suntik".
Unggahan klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik berupa foto yang berisi botol berlabel putih bertuliskan "VACCINE COVID19" dalam foto tersebut terdapat tulisan "Vaksin Covid19 Dalam bentuk Sirup BAGI Yang Takut Suntik".
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik, dengan menanyakan langsung ke pihak Kementerian Kesehatan.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik tidak benar.
"Tidak ada itu," kata Nadia saat berbincang dengan Liputan6.com.
Penelusuran dilanjutkan dengan menjadikan gambar botol sebagai bahan pencarian menggunakann Yandex
Penelusuran mengarah pada situs berlico.co.id, situs tersebut menampilkan gambar sebuah botol yang identik dengan gambar botol pada klaim.
Adapun kesamaannya adalah posisi tulisan berwarna biru pada tutup botol, volume isi botol, lambang pada label yang ada di botol.
Untuk perbedaannya adalah:
Pada foto botol klaim terdapat gambar kartun anak sedang naik sepeda. Sedangkan pada gambar botol situs berlico.co.id terdapat gambar burung biru sedang melebarkan sayap logo Berlico Farma dan dibawahnya terdapat tulisan Amoxicillin Trihydrate.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut jarum suntik tidak benar.
"Tidak ada itu," kata Nadia saat berbincang dengan Liputan6.com.
Penelusuran dilanjutkan dengan menjadikan gambar botol sebagai bahan pencarian menggunakann Yandex
Penelusuran mengarah pada situs berlico.co.id, situs tersebut menampilkan gambar sebuah botol yang identik dengan gambar botol pada klaim.
Adapun kesamaannya adalah posisi tulisan berwarna biru pada tutup botol, volume isi botol, lambang pada label yang ada di botol.
Untuk perbedaannya adalah:
Pada foto botol klaim terdapat gambar kartun anak sedang naik sepeda. Sedangkan pada gambar botol situs berlico.co.id terdapat gambar burung biru sedang melebarkan sayap logo Berlico Farma dan dibawahnya terdapat tulisan Amoxicillin Trihydrate.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik tidak benar.
Kementerian Kesehatan telah membatah klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik, foto label di botol pada klaim hasil editan.
Kementerian Kesehatan telah membatah klaim vaksin Covid-19 dalam bentuk sirup untuk yang takut disuntik, foto label di botol pada klaim hasil editan.
Rujukan
Halaman: 6900/8120


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407719/original/072144300_1616395239-Irwansyah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407555/original/073032600_1616388808-vaksin_sirup_cover.jpg)