• (GFD-2021-8584) Keliru, Klaim Ini Foto Munarman FPI saat Disuntik Vaksin Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/04/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan Munarman, eks juru bicara Front Pembela Islam (FPI), saat disuntik oleh seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) beredar di Twitter. Foto ini diklaim sebagai foto ketika Munarman menerima suntikan vaksin Covid-19.
    Akun ini membagikan foto tersebut pada 9 April 2021. Akun itu menulis, "Kog Munarman udah divaksin, sbg apa ya dia, lansia bukan, guru bukan, pedagang pasar bukan, wartawan bukan, apa sbg koordinator demo?" Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah mendapaykan 241retweetdan 1.280like.
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi foto hasil suntingan yang menunjukkan eks juru bicara FPI Munarman. Foto aslinya merupakan foto Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat menerima vaksin Covid-19.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, foto tersebut bukanlah foto yang menunjukkan Munarman, eks juru bicara FPI, sedang disuntik vaksin Covid-19. Foto itu merupakan hasil suntingan. Pria dalam foto tersebut sebenarnya adalah Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
    Untuk memeriksa klaim di atas, Tempo menelusuri foto itu denganreverse image tool Google. Lewat cara ini, ditemukan petunjuk dari foto yang dimuat oleh Kumparan.com dalam artikelnya pada 22 Maret 2021. Artikel itu berjudul "Wamenkes Tegaskan AstraZeneca Aman: Hanya 30 Kasus Penggumpalan Darah di Dunia".
    Kumparan.com pun memberikan keterangan bahwa foto tersebut adalah foto ketika Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada 14 Januari 2021. Foto ini merupakan arsip Kementerian Kesehatan.
    Foto tersebut memang pernah dipublikasikan di situs resmi Kemenkes pada 14 Januari 2021 dalam artikelnya yang berjudul "Wamenkes Bersama 25 Tenaga Kesehatan di RSCM Disuntik Vaksin Covid-19". Pada 14 Januari 2021, RSCM memang menggelar vaksinasi pertama bagi tenaga kesehatan di Poliklinik Madya.
    Tempo pun menemukan lima kesamaan antara foto asli yang memperlihatkan Wamenkes  Dante  Saksono  Harbuwono  sedang menjalani vaksinasi Covid-19 dengan foto suntingan, di mana wajah Dante telah diedit dengan wajah Munarman.
    Foto hasil suntingan (kiri) dari foto ketika Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menerima vaksin Covid-19 (kanan).
    Foto wajah Munarman yang ditempel pada foto Dante tersebut identik dengan foto yang dipublikasikan oleh RCTI Plus pada 7 Desember 2020 dalam artikelnya yang berjudul "Bantah Serang Aparat, Munarman FPI: Ada Perempuan dan Bayi dalam Rombongan Habib Rizieq".

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto ketika eks juru bicara FPI Munarman menerima suntikan vaksin Covid-19, keliru. Foto tersebut adalah hasil suntingan dari foto Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, di mana wajah Dante dalam foto itu ditempel dengan foto wajah Munarman. Dalam foto itu, Dante sedang menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada 14 Januari 2021.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6689) [SALAH] “TMII sekarang diambil si Megawati madam bansos,trus dijual ke Cina”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Dina Mariana (fb.com/100065166220453) pada 10 April 2021 mengunggah gambar tangkapan layar artikel berita Kompas yang berjudul “Ambil Alih Pengelolaan TMII, Pemerintah Bakal Serahkan ke Pihak Lain” ke grup PENDUKUNG SETIA PRABOWO – SANDI (PSPS) dengan narasi sebagai berikut:

    “Sudah pak Harto difitnah memiliki TMII,padahal sekarang diambil si Megawati madam bansos,trus dijual ke Cina astagfirullah.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil oleh Megawati dan dijual ke Cina merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan diambil Megawati dan dijual ke Cina. Selain tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu, pada 2021, pengelolaan TMII diambil alih oleh Kemsetneg dan TMII rencananya akan dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Dilansir dari Medcom, sejak 1977, TMII sebenarnya merupakan aset negara berdasarkan Keppres 51 tahun 1977. Kemudian Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) memberikan hak kelola kepada Yayasan Harapan Kita yang didirikan istri Presiden ke-2 RI Soeharto, Tien Soeharto. Kemudian pada 2021, Kemsetneg mengambilalih pengelolaan TMII berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengambilalihan ini tertuang dalam Perpres 19 tahun 2021 tentang TMII.

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan TMII merupakan aset negara. Layaknya Gelora Bung Karno dan Kemayoran. Pemerintah akan terus mengembangkan TMII sebagai cultural theme park berstandar internasional.

    “Jadi perlu saya tegaskan ini adalah baik GBK, Kemayoran, maupun TMII adalah aset milik negara yang tercatat di Kemensetneg sejak dahulu jadi tidak ada perubahan dalam hal ini. Yang ada adalah pengelolaannya,” kata Pratikno seperti dilansir Detik, Rabu 7 April 2021.

    Dilansir Kompas, pengelolaan TMII kini dipegang oleh tim transisi Kemsetneg. Kemsetneg berharap dalam tiga bulan ke depan, ada mitra yang siap mengelola TMII.

    “Diharapkan di tiga bulan ini juga sudah ada pihak mitra atau pihak ketiga yang ditunjuk tim transisi Kemensetneg, tentang siapanya nanti, tim sedang berproses,” kata Sekretaris Kemsetneg Setya Utama seperti dilansir Kompas, 7 April 2021.

    Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disiapkan menjadi salah satu opsi pengelola TMII. Pernyataan itu untuk menepis isu muncul yayasan baru milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengelola.

    “Salah satu opsi yang akan mengelola di antaranya yang telah disiapkan BUMN bidang parisiwata,” kata Moeldoko seperti dilansir Medcom, Jumat 9 April 2021.

    Kesimpulan

    ukan diambil Megawati dan dijual ke Cina. Selain tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu, pada 2021, pengelolaan TMII diambil alih oleh Kemsetneg dan TMII rencananya akan dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Rujukan

  • (GFD-2021-6690) [SALAH] Aplikasi ‘FlixOnline’ Menawarkan Akses Netflix Gratis Selama 2 Bulan

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/04/2021

    Berita

    iklan aplikasi ‘FlixOnline’

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah iklan aplikasi ‘FlixOnline’ melalui pesan WhatsApp. Iklan tersebut menyatakan bahwa aplikasi tersebut akan memberikan akses Netflix gratis selama dua bulan kepada pengguna. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi tersebut dan menyambungkannya dengan akun Netflix.

    Berdasarkan hasil penelusuran, aplikasi tersebut adalah palsu. Berdasarkan hasil riset perusahaan software keamanan Check Point, aplikasi ‘FlixOnline’ berisi malware yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna serta memantau pesan-pesan di WhatsApp. Dalam hasil riset yang dipublikasikan di situs resminya, pihak Check Point menyatakan bahwa setelah mengunduh aplikasi ‘FlixOnline’ di Play Store, pengguna akan diminta untuk menyambungkan aplikasi tersebut dengan akun Netflix pengguna.

    Setelah pengguna menyambungkan aplikasi, malware yang dimuat oleh ‘FlixOnline’ akan bekerja untuk mencuri data pribadi pengguna, mengakses pesan WhatsApp, bahkan menyebarkan malware ke gawai lain dengan cara mengirimkan pesan WhatsApp berisi tautan aplikasi tersebut ke orang lain tanpa sepengetahuan pengguna. Pihak Check Point sudah menghubungi Play Store dan kini aplikasi ‘FlixOnline’ telah dihapus. Namun, tercatat sudah ada 500 orang yang mengunduh aplikasi tersebut.

    Dengan demikian, aplikasi ‘FlixOnline’ tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro)

    Aplikasi tersebut adalah palsu. Berdasarkan hasil riset perusahaan software keamanan Check Point, aplikasi ‘FlixOnline’ berisi malware yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna serta memantau pesan-pesan di WhatsApp.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6691) [SALAH] “dari rekaman CCTV terlihat perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri tidak membawa senjata apapun”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/04/2021

    Berita

    Akun Facebook Chee Bie (fb.com/chee.bie.5) pada 1 April 2021 mengunggah postingan berisi klaim sebagai berikut:

    “*DIKIRA TERORIS, POLISI TEMBAK MATI SEORANG PEREMPUAN DI MABES POLRI*
    Seorang perempuan tewas tergeletak di salah satu kawasan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) sore. Perempuan itu ditembak karena dikira merupakan teroris.
    Dari rekaman video CCTV yang beredar, terlihat perempuan itu sedang kebingungan seperti mencari jalan untuk keluar. Namun kemudian perempuan yang membawa map berwarna kuning itu tiba-tiba ditembak mati.
    Namun anehnya, banyak media yang langsung memvonis bahwa korban penembakan ini adalah “terduga teroris”. Bahkan memberi judul “Teroris serang Mabes Polri”.
    Padahal dari rekaman CCTV terlihat perempuan ini tidak membawa senjata apapun, dan memang selama ini siapapun tamu yang akan memasuki Mabes Polri akan diperiksa secara ketat jadi tidak mungkin bisa membawa senjata api, senjata tajam, bom dan sebagainya.
    Copas.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri tidak membawa senjata apapun adalah klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, pelaku yang melakukan penyerangan di Mabes Polri pada 31 Maret 2021 lalu membawa senjata air gun kaliber 4,5 mm. Perempuan berusia 25 tahun itu bahkan sempat mengeluarkan tembakan sebanyak 6 kali ke arah petugas.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menjelaskan bahwa pelaku penyerangan di Mabes Polri itu merupakan terduga teroris. Bukan sebatas ”dikira teroris” seperti yang disebut sumber klaim. Menurut Listyo, pelaku penyerangan itu bernama Zakiah Aini. Dia beraksi sendiri dan bisa dijuluki lone wolf. ”Dari hasil profiling, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS,” ungkapnya.

    Hal itu dibuktikan melalui posting-an Zakiah Aini di media sosial. Sebelum penyerangan berlangsung, kurang dari 21 jam, Zakiah sempat mengunggah gambar ISIS di akun Instagram miliknya. ”Di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad,” paparnya.

    Kesimpulan

    Faktanya, perempuan yang melakukan penyerangan di Mabes Polri pada 31 Maret 2021 lalu membawa senjata air gun kaliber 4,5 mm. Perempuan berusia 25 tahun itu bahkan sempat mengeluarkan tembakan sebanyak 6 kali ke arah petugas.

    Rujukan