“Benarkah..HRS di racunin…?”
Narasi dalam foto:
“BANTU DOA UNTUK IB HABIB RIZIEQ SYIHAB YG SEKARANG DI RUTAN POLDA METRO JAYA DALAM KEADAAN SAKIT YG TIDAK NORMAL..!!!
Terancam keamanan Habib IRzieq Syihab kini sdh terbaring dan tak berdaya lagi.
Kesehatan nya.ternyata telah di racuni oleh orang tertentu.
Walllahu’alam bissawab,
Kita semua sudah menduga makanan habib Rizieq di dlm penjara di racun , biasanya racun makanan yg tidak bisa terditeksi di tubuh itu deterjen ,orang akan mati berlahan lahan bila di beri makan bercampur deterjen. Mohon doa ! alfatihah 😭😭
(GFD-2021-6057) [SALAH] Rizieq Shihab Sakit yang Tidak Normal Karena Diracuni
Sumber: twitter.comTanggal publish: 11/01/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @masbudi11 (@masbudi111) mengunggah foto hasil tangkapan layar berupa pesan WhatsApp yang berisi percakapan bahwa Rizieq Shihab sedang sakit yang tidak normal karena telah diracuni di dalam tahanan Polda Metro Jaya. Unggahan tersebut mendapatkan atensi sebanyak 305 balasan, 354 suka, dan 166 retweet.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Rizieq Shihab sakit yang tidak normal karena diracuni tidak benar. Mengutip dari okenews, kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro mengonfirmasi bahwa kondisi Rizieq Shihab di dalam sel Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, sangat mengkhawatirkan seperti diisolasi. Ia mengungkapkan, Rizieq Shihab mengalami sakit asam lambung dan sempat sesak nafas hingga hampir pada 1 Januari 2021 bahkan sempat meminta pertolongan melalui CCTV yang terpasang di depan kamar selnya.
“Kondisi Habib Rizieq sangat mengkhawatirkan, bahkan pada waktu malam itu kondisinya sangat darurat,” ungkapnya saat dikonfirmasi MNC Media, Jumat (8/1/2021).
Hal yang sama juga dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Mengutip dari Tribun Jateng, ia mengatakan, Rizieq sempat menderita asam lambung, sehingga kondisi kesehatannya menurun. Kemudian kepolisian langsung menangani Rizieq sesuai dengan SOP yang berlaku, yang di antaranya memberikan bantuan tabung oksigen meskipun Rizieq menolaknya dan memilih menggunakan tabung oksigen yang selalu dibawanya sebelum ditahan.
“Kondisi sekarang bagus, tadi baru dicek lagi. SOP untuk kesehatan dia (Rizieq-Red) kami lakukan betul, pengecekan didampingi oleh MER-C. Ada CCTV-nya, ada semua. Kami kasih tidak mau, dia (Rizieq) maunya oksigennya dia. Memang sebelum masuk sini selalu bawa tabung oksigen. Di mobilnya juga ada tabung oksigen,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (8/1).
Dengan demikian, unggahan akun Twitter @masbudi11 (@masbudi111) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena Rizieq Shihab menderita sakit asam lambung serta sesak nafas dan sudah ditangani sesuai dengan SOP yang berlaku.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Rizieq Shihab sakit yang tidak normal karena diracuni tidak benar. Mengutip dari okenews, kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro mengonfirmasi bahwa kondisi Rizieq Shihab di dalam sel Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, sangat mengkhawatirkan seperti diisolasi. Ia mengungkapkan, Rizieq Shihab mengalami sakit asam lambung dan sempat sesak nafas hingga hampir pada 1 Januari 2021 bahkan sempat meminta pertolongan melalui CCTV yang terpasang di depan kamar selnya.
“Kondisi Habib Rizieq sangat mengkhawatirkan, bahkan pada waktu malam itu kondisinya sangat darurat,” ungkapnya saat dikonfirmasi MNC Media, Jumat (8/1/2021).
Hal yang sama juga dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Mengutip dari Tribun Jateng, ia mengatakan, Rizieq sempat menderita asam lambung, sehingga kondisi kesehatannya menurun. Kemudian kepolisian langsung menangani Rizieq sesuai dengan SOP yang berlaku, yang di antaranya memberikan bantuan tabung oksigen meskipun Rizieq menolaknya dan memilih menggunakan tabung oksigen yang selalu dibawanya sebelum ditahan.
“Kondisi sekarang bagus, tadi baru dicek lagi. SOP untuk kesehatan dia (Rizieq-Red) kami lakukan betul, pengecekan didampingi oleh MER-C. Ada CCTV-nya, ada semua. Kami kasih tidak mau, dia (Rizieq) maunya oksigennya dia. Memang sebelum masuk sini selalu bawa tabung oksigen. Di mobilnya juga ada tabung oksigen,” ujar Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (8/1).
Dengan demikian, unggahan akun Twitter @masbudi11 (@masbudi111) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena Rizieq Shihab menderita sakit asam lambung serta sesak nafas dan sudah ditangani sesuai dengan SOP yang berlaku.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Narasi yang salah. Faktanya, sakit yang dialami oleh Rizieq Shihab adalah asam lambung dan sesak napas. Kepolisian sudah menanganinya sesuai dengan SOP yang berlaku.
Narasi yang salah. Faktanya, sakit yang dialami oleh Rizieq Shihab adalah asam lambung dan sesak napas. Kepolisian sudah menanganinya sesuai dengan SOP yang berlaku.
Rujukan
- https://nasional.okezone.com/read/2021/01/08/337/2340876/kondisi-habib-rizieq-di-penjara-sangat-mengkhawatirkan
- https://jateng.tribunnews.com/2021/01/08/sempat-sakit-polisi-pastikan-kondisi-rizieq-shihab-sudah-membaik
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GbmqM24b-cek-fakta-habib-rizieq-sakit-karena-diracun-ini-faktanya
(GFD-2021-6058) [SALAH] Video Temuan Barang dan Puing Kecelakaan Pesawat Sriwijaya SJ182
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 11/01/2021
Berita
Dalam video
“Ya Allah semoga korban dlm kecelakan pesawat Sriwijaya SJ182 semua’a Husnul khotimah & diberikan ketabahan bagi keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan”
Caption video
“innalillahi wainnailaihi rojiun… semoga husnul khotimah.. aamiin
kecelakaanmaut #sriwijayaarilines #khusnulkhotimah”
“Ya Allah semoga korban dlm kecelakan pesawat Sriwijaya SJ182 semua’a Husnul khotimah & diberikan ketabahan bagi keluarga yang di tinggalkan di berikan ketabahan”
Caption video
“innalillahi wainnailaihi rojiun… semoga husnul khotimah.. aamiin
kecelakaanmaut #sriwijayaarilines #khusnulkhotimah”
Hasil Cek Fakta
Beredar pada aplikasi tiktok sebuah video berdurasi 24 detik yang diunggah oleh @dhie. Video tersebut mengambarkan suasana di kapal yang terlihat beberapa barang dan pada unggah video tersebut disertakan hastag sriwijayaairlines.
Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan video temuan barang dan puing pesawat Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan pada 29 Oktober 2018. Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dengan rute Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan setelah mengudara 13 menit, pesawat jatuh pada pukul 06.33 WIB di koordinat S 5’49.052″ E 107’06.628″.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh @dhie bukan video barang temuan dan kondisi pencarian dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182. Video tersebut merupakan temuan barang dan puing kecelakaan pesawat Lion Air jt610 29 Oktober 2018, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan video temuan barang dan puing pesawat Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan pada 29 Oktober 2018. Pesawat tersebut lepas landas pada pukul 06.20 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dengan rute Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dan setelah mengudara 13 menit, pesawat jatuh pada pukul 06.33 WIB di koordinat S 5’49.052″ E 107’06.628″.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh @dhie bukan video barang temuan dan kondisi pencarian dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ182. Video tersebut merupakan temuan barang dan puing kecelakaan pesawat Lion Air jt610 29 Oktober 2018, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Faktanya, video tersebut merupakan temuan puing dan barang pada kecelakaan pesawat Lion Air jt610 pada 29 Oktober 2018.
Faktanya, video tersebut merupakan temuan puing dan barang pada kecelakaan pesawat Lion Air jt610 pada 29 Oktober 2018.
Rujukan
(GFD-2021-6059) [SALAH] “pdip menolak dng tegas hukuman mati bagi koruptor, dengan alasan semua koruptor adalah teman sehidup semati mereka…”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/01/2021
Berita
“🤕🤕🤕🤕🤕
waduh no coment…
hehehehee…..
kenyataan kan bossss…”
Narasi dalam gambar:
“pdip menolak dng tegas hukuman mati bagi koruptor, dengan alasan semua koruptor adalah teman sehidup semati mereka…”
waduh no coment…
hehehehee…..
kenyataan kan bossss…”
Narasi dalam gambar:
“pdip menolak dng tegas hukuman mati bagi koruptor, dengan alasan semua koruptor adalah teman sehidup semati mereka…”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Matt Hamvo mengunggah gambar berupa hasil tangkapan layar yang memperlihatkan Sekretaris Jendral DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam cover artikel CNN Indonesia dan pada gambar tersebut terdapat narasi yang mengklaim alasan Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) menolak secara tegas hukuman mati bagi koruptor karena semua koruptor adalah teman sehidup semati mereka.
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan artikel CNN Indonesia dengan gambar cover serupa yang berjudul “PDIP Tolak Hukuman Mati Koruptor: Kita Harus Rawat Kehidupan” yang diunggah pada Kamis, 12/12/2019.
Dalam artikel tersebut, PDIP tak setuju dengan wacana hukuman mati karena tidak sejalan dengan semangat kemanusiaan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan semua pihak tidak boleh menjadi penentu kehidupan seseorang.
Hasto mengaku sepakat esensi dari korupsi adalah membunuh kemanusiaan. Namun, hukuman terberat bagi tindak pidana korupsi bukan dengan cara membunuhnya.
“Untuk hal yang menyangkut dengan kehidupan seorang manusia tersebut, kita harus hati-hati karena kita bukan pemegang kehidupan atas orang per orang. Kita harus merawat kehidupan itu,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/12).
Hasto menganggap koruptor tetap harus dihukum berdasarkan dengan tingkat korupsinya. Selain dimiskinkan dan penjara seumur hidup, masih banyak cara untuk mencegah seseorang melakukan korupsi. Seperti pencabutan hak politik koruptor atau cara lain untuk menciptakan efek jera.
Dengan demikian, klaim alasan PDIP menolak hukuman mati bagi koruptor karena koruptor teman sehidup semati mereka adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang di manipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, ditemukan artikel CNN Indonesia dengan gambar cover serupa yang berjudul “PDIP Tolak Hukuman Mati Koruptor: Kita Harus Rawat Kehidupan” yang diunggah pada Kamis, 12/12/2019.
Dalam artikel tersebut, PDIP tak setuju dengan wacana hukuman mati karena tidak sejalan dengan semangat kemanusiaan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan semua pihak tidak boleh menjadi penentu kehidupan seseorang.
Hasto mengaku sepakat esensi dari korupsi adalah membunuh kemanusiaan. Namun, hukuman terberat bagi tindak pidana korupsi bukan dengan cara membunuhnya.
“Untuk hal yang menyangkut dengan kehidupan seorang manusia tersebut, kita harus hati-hati karena kita bukan pemegang kehidupan atas orang per orang. Kita harus merawat kehidupan itu,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/12).
Hasto menganggap koruptor tetap harus dihukum berdasarkan dengan tingkat korupsinya. Selain dimiskinkan dan penjara seumur hidup, masih banyak cara untuk mencegah seseorang melakukan korupsi. Seperti pencabutan hak politik koruptor atau cara lain untuk menciptakan efek jera.
Dengan demikian, klaim alasan PDIP menolak hukuman mati bagi koruptor karena koruptor teman sehidup semati mereka adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang di manipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Klaim yang salah. PDIP tidak setuju dengan wacana hukuman mati karena tidak sejalan dengan semangat kemanusiaan. Diketahui pula bahwa CNN Indonesia tidak pernah menerbitkan artikel dengan judul atau isi pemberitaan seperti halnya klaim.
Klaim yang salah. PDIP tidak setuju dengan wacana hukuman mati karena tidak sejalan dengan semangat kemanusiaan. Diketahui pula bahwa CNN Indonesia tidak pernah menerbitkan artikel dengan judul atau isi pemberitaan seperti halnya klaim.
Rujukan
(GFD-2021-8445) Keliru, Klaim Ini Video Antrian Masuk Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/01/2021
Berita
Video yang diklaim sebagai video antrian masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, beredar di Facebook. Dalam video itu, terlihat sebuah gedung yang dipenuhi dengan ratusan orang yang mengenakan masker. Terlihat pula puluhan tempat tidur yang dipenuhi pasien. Di beberapa titik, terdapat sejumlah petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD).
Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun Lutfiyah Mufid, tepatnya pada 9 Januari 2021. Akun ini menulis, "Ini bukan antrian bandara, ini antrian masuk ke wisma atlet.. hati2 ikut protokol kesehatan.. Kemarin tembus 10rb lebih kasus confirm baru. Kopas : drg.afifuddin (Dari grup Dinas kesehatan kab Pasuruan)."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Lutfiyah Mufid yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut bukan diambil di RSD Wisma Atlet, Jakarta, melainkan di Pusat Kuarantin dan Rawatan Covid-19 Berisiko Rendah (PKRC) Taman Ekspo Pertanian Malaysia (MAEPS) di Serdang, Selangor, Malaysia.
Video yang sama dengan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh kanal YouTube Dia BossKu pada 7 Januari 2021 dengan judul "Info Terkini || Pusat Kuarantin MAEPS SERDANG". Dalam keterangannya, tertulis bahwa video itu menunjukkan kondisi PKRC MAEPS di Serdang. Kanal ini pun menulis bahwa video itu berasal dari unggahan sebuah halaman di Facebook.
Halaman Facebook yang dimaksud adalah halaman milik organisasi non-pemerintah We Are Malaysians. Halaman ini mengunggah video tersebut pada 7 Januari 2021. Video itu diberi keterangan "Quarantine Centre. MAEPS, Serdang Quarantine Centre. #stayathome #COVID19".
Tempo kemudian menelusuri pemberitaan terkait kondisi PKRC MAEPS di Serdang, Malaysia. Dilansir dari mStar, video itu memang viral di Malaysia baru-baru ini. Video tersebut disebarkan dengan narasi bahwa PKRC MAEPS penuh, serta fasilitas dan perawatan yang diberikan kepada pasien Covid-19 kurang memuaskan. Kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan warganet, apalagi dengan peningkatan kasus harian Covid-19 di Malaysia yang mencapai angka 3 ribu.
Namun, salah satu pasien Covid-19 yang ditampung di MAEPS berbagi pengalaman yang jauh berbeda dengan yang diklaim di media sosial. Kepada mStar, Muhamad Afifie Chan mengatakan dia dirawat di MAEPS sejak 7 Januari 2021 setelah terkonfirmasi positif Covid-19. "Video yang tersebar di media sosial menunjukkan bahwa banyak orang yang antri, tapi bukan ingin masuk ke aula, melainkan dipulangkan karena sudah sembuh," ujarnya.
"Sebenarnya tidak ramai sampai aula penuh. Lebih banyak tempat tidur yang kosong. Saya dan yang lainnya ditempatkan di tempat tidur sendiri-sendiri. Tidak ada yang menakutkan di aula MAEPS ini. Situasi di sini tenang, nyaman, dan bersih," kata Afifie. Pria berusia 30 tahun itu juga menjelaskan bahwa para petugas sangat ramah dan selalu memberikan semangat kepada pasien. "Makanan juga diberikan tiga kali sehari," ujar Afifie.
Dikutip dari Sinar Harian, seorang pasien juga mengatakan bahwa PKRC MAEPS tidak penuh dan ramai seperti yang dibayangkan. Banyak tempat tidur yang masih kosong. "Kalau untuk tempat karantina bagi warga lokal, hanya setengah dari jumlah tempat tidur yang terpakai. Separuh lainnya masih kosong," ujar pasien tersebut.
Pasien itu menyarankan pemerintah Malaysia untuk membuat pusat karantina yang tidak ber-AC dan terbuka. Menurut dia, PKRC MAEPS juga tidak menerapkan jarak sosial antar pasien. "Di sini, saya harus pakai masker karena kita berada dalam ruang ber-AC. Rasanya tidak nyaman, tapi bisa diterima karena rumah sakit telah penuh dengan pasien Covid-19, dan pemerintah juga telah melakukan yang terbaik bagi kami," katanya.
Dilansir dari The Star, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) pun telah menyatakan bahwa video yang viral tersebut tidak mencerminkan situasi yang sebenarnya di PKRC MAEPS. Kepala unit komunikasi NADMA, Nur Daliza Dohat, mengatakan video itu tidak menunjukkan gambaran keseluruhan aula, tempat pasien Covid-19 ditampung.
Menurut Daliza, PKRC MAEPS memiliki 8 ribu tempat tidur, dan mampu menampung hingga 10 ribu tempat tidur. Hingga 8 Januari 2021, PKCR MAEPS merawat 2.863 pasien. "Artinya, masih ada 5.137 tempat tidur yang kosong. Situasi yang ditampilkan dalam video itu membingungkan. Apa yang terlihat dalam video tersebut adalah situasi normal selama proses pemulangan harian," ujarnya.
Daliza mengatakan, meski tidak ada sekat di aula, jarak fisik pasien Covid-19 tetap diterapkan sesuai standar prosedur operasi (SOP). Tidak adanya sekat memungkinkan para petugas memantau pasien secara efektif, katanya, seraya menambahkan bahwa saat ini terdapat 1.170 petugas dari berbagai instansi yang ditempatkan di PKRC MAEPS.
MAEPS diaktifkan kembali sebagai PKRC pada 9 Desember 2020 setelah ditutup pada 15 Juli 2020. PKRC MAEPS pertama kali dibuka pada 16 April 2020. PKRC MAEPS diaktifkan kembali sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 tanpa gejala, untuk memastikan tempat tidur di rumah sakit memadai bagi pasien yang bergejala. Sementara itu, jumlah kumulatif pasien Covid-19 yang dirawat di PKRC MAEPS sejak dibuka adalah sebanyak 19.121 orang.
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet
Berdasarkan arsip berita Tempo, RSD Wisma Atlet, Jakarta, terus mencatatkan penambahan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat. Pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di RS tersebut pada 11 Januari 2021 mencapai 4.331 orang. Pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang ini dirawat inap di Tower 4, 5, 6, dan 7 Wisma Atlet.
"Hari ini, dilaporkan pasien yang menjalani rawat inap bertambah 76 orang," kata juru bicara RSD Wisma Atlet Kolonel Mar Aris Mudian pada 11 Januari 2021. Pada 8 Januari 2021 lalu, RSD Wisma Atlet mencatat pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap bertambah 147 orang. "Total pasien yang dirawat inap saat ini sebanyak 4.240 orang," kata Aris.
Adapun total pasien yang menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet sejak 23 Maret 2020 hingga saat ini mencapai 45.234 orang. Sebanyak 40.903 orang sudah keluar, di mana 40.316 orang telah dinyatakan sembuh dan 566 orang dirujuk ke RS rujukan Covid-19 karena menunjukkan gejala berat.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video antrian masuk pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, keliru. Video itu menunjukkan suasana di Pusat Kuarantin dan Rawatan Covid-19 Berisiko Rendah (PKRC) Taman Ekspo Pertanian Malaysia (MAEPS) di Serdang, Selangor, Malaysia. Menurut otoritas Malaysia, video itu memperlihatkan proses pemulangan pasien Covid-19 dari pusat karantina tersebut.
ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/pasien-covid-19
- https://www.youtube.com/watch?v=SLmnCi0ggIo
- https://web.facebook.com/watch/?ref=saved&v=494150091548087
- https://www.mstar.com.my/lokal/viral/2021/01/09/kecoh-dakwaan-maeps-sesak-pesakit-covid-19-dedah-hal-sebenar--tak-pernah-kena-beratur-janganlah-anggap-macam-tandas-kat-hotel
- https://www.sinarharian.com.my/article/118212/BERITA/Nasional/PKRC-MAEPS-tidak-penuh-sesak
- https://www.thestar.com.my/news/nation/2021/01/09/viral-video-of-maeps-covid-19-quarantine-centre-is-confusing-says-nadma
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://metro.tempo.co/read/1422083/pasien-covid-19-terus-bertambah-rsd-wisma-atlet-rawat-4-331-orang-hari-ini
- https://metro.tempo.co/read/1421232/hari-ini-pasien-covid-19-di-rsd-wisma-atlet-bertambah-147-orang/full&view=ok
Halaman: 6867/7940



