• (GFD-2021-6193) [SALAH] Karena Disuntik Vaksin, Dokter di Palembang Meninggal

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/01/2021

    Berita

    ALLAHUMMAGHFIRLAHU
    Semalam sahabatku (dokter, 49 thn) ditemukan wafat di mobilnya. Kamis kemarin ia divaksin. Ia tidak punya comorbid & tak ada riwayat dirawat di rumah sakit.

    Apakah ini ada hubungannya dgn vaksin? Perlu penjelasan dari dinkes kota sebagai penanggungjawab vaksin sekaligus lembaga di mana sahabatku mengabdi. Sebagai dokter saya sdh bilang bhw pemberian vaksin atau obat apapun harus benar2 ilmiah dg jaminan safety & efficacy yg baik.

    Tidak ada yg kebetulan di dunia ini dan tidak ada mushibah termasuk kematian kecuali sudah digariskan oleh Allah. Manusia diberi kebebasan bersikap & bertindak sesuai dgn kapasitas keilmuannya. Karena itu saya tak jemu mengingatkan utk selalu memutuskan, bersikap & berbuat berdasarkan ilmu bukan berdasar kepentingan.

    Moga para pemimpin bijak dalam hal apapun krn mereka akan diminta pertanggungjawabannya.

    “Selamat jalan sahabatku, Allah menyayangimu”
    Vaksin corona menyebabkan meninggal

    dokter meninggal

    Meninggal setelah vaksin
    Meninggal karena di vaksinasi
    Meninggal usai vaksin
    meninggal setelh vaksin covid
    vaksin bikin meninggal
    Vaksin covid buat meninggal
    Vaksin covid meninggal
    meninggal karena vaksin

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun bernama Prof. Yuwono mengunggah foto dengan narasi yang mengklaim bahwa seorang dokter di Palembang, meninggal usai menerima suntikan vaksin. Unggahan ini pun beredar dan telah dibagikan lebih dari 1.000 kali dengan 1.000 komentar.

    Namun, setelah dilakukan pengecekan fakta, klaim ini ternyata adalah hoaks. Melansir dari artikel Liputan6, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan bahwa memang benar ada dokter berinisial JF yang meninggal dunia. Namun dirinya menjelaskan bahwa meninggalnya JF bukan akibat dari suntikkan vaksin.

    “Berdasarkan pemeriksaan dokter forensik, yang bersangkutan meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan.”

    Melalui hasil visum yang dilakukan, menunjukan bahwa JF meninggal dunia karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

    Meskipun JF sempat menerima suntikkan vaksin pada 21 Januari 2021, namun Yudhi memastikan bahwa JF masih dalam keadaan sehat setelah disuntik. JF tidak menunjukkan gejala apapun yang biasa timbul akibat suntikkan vaksin.

    Yudhi juga menjelaskan, bila terjadi suatu reaksi pada tubuh seseorang yang menjalani vaksinasi, pasti hal tersebut akan cepat diketahui. Sebab reaksi yang timbul bisa terjadi dalam beberapa menit setelah vaksinasi dilakukan. Itulah mengapa, salah satu prosedur vaksinasi yang wajib dilakukan adalah setiap orang yang baru saja menjalani suntik vaksin, harus menunggu selama 30 menit di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

    “Sehingga bisa diketahui apakah ada reaksi yang terjadi atau tidak. Itu SOP yang sudah diterapkan dalam proses vaksinasi,” ujarnya.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa dokter di Palembang meninggal karena disuntik vaksin adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya dokter yang meninggal bukan karena disuntik vaksin. Hasil visum menunjukkan bahwa dokter tersebut meninggal karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6186) [SALAH] Foto “anak korban vaksinasi covid”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/01/2021

    Berita

    “Doakan anak ini semoga sembuh.. Ini korban vaksinasi covid.. Anda masih ingin di vaksin!!?????”.

    Korban vaksinasi covid19
    korban vaksin
    bayi vaksin

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan foto lama dengan narasi yang menimbulkan kesimpulan yang keliru, mengaitkan dengan kondisi saat ini sehubungan dengan vaksin COVID-19.

    detikHealth: “Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memulai program vaksinasi COVID-19 pada hari Rabu (13/1/2021). Vaksin COVID-19 yang digunakan diproduksi oleh Sinovac dan sudah mendapat izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).”

    Kesimpulan

    BUKAN foto anak korban vaksinasi COVID-19. FAKTANYA, ditemukan foto serupa yang sudah beredar di Internet sejak tahun 2016.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6187) [SALAH] “Kesan Abdul Somad Saat Divaksin: Ndak Terasa Sakit, Tak Sesakit Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/01/2021

    Berita

    “#Ayak2WAE

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Anto Sies mengunggah gambar berupa hasil tangkapan layar artikel Radar Petamburan yang berjudul “Kesan Abdul Somad Saat Divaksin: Ndak Terasa Sakit, Tak Sesakit Ditinggal Pas Lagi Sayang-Sayangnya” diunggah pada Kamis (21/1/2021).

    Dalam gambar itu terlihat Ustad Abdul Somad tengah disuntik oleh petugas kesehatan. Unggahan tersebut telah mendapat 169 Komentar dan 11 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lain.

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan artikel berita Radar Petamburan seperti pada gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh Akun Anto Sies. Diketahui gambar tersebut adalah hasil suntingan/editan. Gambar aslinya adalah petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020).

    Gambar asli ditemukan pada artikel antarafoto.com yang berjudul “Simulasi Vaksinasi Covid-19” Kamis (10/12/2020). Disebutkan bahwa petugas kesehatan di Bali menggelar simulasi penyuntikkan vaksin Covid-19 sebagai bentuk persiapan penyuntikkan vaksinasi Covid-19.

    Dengan demikian, gambar hasil tangkapan layar yang diunggah oleh akun Facebook Anto Sies adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori konten satire/parodi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).

    Gambar hasil suntingan/editan. Tidak ditemukan artikel berita Radar Petamburan seperti pada gambar yang diunggah oleh Akun Anto Sies. Gambar aslinya adalah petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) saat simulasi di lingkungan Kodam IX Udayana, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2020).

    Rujukan

  • (GFD-2021-6188) [SALAH] “Tangkapan layar Gus Milos saat dihubungi pihak Metro TV yang memberikan bantuan bagi korban banjir”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/01/2021

    Berita

    Akun Kompyang Iwantara (fb.com/kompyang.iiewandthara) pada 22 Januari 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar yang seolah merupakan tampilan program Breaking News Metro TV berjudul “GUS MILOS BERIKAN BANTUAN BAGI KORBAN BANJIR” ke grup FANS MEGAWATI dengan narasi sebagai berikut:

    “Bersama Milos, membangun negri.
    Tangkapan layar Gus Milos saat dihubungi pihak Metro TV yang memberikan bantuan bagi korban banjir.
    Sungguh mulia sekali kader PDIP satu ini yang sangat jarang pencitraan dengan memfoto dirinya sedang berada dilokasi bencana, beliau mendukung dari balik layar dengan senyap dan tulus ikhlas.
    Salam bantenk”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar tangkapan layar program Breaking News Metro TV yang berjudul “GUS MILOS BERIKAN BANTUAN BAGI KORBAN BANJIR” adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, gambar itu merupakan editan dari program Breaking News Metro TV yang berjudul “BANJIR BANDANG TERJANG KAB. JAYAPURA” pada menit ke-05 dan detik ke-23 yang tayang pada 17 Maret 2019 pada situs metrotvnews.com.

    Pria yang sedang diwawancarai di video itu bukanlah sesorang bernama Gus Milos seperti yang diklaim oleh sumber klaim, melainkan Kontributor Metro TV, Ricardo Hutahean.

    Tampilan saat Ricardo Hutahean diwawancarai diganti dengan foto Sonny T. Danaparamita, Anggotra Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, yang wajahnya diganti dengan wajah Ricardo Milos, seorang model dewasa Brasil yang dikenal karena foto dan videonya sering dijadikan bahan meme.

    Kesimpulan

    Gambar editan / suntingan. Gambar itu merupakan editan dari program Breaking News Metro TV yang berjudul “BANJIR BANDANG TERJANG KAB. JAYAPURA” pada menit ke-05 dan detik ke-23 yang tayang pada 17 Maret 2019 pada situs metrotvnews.com.

    Rujukan