(GFD-2021-8465) Sesat, Klaim Ini Video Astronot yang Lompat dari Pesawat Luar Angkasa di Ketinggian 128 Ribu Kaki
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/01/2021
Berita
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian astronot yang terjun dari angkasa beredar di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai video astronot Austria yang melompat dari pesawat luar angkasa yang berada di ketinggian 128 ribu kaki dan menempuh perjalanan sejauh 1.236 kilometer ke bumi dalam waktu 4 menit 5 detik. Menurut klaim tersebut, video ini merupakan video milik kantor berita BBC.
Di Facebook, video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Andiyundinaraihan Andiyundinaraihan, tepatnya pada 21 Januari 2021. Akun ini menuliskan narasi, “Angkasawan Austria melompat dr ketinggian 128000 kaki dr kapal angkasa dn menempuh perjalanan sejauh 1236 kilometer kebumi dalam waktu 4 menit 5 detik. Dia melihat bumi berputar dengan jelas. Vidio rekaman BBC yang menarik dn mengejutkan. Masya Allah.... Allahu Akbar...”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Andiyundinaraihan Andiyundinaraihan pada 21 Januari 2021 yang memuat klaim sesat terkait video dari BBC yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan toolInVID. lalu, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa pria dalam video itu bukan astronot, melainkan atlet terjun bebas berkebangsaan Austria bernama Felix Baumgartner. Ia melompat dari ketinggian 128.100 kaki, atau 39 kilometer dari permukaan bumi.
Video tersebut pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Red Bull pada 16 Oktober 2012 dengan judul “Red Bull Stratos - World Record Freefall”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa Felix Baumgartner mencapai kecepatan sekitar 1.357,6 kilometer per jam atau 843,6 mil per jam ketika melompat dari stratosfer, yang membuatnya menjadi orang pertama yang menyaingi kecepatan suara saat terjun bebas.
Red Bull Stratos merupakan sebuah projek dengan misi melampaui batas manusia dan memajukan penemuan ilmiah untuk kepentingan umat manusia. Misi yang berhasil mereka selesaikan telah memecahkan rekor dunia serta memberikan data medis dan ilmiah yang berharga bagi para pionir masa depan.
Menurut ketua tim projek tersebut, Art Thompson, Red Bull Stratos adalah program uji terbang ilmiah multilevel kelas dunia. Program ini diluncurkan pada 14 Oktober 2012. Felix Baumgartner diterjunkan dari Roswell, New Mexico, Amerika Serikat, dan naik ke stratosfer dengan balon helium. Ia menjadi orang pertama yang melampaui kecepatan suara saat terjun bebas.
Aksi Felix Baumgartner ini juga diberitakan oleh BBC pada 14 Oktober 2012 dengan judul “Skydiver Felix Baumgartner breaks sound barrier”. BBC juga menulis bahwa Baumgartner merupakan penerjun bebas pertama yang melaju lebih cepat dari kecepatan suara, mencapai kecepatan maksimum 1.342 kilometer per jam atau 833,9 mil per jam.
Saat melompat keluar dari balon yang berada di ketinggian 128.100 kaki atau 39 kilometer di atas New Mexico, pria berusia 43 tahun itu juga memecahkan rekor dunia terjun bebas tertinggi. Hanya butuh kurang dari 10 menit bagi Baumgartner untuk turun. Saat berada di ketinggian beberapa ribu kaki, ia membuka parasutnya. Setelah mendarat, dia berlutut dan mengangkat tinjunya dengan penuh kemenangan.
"Izinkan saya memberi tahu Anda, ketika saya berdiri di sana, di puncak dunia, Anda akan menjadi sangat rendah hati. Anda tidak berpikir untuk memecahkan rekor dunia lagi, Anda tidak berpikir untuk mendapatkan data ilmiah, satu-satunya hal yang Anda inginkan adalah kembali hidup-hidup," kata Baumgartner usai melakukan aksi tersebut.
Felix Baumgartner
Dikutip dari situs pribadi Felix Baumgartner, felixbaumgartner.com, pria kelahiran Salzburg, Austria, pada 1969 ini mulai mendalami dunia terjun payung pada usia 16 tahun. Ia kemudian memperluas keahliannya sebagai bagian dari tim demonstrasi dan kompetisi militer Austria.
Pada 1988, Baumgartner mulai melakukan aksi terjun payung untuk Red Bull. Pemikiranout-of-the-boxperusahaan dan semangat petualang Baumgartner begitu klik, sehingga sejak saat itu mereka berkolaborasi. Baumgartner pun menjadi atlet Red Bull paling terkenal di dunia saat ini.
Baumgartner menyebut hari dimana ia melakukan aksinya pada 14 Oktober 2012 tersebut sebagai hari yang sangat istimewa. Setelah bertahun-tahun berlatih, melakukan penelitian dengan tim, ia akhirnya siap dan mampu melakukan uji lompat pertama setinggi 21 kilometer di atas permukaan bumi.
“Pada hari itu, setelah saya mendarat dengan selamat di tanah di Roswell, New Mexico, kami semua tahu bahwa sangat mungkin untuk melampaui kecepatan suara. Hanya masalah waktu sampai impian saya menjadi kenyataan, dan itu terjadi,” kata Baumgartner.
Berdasarkan arsip berita Tempo, sebelum beraksi di New Mexico, Baumgartner telah melompat dari dua bangunan tertinggi di dunia, termasuk patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro. Dia juga telah melakukan terjun payung melintasi Selat Inggris. Selain itu, ia pernah terjun ke dalam gua gelap sedalam 190 meter, yang dianggapnya sebagai lompatan tersulit sepanjang kariernya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video astronot Austria yang melompat dari pesawat luar angkasa yang berada di ketinggian 128 ribu kaki, menyesatkan. Pria berpakaian astronot dalam video tersebut memang terjun dari ketinggian sekitar 128 ribu kaki dan berasal dari Austria, namun ia bukan astronot, melainkan atlet terjun payung. Atlet yang bernama Felix Baumgartner ini pun tidak terjun dari pesawat luar angkasa, melainkan dari balon helium. Video tersebut diambil pada 14 Oktober 2012 saat Baumgartner terjun dari ketinggian 128.100 kaki atau 39 Kilometer di atas wilayah New Mexico, AS. Aksinya itu membuat Baumgartner menjadi penerjun payung pertama yang melaju lebih cepat dari kecepatan suara, dengan kecepatan maksimum 1.342 kilometer per jam.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/astronot
- https://archive.vn/bikN4
- https://www.tempo.co/tag/austria
- https://bit.ly/39SmmNP
- https://win.gs/3pa2uMy
- https://bbc.in/3c3uf5Y
- https://www.tempo.co/tag/rekor-dunia
- https://bit.ly/3c3ufTw
- https://bit.ly/2Y6j6ZT
- https://www.tempo.co/tag/kecepatan-suara
- https://bit.ly/39PIN6m
- https://www.tempo.co/tag/luar-angkasa
(GFD-2021-8466) Keliru, Pakai Masker Membuat CO2 Menumpuk dan Keasaman Tubuh Naik Sehingga Rentan Virus
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/01/2021
Berita
Klaim bahwa memakai masker bisa membuat karbon dioksida atau CO2 menumpuk dan keasaman tubuh meningkat sehingga rentan terhadap virus dan bakteri beredar di Facebook. Klaim ini diunggah oleh akun Setyo Hajar Dewantoro pada 21 Januari 2021, yang dilengkapi dengan gambar tangkapan layar berita dari situs media Detik.com. Berita ini menyebut tubuh tidak bisa mentolerir derajat keasaman atau pH di bawah 7 atau terlalu asam.“Gini lo ya soal masker itu. Masker membuat sirkulasi udara di tubuh jadi tidak natural. Anda menghirup kembali CO2 yang mestinya Anda buang. Tentu saja itu membuat CO2 makin menumpuk di dalam darah, membuat kadar keasaman tubuh meningkat. Itu membuat badan jadi rentan pada virus dan bakteri,” demikian klaim yang ditulis oleh akun Setyo Hajar Dewantoro.
Kemudian, akun tersebut juga mengklaim bahwa orang-orang yang rajin menggunakan masker, apalagi dalam jangka panjang, justru memiliki kemungkinan positif Covid-19 yang lebih tinggi saat menjalani tesswabPCR atau tes rapid antigen. "Kalo diswab PCR dan rapid test antigen, orang-orang yang rajin pake masker apalagi dalam jangka panjang ya probabilitas positif jadi tinggi,” katanya.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Setyo Hajar Dewantoro yang memuat klaim keliru terkait pemakaian masker di tengah pandemi Covid-19.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa memakai masker meningkatkan kadar CO2 dan keasaman dalam tubuh, yang kemudian membuat rentan terinfeksi virus dan bakteri, tidak sesuai dengan penelitian yang ada. Masker justru menjadi pelindung agar terhindar dari infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19. Berita Detik.com yang digunakan untuk melengkapi klaim itu pun tidak berisi penjelasan bahwa masker bisa meningkatkan kadar CO2 atau pun keasaman dalam tubuh.
Mula-mula, Tempo memeriksa isi berita Detik.com tersebut, yang merupakan berita lama yang dimuat pada 9 Maret 2010 dan berjudul "Agar pH Tubuh Tidak Terlalu Asam". Tidak ada satu pun kalimat dalam berita ini yang menjelaskan bahwa meningkatnya keasaman dalam tubuh disebabkan oleh penggunaan masker. Menurut berita itu, tubuh terlalu asam diduga karena diet dan stres.
Tubuh menjadi terlalu asam ketika seseorang terlalu sering makan makanan olahan, makanan kemasan, makanan manis, pasta, produk susu (susu, keju, es krim), minuman beralkohol, obat-obatan, dan garam meja. Makan daging juga meningkatkan keasaman tubuh. Sementara stres ikut memainkan peran penting dalam membuat tubuh terlalu asam. Ini menjawab mengapa orang yang terus hidup dalam ketegangan dan kekakuan cenderung memiliki asam yang cukup banyak.
Tempo kemudian menelusuri informasi tentang keterkaitan antara pemakaian masker dengan kadar CO2 dalam tubuh. Spesialis pengobatan kritis dari Hospital and Clinic University of Iowa, Gregory A. Schmidt, menuturkan bahwa menggunakan masker tidak akan mengganggu sirkulasi udara, baik kadar oksigen maupun kadar CO2 dalam tubuh.
Mereka mengukur tingkat saturasi oksigen dan CO2 di dalam tubuh Danica, seorang terapis pernapasan, ketika memakai masker denganpulse oxymeter. Sebagai informasi, tingkat normal saturasi oksigen dalam darah berada pada level 95-100 persen, sementara CO2 pada level 35-45 persen.
Hasilnya, saat masker dan pelindung wajah (face shield) digunakan selama dua jam, tingkat saturasi oksigen Danica berada pada level 98 persen dan CO2 pada rentang 33-35 persen. Demikian pula ketika durasi pemakaian masker diperpanjang menjadi 4 jam, tingkat saturasi oksigen Danica mencapai 98 persen dan CO2 berada pada level 34 persen. Pada durasi penggunaan masker 6 jam, tingkat saturasi oksigen mencapai 99 persen dan CO2 sebesar 32 persen.
Menurut Gregory, oksigen dan CO2 berukuran sangat kecil sehingga mudah melewati celah-celah masker. Sedangkandroplet, atau cipratan air liur (yang menjadi medium penularan virus Corona), berukuran lebih besar dibandingkan oksigen dan CO2 sehingga tidak mudah menerobos masker.
Menurut arsip berita Tempo, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Andika Chandra Putra, juga mengatakan bahwa pemakaian masker untuk mencegah penularan Covid-19 tidak akan menimbulkanhypoxiaatau kondisi berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Bahkan, penggunaan masker N95, masker dengan kerapatan tertinggi dibandingkan masker bedah dan kain, secara sering sekalipun tidak sampai dilaporkan mengubah fungsi paru-paru.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa memakai masker membuat karbon dioksida atau CO2 menumpuk dan keasaman tubuh meningkat sehingga rentan terhadap virus dan bakteri, keliru. CO2 dan oksigen berukuran sangat kecil sehingga bisa keluar-masuk dengan mudah melewati masker. Sementaradropletberukuran lebih besar, sehingga akan terhalang ketika memakai masker. Dengan demikian, pemakaian masker justru melindungi seseorang dari Covid-19, yang juga harus disertai dengan menjaga jarak serta mencuci tangan.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://archive.is/lQF9h%20
- https://www.tempo.co/tag/masker
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1314497/agar-ph-tubuh-tidak-terlalu-asam-
- https://uihc.org/health-topics/do-face-masks-make-you-retain-carbon-dioxide
- https://www.tempo.co/tag/co2
- https://www.tempo.co/tag/oksigen
- https://tekno.tempo.co/read/1382573/dokter-paru-pakai-masker-cegah-covid-19-tak-sebabkan-hypoxia/full&view=ok
(GFD-2021-6167) [SALAH] “VAKSINASI PRESIDEN HARUS DIULANG DAN HATI-HATI DENGAN VAKSINASI”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/01/2021
Berita
Beredar sebuah pesan beranta pada Whatsapp yang menyebutkan bahwa "VAKSINASI PRESIDEN HARUS DIULANG DAN HATI-HATI DENGAN VAKSINASI"
Vaksinisasi jokowi
Vaksin ulang
Presiden jokowi harus divaksin ulang
Vaksinasi Presiden Harus di Ulang
Vaksin presiden jokowi harus diulang
Jokowi vaksin
Presiden vaksin ulang
Vaksin ulang jokowi
Vaksinasi virus corona
Vaksinisasi jokowi
Vaksin ulang
Presiden jokowi harus divaksin ulang
Vaksinasi Presiden Harus di Ulang
Vaksin presiden jokowi harus diulang
Jokowi vaksin
Presiden vaksin ulang
Vaksin ulang jokowi
Vaksinasi virus corona
Hasil Cek Fakta
FAKTANYA, menyuntik TIDAK harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular. Mengenai reaksi ADE, penyakit virus corona pada manusia TIDAK memiliki atribut klinis, epidemiologis, biologis, atau patologis dari penyakit ADE.
Rujukan
- httpfirstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. suara.com: “Dokter dari Cirebon Sebut Vaksinasi Presiden Gagal, PB IDI Angkat Bicara”
- http://bit.ly/39SAs1D /
- https://archive.md/aF9PP (arsip cadangan). republika.co.id: “Benarkah Suntik Vaksin Presiden Jokowi Harus Diulang?”
- http://bit.ly/3iw9b9c /
- https://archive.md/l9qXs (arsip cadangan). detik.com: “Pakar Sebut Fenomena ADE pada Kandidat Vaksin COVID-19 Aman”
- https://bit.ly/3p65BVZ /
- https://archive.md/tr32j (arsip cadangan). nih.gov: “Mitos injeksi intramuskular sudut 90 derajat”
- http://bit.ly/3qCpC6M (Google Translate) /
- https://archive.md/x3UW4 (arsip cadangan). nih.gov: “Vaksin COVID-19: Haruskah Kita Takut pada ADE?”
- http://bit.ly/3sKn8oQ (Google Translate) /
- https://archive.md/jTRFl (arsip cadangan). twitter.com/ProfesorZubairi,
- https://bit.ly/3o4YwmY /
- https://archive.md/sG2EK (arsip cadangan). jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id: “Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban”
- http://bit.ly/2MbkasM /
- https://archive.md/5q5jg (arsip cadangan). scopus.com: “Djoerban, Zubairi”
- https://bit.ly/2M5eKPT /
- https://archive.md/PbHZ9 (arsip cadangan).
(GFD-2021-6168) [SALAH] Foto Pemerintahan Biden Mengibarkan Bendera Rusia
Sumber: twitter.comTanggal publish: 22/01/2021
Berita
Akun Twitter Mr Reagan (@MrReaganUSA) mengunggah cuitan berupa foto dengan narasi yang menyebutkan bahwa pemerintahan Biden mengibarkan bendera Rusia di sebuah halaman yang luas. Unggahan tersebut telah mendapatkan atensi sebanyak 7,4 rb retweet dan 18,6 rb suka.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merujuk kepada “Field of Flags” di National Mall saat Gedung Capitol Amerika Serikat dipersiapkan untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS terpilih Joe Biden – Kamala Haris. Diperkirakan ada sekitar 191.500 bendera pada “Field of Flags” yang merepresentasikan ribuan orang Amerika yang tidak dapat menghadiri pelantikan Biden – Harris di Washington D.C. karena COVID-19 dan pengamanan yang ketat di sekitar Gedung Capitol.
Selain itu, “Field of Flags” yang juga merepresentasikan Washington D.C., 50 negara, dan 5 wilayah teritorial Amerika Serikat (Samoa Amerika, Guam, Kepulauan Mariana Utara, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat) melambangkan sebuah komitmen untuk acara yang inklusif dan aman yang dapat dinikmati dari rumah sebagai bagian dari tema pelantikan “Persatuan Amerika”.
Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, cuitan akun Twitter @MrReaganUSA dikategorikan sebagai Konten yang Salah.
Selain itu, “Field of Flags” yang juga merepresentasikan Washington D.C., 50 negara, dan 5 wilayah teritorial Amerika Serikat (Samoa Amerika, Guam, Kepulauan Mariana Utara, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat) melambangkan sebuah komitmen untuk acara yang inklusif dan aman yang dapat dinikmati dari rumah sebagai bagian dari tema pelantikan “Persatuan Amerika”.
Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, cuitan akun Twitter @MrReaganUSA dikategorikan sebagai Konten yang Salah.
Rujukan
- https://ktxs.com/news/nation-world/field-flags-national-mall'
- https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/blue-lights-are-beamed-into-the-sky-over-the-field-of-flags-news-photo/1230662210
- https://bideninaugural.org/presidential-inaugural-committee-announces-america-united-as-inaugural-theme/
- https://www.npr.org/sections/inauguration-day-live-updates/2021/01/20/958726800/nearly-200-000-flags-on-national-mall-represent-those-who-cannot-attend-inaugura
- https://www.voanews.com/usa/washington-high-alert-eve-biden-inauguration
Halaman: 6837/7945



