• (GFD-2021-6541) [SALAH] Surat BKN Tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil

    Sumber: Surat Edaran
    Tanggal publish: 17/03/2021

    Berita

    Beredar surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
    Narasi:

    KEPUTUSAN MENTERI
    NOMOR : 16332014-MENPAN-VI-2015
    TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA KALI DALAM JABATAN STATISTIK
    MENTERI

    Pendaftaran CPNS/PPPK

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari akun resmi media sosial BKN, surat itu tidak dikeluarkan oleh BKN. Dalam unggahannya, BKN juga menyertakan contoh kasus surat palsu tentang pengangkatan CPNS, dijelaskan bahwa sejak tahun 2016 oknum ini menjanjikan dapat membantu meluluskan CPNS dan korban baru menyadari kalau ia kena tipu pada tahun ini.

    “Mimin kasih contoh salah satu kasus, di mana sejak 2016 oknum ini menjanjikan bisa membantu meluluskan CPNS dan korbannya baru sadar kena tipu di tahun ini… Jadi buat #SobatBKN yg punya cita-cita menjadi CPNS jgn coba2 berfikir akan bisa lulus tanpa ikut tes ya…” tulisnya.

    BKN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum-oknum yang menjanjikan dapat membantu meluluskan CPNS tanpa tes.

    Dengan demikian, surat tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) adalah tidak benar dan termasuk dalam konten tiruan.

    Kesimpulan

    Surat tersebut bukan produk BKN. BKN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum-oknum yang menjanjikan dapat membantu meluluskan CPNS tanpa tes.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8542) Keliru, Screenshot Artikel yang Kutip Arief Poyuono bahwa Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode Karena Kerjanya Oke

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 16/03/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar atauscreenshotsebuah artikel dengan judul yang berisi kutipan dari politikus Partai Gerindra Arief Poyuono beredar di Facebook. Judul itu berbunyi "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode, Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK".
    Artikel itu dilengkapi dengan foto yang memperlihatkan momen ketika Arief diwawancara oleh wartawan. Akun ini membagikan gambar tersebut pada 12 Maret 2021. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan lebih dari seribu reaksi dan 267 komentar serta dibagikan 59 kali.
    Gambar tangkapan layar artikel yang beredar di Facebook yang merupakan hasil suntingan dari artikel Medcom.id yang berjudul "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode".

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri sumber artikel yang berjudul "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode, Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK" itu dengan mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tangkapan layar ini berasal dari artikel di situs media Medcom.id yang telah mengalami suntingan.
    Judul asli artikel Medcom.id itu adalah "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode". Artikel tersebut dimuat pada 12 Maret 2021. Artikel ini juga berisi foto yang sama dengan yang tercantum dalam gambar tangkapan layar yang beredar.
    Dalam artikel ini pun, tidak ditemukan pernyataan Arief bahwa Prabowo ingin Jokowi mengemban masa jabatan presiden selama tiga periode karena melihat dan merasakan kerjanya yang oke. Berikut isi lengkap artikel Medcom.id tersebut:
    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut menghendaki masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama tiga periode. Prabowo dinilai sosok yang mengikuti arah Kepala Negara."Ya saya pikir kalau melihat sekarang sih pasti Prabowo mau lah (Jokowi tiga periode)," kata mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam webinar bertajuk 'Jabatan Presiden Tiga Periode: Konstitusional atau Inkonsistusional', Kamis, 11 Maret 2021.Menurut Arief, Prabowo punya komitmen kuat terhadap apa yang dikatakan pemimpinnya. Prabowo disebut punya kapasitas pemikiran terhadap pengaruh politik atau sebagai balas budi menyikapi wacana presiden tiga periode.
    "Prabowo bisa membedakan, antara politik dan mana balas budi. Dia tapi biasanya lebih ke balas budi," ujar Arief.Keputusan jabatan presiden tiga periode pun, kata Arief, tetap menunggu sikap mau atau tidaknya Jokowi kembali maju. Arief pesimis Jokowi menang lagi di tengah gempuran dampak covid-19."Apakah Jokowi akan mau pengantinnya tiga periode? Kalaupun dia mau, dia maju lagi, saya katakan belum tentu dia akan menang, kalau dia tidak lulus di periode kedua ini dari dampak covid-19," ujar Arief.Arief menilai wacana tiga periode hal positif. Namun, sistem pemerintahan perlu dibangun secara bersih dan transparan serta penegakan hukum yang optimal."Jadi enggak perlu baper (bawa perasaan) untuk tiga periode. Ini wacana bagus kalau kita melihat pengalaman dari (politik) 'dagang sapi dan dagang kebo' setiap presiden terpilih," ucap Arief.
    Sebelumnya, dilansir dari CNN Indonesia, Arief Poyuono mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak akan mampu menjadi Presiden RI pada 2024. Menurut dia, Prabowo bakal kewalahan menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang diprediksi berlangsung lama.
    Arief pun mengusulkan agar UUD 1945 diamendemen agar Jokowi bisa kembali maju sebagai calon presiden pada 2024 untuk periode ketiga. "Enggak mampu dia (Prabowo) dalam menghadapi keadaan seperti ini, dan pasti kalau dia maju lawan Jokowi, pasti dia kalah," kata Arief pada 17 Februari 2021.
    Dia menuturkan perubahan batas maksimal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode patut dipertimbangkan, berkaca dari keberhasilan Jokowi selama menjadi presiden. Salah satunya adalah membuat ekonomi Indonesia tidak terkontraksi terlalu tinggi di tengah pandemi Covid-19.
    Arief menuturkan perubahan batas maksimal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode juga perlu dipertimbangkan karena tidak ada sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia selain Jokowi. Dua kader Partai Gerindra, yaitu Prabowo dan Sandiaga Uno, menurut dia, tidak mampu memimpin Indonesia di periode berikutnya.
    Di tengah pro-kontra mengenai wacana perubahan batas maksimal masa jabatan presiden ini, pada 15 Maret 2021, Presiden Jokowi menegaskan sikap bahwa dia adalah presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi. Karena itu, pemerintahannya akan berjalan tegak lurus dengan konstitusi tersebut.
    "Apalagi yang harus saya sampaikan? Bolak-balik ya sikap saya tidak berubah," ujar Jokowi. Ia menyatakan sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadi presiden 3 periode. UUD 1945, kata dia, telah mengatur masa jabatan presiden selama dua periode yang tentunya harus dipatuhi bersama.
    "Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden 3 periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ujar Jokowi.
    Menurut dia, di tengah pandemi saat ini, semestinya seluruh pihak mencegah adanya kegaduhan baru. Seluruh elemen bangsa seharusnya bersama-sama bahu membahu membawa Indonesia keluar dari krisis pandemi dan menuju lompatan kemajuan baru. "Janganlah membuat kegaduhan baru. Kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," katanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode, Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK" tersebut keliru. Gambar itu merupakan hasil suntingan dari artikel di situs media Medcom.id pada 12 Maret 2021 yang berjudul "Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode". Dalam artikel ini pun, tidak ditemukan pernyataan Arief bahwa Prabowo ingin Jokowi mengemban masa jabatan sebagai presiden 3 periode karena melihat dan merasakan kerjanya yang oke.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6531) [SALAH] Memakai Emas Dapat Menyebabkan Alzheimer

    Sumber: Artikel
    Tanggal publish: 16/03/2021

    Berita

    “…Jadi ketika perhiasan tersebut dipakai dalam waktu yang lama, darah dan urine pada laki-laki bisa terkena efek sampingnya. Keduanya bisa memiliki kandungan atom emas yang melebihi batas. Para ahli menyebut peristiwa ini dengan istilah migrasi emas. Apa yang bisa terjadi? Penyakit Alzheimer…”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah artikel yang mengklaim bahwa secara ilmiah, menggunakan emas pada laki-laki dapat menyebabkan penyakit Alzhaimer dan gangguan kesehatan lainnya. Artikel dari Pompama.com ini menyatakan bahwa peristiwa itu akibat masuknya atom-atom dari emas melalui kulit dan mengendap pada darah. Peristiwa ini juga disebut dengan migrasi emas.

    Namun setelah dilakukan penelitian secara detail terkait klaim ini, dapat ditemukan sebuah bantahan bahwa informasi ini adalah salah. Melansir dari artikel Detik.com, Spesialis kulit Dr.dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK, FINSDV dari DNI Skin Centre mengatakan bahwa dunia medis tidak mengenal fenomena migrasi emas.

    Hal ini diungkapkan dr. Darma terkait hoaks bahaya pemakaian emas kepada bayi pada 2018 lalu. Apa yang terjadi adalah memang beberapa orang bisa memiliki bakat alergi, tapi bukan karena penumpukan emas dalam darah.

    “Umumnya emas yang berbentuk padat tidak dengan mudahnya masuk dan terserap ke kulit karena partikelnya berukuran besar. Kondisi ini berlaku untuk kulit bayi maupun dewasa, walaupun memang kadar air pada kulit bayi lebih tinggi daripada dewasa,” papar dr. Darma pada detikHealth.

    Melihat dari artikel alodokter, dr. Ulfi Umroni menyatakan bahwa butiran debu dari emas memang sangat berbahaya sehingga dapat menyebabkan gangguan jantung, pernafasan dan saraf. Namun kondisi ini ditemukan pada orang-orang dari tambang emas atau produsen emas, bukan pada pemakai perhiasan emas. Kondisi yang mungkin terjadi adalah alergi, khususnya penderita yang memiliki riwayat alergi sebelumnya.

    Bahkan, adanya hasil penelitian terkait zat di dalam emas, menunjukkan fakta yang berbanding terbalik. Melansir dari artikel Phys.org, partikel emas yang hanya berukuran nanometer atau sepersejuta meter bersama dengan gelombang mikro yang sangat lemah dapat melarutkan gumpalan protein abnormal yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan berpotensi terkait dengan penyakit degeneratif lainnya.

    Marcelo Kogan, seorang ahli kimia organik di Universitas Chili di Santiago dan rekannya di Spanyol, mengembangkan partikel emas dengan lebar sekitar 10 nanometer dengan peptida yang melekat padanya yang secara khusus mengikat jenis protein abnormal yang ditemukan pada penyakit Alzheimer. Partikel-partikel ini cukup kecil untuk menembus membran sel dan juga dapat menyerap radiasi gelombang mikro.

    Pada umumnya, gangguan kesehatan yang berkaitan dengan emas diderita oleh para penambang emas, atau orang-orang yang berada aktif disekitaran produksi emas. Kasus ini pun terjadi semata-mata bukan dikarenakan oleh emas itu sendiri, namun oleh merkuri (Hg) yang digunakan untuk memisahkan emas dari zat-zat logam lainnya.

    Keracunan Merkuri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kosentrasi yang banyak dan dengan dalam waktu yang lama akan menyebabkan gangguan kesehatan para penambang. Keterpaparan perlu diukur atas dasar waktu, tempat, dan dosis atau konsentrasi karena efek paparan sangat tergantung pada dosis atau konsentrasi yang diterima seseorang.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa memakai emas dapat menyebabkan gangguan kesehatan khususnya penyakit Alzhaimer adalah informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya, klaim tersebut keliru. Sampai sekarang belum ada penelitian terkait hal tersebut. Perihal zat emas yang dapat masuk kedalam darah akibat migrasi emas juga merupakan hoaks. Tidak ada istilah migrasi emas dalam dunia kesehatan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6532) [SALAH] Video Pengantin Wanita Jemput Pasangannya Pakai Motor

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 16/03/2021

    Berita

    Sebuah video yang diklaim seorang pengantin wanita kabur menjemput pasangannya pakai sepeda motor beredar di media sosial. Video tersebut diunggah akun Facebook Legidin Suarez pada 14 Maret 2021.

    Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak seorang wanita mengenakan baju pengantin tengah mengendarai sepeda motor. Wanita itu melewati jalanan yang ramai dipenuhi kendaraan.

    Akun Facebook Legidin Suarez kemudian mengaitkan video tersebut dengan kabar pengantin wanita menjemput pasangannya pakai sepeda motor.

    "Pengantin wanita jemput pengantin pria pakai motor,gara-gara ketiduran waktu nikah..😁.Landusari,Pekalongan," tulis akun Facebook Legidin Suarez.

    Video yang disebarkan akun Facebook Legidin Suarez telah 366 kali ditonton dan mendapat 6 komentar warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim seorang pengantin wanita kabur menjemput pasangannya pakai sepeda motor.

    Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pengantin wanita pekalongan" ke situs berbagi video YouTube.

    Hasinya terdapat beberapa video yang menjelaskan mengenai kabar viral tersebut. Satu di antaranya video berjudul "Fakta Pengantin Wanita Jemput Calon Pengantin Pria Ketiduran di Pekalongan" yang dimuat channel YouTube Tribun Jateng pada 15 Maret 2021.

    Dalam video berdurasi 3 menit 50 detik itu, terdapat wawancara orang yang pertama kali mengunggah video pengantin wanita yang mengendarai sepeda motor.

    Kiki Sinar Tiyasa, si pengunggah video memastikan bahwa video tersebut bukan seorang pengantin wanita yang mau menjemput pasangannya karena ketiduran.

    "Nah itu sebenarnya salah," kata Kiki dalam video yang diunggah channel YouTube Tribun Jateng.

    Kiki mengungkapkan, wanita dalam video tersebut merupakan model, bukan pengantin sungguhan. Video itu direkam pada 11 Maret 2021 lalu.

    Ketika itu, Kiki dan temannya yang berdandan bak pengantin tengah menuju Taman Kuripan untuk melakukan sesi pemotrean.

    "Ini murni cuma untuk sekedar pemotretan saja," ucap Kiki yang berprofesi sebagai make up artis.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim seorang pengantin wanita kabur menjemput pasangannya pakai sepeda motor ternyata tidak benar.

    Faktanya, wanita dalam video tersebut merupakan seorang model dan ingin melakukan sesi pemotretan. Narasi yang disebarkan dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya

    Rujukan