(GFD-2021-8546) Keliru, Video Berjudul KPK Obrak-abrik Rumah Anies dan Temukan Bukti Mengejutkan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 18/03/2021
Berita
Video yang berjudul "KPK Obrak-abrik Rumah Anies, Temukan Bukti Bukti Mengejutkan" beredar di YouTube. Video ini menyebar di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh salah satu BUMD DKI Jakarta di Muncul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.
Dalam thumbnail video yang diunggah oleh kanal ini pada 15 Maret 2021 tersebut, terdapat pula teks yang berbunyi "Diluardugaan KPK Geleda Rumah Anies Temukan Bukti Bukti Mengejutkan". Thumbnail itu pun berisi foto yang memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengenakan rompi oranye.
Sementara dalam video berdurasi 10 menit itu, terdapat rekaman yang berisi wawancara dengan Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri dan kompilasi video Anies. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah ditonton lebih dari 23 ribu kali dan disukai lebih dari 300 kali.
Gambar tangkapan layar video di YouTube yang berisi klaim keliru terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan pemeriksaan Tim CekFakta Tempo, video tersebut berisi gabungan dari beberapa video yang berbeda, di mana narator membacakan narasi yang mengaitkan program Anies, yakni rumah DP 0 rupiah, dengan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Cipayung oleh KPK. Namun, video itu sama sekali tidak berisi tayangan yang memperlihatkan KPK mengobrak-abrik rumah Anies Baswedan.
Tempo menonton video tersebut secara menyeluruh, tapi tidak ditemukan video ataupun penjelasan bahwa KPK menggeledah rumah Anies terkait kasus tersebut. Video itu menggabungkan sejumlah video, antara lain video wawancara Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, video wawancara Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, video saat Anies menanam pohon, dan video pegiat media sosial Denny Siregar.
Video wawancara Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri itu sama dengan yang dimuat oleh kanal YouTube milik sejumlah media arus utama, di antaranya Tribunnews, pada 8 Maret 2021. Dalam video ini, Ali Fikri membenarkan bahwa KPK saat ini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pembelian tanah di beberapa lokasi untuk program rumah DP nol rupiah Pemerintah Provinsi DKI oleh salah satu BUMD DKI.
Satu di antaranya adalah pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi yang berada di kawasan Munjul, Pondok Ranggon, pada 2019. "Benar, setelah ditemukan adanya dua bukti permulaan yang cukup, saat ini KPK sedang melakukan kegiatan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon," kata Ali Fikri pada 8 Maret 2021.
Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mengatakan tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya yang berinisial YC (Yoory C Pinontoan) serta AR dan TA (Anja Runtuwene dan Tommy Andrian, Direktur PT Adonara Propertindo). Penyidik pun menetapkan perusahaan keduanya (PT Adonara) selaku penjual tanah sebagai tersangka.
Sementara terkait video wawancara Riza Patria, pernah dimuat dalam video berita milik MetroTV News yang berjudul "Proyek Rusun Dp 0 Rupiah Berujung Rasuah" pada 10 Maret 2021. Dalam video itu, Riza mengatakan bahwa Pemprov DKI telah menonaktifkan Dirut Sarana Jaya. “Kami menganut azas praduga tak bersalah agar dapat menjelaskan dan mengklarifikasi sesuai fakta dan data,” katanya.
Hingga artikel ini dimuat, KPK belum memanggil Anies Baswedan untuk dimintai keterangannya terkait kasus tersebut. Tidak ada pula penggeledahan di rumah dinas maupun rumah pribadi Anies. Sejauh ini, KPK baru menggeledah tiga lokasi terkait penyidikan kasus itu.
Dilansir dari Kompas.com, tiga lokasi yang digeledah tersebut yaitu kantor PT Adonara Propertindo di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; Gedung Sarana Jaya di Jakarta Pusat; dan rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan kasus tersebut.
Meskipun begitu, seperti dilansir dari Republika.co.id, Ali Fikri mengatakan tidak tertutup kemungkinan bahwa penyidik akan memanggil Anies Baswedan. Keterangan Anies dibutuhkan untuk penyidikan kasus ini. "Saya kira siapa pun saksi itu yang melihat yang merasakan, kemudian yang mengetahui secara peristiwa, ini kan tentu nanti beberapa saksi sudah diperiksa kemarin. Tentu, nanti dari situ akan dikembangkan lebih lanjut siapa saksi-saksi berikutnya yang nanti akan dipanggil," katanya.
Adapun terkait foto dalam thumbnail video di atas, yang memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Anies dengan rompi oranye, adalah hasil suntingan dari foto yang pernah dimuat oleh Sindonews.com dalam artikelnya pada 28 Januari 2021 yang berjudul "KPK Geledah Rumah Stafsus Mantan Menteri Edhy Prabowo". Dalam foto itu, pria yang mengenakan rompi oranye tersebut adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video yang berjudul "KPK Obrak-abrik Rumah Anies, Temukan Bukti Bukti Mengejutkan" tersebut keliru. Video itu sama sekali tidak memuat rekaman ataupun penjelasan tentang penggeledahan rumah Anies oleh KPK. Hingga kini, KPK juga tidak menggeledah rumah Anies terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah oleh BUMD DKI Jakarta di Cipayung, Jakarta Timur. Foto dalam thumbnail video tersebut pun, yang memperlihatkan seorang pria yang mirip dengan Anies dengan rompi oranye, adalah hasil suntingan.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/anies
- https://archive.ph/khFBj
- https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan
- https://www.tempo.co/tag/rumah-dp-0
- https://www.youtube.com/watch?v=NVkGItiF-KM
- https://www.tempo.co/tag/rumah-dp-nol
- https://www.tempo.co/tag/kpk
- https://www.youtube.com/watch?v=nhSQnOrWVXs
- https://nasional.kompas.com/read/2021/03/09/12381081/geledah-3-lokasi-kpk-amankan-dokumen-terkait-pengadaan-lahan-di-cipayung
- https://www.republika.co.id/berita/qq0385428/kpk-berpeluang-panggil-anies-baswedan
- https://nasional.sindonews.com/read/317052/13/kpk-geledah-rumah-stafsus-mantan-menteri-edhy-prabowo-1611828087
(GFD-2021-8547) Keliru, Foto SK Mendikbud yang Angkat Honorer Jadi PNS Tanpa Tes
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 18/03/2021
Berita
Foto Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes beredar Facebook. Dalam SK itu, disebutkan bahwa keputusan ini diambil bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Komisi X DPR.
Menurut SK tersebut, pengangkatan tenaga honorer itu merupakan upaya Kemendikbud untuk mengisi kekosongan tenaga guru, tenaga administrasi, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian. Syaratnya, mereka berusia 35 tahun ke atas, sudah mendapatkan sertifikasi, dan belum mendapatkan sertifikasi tapi telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
SK bernomor 2457/B2-B2/GT/2021 tertanggal 4 Maret 2021 itu diunggah oleh akun ini pada 17 Maret 2021 dengan narasi sebagai berikut:
“IMFORMASI PENTING. Berdasarkan MENTERI Pendidikan Dan kebudayaan(Mendikbud) Bahwa Hasil keputusan Bersama antara MENTERI APARATUR SIPIL NEGARA DAN KOMIXI X DPR. Memberikan kesempatan kepada Seluruh tenaga Guru Honorer . Administrasi. Tenaga kesehatan. Dan tenaga Penyuluh Pertanian.Yang umur 35 tahun keatas. Untuk Diangkat Menjadi PNS Tanpa tes. Bagi Yang Memenuhi Persyrtan yang telah ditentukan. Rekomend ini Ditindak lanjut ke BKN PUSAT JAKARTA.”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi foto surat palsu yang mengatasnamakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto surat yang serupa pernah beredar sebelumnya pada Januari 2021. Bedanya, saat itu, surat tersebut mengatasnamakan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian memastikan surat tersebut palsu dan isinya tidak benar dan tidak dapat dipercaya.
Dilansir dari Kompas.com, Andi menjelaskan bahwa surat palsu bernomor 257/01/2021 itu memuat informasi seolah-olah Menteri PANRB mengangkat tenaga guru, tenaga administrasi, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian honorer berusia 35 tahun ke atas menjadi PNS tanpa melalui tahapan tes. Menurut dia, surat palsu serupa pernah beredar pada 2020.
"Dilihat dari segi fisik tulisan dalam surat palsu tersebut, pelaku hanya mengganti nomor surat, tanggal surat, dan tempat saja. Selebihnya, isinya tidak jauh berbeda dengan surat palsu yang pernah beredar tahun lalu (2020)," katanya pada 20 Januari 2021. Dalam surat tersebut, masih tercantum pula nama pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sama. Hanya nomor ponselnya yang telah diubah.
Selain itu, bila dilihat dengan teliti, terdapat banyak kesalahan ketik yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ada pula kejanggalan pada nomor surat, jenis dan ukuran huruf yang tidak seragam, serta format penulisan yang tidak sesuai dengan format surat baku yang berlaku di Kementerian PANRB.
Wacana pengangkatan honorer
Dilansir dari JPNN, wacana pengangkatan guru honorer berusia 35 tahun ke atas menjadi PNS tanpa tes sempat mengemuka dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara virtual antara Komisi X DPR dengan perwakilan guru dan tenaga kependidikan pada 13 Januari 2021.
“Komisi X DPR RI mendukung aspirasi para Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Umur 35 Tahun ke Atas (GTKHNK35) untuk diangkat sebagai PNS tanpa tes melalui Kepres PNS atau opsi lain yang memungkinkan,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih saat membacakan hasil keputusan RDPU.
RDPU tersebut digelar Komisi X DPR untuk mendengarkan aspirasi dari beberapa forum guru dan tenaga kependidikan, antara lain Komite Nasional ASN (Non-ASN), GTKHNK35, dan Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI).
Aspirasi yang disampaikan kepada Komisi X DPR antara lain meminta pemerintah bersama DPR segera menyelesaikan revisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pasal terkait pengangkatan calon PNS (CPNS).
Seperti dilansir dari Kontan, usul agar tenaga kerja honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non PNS, pegawai pemerintah non pegawai negeri, serta tenaga kontrak yang bekerja di instansi pemerintahan secara terus-menerus untuk diangkat sebagai PNS tanpa tes juga disampaikan Komisi II DPR ketika melakukan rapat kerja dengan pemerintah pada 18 Januari 2021.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal mengatakan usulan pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS merupakan satu dari lima hal yang diusulkan legislatif dalam revisi UU Aparatur Sipil Negara yang saat ini berlaku.
"Materi muatan rancangan UU meliputi pengangkatan tenaga honorer, tenaga honorer pegawai tidak tetap, pegawai tetap non PNS, pegawai pemerintah non pegawai negeri, dan tenaga kontrak yang bekerja di instansi pemerintahan secara terus-menerus serta diangkat berdasarkan keputusan yang dikeluarkan sampai 15 Januari 2014, wajib diangkat menjadi PNS secara langsung, dengan mempertimbangkan batas usia pensiun," kata Samsyurizal.
Menanggapi hal tersebut, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengatakan saat ini proses pengangkatan tenaga honorer harus melalui proses penerimaan PNS dan PPPK. Proses tersebut melalui penilaian yang obyektif berdasarkan kompetensi, kualifikasi, serta kebutuhan instansi pemerintah yang bersangkutan.
"Sejak PP Nomor 48 Tahun 2005, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dilarang mengangkat tenaga honorer atau sejenis. Pengangkatan dimaksud secara langsung bertentangan dengan prinsip sistem merit dan visi Indonesia Maju dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa," kata Tjahjo.
"Pengangkatan secara langsung menghilangkan kesempatan putra-putri terbaik bangsa menjadi bagian dari pemerintah, karena tertutupnya peluang akibat diangkatnya tenaga honorer tanpa seleksi," ujarnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto SK yang ditandatangani oleh Mendikbud Nadiem Makarim tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS tanpa tes di atas merupakan hasil suntingan. SK yang identik pernah beredar pada 2020 dan pada Januari 2021 dengan mencatut nama Menteri PANRB. Kementerian PANRB telah memastikan bahwa surat tersebut palsu.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/mendikbud
- https://www.tempo.co/tag/honorer
- https://archive.ph/juvQP
- https://money.kompas.com/read/2021/01/20/070923926/beredar-surat-pengangkatan-honorer-jadi-pns-tanpa-tes-kemenpan-rb-kami?page=all
- https://www.jpnn.com/news/dpr-dukung-pengangkatan-guru-honorer-35-tahun-ke-atas-menjadi-pns-tanpa-tes
- https://www.tempo.co/tag/guru-honorer
- https://nasional.kontan.co.id/news/komisi-ii-dpr-usul-honorer-diangkat-pns-tanpa-tes-begini-tanggapan-pemerintah
- https://www.tempo.co/tag/tenaga-honorer
- https://www.tempo.co/tag/pns
- https://www.tempo.co/tag/nadiem-makarim
(GFD-2021-6542) [SALAH] Pesan Berantai Informasi Vaksin Covid-19 Paling Aman dari Artikel New York Times
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 18/03/2021
Berita
Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai artikel terkait peringkat keamanan vaksin covid-19 yang diklaim dari New York Times. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal bulan lalu.
Dalam pesan berantai menyebutkan ada empat vaksin covid-19 asal China yang diklaim paling aman sejauh ini. Selain itu disebutkan pula China sudah mengekspor 500 juta dosis vaksin covid-19 ke seluruh dunia.
Berikut pesan berantai itu selengkapnya:
"Vaksin Covid 19 dari China menduduki 4 ranking teratas vaksin paling aman dari semua vaksin yg sdh beredar. Ini laporan dari NEW YORK TIMES. Jadi Vaksin dari China BUKAN ABAL - ABAL
Report by The New York Times on Feb 5, 2021.In the safety ranking, the top four are all Chinese vaccines:
1. Sinopharm (China)
2. Sinovac (China)
3. Kexing (China)
4. Can Sino (China)
5. AstraZeneca (UK)
6. Pfizer (United States and Germany)
7. Modena (United States) 8. Johnson & Johnson (United States)
9. Novavax (United States)
10. Satellite 5 (Russia) Sinopharm has two vaccines, ranking first and second respectively.
China has exported more than 500 million doses of vaccines to more than 50 countries around the world, and it is estimated that hundreds of millions of people have been vaccinated. And China's vaccine accident rate is lower and safer.
As reported by Western media, many wealthy people in Britain fly to the UAE to vaccinate Chinese national medicine.
https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"
atau dalam Bahasa Indonesia:
"Laporan oleh The New York Times pada 5 Februari 2021.
Dalam peringkat keamanan, empat teratas adalah semua vaksin China:
1. Sinopharm (Cina)
2. Sinovac (Cina)
3. Kexing (Cina)
4. Bisa Sino (China)
5. AstraZeneca (Inggris)
6. Pfizer (Amerika Serikat dan Jerman)
7. Modena (Amerika Serikat)
8. Johnson & Johnson (Amerika Serikat)
9. Novavax (Amerika Serikat)
10. Satelit 5 (Rusia) Sinopharm memiliki dua vaksin, peringkat pertama dan kedua masing-masing.
China telah mengekspor lebih dari 500 juta dosis vaksin ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, dan diperkirakan ratusan juta orang telah divaksinasi. Dan tingkat kecelakaan vaksin China lebih rendah dan lebih aman. Seperti dilansir media Barat, banyak orang kaya di Inggris terbang ke UEA untuk memvaksinasi pengobatan nasional Tiongkok.
https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"
Dalam pesan berantai menyebutkan ada empat vaksin covid-19 asal China yang diklaim paling aman sejauh ini. Selain itu disebutkan pula China sudah mengekspor 500 juta dosis vaksin covid-19 ke seluruh dunia.
Berikut pesan berantai itu selengkapnya:
"Vaksin Covid 19 dari China menduduki 4 ranking teratas vaksin paling aman dari semua vaksin yg sdh beredar. Ini laporan dari NEW YORK TIMES. Jadi Vaksin dari China BUKAN ABAL - ABAL
Report by The New York Times on Feb 5, 2021.In the safety ranking, the top four are all Chinese vaccines:
1. Sinopharm (China)
2. Sinovac (China)
3. Kexing (China)
4. Can Sino (China)
5. AstraZeneca (UK)
6. Pfizer (United States and Germany)
7. Modena (United States) 8. Johnson & Johnson (United States)
9. Novavax (United States)
10. Satellite 5 (Russia) Sinopharm has two vaccines, ranking first and second respectively.
China has exported more than 500 million doses of vaccines to more than 50 countries around the world, and it is estimated that hundreds of millions of people have been vaccinated. And China's vaccine accident rate is lower and safer.
As reported by Western media, many wealthy people in Britain fly to the UAE to vaccinate Chinese national medicine.
https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"
atau dalam Bahasa Indonesia:
"Laporan oleh The New York Times pada 5 Februari 2021.
Dalam peringkat keamanan, empat teratas adalah semua vaksin China:
1. Sinopharm (Cina)
2. Sinovac (Cina)
3. Kexing (Cina)
4. Bisa Sino (China)
5. AstraZeneca (Inggris)
6. Pfizer (Amerika Serikat dan Jerman)
7. Modena (Amerika Serikat)
8. Johnson & Johnson (Amerika Serikat)
9. Novavax (Amerika Serikat)
10. Satelit 5 (Rusia) Sinopharm memiliki dua vaksin, peringkat pertama dan kedua masing-masing.
China telah mengekspor lebih dari 500 juta dosis vaksin ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia, dan diperkirakan ratusan juta orang telah divaksinasi. Dan tingkat kecelakaan vaksin China lebih rendah dan lebih aman. Seperti dilansir media Barat, banyak orang kaya di Inggris terbang ke UEA untuk memvaksinasi pengobatan nasional Tiongkok.
https://www.nytimes.com/2021/02/05/opinion/covid-vaccines-china-russia.html"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari New York Times. Dalam postingan di akun @NYTimesPR yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 10 Maret 2021. Di sana terdapat penjelasan bahwa pesan berantai yang beredar adalah hoaks.
"Kami menyadari adanya kesalahan informasi yang beredar di WhatsApp, yang secara keliru memeringkat keamanan vaksin virus corona di seluruh dunia dan mengaitkan daftar ini dengan laporan yang diterbitkan oleh The New York Times. Pesan ini menyesatkan dan tidak benar," bunyi pernyataan The New York Times.
"The New York Times tidak menerbitkan daftar ini, laporan kami tidak menyatakan bahwa vaksin China lebih unggul daripada vaksin yang diproduksi di tempat lain, kami juga belum menerbitkan klaim bahwa China telah mengekspor lebih dari 500 juta dosis."
"Pemahaman kami tentang keefektifan dan keamanan vaksin dipublikasikan di The New York Times Coronavirus Vaccine Tracker. Ini berkembang, bernuansa, dan diperbarui secara teratur untuk mencerminkan bukti ilmiah saat ini."
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com juga melihat tautan artikel yang disertakan dalam pesan berantai tersebut. Dalam artikel sama sekali tidak menyebutkan peringkat keamanan vaksin covid-19 di seluruh dunia.
Artikel itu merupakan opini dari Achal Prabhala dan Chee Yoke Ling terkait perkembangan vaksin asal Rusia dan juga China yang diterbitkan 5 Februari 2021. Mereka menyampaikan bahwa vaksin asal China, India dan Rusia juga perlu mendapat perhatian selain vaksin buatan negara Barat.
"Kami menyadari adanya kesalahan informasi yang beredar di WhatsApp, yang secara keliru memeringkat keamanan vaksin virus corona di seluruh dunia dan mengaitkan daftar ini dengan laporan yang diterbitkan oleh The New York Times. Pesan ini menyesatkan dan tidak benar," bunyi pernyataan The New York Times.
"The New York Times tidak menerbitkan daftar ini, laporan kami tidak menyatakan bahwa vaksin China lebih unggul daripada vaksin yang diproduksi di tempat lain, kami juga belum menerbitkan klaim bahwa China telah mengekspor lebih dari 500 juta dosis."
"Pemahaman kami tentang keefektifan dan keamanan vaksin dipublikasikan di The New York Times Coronavirus Vaccine Tracker. Ini berkembang, bernuansa, dan diperbarui secara teratur untuk mencerminkan bukti ilmiah saat ini."
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com juga melihat tautan artikel yang disertakan dalam pesan berantai tersebut. Dalam artikel sama sekali tidak menyebutkan peringkat keamanan vaksin covid-19 di seluruh dunia.
Artikel itu merupakan opini dari Achal Prabhala dan Chee Yoke Ling terkait perkembangan vaksin asal Rusia dan juga China yang diterbitkan 5 Februari 2021. Mereka menyampaikan bahwa vaksin asal China, India dan Rusia juga perlu mendapat perhatian selain vaksin buatan negara Barat.
Kesimpulan
Pesan berantai terkait peringkat keamanan vaksin covid-19 yang disebut merupakan artikel dari New York Times adalah tidak benar
Rujukan
(GFD-2021-6543) [SALAH] Pemilik Rekening BRI yang Telah Divaksin Dapat Bantuan Rp 1,5 Juta
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 18/03/2021
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapat informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah, informasi tersebut diunggah akun Facebook Chaidir Wahyudi, pada 17 Maret 2021.
Berikut informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin dapat bantuan langsung Rp 1,5 juta dari pemerintah:
"Alhamdulillah
Beruntunglah Bagi Masyarakat Yg Sudah DI VAKSIN dan Mempunyai No Rekening & Kartu ATM BRI ,
Sesuai dengan Kepres No. 13/Kepres/RI/XII/2020, bahwa semua WNI yang sudah divaksin dan mempunyai No Rekening & Kartu ATM BRI , akan menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan per Kartu Keluarga (KK) hingga pandemi covid 19 dinyatakan tuntas.
SYARAT2:
1. Foto Copy KK
2. Foto Copy Buku Tabungan
3. Foto Copy KTP Kepala Keluarga
4. Masing-masing rangkap 2Dana sudah dapat dicairkan langsung mulai 09 maret 2021 s/d 17 Mei 2021, dengan membawa syarat tersebut ke Bank BRI Terdekat .
Hal ini merupakan komitmen terbaru dari Menteri Keuangan RI & Menteri Kesehatan RI, diperkuat pidato Presiden RI di depan semua Kepala Daerah Indonesia.
Selain itu, beliau juga mempertegas akan memperbarui APBN 2021 untuk direvisi "Bantuan Langsung Tunai"
.Alhamdulillah, ternyata benar, rezeki itu datangnya tak diduga-duga.
Mari kita semua senantiasa bersyukur,...
_____________
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tulisan di atas dapat digolongkan dalam :
A. Cerpen
B. Cerita rakyat
C. Cerita khayal
D. Kesambet
E. Kesurupan
Pilih jawaban yang kamu anggap benar......πππ€"
Berikut informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin dapat bantuan langsung Rp 1,5 juta dari pemerintah:
"Alhamdulillah
Beruntunglah Bagi Masyarakat Yg Sudah DI VAKSIN dan Mempunyai No Rekening & Kartu ATM BRI ,
Sesuai dengan Kepres No. 13/Kepres/RI/XII/2020, bahwa semua WNI yang sudah divaksin dan mempunyai No Rekening & Kartu ATM BRI , akan menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan per Kartu Keluarga (KK) hingga pandemi covid 19 dinyatakan tuntas.
SYARAT2:
1. Foto Copy KK
2. Foto Copy Buku Tabungan
3. Foto Copy KTP Kepala Keluarga
4. Masing-masing rangkap 2Dana sudah dapat dicairkan langsung mulai 09 maret 2021 s/d 17 Mei 2021, dengan membawa syarat tersebut ke Bank BRI Terdekat .
Hal ini merupakan komitmen terbaru dari Menteri Keuangan RI & Menteri Kesehatan RI, diperkuat pidato Presiden RI di depan semua Kepala Daerah Indonesia.
Selain itu, beliau juga mempertegas akan memperbarui APBN 2021 untuk direvisi "Bantuan Langsung Tunai"
.Alhamdulillah, ternyata benar, rezeki itu datangnya tak diduga-duga.
Mari kita semua senantiasa bersyukur,...
_____________
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tulisan di atas dapat digolongkan dalam :
A. Cerpen
B. Cerita rakyat
C. Cerita khayal
D. Kesambet
E. Kesurupan
Pilih jawaban yang kamu anggap benar......πππ€"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah, dengan menghubungi pihak BRI.
Corporate Secretary Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto menyatakan, informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah tidak benar.
"Atas beredarnya informasi tersebut, dapat kami pastikan bahwa hal tersebut tidak benar," kata Aestika, saat berbincang dengan Liputan6.com.
Aestika pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan adanya informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah.
"Sehubungan dengan hal tersebut, kami mangimbau nasabah BRI agar lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi dengan sumber yang tidak dapat dipertanggung jawabkan," tuturnya.
Penelusuran dilanjutkan dengan menghubungi pihak Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Tim Komunikasi Publik Lalu Hamdani mengatakan, informasi tentang masyarakat yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah tidak benar.
"Tidak benar untuk informasi tersebut. Tidak ada program tersebut," kata Lalu saat berbincang dengan Liputan6.com.
Jika membaca informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah hingga akhir, terdapat kalimat yang menunjukkan informasi tersebut berupa parodi satir.
Parodi satir juga termasuk dalam kategori hoaks, dalam artikel "Fake news. Itβs complicated" yang dimuat situs firstdraftnews.org ada tujuh jenis disinfromasi dan misinformasi, salah satunya adalah satire atau parodi.
Artike situs firstdraftnews.org menyebutkan, konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh. Satir merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme.
Secara keumuman, satir dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi. Sebenarnya, satir tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
Corporate Secretary Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto menyatakan, informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah tidak benar.
"Atas beredarnya informasi tersebut, dapat kami pastikan bahwa hal tersebut tidak benar," kata Aestika, saat berbincang dengan Liputan6.com.
Aestika pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan adanya informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah.
"Sehubungan dengan hal tersebut, kami mangimbau nasabah BRI agar lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi dengan sumber yang tidak dapat dipertanggung jawabkan," tuturnya.
Penelusuran dilanjutkan dengan menghubungi pihak Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Tim Komunikasi Publik Lalu Hamdani mengatakan, informasi tentang masyarakat yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah tidak benar.
"Tidak benar untuk informasi tersebut. Tidak ada program tersebut," kata Lalu saat berbincang dengan Liputan6.com.
Jika membaca informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah hingga akhir, terdapat kalimat yang menunjukkan informasi tersebut berupa parodi satir.
Parodi satir juga termasuk dalam kategori hoaks, dalam artikel "Fake news. Itβs complicated" yang dimuat situs firstdraftnews.org ada tujuh jenis disinfromasi dan misinformasi, salah satunya adalah satire atau parodi.
Artike situs firstdraftnews.org menyebutkan, konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh. Satir merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme.
Secara keumuman, satir dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi. Sebenarnya, satir tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi pemilik rekening BRI yang telah divaksin mendapat bantuan langsung sebesar Rp 1,5 juta dari pemerintah tidak benar.
Informasi tersebut telah dibantah pihak BRI dan KPCPEN, meski parodi informasi tersebut masuk kategori hoaks karena dapat menyesatkan.
Informasi tersebut telah dibantah pihak BRI dan KPCPEN, meski parodi informasi tersebut masuk kategori hoaks karena dapat menyesatkan.
Rujukan
Halaman: 6737/7950


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404510/original/069413500_1616044208-cek_fakta_new_york_times.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3403617/original/071118700_1615966329-vaksin_dapat_uang.jpg)