• (GFD-2021-6876) [SALAH] Tidak Ada Karangan Bunga Kepada Awak KRI Nanggala 402

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2021

    Berita

    “Sadarlah bro…? 53 Anak bangsa gugur, tidak ada karangan bunga. Penangkapan Munarman yang kasusnya belum jelas, dikarangin. Anehkan…! Akal sehatmu pasti paham.”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah unggahan beredar dengan narasi yang menyebutkan bahwa sampai saat ini tidak ada karangan bunga yang diberikan kepada 53 awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam operasi latihan rutin di perairan utara Pulau Bali. Narasi ini kemudian membandingkan dengan banyaknya karangan terhadap kasus penangkapan Munarman, tersangka kasus terorisme yang ditangkap April lalu.

    Namun setelah melakukan penelusuran, narasi yang menyebutkan bahwa tidak ada satupun karangan bunga yang diberikan kepada keluarga korban, adalah narasi yang salah.

    Melansir dari media Sindonews Makassar, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) mendapat banyak kiriman bunga dari warga Kota Makassar sebagai ucapan duka gugurnya 53 patriot bangsa, awak KRI Nanggala 402. Karangan bunga tersebut masih berasal dari elemen masyarakat Makassar saja.

    Sementara itu, dari media JPPN.com, disebutkan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari pejabat negara, pejabat militer, pejabat sipil, swasta, tokoh agama, termasuk elemen-elemen lintas sektoral bahkan bangsa-bangsa di seluruh dunia turut menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah yang dialami bangsa Indonesia. Hal itu juga tampak melalui karangan bunga yang dikirimkan.

    Dukungan kepada keluarga korban KRI Nanggala 402 pun tidak hanya diberikan dalam bentuk ungkapan belasungkawa. Pemerintah, instansi lain, dan perusahaan, turut berkontribusi dalam memberikan bantuan finansial dan pendidikan kepada keluarga korban.

    Pemerintah melalui beberapa pos kementerian memberikan bantuan seperti konseling dan jaminan pendidikan ataupun beasiswa kepada anak korban KRI Nanggala 402 sampai jenjang strata 1 (S1). Selain itu instansi seperti PLN yang turut membagikan bantuan sebanyak 530 juta rupiah, dan perusahaan yaitu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, yang juga membagikan bantuan sebanyak 720 juta rupiah.

    Terkait dengan kata karangan yang dibandingkan dengan kasus Munarman, kata tersebut memiliki perbedaan arti. Karangan pada kasus Munarman bukan berbicara tentang karangan bunga, namun lebih terkait kepada kontroversi penangkapan Munarman dan tuduhan terkait terorisme yang dijatuhkan padanya. Beberapa masyarakat menganggap bahwa tuduhan terhadap Munarman hanya karangan pemerintah saja.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan tidak ada karangan bunga yang diberikan kepada awak korban KRI Nanggala 402 merupakan narasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya berbagai karangan bunga terus berdatangan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia. Belasungkawa pun tak hanya diberikan melalui karangan bunga, namun juga melalui berbagai bantuan finansial dan pendidikan bagi keluarga korban.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6878) [SALAH] Pesan tentang Foto “Mexico Did It” yang Dapat Retas Ponsel

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2021

    Berita

    Pengguna Facebook dengan nama pengguna Fran Mansfield mengunggah sebuah narasi yang menyatakan bahwa terdapat email yang beredar dan menyertakan sebuah foto yang menunjukkan bahwa Covid-19 telah berhasil ditangani di Meksiko. Narasi tersebut juga menyatakan bahwa foto yang berjudul “Mexico Did It” atau “Meksiko Telah Berhasil” tersebut sebenarnya merupakan virus yang dapat meretas ponsel dalam kurun waktu 5 detik dan tidak akan dapat dihentikan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan keberadaan foto berjudul “Mexico Did It” yang disebut telah beredar melalui email. Lebih lanjut, narasi ini merupakan hoaks yang kembali beredar. Narasi serupa yang pernah beredar sebelumnya dengan judul pesan yang berbeda, yaitu “India Is Doing It” dan “Argentina Is Doing It”. Artikel mengenai kedua narasi tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id.

    Informasi dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel “Did an image File Titled ‘Mexico Did It’ Spread Malware?” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama pengguna Fran Mansfield tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
    Faktanya, narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Tidak ditemukan keberadaan foto berjudul “Mexico Did It” yang disebut telah beredar melalui email.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6879) [SALAH] Foto Hasil CT Scan Paru-Paru Orang Yang Telah Divaksin dan Belum Divaksin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2021

    Berita

    Sebuah akun facebook bernama Kiran KS mengunggah foto hasil CT Scan yang diklaim merupakan perbandingan paru-paru pasien postif covid-19 antara divaksin dan tidak divaksin. Terdapat keterangan pada foto yang memperlihatkan paru-paru pasien yang tidak divaksin banyak bercak putih sedangkan yang divaksin bersih.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari Factly.in dalam artikel berjudul “This CT Scan report does not represent the lungs of a COVID-19 vaccinated person” dijelaskan foto tersebut tidak ada kaitannya dengan CT Scan paru-paru pasien yang telah disuntik vaksin.

    Foto tersebut diterbitkan pada April 2020, yang merupakan bagian dari penelitian oleh Rumah Sakit Vancouver, British Columbia University, bekerja sama dengan the Vancouver Coastal Health Research Institute untuk memprediksi virus Covid-19 menggunakan CT scan. Adapun pada April 2020, program vaksinasi Covid-19 belum dijalankan.

    Kesimpulannya, foto laporan CT scan ini terkait dengan studi penelitian tentang pendeteksian virus Covid menggunakan CT scan, bukan terkait dengan vaksinasi.

    Kesimpulan

    Foto tersebut diterbitkan pada April 2020, yang merupakan bagian dari penelitian oleh Rumah Sakit Vancouver, British Columbia University, bekerja sama dengan the Vancouver Coastal Health Research Institute untuk memprediksi virus Covid-19 menggunakan CT scan. Adapun pada April 2020, program vaksinasi Covid-19 belum dijalankan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8611) Keliru, Klaim Ini Video Ratusan Kantong Jenazah Covid-19 Palsu yang Berisi Kertas

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/05/2021

    Berita


    Video yang diklaim menunjukkan ratusan kantong jenazah Covid-19 palsu beredar di Facebook. Menurut klaim tersebut, ratusan kantong jenazah itu sebenarnya berisi kertas, bukan pasien yang telah meninggal akibat Covid-19.
    Dalam video berdurasi 38 detik itu, tampak puluhan kantong hitam yang digeletakkan di jalanan di samping sebuah gedung. Sempat terlihat seorang petugas yang mengenakan pakaian hazmat. Dalam cuplikan selanjutnya, tampak sejumlah orang yang melempar dan menendang kantong-kantong hitam yang digeletakkan di area parkir sebuah gedung.
    Akun ini membagikan video itu pada 12 April 2021. Akun tersebut kemudian menulis narasi, "450 'mati karena Covid'. Padahal, itu adalah 450 kantong yang berisi kertas. Begitulah yang terjadi di seluruh dunia."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya, yang memperlihatkan demonstrasi mahasiswa di Venezuela.

    Hasil Cek Fakta


    Mereka berunjuk rasa dengan membawa properti kantong jenazah berisi kertas. Para mahasiswa itu memprotes banyaknya tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 dan terbatasnya vaksin Covid-19 bagi mereka.
    Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi beberapa gambar dengan toolInVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan beberapa foto yang identik yang dibagikan oleh akun Twitter milik radio Venezuela, Radio Caracas, @RCR750, pada 6 April 2021.
    Akun ini mengunggah tiga foto dalam cuitannya dengan narasi berbahasa Spanyol yang jika diterjemahkan berbunyi: "#Protes mahasiswa kedokteran UCV (Universidad Central de Venezuela ) yang menuntut vaksin di depan klinik ini diserang oleh sekelompok orang. Mereka merusak semua kantong yang mensimulasikan orang-orang yang meninggal akibat pandemi."
    Kesamaan antara cuplikan yang terlihat dalam video yang beredar (kiri) dengan foto yang diunggah oleh akun Twitter Radio Caracas (kanan).
    Tempo juga mendapatkan petunjuk lain dari utas yang dibagikan oleh akun Twitter milik stasiun televisi El Pitazo, @ElPitazoTV, pada 6 April 2021. Dalam utas ini, terdapat tiga video dengan kualitas yang lebih baik. Informasi dalam utas tersebut sama dengan yang dijelaskan oleh Radio Caracas, namun lebih detail. Menurut El Pitazo, peristiwa itu merupakan aksi protes yang digelar oleh mahasiswa kedokteran UCV di depan Hospital Universitario de Caracas (HUC), Venezuela.
    Berikut ini rangkaian peristiwa yang terjadi:
    Selain membagikan utas di Twitter, El Pitazo juga mempublikasikan berita mengenai aksi mahasiswa di depan HUC tersebut dalam situsnya pada 6 April 2021. Berita ini berjudul "Kelompok yang kasar menyabotase protes mahasiswa di Klinik Rumah Sakit Universitas".

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas menunjukkan ratusan kantong jenazah pasien Covid-19 palsu yang sebenarnya berisi kertas, keliru. Video tersebut merupakan video aksi para mahasiswa kedokteran di Caracas, Venezuela, yang memprotes kurangnya vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan sehingga banyak dari mereka yang meninggal. Dalam aksi itu, para mahasiswa tersebut menggunakan kantong-kantong hitam berisi kertas sebagai properti.TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan