• (GFD-2021-6867) [SALAH] Foto Pegunungan Himalaya dari Ruang Angkasa

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 04/05/2021

    Berita

    “This is what the Himalayas look like from Space..”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Space Porn (@Astronomydaily) mengunggah cuitan berupa foto yang diklaim sebagai foto Pegunungan Himalaya dari ruang angkasa. Cuitan tersebut telah mendapat atensi sebanyak 39 balasan, 1,1 ribu retweet, dan 6,3 ribu suka.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu ditemukan pada laman Views of the Earth, situs kumpulan gambar buatan penampakan permukaan bumi. Foto yang dibuat oleh Christoph Hormann pada tahun 2006 itu diklaim sebagai foto penampakan Pegunungan Himalaya di Nepal dengan beberapa puncak tertingginya.

    Adapun beberapa foto penampakan Pegunungan Himalaya yang diambil oleh beberapa astronot dapat dilihat melalui situs earth observatory.

    Dari berbagai fakta di atas, unggahan akun twitter Space Porn (@Astronomydaily) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, foto tersebut merupakan karya Christoph Hormann yang dihasilkan secara artifisial menggunakan komputer.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6868) [SALAH] Foto Bill Gates Tahun 1963

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 04/05/2021

    Berita

    “This might explain a lot”
    Narasi dalam foto:

    “Bill Gates 1963”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter 404_Not_Found (@4_04_Not_Found) mengunggah cuitan berupa foto yang diklaimnya sebagai foto Bill Gates tahun 1963. Cuitan tersebut mendapat atensi berupa 46 balasan, 82 retweet, dan 209 suka.

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu ditemukan pada laman Facebook Museum Sejarah Fotografi di Lviv, Ukraina. Dalam narasi foto yang diunggah pada 1 Mei 2019, disebutkan bahwa foto anak kecil yang memegang balon itu diambil oleh seorang fotografer bernama Pavliuk Zh.I.. ‎ pada 1 Mei 1968.

    Sebagai tambahan, unggahan serupa pernah oleh Turn Back Hoax dalam artikel berjudul [SALAH] Foto Masa Kecil Bill Gates pada Tahun 1963 yang terbit pada 28 Maret 2021.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter 404_Not_Found (@4_04_Not_Found) dikategorikan sebagai Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, unggahan tersebut adalah hoaks lama yang kembali beredar. Foto itu merupakan foto seorang anak di Kota Lviv, Ukraina yang diambil pada 1 Mei 1968.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8610) Sesat, Klaim Ini Video Tol Trans Jawa yang Sudah Ditutup untuk Mudik Lebaran 2021

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/05/2021

    Berita


    Video yang memperlihatkan penutupan gerbang Tol Pejagan beredar di media sosial sejak 1 Mei 2021. Gerbang tol ini merupakan bagian dari ruas Tol Kanci-Pejagan, yang melintasi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara ruas Tol Kanci-Pejagan adalah bagian dari Tol Trans Jawa. Video tersebut diklaim menunjukkan Tol Trans Jawa yang sudah ditutup untuk mudik Lebaran 2021.
    "Arah Jakarta sudah ditutup. Kita putar balik. Semua sudah tutup. Tolong diinformasikan ke kawan-kawan, kita share yang ada di lapangan sana. Semua putar balik, arah Jakarta ke Jawa ditutup, arah Jakarta ke Semarang. Semua tol ditutup," demikian kata seorang pria dalam video itu. Sementara akun ini membagikan video tersebut dengan narasi, "Tol Jakarta-Jawa sudah ditutup."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim sesat terkait video yang diunggahnya, yang menunjukkan penyekatan di gerbang Tol Pejagan saat mudik Lebaran 2020 lalu.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait dengan mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan informasi resmi dari PT Semesta Marga Raya, anak usaha Waskita Transjawa Toll Road yang mengelola ruas Tol Kanci-Pejagan, bahwa video itu adalah video lama, yang diambil di tengah penyekatan arus mudik Lebaran 2020.
    Berdasarkan arsip berita Tempo pada 1 Mei 2021, lewat akun Instagram resmi PT Semesta Marga Raya, @semestamargaraya, Manajemen Operasi Ruas Tol Kanci-Pejagan menyatakan bahwa arus lalu lintas di ruas Tol Kanci-Pejagan masih normal tanpa penyekatan. Ruas tol tersebut baru akan disekat pada 6-17 Mei 2021.
    Terkait video yang beredar tersebut, pihak manajemen menjelaskan bahwa video itu adalah video yang diambil tahun lalu. "Bahwa berita yang beredar di masyarakat perihal adanya penyekatan di gerbang Tol Pejagan sudah dimulai, itu adalah video penyekatan Lebaran Idul Fitri 2020," demikian klarifikasi dari pihak manajemen.
    Penjelasan dari Manajemen Operasi Ruas Tol Kanci-Pejagan itu juga dimuat oleh Kompas.com dalam artikelnya pada 1 Mei 2021. "Kondisi update saat ini sampai dengan klarifikasi ini di-release, di gerbang Tol Pejagan, kondisi arus lalu lintas masih normal tanpa penyekatan," ujar Manajemen Operasi Ruas Tol Kanci Pejagan dalam keterangan tertulisnya.
    "Untuk rencana kegiatan penyekatan di gerbang Tol Pejagan sendiris sesuai hasil pertemuan dengan Dirlantas (Direktur Lalu Lintas Kepolisian) dan Lintas Sektoral Jawa Tengah, baru akan dilakukan pada 6-17 Mei 2021," paparnya. Terkait video yang beredar, "Itu adalah video penyekatan Lebaran Idul Fitri 2020."
    Dilansir dari iNews.id, empat hari menjelang larangan mudik, tepatnya pada 2 Mei 2021, gerbang tol Pejagan yang berada di Brebes, Jawa Tengah, mulai dipadati kendaraan pemudik. Kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dan mobil travel dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan kota-kota lain di Jawa Barat. Umumnya, mereka menuju sejumlah kota di Jawa Tengah.
    Pemerintah secara resmi telah mengumumkan larangan mudik Lebaran tahun ini guna menekan penyebaran virus Corona penyebab Covid-19. Larangan itu berlaku pada 6-17 Mei 2021. Selain melarang mudik, pemerintah juga melakukan pengetatan sebelum dan sesudah pelaksanaan larangan mudik, yakni pada 22 April-24 Mei 2021, yang tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.
    Sejalan dengan adanya larangan mudik, Polri memberlakukan penyekatan arus lalu lintas di lebih dari 300 titik. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan, dalam operasi yang disebut Operasi Ketupat 2021 ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 333 titik penyekatan untuk mengantisipasi mudik Lebaran 2021.
    "Sebanyak 333 titik penyekatan telah disiapkan dan tersebar sepanjang wilayah dari Lampung hingga Bali," kata Ahmad pada 3 Mei 2021. Menurut dia, 333 titik penyekatan itu merupakan titik-titik check point yang tersebar di beberapa perbatasan provinsi dan perbatasan kabupaten. "Juga di titik-titik penyekatan di jalan arteri ataupun di jalan tol," ujarnya.
    Dilansir dari Kompas.com, Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono mengatakan jumlah titik penyekatan tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu. Selain itu, ada sekitar 166 ribu personel Polri dan TNI yang bakal diturunkan di titik-titik tersebut. "Saya jamin kendaraan yang melalui jalan tikus tidak akan bisa lolos, akan kita halang," tuturnya.
    Lebih rinci, di Jawa, titik penyekatan tersebut terbagi atas 16 titik di Banten, delapan titik di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 132 titik di Jawa Barat, 149 titik di Jawa Tengah, 10 titik di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan tujuh titik di Jawa Timur.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut menunjukkan Tol Trans Jawa yang sudah ditutup untuk mudik Lebaran 2021, menyesatkan. Video itu adalah video lama, yang memperlihatkan penyekatan di gerbang Tol Pejagan saat mudik Lebaran 2020. Manajemen Operasi Ruas Tol Kanci-Pejagan menyatakan bahwa saat ini arus lalu lintas di ruas Tol Kanci-Pejagan masih normal tanpa penyekatan. Ruas tol tersebut baru akan disekat pada 6-17 Mei 2021.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6855) [SALAH] Fluoride Dalam Pasta Gigi dan Air Dapat Sebabkan Kematian

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/05/2021

    Berita

    “Would you brush your teeth with lead? Then why are you using fluoride? Fluoride is more toxic than lead, and only slightly less toxic than arsenic. It takes only 1 gram of fluoride to kill a child – the same amount in a toothpaste tube. Using fluoridated water in baby formula, can kill newborns 6 months old or younger.”

    “Apakah anda ingin menyikat gigi dengan timbal? Lalu mengapa anda menggunakan fluoride? Fluoride lebih berbahaya dari timbal, dan hanya sedikit membahayakan dibawah arsenik. Hanya perlu 1 gram kandungan fluoride untuk membunuh seorang anak kecil, takaran yang sama yang terdapat salam pasta gigi. Penggunaan water berfluoride juga dapat membunuh bayi berusia kurang dari 6 bulan atau lebih.”
    Flouride

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Kylie Downing, membagikan narasi yang menyatakan bahwa 1 gram kandungan Fluride dalam pasta gigi dapat menyebabkan kematian, karena sama berbahayanya dengan timbal, dan sedikit lebih ringan dari bahaya zat arsenik. Narasi ini juga menyatakan bahwa menggunakan air dengan kandungan fluoride, dapat membunuh bayi berusia dibawah 6 bulan atau lebih.

    Namun setelah melakukan pengecekan mengenai bahaya kandungan fluoride dalam pasta gigi, terdapat kekeliruan dalam narasi tersebut. Drg. Dhanni Gustiana dalam artikel detikhealth menyatakan bahwa bahaya dari kandungan zat kimia, hanya tergantung pada dosisnya saja.

    Sekarang ini, banyak pasta gigi yang mengandung 0,1% (1000 ppm) fluoride, biasanya dalam bentuk sodium monofluorofosfat (MFP). 100 g pasta gigi mengandung 0,76 g MFP (setara dengan 0,1g fluoride). Untuk pasta gigi pada anak, biasanya hanya mengandung sampai 600 ppm fluoride. Jadi narasi yang menyatakan bahwa terdapat 1 gram kandungan fluoride dalam pasta gigi, tidak terbukti.

    Kematian akibat keracunan fluoride juga tidak berdasar. Melansir dari artikel mhdc.co.id, dosis tunggal (dikonsumsi dalam satu waktu) fluoride yang dapat menyebabkan keracunan fluoride akut adalah 5mg/kg berat badan atau setara dengan sodium fluoride sebanyak 11mg/kg berat badan.

    Jika dihitung dalam skala gram, kandungan fluoride yang dapat menyebabkan keracunan fluoride akut adalah sekitar 0.6g/12kg berat badan anak estimasi dari WHO. Sementara dibandingkan dengan rekomendasi kandungan fluoride dalam pasta gigi anak yang hanya 0.3g dan 0.1g per 100 gram pasta gigi orang dewasa, sangat jauh kemungkinan terjadinya keracunan apalagi kematian akibat keracunan fluoride.

    Risiko penggunaan pasta gigi berfluoride yang mungkin terjadi adalah dental fluorosis. Hal itu pun biasanya hanya terjadi pada anak-anak yang sering menelan pasta gigi. Tampilannya yaitu bercak atau garis putih pada enamel (permukaan gigi yang paling luar) dan seringnya hanya terdeteksi oleh dokter gigi, tidak berbahaya, tidak berefek negatif pada kesehatan maupun fungsi gigi.

    Kematian akibat air yang mengandung fluoride juga terdapat kekeliruan. Dengan dosis yang sesuai, air minum berfluoride aman dikonsumsi. Bahkan beberapa negara masih memberlakukan konsumsi air yang mengandung fluoride, seperti Amerika, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hongkong, Malaysia dan Irlandia, karena terbukti menurunkan angka karies gigi.

    Hoaks mengenai bahaya kandungan pada pasta gigi termasuk kedalam hoaks lama yang kembali beredar. Melansir dari turnbackhoax.id, beberapa hoaks mengatakan bahwa kandungan dalam pasta gigi dapat menyebabkan kanker sampai osteosarcoma.

    Dari penjelasan mengenai dosis dan kandungan fluoride, narasi yang menyatakan bahwa kandungan fluoride dalam pasta gigi dan air dapat menyebabkan kematian adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumtera Utara)

    Faktanya, kandungan fluoride dalam pasta gigi dan air, telah sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis yang pas ini bermanfaat dalam pertumbuhan email gigi, khususnya pada anak-anak.

    Rujukan